Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25862 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
M. Aji Wibowo; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dadan Erwandi
S-5561
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fadilah Dewi; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Dadan Erwandi, Neneng Churaeroh
S-5290
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kevin Akhira Nofsi; Pembimbing: Abdul Kadir; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Nida Hanifah Nasir
Abstrak:
Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan yang umum terjadi pada pekerja. Salah satu pekerja yang memiliki risiko tinggi untuk terpajan MSDs Adalah sopir bus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) selama mengemudi pada sopir bus PT Transport Express Jaya tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Responden pada penelitian ini terdiri dari 40 orang pekerja yang merupakan sopir bus PT Transport Ekspress Jaya. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan menggunakan kuesioner yang disebar kepada pekerja. Analisis statistik yang digunakan adalah uji analisis deskriptif dan analisis korelasi chi-square dan menganalisis hasil Odds Ratio (ORD) menggunakan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil analisis Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan signifikan pada salah satu faktor yaitu aktivitas fisik (P-value <0,05), sementara itu faktor individu seperti usia, IMT, konsumsi rokok, dan masa kerja memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap gejala MSDs (P-value >0,05). Faktor pekerjaan seperti durasi, frekuensi, tipe kendaraan dan jarak juga memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap gejala MSDs (P-value >0,05). Analisis juga menggunakan ukuran Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95% (CI 95%)

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common complaints among workers. One occupational group with a high risk of MSD exposure is bus drivers. This study aimed to analyze factors associated with Musculoskeletal Disorder (MSD) complaints during driving among bus drivers of PT Transport Express Jaya in 2025. This study employed a cross-sectional design with a descriptive analytic approach. The respondents consisted of 40 bus drivers employed by PT Transport Express Jaya. Data were collected through direct measurements and questionnaires distributed to the workers. Statistical analysis included descriptive analysis and chi-square correlation analysis, as well as the calculation of Odds Ratios (OR) using IBM SPSS software. The results of the chi-square test showed a significant association for one factor, namely physical activity (p-value < 0.05). Meanwhile, individual factors such as age, body mass index (BMI), smoking consumption, and length of service showed no significant association with MSD symptoms (p-value > 0.05). Work-related factors, including driving duration, driving frequency, vehicle type, and travel distance, also showed no significant association with MSD symptoms (p-value > 0.05). The analysis also included the calculation of Odds Ratios (OR) and 95% confidence intervals (95% CI).
Read More
S-12159
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awalia Nur Baeti; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Yuni Kusminanti
Abstrak: Aktivitas mengemudi memiliki beberapa kegiatan yang dilakukan berulang, postur janggal dan postur statis yang berpotensi terhadap MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran risiko ergonomi dan gangguan muskuloskeletal pada pengemudi bis kuning Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan bersifat deskriptif observatif dengan desain penelitian cross sectional. Sasaran penelitian merupakan seluruh pengemudi bis kuning sebanyak 10 orang untuk menilai risiko ergonomi dan keluhan MSDs. Tingkat risiko ergonomi menggunakan instrumen RULA sedangkan untuk keluhan subjektif menggunakan NBM. Berdasarkan hasil RULA, sebanyak 7 pengemudi harus di investigasi lebih lanjut untuk mengetahui risiko ergonomi, 3 dari 10 pengemudi perlu dilakukan perbaikan segera. Berdasarkan NBM, keluhan yang paling banyak dirasakan oleh pengemudi adalah sakit pada bahu kanan dan kiri sebanyak 6 orang (60%) pengemudi, diikuti oleh keluhan pada leher bagian atas sebanyak 5 orang (50%) serta pada lutut 5 orang (50%). Saran dari peneliti agar dilakukan upaya perbaikan baik dari segi rekayasa tempat kerja maupun dari segi administratif.
Kata kunci: tingkat risiko gangguan muskuloskeletal, pengemudi bis, NBM, RULA

Driving activity has some repetitif activity, awakward posture and static posture that can be a potential factor to be a MSDs. This research aim to explain the desription of ergonomic risk and MSDs complaint on bus driver of Universitas Indonesia. This research is an observatif descriptive study with cross sectional study. There are 10 bus drivers be a respondent to be assessed ergonomic risk and MSDs complaint. The ergonomic risk level is measured by RULA method and Nordic Body Map for MSDs complaints. Based on RULA method, 7 bus driver have final score 7, it means they have to be more investigated and need implementation changed. And for MSDs complaint, the most complaint is in shoulder, both left and right as much as 6 people (60%), followed by upper neck 5 people (50%), knee 5 people (50%). Should be a control to decrease ergonomic risk and MSDs complaint by using engineering control and administrative control.
Key words: Ergonomy, level risk of MSDs complaint, RULA, NBM
Read More
S-9167
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delti Selvina Elza; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Rubiana Modjo, Farida Tusafariah
S-7165
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firmansyah; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhanm, Adenan
S-7984
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Setiawaty Wulandari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Candra Satrya, Ridwan Z. Sjaaf, Tata Soemitra, Muhammad Mushanif Mukti
Abstrak:

Meningkatnya daya beli masyarakat dan penerapan Undang-undang Otonomi Daerah telah mcndorong pertumbuhan bisnis ritel diatns 20% sejak tahun 2000. Tingginya aktivitas bisnls ini salah satunya dapat dilihat di area kasir supemarket dan area gudang. Namun perkembangan ini tidak sejalan dengan kegiatan di area gudang yang masih didominasi oleh kegiatan manual (Manual Handling). Dampak terjadinya manual handling adalah risiko terjadonya gangguan otot rangka (musculoscelatal disorder) termasuk salah satunya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini merupakan studi observasional, evaluasi yang bertujuan mendapatkan gambaran risiko Manual Handling di area gudang PT X.


Increase of people's purchasing power and implementation of Regional Autonomy Act have stimulated growth of retail business over 20% since 2000. High rate of the business activities can be observed in cashier and warehouse premises t)r supermarket. However this condition is not accommodated by the warehouse·s activities which are still dominated by manual handling ones. Impact of the manual handling activities is risk of musculoskeletal disorders, among others, Low Back Pain (LBP). This research is observational and evaluative study intended Manual Handling risk in warehouse premises of PT.X.

Read More
T-3045
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Anisa Soliha; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Baiduri, Lita R. Puspitasari
S-5455
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Budi Waskita; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Doni Hikmat Ramadhan, Agus Triyono, Adenan
Abstrak: Bandara merupakan salah satu tempat kerja dan titik pertemuan berbagai moda transportasi dimana sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar kedua angka kecelakaan kerja. Faktor kelelahan pengemudi merupakan penyebab utama kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) sebagai instrumen ukur tingkat kelelahan subyektif berbasis kuisioner.
Penelitian ini bertujuan melihat dan menganalisa hubungan faktor terkait pekerjaan (sifat pekerjaan, shift kerja, waktu kerja, waktu istirahat, lama kerja), faktor tidak terkait pekerjaan (lama tidur, pola tidur, waktu perjalan, pengguna suplemen, akivitas fisik) dan karateristik individu (umur,status perkawinan, IMT) terhadap tingkat kelelahan pengemudi pemadu moda/bus bandara pada perusahaan pendukung layanan transportasi di bandar udara.
Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Besar sampel yang digunakan adalah 60 pengemudi yang berada di pool perusahaan dalam lokasi Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 23,3% pengemudi pemadu moda/bus bandara yang mengalami lelah, dengan variabel waktu istirahat sebagai faktor yang paling mempengaruhi tingkat kelelahan pengemudi.
Read More
T-5711
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devani Ersa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Candra Satrya, Yuni Kusminanti
S-6775
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive