Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35331 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurzakiah; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ivone Magdalena Indrawani, Idrus Jus`at, Ida Ruslita
Abstrak:

Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif terutama di negara berkembang. Obesitas tersebut terjadi akibat dari perubahan gaya hidup dan perilaku antara lain aktifitas fisik dan pola diet sebagai akibat dari perkembangan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko status gizi obese pada orang dewasa dengan menggunakan indikator Persen Lemak Tubuh (PLT) dan Indeks Massa Tubuh (WIT) di Kota Depok tahun 2008. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan mengandisis data sekunder Riset Unggulan Universitas Indonesia Tahun 2008. Cara pengambilan sampel pada data primer adalah multistages sampling yaitu dengan probability proportionate to size (PPS). Analisis data dilakukan dengan uji chi square dan regresi logistik ganda. Variabel independen adalah karakteristik individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, status bekerja dan pengeluaran) dan perilalai dan gaya hidup (asupan zat gizi, asupan serat, kebiasaan konsumsifast food, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok). Hasil penelitian ini mendapatkan prevalensi obese berdasarkan indikator PLT pada orang dewasa di Kota Depok eukup tinggi yaitu 35% (pria=14,44% dan wanita=20,56%). Oleh karena PLT tidak selalu dapat digunakan, IMT dijadikan sebagai indikator untuk menentukan status gizi obese. Prevalensi obese dengan menggunakan IMT cut offpoint Depkes (27 kg/m2) sebesar 22,7%. Pada saat ini INIT yang digunakan oleh Depkes, tidak membedakan cut off point berdasarkan jenis kelamin, sedangkan PLT membedakannya. Dalam penelitian ini penulis mencari cut off point IMT berdasarkan data PLT sebagai gold standar dengan menggunakan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) dart membedakan antara jenis kelamin pria dan wanita. Dari hasil analisis diperoleh cut offpoint pria (24,13 kg/m2) dan wanita (26,15 kg/m) yang kemudian disebut sebagai IMT sampel dengan prevalensi 15,88% pria dan 24,92% wanita., dengan jumlah total 40,8%. Prevalensi obese dengan 1MT sampel hampir sama dengan PLT namun sangat jauh berbeda dengan /MT Depkes. Faktor risiko yang terbukti secara bermakna berhubungan dengan status gizi obese dengan indikator PLT adalah tempat tinggal, pendidikan, pengeluaran, kebiasaan olahraga, dan kebiasaan merokok; faktor risiko yang terbukti secara bermalum berhubungan dengan status gizi obese dengan indikator [MT Depkes adalah jenis kelamin, tempat tinggal, status bekerja, kebiasaan merokok; sedangkan faktor risiko yang terbukti seeara bermakna berhubungan dengan status gizi obese dengan indikator llvlT sampel adalah tempat tinggal, pendidikan, dan kebiasaan olahraga. Faktor risiko yang paling dominan berdasarkan kategori PLT adalah tempat tinggai (OR = 2,51 ; 95%CI: 1,24-5,08); faktor risiko yang paling dorninan berdasarkan kategori IMT Depkes adalah tempat tinggal (OR = 2,11 ; 95%CI: 1,16-3,85); sedangkan faktor risiko yang paling dominan berdasarkan kategori IlvIT sampel adalah asupan karbohidrat (OR --- 3,32; 95%Cl: 1,38-,7,99). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan agar dllakukan penelitian lanjutan untuk memvalidasi cut off point liviT dan membedakannya menurut jenis kelamin sehingga lebih tepat untuk dijadikan sebagai skrining obese dan dilanjutkan dengan melakukan analisis faktor risiko yang ada di daerah urban. Kepada Dinas Kesehatan Kota Depok agar menyebarluaskan mengenai pedoman umum gizi seirnbang (PUGS) khususnya mengenai asupan karbohidrat karena terbukti merupakan faktor risiko yang paling dominan.

Read More
T-2991
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Edith Sumedi
S-5872
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodi Wijaya; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Yvonne M. Indrawani, Sardjono, Marzuki Iskaskar
T-2608
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Setya Ardiningsih; Pembimbing: Ratu Atyu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Rahmawati
S-7832
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-5989
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmaningsih; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
s-5524
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisabeth Ramli; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Sabbina Maharani
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius dan bahkan dikenal sebagai sillent killer. Berbagai faktor gaya hidup dan pola konsumsi diketahui berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada penduduk usia 45–59 tahun di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 146 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan wawancara menggunakan kuesioner seperti SQ-FFQ, FFQ, GPAQ, WHO, serta kuesioner karakteristik responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Sebanyak 55,5% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara asupan natrium, asupan buah, perilaku merokok, dan IMT dengan hipertensi (p-value<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa perilaku merokok merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan hipertensi (aOR=8,621; 95% CI: 1,704–43,478). Asupan natrium berlebih, asupan buah rendah, perilaku merokok, dan IMT berisiko berhubungan dengan hipertensi pada usia dewasa, sehingga upaya promotif dan preventif terkait perubahan gaya hidup diperlukan untuk mencegah hipertensi.

Hypertension is one of the major public health problems and is widely known as a silent killer. Various lifestyle and dietary factors are known to be associated with hypertension among adults. This study aimed to identify factors associated with hypertension among adults aged 45–59 years in Sukmajaya District, Depok City, in 2026. This study used a cross-sectional design with 146 respondents selected using a consecutive sampling technique. Data were collected through interviews using the SQ-FFQ, FFQ, GPAQ, and respondent characteristic questionnaires. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that 55.5% of respondents had hypertension. Bivariate analysis showed significant associations between sodium intake, fruit intake, smoking behavior, and BMI with hypertension (p<0.05). Multivariate analysis showed that smoking behavior was the most dominant factor associated with hypertension (aOR=8.621; 95% CI: 1.704–43.478). Smoking behavior, excessive sodium intake, low fruit intake, and high-risk BMI were associated with hypertension among adults. Therefore, promotive and preventive efforts related to lifestyle modification are needed to prevent hypertension.
Read More
S-12282
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vinca Dhias Salsabilla; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Sabbina Maharani
Abstrak:
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat risiko DM Tipe 2 pada orang dewasa usia 35–59 tahun di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 177 responden yang dipilih secara purposif. Pengambilan data meliputi wawancara kuesioner Modified FINDRISC-BI, asupan gizi melalui Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact, serta multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p-value < 0,05) antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, riwayat keluarga, riwayat glukosa darah tinggi, hipertensi, aktivitas fisik, dan konsumsi sayur buah dengan tingkat risiko DM Tipe 2. Sebaliknya, asupan karbohidrat, asupan lemak, frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p-value > 0,05).

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence that often presents no symptoms in its early stages, making early detection highly necessary. This study aimed to determine the factors associated with the risk level of T2DM among adults aged 35–59 years in Sukmajaya District, Depok City in 2026. This research is an observational quantitative study with a cross-sectional design. The study sample consisted of 177 respondents selected through purposive sampling. Data collection included interviews using the Modified FINDRISC-BI questionnaire, nutritional intake assessment via the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and anthropometric measurements (body weight, height, and waist circumference). Data analysis was conducted univariately, bivariately using Chi-Square and Fisher's Exact tests, and multivariately using Multiple Logistic Regression with the Backward LR method. The bivariate analysis results showed a statistically significant association (p-value < 0.05) between Body Mass Index (BMI), waist circumference, family history, history of high blood glucose, hypertension, physical activity, and vegetable and fruit consumption with the risk level of T2DM. Conversely, carbohydrate intake, fat intake, and the frequency of sweet food and beverage consumption showed no significant association (p-value > 0.05).
Read More
S-12419
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meidy Suthiono; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari
S-3119
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Fitri Nurisfanti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fajrinayanti
Abstrak:
Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang mengakibatkan kurangnya pasokan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Anemia defisiensi besi memiliki dampak jangka pendek dan panjang, di antaranya menurunkan imunitas tubuh, mengganggu konsentrasi dan fokus, memperbesar risiko kematian saat melahirkan, memperbesar risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, hingga menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kota Depok 2023 menyatakan bahwa prevalensi anemia remaja putri di Kota Depok adalah sebesar 36,34%, yang tergolong sebagai moderate public health problem menurut WHO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko anemia terhadap status anemia remaja putri pada SMA negeri di wilayah Kota Depok tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampelnya dengan metode quota sampling. Total responden penelitian adalah sebanyak 165 orang remaja putri dari kelas 10 dan 11. Data-data pada penelitian ini diambil dengan beberapa cara, di antaranya dengan antropometri, pengukuran kadar hemoglobin dengan Hemocue Hb 201+ System, food recall 2x24 jam, serta pengisian kuesioner. Data kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, hingga multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada penelitian ini didapatkan sebesar 53,3% serta analisis bivariatnya menunjukkan terdapat hubungan antara asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, asupan seng, asupan kalsium, konsumsi teh/kopi, siklus menstruasi, lama menstruasi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan gizi, dan pendapatan orang tua remaja putri terhadap status anemia remaja putri di Kota Depok tahun 2024 (p-value < 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap status anemia adalah asupan protein (OR = 6,18).

Iron deficiency anemia is a condition caused by a lack of iron, resulting in an insufficient supply of iron necessary for the formation of red blood cells (erythropoiesis). Iron deficiency anemia has both short-term and long-term impacts, including reduced immunity, impaired concentration and focus, increased risk of death during childbirth, higher risk of delivering low birth weight babies, and can even cause death. Depok’s Health Service in 2023 reported that the prevalence of anemia among female adolescents in Depok was 36,34%, categorized as a moderate public health problem according to WHO. The aim of this study was to determine the relationship between risk factors for anemia and anemia status among female adolescents at public high schools in Depok 2024. This study used a cross-sectional design with quota sampling for sample collection. The total number of respondents was 165 female adolescents from grades 10 and 11. Data in this study were collected through various methods, including anthropometry, hemoglobin level measurement with the Hemocue Hb 201+ System, 2x24 hour food recall, and questionnaires. The data were then analyzed using univariate, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test. The prevalence of anemia found in this study was 53.3%, and bivariate analysis showed a relationship between energy intake, protein intake, iron intake, zinc intake, calcium intake, tea/coffee consumption, menstrual cycle, duration of menstruation, iron supplement consumption, nutritional status, nutritional knowledge, and parents’ income with anemia status among female adolescents in Depok 2024 (p-value < 0.005). Multivariate analysis indicated that the most dominant factor affecting anemia status was protein intake (OR = 6.18).
Read More
S-11661
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive