Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25647 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratu Widy Hermina Sari; Pemb. Besral; Penguji: Artha Prabawa, Niniek Kartaatmadja
S-5443
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Anggraini; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Muji Artiyani
S-5472
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ayu Yanuari Ramadhani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Fitria Ardya Cahyani
Abstrak:
BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosa yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang ditunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim INA CBG’s pasien rawat inap BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan pending oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada berkas variabel kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel ketepatan, faktor pending terbanyak diagnosa primer sebanyak 77 berkas (28%).

BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosis yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang tertunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim pasien rawat inap INA CBG di BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan tertunda oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada variabel berkas kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel presisi, faktor pending diagnosa primer terbanyak sebanyak 77 berkas (28%).
Read More
S-11772
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avin Mutia Kamala; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, Djamal Abdul Muis
Abstrak: n sakit dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan, dimana sakit yang merupakan suatu resiko yang ditransfer pada pihak lain yaitu asuransi. Undangundang SJSN No 40 tahun 2004 dan UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS mengamanatkan semua komunitas kesehatan untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus dapat menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sampai ke daerah terpencil dan penduduk miskin.1 Januari 2014 Jaminan Sosial Kesehatan mulai dilaksanakan di Indonesia dan menggunakan model tarif INA CBGs untuk pembayaran klaim nya. Penelitian ini dilakukan untuk Gambaran Manajemen Klaim Rawat Inap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo 2014. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Klaim dilakukan agar pihak ketiga dapat membayarkan seluruh pelayanan kesehatan yang telah diberikan rumah sakit kepada peserta BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan klaim yang cukup baik. Perlu dilakukan evaluasi terhadap penulisan rekam medik agar mengurangi selisih klaim agar dapat meminimalisir resiko tersebut. Kata Kunci: Klaim, BPJS, INA CBGs
Read More
S-8693
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
karina Pradita Siwi; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujianto, Iva Diansari
S-6619
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tjatur Jogiono; Pembimbing: Savitri, Mieke
M-305
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wildan Pahlevi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumauli
S-5852
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wowo Trianto; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: R. Sutiawan, Munaryo
Abstrak: Skripsi ini membahas penggunaan sistem komputerisasi rawat jalan terkini dalammemenuhi berbagai kebutuhan informasi kesehatan, baik untuk penggunaaninformasi di dalam Puskesmas maupun di tingkat Kota Cimahi. Penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitianmenyarankan bahwa agar sistem komputerisasi dapat terselenggara dengan baik diPuskesmas Padasuka, sebaiknya; dibuatkannya SK Petugas yang terlibat dalamproses entri data; adanya Buku Pedoman dalam penyelenggaraan Pcare;melakukan pelatihan terhadap petugas yang terlibat dalam pelayanan rawat jalan,maupun pelatihan cara memanfaatkan data pelayanan yang ada pada SIMPUSterhadap pemegang program di Puskesmas; perlunya komitmen yang tinggi antara Kepala Puskesmas sebagai pihak penyelenggara dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi sebagai penentu kebijakan dalam penggunaan Sistem KomputerisasiRawat Jalan; dalam mengentri data medis sebaiknya dilengkapi dengankelengkapan data yang lain, tidak hanya pengisian diagnosa dan kode penyakitsaja; perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pelaksanaanSistem Komputerisasi Rawat Jalan, baik dilakukan oleh Kepala Puskesmasmaupun oleh Dinas Kesehatan. Kata kunci:Informasi Kesehatan, sistem informasi puskesmas
This thesis discusses the use of outpatient computerized system to meet thevarious needs of the latest health information, both for the use of information inhealth centers and at the level Cimahi. This study is a descriptive qualitativeresearch design. The results of the study suggest that a computerized system thatcan be held either at the health center Padasuka, preferably; dibuatkannya SKofficers involved in the process of data entry; presence in the administration PcareHandbook; conduct training for personnel involved in outpatient services, as wellas training in how to use data services that exist at the holder SIMPUS programsin health centers; the need for a strong commitment between the head of the healthcenter as the organizers and the City Health Office Cimahi as policy makers in theuse of Outpatient Computerized Systems; in entering medical data should besupplemented by other data completeness, not only charging the diagnosis andcourse of disease codes; monitoring and evaluation needs to be done periodicallyin the implementation of Outpatient Computerized Systems, both conducted bythe health center or by the Chief Medical Officer.Keywords:Health information, health center information system
Read More
S-8421
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Kharis Nurrasyid; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Suprono
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem informasi surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi surveilans DBD memiliki beberapa aspek yang perlu diperbaiki, termasuk kesederhanaan, fleksibilitas, dan kualitas data. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat tantangan dalam hal akseptabilitas dan sensitivitas sistem yang mempengaruhi efektivitas pelaporan dan respons terhadap epidemi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan integrasi sistem dan penambahan informasi waktu laporan diinput pada sistem pelaporan di website sebagai dasar evaluasi ketepatan laporan DBD, selain itu pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala dini DBD sehingga masyarakat dapat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan secara dini dan kasus tercatat dengan baik dalam sistem pelaporan DBD. Selanjutnya diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi perencanaan dan evaluasi program penanggulangan DBD di wilayah tersebut.

This study aims to evaluate the Dengue Hemorrhagic Fever Surveillance Information System (DHF) in the East Jakarta City Administration Health Office. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through in -depth interviews and document analysis. The results showed that the DHF surveillance information system had several aspects that needed to be improved, including simplicity, flexibility, and data quality. This study also found that there are challenges in terms of acceptability and system sensitivity that affect the effectiveness of reporting and response to epidemics. Thus, this study provides recommendations to increase the integration of the system and the addition of report time information input in the reporting system on the website as a basis for evaluating the accuracy of DHF reports, besides the importance of socialization to the public about the importance of recognizing DHF early symptoms so that the community can check themselves to health services to get early handling and cases are well recorded in the DBD reporting system. Furthermore, it is expected that the results of this study can contribute to the planning and evaluation of DHF prevention programs in the region.
Read More
S-11883
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufik Ismail; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Salbiah
Abstrak:
Penyakit Tuberkulosis menjadi salah satu 10 penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dari agen infeksius. Kabupaten Lombok Timur menempati posisi pertama sebagai penyumbang kejadian TBC di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan dengan kasus kejadiaan TBC meningkat dalam 3 tahun terakhir. Pemanfaatan sistem informasi geografis untuk mengetahui sebaran yang kejadian TBC dengan determinan yang mempengaruhi sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan kesehatan selanjutnya dalam aspek spasial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran kejadian TBC berdasarkan faktor sosial demografi secara spasial pada tiap kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan spasial. Analisis spasial pada penelitian ini menggunakan tekhnik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan atau menjelaskan hasil dari analisis spasial yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian tuberkulosis di Kabupaten Lombok Timur memiliki sebaran menyebar pada tiap wilayah Kecamatan. Persebaran mengelompok terjadi pada variabel cakupan pengobatan lengkap (complete rate) semua kasus TBC, kepadatan penduduk, dan kesejahteraan sosial/kemiskinan. Sedangkan variabel cakupan imunisasi BCG pada bayi memiliki persebaran seragam secara spasial di wilayah Kabupaten Lombok Timur berdasarkan kecamatan pada tahun 2022. Wilayah yang berisiko tinggi secara spasial berdasarkan cakupan pengobatan lengkap (complete rate) semua kasus TBC, cakupan imunisasi BCG pada bayi, kepadatan penduduk, dan kesejahteraan sosial/kemiskinan secara spasial di wilayah Kabupaten Lombok Timur berdasarkan kecamatan pada tahun 2022 yaitu Kecamatan Pringgabaya, Kecamatan Aikmel, Kecamatan Masbagik, Kecamatan Suralaga, Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Selong, Kecamatan Sakra, Kecamatan Terara, dan Kecamatan Keruak. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlunya peningkatan pemantauan pada wilayah dengan kategori rawan kejadian TBC, peningkatan pengetahuan kesehatan untuk masyrakat tentang gejala dan kepatuhan dalam pengobatan TBC, serta upaya dari berbagai pihak dalam mengurangi angka kemiskinan yang dapat berdampak pada kejadian TBC di Kabupaten Lombok Timur.

Tuberculosis is one of the 10 highest causes of death worldwide and the main cause of death from infectious agents. East Lombok Regency occupies the first position as a contributor to TB cases in the West Nusa Tenggara Province and with TB cases increasing in the last 3 years. Utilization of geographic information systems to determine the distribution of TB incidence with influencing determinants so that it can be taken into consideration in the subsequent health planning process in the spatial aspect. The aim of this research is to determine the distribution of TB incidence based on socio-demographic factors spatially in each sub-district in East Lombok Regency in 2022. This research uses an ecological study design with a spatial approach. The spatial analysis in this research uses descriptive analysis techniques to describe or explain the results of the spatial analysis carried out. The results of the research show that the incidence of tuberculosis in East Lombok Regency has a widespread distribution in each sub-district area. Clustered distribution occur in the variables of complete treatment coverage (complete rate) for all TB cases, population density, and social welfare/poverty. Meanwhile, the BCG immunization coverage variable for babies has a uniform distribution spatially in the East Lombok Regency area based on sub-districts in 2022. Areas at high risk spatially based on complete treatment coverage (complete rate) of all TB cases, BCG immunization coverage for babies, population density, and spatial social welfare/poverty in the East Lombok Regency area based on sub-districts in 2022 are Pringgabaya District, Aikmel District , Masbagik District, Suralaga District, Labuhan Haji District, Selong District, Sakra District, Terara District, and Keruak District. The conclusion that can be drawn is the need to increase monitoring in areas that are categorized as prone to TB incidents, increase public health knowledge about symptoms and compliance with TB treatment, as well as efforts from various parties to reduce poverty rates which can have an impact on the incidence of TB in East Lombok Regency.
Read More
S-11761
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive