Ditemukan 25177 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ratu Widy Hermina Sari; Pemb. Besral; Penguji: Artha Prabawa, Niniek Kartaatmadja
S-5443
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Anggraini; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Muji Artiyani
S-5472
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Ayu Yanuari Ramadhani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Fitria Ardya Cahyani
Abstrak:
Read More
BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosa yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang ditunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim INA CBG’s pasien rawat inap BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan pending oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada berkas variabel kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel ketepatan, faktor pending terbanyak diagnosa primer sebanyak 77 berkas (28%).
BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosis yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang tertunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim pasien rawat inap INA CBG di BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan tertunda oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada variabel berkas kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel presisi, faktor pending diagnosa primer terbanyak sebanyak 77 berkas (28%).
S-11772
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Avin Mutia Kamala; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, Djamal Abdul Muis
Abstrak:
n sakit dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan, dimana sakit yang merupakan suatu resiko yang ditransfer pada pihak lain yaitu asuransi. Undangundang SJSN No 40 tahun 2004 dan UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS mengamanatkan semua komunitas kesehatan untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus dapat menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sampai ke daerah terpencil dan penduduk miskin.1 Januari 2014 Jaminan Sosial Kesehatan mulai dilaksanakan di Indonesia dan menggunakan model tarif INA CBGs untuk pembayaran klaim nya. Penelitian ini dilakukan untuk Gambaran Manajemen Klaim Rawat Inap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo 2014. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Klaim dilakukan agar pihak ketiga dapat membayarkan seluruh pelayanan kesehatan yang telah diberikan rumah sakit kepada peserta BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan klaim yang cukup baik. Perlu dilakukan evaluasi terhadap penulisan rekam medik agar mengurangi selisih klaim agar dapat meminimalisir resiko tersebut. Kata Kunci: Klaim, BPJS, INA CBGs
Read More
S-8693
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
karina Pradita Siwi; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujianto, Iva Diansari
S-6619
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tjatur Jogiono; Pembimbing: Savitri, Mieke
M-305
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wildan Pahlevi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumauli
S-5852
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wowo Trianto; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: R. Sutiawan, Munaryo
Abstrak:
Skripsi ini membahas penggunaan sistem komputerisasi rawat jalan terkini dalammemenuhi berbagai kebutuhan informasi kesehatan, baik untuk penggunaaninformasi di dalam Puskesmas maupun di tingkat Kota Cimahi. Penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitianmenyarankan bahwa agar sistem komputerisasi dapat terselenggara dengan baik diPuskesmas Padasuka, sebaiknya; dibuatkannya SK Petugas yang terlibat dalamproses entri data; adanya Buku Pedoman dalam penyelenggaraan Pcare;melakukan pelatihan terhadap petugas yang terlibat dalam pelayanan rawat jalan,maupun pelatihan cara memanfaatkan data pelayanan yang ada pada SIMPUSterhadap pemegang program di Puskesmas; perlunya komitmen yang tinggi antara Kepala Puskesmas sebagai pihak penyelenggara dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi sebagai penentu kebijakan dalam penggunaan Sistem KomputerisasiRawat Jalan; dalam mengentri data medis sebaiknya dilengkapi dengankelengkapan data yang lain, tidak hanya pengisian diagnosa dan kode penyakitsaja; perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pelaksanaanSistem Komputerisasi Rawat Jalan, baik dilakukan oleh Kepala Puskesmasmaupun oleh Dinas Kesehatan. Kata kunci:Informasi Kesehatan, sistem informasi puskesmas
This thesis discusses the use of outpatient computerized system to meet thevarious needs of the latest health information, both for the use of information inhealth centers and at the level Cimahi. This study is a descriptive qualitativeresearch design. The results of the study suggest that a computerized system thatcan be held either at the health center Padasuka, preferably; dibuatkannya SKofficers involved in the process of data entry; presence in the administration PcareHandbook; conduct training for personnel involved in outpatient services, as wellas training in how to use data services that exist at the holder SIMPUS programsin health centers; the need for a strong commitment between the head of the healthcenter as the organizers and the City Health Office Cimahi as policy makers in theuse of Outpatient Computerized Systems; in entering medical data should besupplemented by other data completeness, not only charging the diagnosis andcourse of disease codes; monitoring and evaluation needs to be done periodicallyin the implementation of Outpatient Computerized Systems, both conducted bythe health center or by the Chief Medical Officer.Keywords:Health information, health center information system
Read More
This thesis discusses the use of outpatient computerized system to meet thevarious needs of the latest health information, both for the use of information inhealth centers and at the level Cimahi. This study is a descriptive qualitativeresearch design. The results of the study suggest that a computerized system thatcan be held either at the health center Padasuka, preferably; dibuatkannya SKofficers involved in the process of data entry; presence in the administration PcareHandbook; conduct training for personnel involved in outpatient services, as wellas training in how to use data services that exist at the holder SIMPUS programsin health centers; the need for a strong commitment between the head of the healthcenter as the organizers and the City Health Office Cimahi as policy makers in theuse of Outpatient Computerized Systems; in entering medical data should besupplemented by other data completeness, not only charging the diagnosis andcourse of disease codes; monitoring and evaluation needs to be done periodicallyin the implementation of Outpatient Computerized Systems, both conducted bythe health center or by the Chief Medical Officer.Keywords:Health information, health center information system
S-8421
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Kharis Nurrasyid; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Suprono
Abstrak:
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem informasi surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi surveilans DBD memiliki beberapa aspek yang perlu diperbaiki, termasuk kesederhanaan, fleksibilitas, dan kualitas data. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat tantangan dalam hal akseptabilitas dan sensitivitas sistem yang mempengaruhi efektivitas pelaporan dan respons terhadap epidemi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan integrasi sistem dan penambahan informasi waktu laporan diinput pada sistem pelaporan di website sebagai dasar evaluasi ketepatan laporan DBD, selain itu pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala dini DBD sehingga masyarakat dapat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan secara dini dan kasus tercatat dengan baik dalam sistem pelaporan DBD. Selanjutnya diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi perencanaan dan evaluasi program penanggulangan DBD di wilayah tersebut.
This study aims to evaluate the Dengue Hemorrhagic Fever Surveillance Information System (DHF) in the East Jakarta City Administration Health Office. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through in -depth interviews and document analysis. The results showed that the DHF surveillance information system had several aspects that needed to be improved, including simplicity, flexibility, and data quality. This study also found that there are challenges in terms of acceptability and system sensitivity that affect the effectiveness of reporting and response to epidemics. Thus, this study provides recommendations to increase the integration of the system and the addition of report time information input in the reporting system on the website as a basis for evaluating the accuracy of DHF reports, besides the importance of socialization to the public about the importance of recognizing DHF early symptoms so that the community can check themselves to health services to get early handling and cases are well recorded in the DBD reporting system. Furthermore, it is expected that the results of this study can contribute to the planning and evaluation of DHF prevention programs in the region.
S-11883
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Robiatul Adawiyah; Pembimbing: Sutiawan, R; Penguji: Popy Yuniar, Hirty Lianda
Abstrak:
Read More
Keberlangsungan klaim JKN di RSUD Khidmat Sehat Afiat Kota Depok sekurang kurangnya harus didukung oleh SIMRS yang dapat diintegrasikan dengan E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim. Maka pada tahun 2019 SIMRS dilakukan integrasi dengan kedua sistem informasi tersebut guna meningkatkan keberhasilan klaim JKN. Namun sejak SIMRS dilakukan integrasi hingga saat ini belum pernah dilakukan analisis. Padahal, E-Klaim INA-CBG’s dan V-Claim terus mengalami perubahan yang menjadikan banyaknya fitur yang belum tersedia pada SIMRS yang berujung membuat proses pengajuan klaim JKN menjadi terhambat. Desain penelitian ini menggunakan teori Delone dan McLean (2003) dengan jenis penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggnakan metode survei dengan membagikan kuesioner kepada 110 responden. Hasil penelitian ini didapatkan kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan serta net benefit berhubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna.
The continuity of JKN claims at Khidmat Sehat Afiat Hospital, Depok City must at least be supported by SIMRS which can be integrated with INA-CBG's E-Claim and V-Claim. So in 2019 SIMRS was integrated with these two information systems to increase the success of JKN claims. However, since SIMRS was integrated until now no analysis has been carried out. In fact, INA-CBG's E-Claim and V-Claim continue to undergo changes which means that many features are not yet available on SIMRS which results in the JKN claim submission process being hampered. This research design uses the theory of Delone and McLean (2003) with a quantitative research type of cross sectional approach and sampling using proportional stratified random sampling. Data was collected using a survey method by distributing questionnaires to 110 respondents. The results of this research show that system quality, information quality, service quality and net benefits are positively and significantly related to user satisfaction.
S-11494
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
