Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35094 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Estu Prayogi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Hendra, Hasan Hariri, Djoni Rustino
Abstrak:

Dilandasi tingginya angka kecelakaan kebakaran yang diakibatkan oleh anak bermain dengan korek api gas, bertumbuhnya perokok di Indonesia menimbulkan implikasi negatif tidak saja terhadap kualitas kesehatan tetapi menyangkut kehidupan sosial dan ekonomi, berdampak pula pada peningkatan penggunaan korek api, salah satunya adalah korek api gas. Korek api gas dengan bentuk yang kecil merupakan produk konsumtif yang mengandung potensi bahaya tersendiri. Apalagi bila diletakkan di sembarang tempat yang bisa dijangkau oleh anak-anak. Akan menjadi sangat beresiko apabila disalahgunakan oleh anak-anak untuk bermain-main dan secara tidak sengaja menyebabkan kebakaran, cedera serius bahkan kematian. Korek api gas child resistant produksi PT. Tokai Dharma Indonesia, sejak Maret 2007 telah dipasarkan, sebagai produk yang dinyatakan aman bagi anak. Untuk menyakinkan kegunaan child resistant tersebut penelitian ini adalah untuk mengkaji keselamatan korek api gas child resistant apakah betul aman tidak bisa dioperasikan oleh anak hingga usia lima tahun. Menggunakan metoda uji eksperimental meneliti kekuatan ibu jari anak berdasarkan usia hingga 9 tahun dengan menekan beban uji dan melakukan uji eksperimental beban yang diperlukan untuk menyalakan api di mesin load test terhadap korek api gas child resistant. Kemudian dengan membandingkan berapa gaya yang diperlukan untuk menyalakan api dan berapa gaya yang mampu dihasilkan oleh ibu jari anak. Tingkat keamanan akan dicapai bila gaya yang mampu dihasilkan anak lebih kecil daripada gaya yang dicapai oleh mesin load test untuk menyalakan api. Hasil dari 93 responden beban gaya terendah 10 Newton dapat dicapai hingga katagori usia 84 bulan, beban tertinggi hingga 40 Newton dicapai hingga usia 108 bulan, semakin tinggi usia semakin tinggi gaya yang sanggup dihasilkan. Dari 50 sample korek uji di mesin load test beban terendah untuk menyalakan api tercapai pada 15,5 Newton dan tertinggi pada 27 Newton. Hasil perhitungan dan distribusi gaya sesungguhnya untuk 15,5 Newton gaya yang diperlukan untuk menyalakan korek api adalah sebesar 52,245 Newton. Kemampuan ibu jari anak hingga usia 60 bulan (5 tahun) adalah 20 Newton dan lebih kecil dari gaya yang diperlukan untuk menyalakan sebesar 52,245 Newton. Kesimpulan dari penelitian ini korek api gas child resistant mempunyai tingkat keamanan hingga 2,61 kali dari kemampuan beban kekuatan ibu jari anak hingga batasan usia 5 tahun. Sehingga betul aman untuk tidak bisa dioperasikan anak hingga usia 5 tahun dan dikatagorikan dalam tingkatan resiko yang rendah untuk fungsi child resistant.


Fire accident are a leading which is caused by children playing with gas lighter and the increasing of smoker in Indonesia not only cause negative effects to the quality of public health and public social and economic, but also cause the increase of using lighter, one of the example cigarette gas lighter. The small gas lighter is a consumptive product which can cause danger to the user itself. Moreover, if it is placed not in proper place so the child can use it. This can be a high risk if children use it not in proper way or for playing only, which are accidentally cause of gas lighter, serious injury, the worst is causing death. The child resistant cigarette lighter produce of PT. Tokai Dharma Indonesia, has launched since March 2007, as a child resistant product. To convince the using of this product, the aim of this research is to study the effectiveness of the child resistant cigarette lighter, and child resistant mechanism is it really safe to the children under live years. Methods: Test experimental by research force of child`s thumb under 9 years old to pushed the push gauge test and on load test machine experimental to spark the child resistant lighter. Comparing forced of the child`s respondent and force which can ignited spark of child resistant lighter. The safety factor was result if the child force less than force to ignited spark of child resistant lighter. Result the minimum force from 93 respondents, the minimum force 10 Newton can be achieved by child under 84 months, the maximum force is 40 Newton is achieved by child under 108 months, the more high the age is the more high the force can be produced. From 50 child resistant lighter samples in load test machine, the minimum force to spark is result on l5.5 Newton, and the maximum is 27 Newton. The calculating and distributing result of the real force for 15.5 Newton, needs 52.245 Newton to spark on. Whereas, the ability of child`s thumb under 60 months (5 years) is only 20 Newton, it is less than the needed, force which is 52.245 Newton. The conclusion: child resistant cigarette lighter has a effectiveness up to 2.61 times from child`s thumb force under 5 years old. Thus, it really safe for not being used by children under 5 years old and categorized in lowest risk to child resistant function.

Read More
T-2925
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Preny Riatna Andini; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Estu Prayogi
S-7925
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asuti Dwi Lestari; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Estu Prayogi
S-7761
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Amaliyah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hastiti, Laksita Ri; Lihawa, Wahyudin; Kurdiman, Ade
Abstrak: Keselamatan transportasi merupakan isu sosial di mana sistem transportasi dibuat untuk mewujudkan perpindahan dengan selamat dan efisien. Sebagai salah satu bagian dari sarana transportasi darat, keselamatan juga menjadi isu dalam industri kereta api. Sejak tahun 2004-2014 setidaknya terdapat 700 peristiwa luar biasa hebat (PLH) di industri kereta api di Indonesia, termasuk di antaranya adalah tumburan kereta api. Dari hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi juga ditemukan bahwa beberapa kasus tumburan kereta api terjadi akibat adanya pelanggaran akibat fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatigue serta faktor-faktor yang berhubungan dengan fatigue pada masinis seperti faktor individu, faktor beban mental, faktor beban lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari - juli 2021 di PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 3 Cirebon. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner (Nasa Task Load Index dan kuisioner skala International Fatigue Reseacrh Committee). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 144 masinis kereta api penumpang dan barang. Data kemudian dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 45,8% responden mengalami fatigue ringan dan 54,2% responden mengalami fatigue sedang. Dari penelitian ini juga diketahui ada hubungan antara IMT (OR1=2,454; OR2=4,723), waktu tidur (OR= 2,120) dan lingkungan kerja (OR= 3,495) dengan keluhan fatigue pada masinis (p<0,05). Sedangkan faktor individu berupa usia dan kebiasaan merokok, serta faktor beban mental berupa beban kerja, jadwal dan durasi kerja diketahui tidak memiliki hubungan dengan keluhan fatigue pada masinis (p>0,05)
Read More
T-6197
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Rachmani; Pembimbing: Izhar M. Fihir
M-2172
Depok : FKM UI, 2006
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herman Bagus Wicaksono; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Nasrul Sjarief
Abstrak:

Ketel uap dalam penggunaannya untuk berbagai kebutuhan industri mengandung resiko bahaya yang memerlukan perhatian, karena menghasilkan uap panas, bertekanan dan dapat meledak. Kegiatan-kegiatan di dalam mengoperasikan ketel uap tersebut harus dipenuhi agar dalam pengoperasiannya berjalan lancar dan aman. Agar tahu seberapa besar resiko dari kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap tersebut perlu dilakukan analisa resiko terhadap salah satu jenis ketel uap yang bila meledak akan menghasilkan ledakan yang hebat dibandingkan dengan jenis ketel uap lainnya, yaitu ketel uap silinder mendatar pipa api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meadapatkan gambaran resiko dari kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di pabrik NSD PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi dan di pabrik PT. Nestle Indonesia - Cikupa - Tangerang.Penelitian dilakukan dengsn pengamatan secara langsung di unit pengoperasian ketel uap. Sampel penelitian adalah kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan check list, diskusi dan wawancara langsung dan dari data-data sekunder. Analisa data terdiri dari analisa terhadap kegiatan-kegiatan sebelum pengoperasian ketel uap pipa api, terhadap kegiatan-kegiatan pada saat mulai pengoperasian ketel uap pipa api dan terhadap kegiatan-kegiatan selama pengoperasian ketel uap pipa api.Dari hasil analisa di dapat bahwa kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di kedua perusahan tersebut telah dilakukan secara baik dan benar, selain itu alat-alat perlengkapan termasuk alat-alat pengaman ketel uap pipa api di kedua perusahaan tersebut juga masih bekerja dengan baik, yang menjadikan kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api di kedua perusahaan tersebut mempunyai tingkat resiko paling tinggi adalah pada tingkat substansial.Saran yang dapat diberikan adalah agar peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan jenis ketel uap yang berbeda. Sebaiknya PT. Unilever Indonesia - Cikarang - Bekasi dan PT. Nestle Indonesia Cikupa - Tangerang - menugaskan para operator ketel uap hanya untuk melayani ketel uap saja. Kinerja terus ditingkatkan agar kegiatan-kegiatan pengoperasian ketel uap pipa api tetap mempunyai tingkat resiko yang rendah.


 

Risk Analysis of Fire Tube Boiler Operation at Non Soap Detergent Plant PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi and at Plant of PT. Nestle Indonesia -Cikupa - TangerangThe usage of boilers in many industries is contains hazard risk that need a special treatment. They generate a pressure steam and can explode. The activities of boiler operation should be allowed in order -to operate smoothly. In order to know how big the risk of boiler operation activities, it need to be carried out risk analysis of one kind of boiler that could explode and cause big explosion. That is fire tube cylinder boiler. The aim of this research is to get risk description of boiler operation activities at NSD Plant PT. Unilever Indonesia Tbk - Cikarang - Bekasi and at Plant of PT. Nestle Indonesia - Cikupa - Tangerang.The research is carried out visually in boiler operation unit. Research samples are boiler operation activities. The data collection is carried out by check list, discussion, interview and secondary data. The data analysis is comprised of analysis on activities before operation, start operation and during operation for fire tube cylinder boiler.Based on results of analysis, it will be getting that the activities of boiler operation have been carried out appropriately. The accessories and safety devices of fire tube boiler in both companies have the highest risk -that is substantial level.The advice is the other research could continue this research with different type of boiler. The both companies assign boiler operator to operate boiler only. The performances keep to be developed in order to that activities of boiler operation have low risk level.

Read More
T-1378
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Errik Yusnaldi Saleh; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mila Tejamaya, Hendra Jaya, Ivan Stevanus Chandra
Abstrak: PT. X merupakan salah satu perusahan yang bergerak bidang Eksplorasi dan Produksi minyak dan gas yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur mengalirkan gas kering dari fasilitas pengolahan darat ke Pembangkit Jawa Bali (PJB). Berdasarkan catatan internal PT.X dari tahun 2007 sampai tahun 2016, terdapat 1 (satu) kali kejadian kebocoran pipa penyalur gas pada bulan Agustus tahun 2015 disebabkan oleh faktor ekternal. Selain terjadinya kecelakaan tersebut, beberapa kegiatan masyarakat yang dekat dan bersinggungan dengan jalur pipa penyalur PT. X terpantau semakin meningkat seiring dengan perkembangan kegiatan industri dan pemukiman padat penduduk di daerah Gresik. Berdasarkan kondisi ini maka diperlukan kajian risiko untuk mendapatkan gambaran profil serta tingkat risiko pipa apabila terjadi kebakaran dan ledakan terutama di daerah padat penduduk. Hasil penelitian dengan menggunakan kajian risiko semi kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa segmen jalur pipa penyalur yang mempunyai nilai Relative Risk (RR) yang rendah dengan nilai 0.7 dan 1.8 dari nilai rata rata RR sebesar 2.4 serta dengan nilai probability of survive berkisar antara 66.9 % sampai 69.4% yang menunjukan risiko terjadinya kecelakan dan adanya konsekuensi terhadap lingkungan paling besar dibanding segmen jalur pipa yang lain. Kajian risiko secara kuantitatif dilakukan terhadap beberapa segmen pipa tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa segmen pipa tersebut masih dalam tingkat risiko yang ACCEPTABLE dan TOLERABLE. Berbagai upaya pencegahan dan mitigasi harus dilakukan oleh PT. X untuk mempertahankan dan menurunkan tingkat risiko pipa penyalur gas sampai tingkat ACCEPTABLE. Kata kunci: Kajian Risiko; Relative Risk ; Probability of survice; Tingkat Risiko. PT. X is one of the oil and gas exploration and production companies operating in Gresik, East Java, transporting dry gas from Onshore Processing Facilities (OPF) to the Java Bali Plant (PJB) through pipeline. Based on internal records of PT.X from 2007 to 2016, there was 1 (one) time occurrence of pipeline failure in August 2015 caused by external factor. In addition to the occurrence of the accident, some activities close to and intersect with the pipeline channel PT. X is observed to increase in line with the development of industrial activities and densely populated in the Gresik area. Based on this condition, an assesment is required in order to obtain a description of the risk profile and the risk level of the pipeline in case of fire and explosion, especially in dense populated areas. From the results of research by using semi-quantitative risk analysis showed that there are several segments of the pipelines that have low Relative Risk (RR) with the value of 0.7 and 1.8 of the average RR value of 2.4 and with probability of survive value ranges from 66.9% to 69.4% . It shows that the risk of accidents and the impact of environmental consequences is greater than the other pipeline segment. Quantitative risk assessments were conducted to the pipeline segments and the results show that the pipeline segment is still at risk level ACCEPTABLE and TOLERABLE. Various mitigation and prevention efforts must be performed by PT. X to maintain and lower the risk level of gas transmission pipeline to ACCEPTABLE levels. Key words : Risk Analysis, Relative Risk, Probability of Survive; Risk Level
Read More
T-4882
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Andriani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Yuni Kusminanti
Abstrak: Seiring dengan perkembangan di dunia industri sejak dimulainya Revolusi Industri,dunia tidak pernah lepas dari penggunaan bahan kimia. Salah satu bahan kimia yangdigunakan adalah Hidrogen Klorida/Asam Klorida (HCl) yang merupakan bahanbaku plastik PVC, bahan pembersih perabotan rumah, memproduksi gelatin, zatadiktif makanan, dan proses penyamakan kulit, maka risiko dari HCl sangat besar. Tak terkecuali terhadap material tangki sebagai tempat menyimpan bahan.Olehkarena itu sangat diperlukan penilaian tingkat risiko pada tahap desain tangki HCl 33% terhadap material tangki dan konsekuensi aspek finansial jika terjadikebocoran pada tangki tersebut.Dalam studi ini digunakan metode Quantitative Risk Analysis API-RBI 581:2008.Hasil Penelitian menunjukan bahwa Nilai Probability of Failure (PoF) yang didapatadalah 3909,24 berada pada kategori 5 (1000 < Df-total ≤10000), konsekuensi biayajika terjadi lubang pada dinding tangki sebesar US$ 8.670.000 berada pada kategoriD dan pada tingkat high risk. Sedangkan konsekuensi biaya jika terjadi lubang pada pelat dasar tangki sebesar US$ 21.500.000.000 berada pada kategori E pada tingkat high risk.Kata kunci: Storage tank, HCl, Quantitative Risk Analysis, API, RBI
Along with the development of the world's industry and since the beginning of theindustrial revolution, the world is never be separated from the use of chemicals. Oneof the chemicals used is hydrogen chloride/hydrochloric acid which is the rawmaterial of plastic PVC, furniture cleaning materials, to produce gelatin, foodaddictive substances, and the leather tanning process, so the risk of HCL is very large.There is no exception for the tank material as the place to store materials. Therefore,it is very necessary need the level risk assessment in design phase HCl 33% storagetank againts tank material and financial consequences aspects if there is a leak at thetank.In this study, the analysis of the risk assessment used the Quantitative Risk AnalysisMethode API-RBI 581:2008. This study shows that the value of Probability ofFailure (PoF) obtained is 3909,24 and is on category 5 (1000 < Df-total ≤10000), ifthere is a hole in the wall of the tank its cost of consequence is US$ 8.670.000, oncategory D and at the high level risk. While the cost of consequence if there is a holeat the plate of bottom tank is US$ 21.500.000.000 and is on category E and at thehigh risk level.Keywords : Storage tank, Ammonia, dispersion, BREEZE Incident analyst, FaultTree Analysis
Read More
S-7719
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febie Karmani Putra; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Baiduri Widanarko, Fahrur Rozi, Haris Muzakir
Abstrak: Kelelahan pilot didefinisikan sebagai keadaan fisiologis penurunan kinerja mental atau kemampuan fisik manusia akibat kurang tidur, ritme sirkadian, atau beban kerja yang dapat mengganggu kewaspadaan pilot dan kemampuan mengoperasikan pesawat. Pilot melakukan tugas yang berhubungan dengan keselamatan. Kelelahan menjadi perhatian utama penyebab kecelakaan, penurunan produktivitas dan ketidakmampuan untuk bekerja. Pilot khususnya pilot helikopter memiliki risiko kelelahan yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai Tim Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.. Desain penelitian adalah cross sectional dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online menggunakan The Samn-Perelli Crew Status Check dari ICAO. Wawancara mendalam juga dilakukan untuk memperkaya pengalaman kelelahan para pilot. Kuesioner data dikumpulkan dari 57 pilot dan 5 pilot yang diwawancarai pada bulan Februari - April 2021. Kuesioner analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 56 responden kelelahan tingkat rendah Hasil penelitian juga menemukan hubungan antara kelelahan (P value = 0,006) dengan status kesehatan, dan kelelahan (P value = 0,000) dengan waktu istirahat. Studi saat ini menyimpulkan status Kesehatan dan waktu istirahat berkaitan dengan kelelahan
Read More
T-6271
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gesang Lilihaning Tyas; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaya; Penguji: Dadan Erwandi, Agus Triyono, Affan Ahmad
Abstrak: Tesis ini membahas Hubungan Tekanan Panas dan Beban Kerja dengan Kelelahan Pekerja sebagai tinjauan terhadap Nilai Ambang Batas Iklim Kerja yang tertuang dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-51/Men/1999 yang merupakan adopsi dari ACGIH 1996, dimana dalam satu dasawarsa pemberlakuannya banyak pengusaha di Indonesia mengeluhkan penerapannya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang.
 
Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu adanya peninjauan kembali dan penelitian ilmiah yang lebih mendalam terkait dengan variabel ? variabel lain yang berkontribusi terhadap Nilai Ambang Batas Iklim Kerja yang tertuang dalam Kepmenakertrans No. 51 tahun 1999.
 

This thesis explores the relationship of Heat Stress and Workload to Worker Fatigue with a review of the Threshold Limit Values for Heat Stress as stated in the Ministry of Manpower Decree No. Kep-51/Men/1999 which is the adoption of the ACGIH in 1996, where in one decade is implemented, many entrepreneurs in Indonesia complained about its application. This research is quantitative research with cross sectional design.
 
The results suggest that there should be judicial review and a more in-depth scientific research related to the other variables that contribute to the Threshold Limit Values for Heat Stress, which is covered in Kepmenakertrans No. 51 years old in 1999.
Read More
T-3230
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive