Ditemukan 33872 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sigit Dwi Erdiantono; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Ida Ruslita
Abstrak:
Penyimpangan perilaku makan pada umumnya dialami oleh wanita serta berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan lainnya. Dari penelitian yang ada salama beberapa tahun belakangan menunjukkan tingginya penyimpangan perilaku makan terutama pada remaja putri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyimpangan perilaku makan pada mahasiswi Jurusan Administrasi Perkantoran dan Sekretaris, FISIP-UI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan disain purposif. Dari keseluruhan responden (n=67) didapat sebanyak 35,9% memiliki kecenderungan penyimpangan perilaku makan. Tipe penyimpangan yang paling banyak dialami adalah EDNOS (19,4%). Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara perilaku diet (P=0,047) dan riwayat pelecehan seksual (P=0,02) dengan kecenderungan penyimpangan perilaku makan.
Read More
S-5685
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Istiqomah Nugroho Putri; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Sandra Fikawati, Harlian
S-5658
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delicia Salsabila; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Read More
Perilaku makan menyimpang adalah setiap gangguan yang ditandai oleh gangguan patologis sikap dan perilaku yang berkaitan dengan makanan. Telah diketahui bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan pada aktivitas harian dan gaya hidup yang dapat meningkatkan masalah berat dan bentuk tubuh serta berdampak negatif pada pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik yang kemudian berdampak pada meningkatnya risiko dan gejala PMM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor individu dan lingkungan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023 saat dan setelah pandemi. Penelitian dilakukan secara daring selama bulan Mei-Juli 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan metode purposive sampling digunakan untuk memperoleh 128 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik saat pandemi (p1) mauipun setelah pandemi (p2), terdapat perbedaan proporsi citra tubuh (p1=p2<0,001), riwayat diet (p1=p2<0,001), pengaruh keluarga (p1=p2<0,001), pengaruh teman (p1<0,001; p2=0,024), dan pengaruh media (p1<0,001; p2=0,012) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023.
Eating disorder is any disorder characterized by pathological disturbances of attitudes and behavior related to food. It is known that the COVID-19 pandemic has caused various changes to daily activities and lifestyle which may increase weight and body shape problems and have a negative impact on diet, sleep patterns and physical activity which then have an impact on increasing the risk and symptoms of EDs. This study aims to measure proportion differences of individual and environmental factors towards eating disorder tendencies of female college students of FKM UI in 2023 during and after the pandemic. This research was conducted online from May to July 2023. The research design used was a cross-sectional study design and purposive sampling method was used to obtain 128 respondents. The results of this study show that both during the pandemic (p1) and after the pandemic (p2), there were differences in the proportion of body image (p1=p2<0.001), dietary history (p1=p2<0.001), family influence (p1=p2<0.001), peer influence (p1<0.001; p2=0.024), and media influence (p1<0.001; p2=0.012) towards eating disorder tendencies in FKM UI students.
S-11458
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurulia Rachmat; pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Achmad Syafiq, Eko Handayani
S-7330
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Etty Agustiani
S-5230
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nicola Putri Sasmita; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Hera Ganefi
S-8219
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ismira Hapsari; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Itje A. Ranida
S-5599
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pengetahuan, sikap dan perilaku merokok pada mahasiswa ekstensi angkatan 2007 di FISIP UI tahun 2009
Riny Sumarna; Pembimbing: Rina A. Anggorodi; Penguji: Dien Anshari, Adhi Darmawan Tato
S-5665
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dianita Ratnasari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Judhiastuty Februhartanty
S-7148
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Qori Az-Zahra; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit
; Penguji: Asih Setiarini, Sandra Fikawati, M. Hafid Ernanda, Kusmadewi Eka Damayanti
Abstrak:
Read More
Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada wanita usia subur, termasuk mahasiswi. Pada masa remaja akhir hingga dewasa awal, perempuan rentan mengalami ketidakpuasan terhadap citra tubuh yang dapat memengaruhi perilaku makan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko anemia. Selain citra tubuh dan kecenderungan perilaku makan menyimpang, pola makan, status gizi, dan faktor sosiodemografi juga diduga berhubungan dengan status anemia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan citra tubuh dan kecenderungan perilaku makan menyimpang dengan status anemia pada mahasiswi baru Universitas Indonesia tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data sekunder dari studi longitudinal Dietary Pattern and Adherence to the Healthy Eating Index in Relation to Nutrition-related Diseases and Academic Performance: A Longitudinal Adolescent Health Study at Universitas Indonesia. Sampel penelitian terdiri atas 220 mahasiswi baru Universitas Indonesia tahun 2025. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Independent t-test, dan One-Way ANOVA, Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi linear berganda dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada mahasiswi baru Universitas Indonesia sebesar 20,9%, dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,85±1,20 g/dL. Analisis bivariat data numerik dan kategorik menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi protein dan status gizi (IMT) berhubungan secara signifikan dengan status anemia (p<0,05). Pada analisis regresi linear berganda, citra tubuh (B=0,001; p=0,959) dan kecenderungan perilaku makan menyimpang (B=-0,076; p=0,308) tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin setelah dikontrol oleh variabel perancu. Sebaliknya, status gizi tetap menjadi satu-satunya variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin pada kedua model (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa mahasiswi dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh berhubungan dengan peningkatan odds sebesar 8,87 kali (AOR=8,871; 95%CI=2,493–31,567; p<0,001). Sebaliknya, kecenderungan perilaku makan menyimpang tidak berhubungan secara signifikan dengan status anemia (AOR=1,552; 95%CI=0,551–4,371; p=0,405). Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra tubuh berhubungan secara signifikan dengan status anemia dan merupakan faktor yang paling dominan pada mahasiswi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa anemia ditemukan tidak hanya pada mahasiswi dengan status gizi kurang, tetapi juga pada mahasiswi dengan overweight dan obesitas, yang mengindikasikan adanya koeksistensi anemia dan kelebihan berat badan sebagai bentuk beban ganda malnutrisi pada level individu. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang mencakup edukasi gizi seimbang, pembentukan citra tubuh positif, peningkatan aktivitas fisik guna mencapai status gizi normal dan menurunkan prevalensi overweight serta obesitas, serta pencegahan anemia di lingkungan perguruan tinggi.
Anemia remains a major public health problem among women of reproductive age, including university students. During late adolescence and early adulthood, young women are particularly vulnerable to body image dissatisfaction, which may influence eating behaviors and potentially increase the risk of anemia. In addition to body image dissatisfaction and disordered eating tendencies, dietary patterns, nutritional status, and sociodemographic factors may also be associated with anemia. Therefore, this study aimed to examine the association between body image dissatisfaction, disordered eating tendencies, and anemia among first-year female students at Universitas Indonesia in 2025. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the longitudinal study entitled Dietary Pattern and Adherence to the Healthy Eating Index in Relation to Nutrition-related Diseases and Academic Performance: A Longitudinal Adolescent Health Study at Universitas Indonesia. A total of 220 first-year female students were included in the study. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analyses with the Independent t-test, One-Way ANOVA, and Chi-Square test, followed by multiple linear regression and multivariable logistic regression analyses. The prevalence of anemia among first-year female students was 20.9%, with a mean hemoglobin concentration of 12.85 ± 1.20 g/dL. Bivariate analyses of continuous and categorical data showed that protein consumption frequency and nutritional status based on body mass index (BMI) were significantly associated with anemia (p<0.05). Multiple linear regression analysis demonstrated that body image dissatisfaction (B=0.001; p=0.959) and disordered eating tendencies (B=−0.076; p=0.308) were not significantly associated with hemoglobin concentration after adjustment for potential confounders. In contrast, nutritional status remained the only variable significantly associated with hemoglobin concentration in both models (p<0.001). Multivariable logistic regression analysis showed that female students with body image dissatisfaction had 8.87 times higher odds of anemia than those who were satisfied with their body image (AOR=8.871; 95% CI=2.493–31.567; p<0.001). In contrast, disordered eating tendencies were not significantly associated with anemia (AOR=1.552; 95% CI=0.551–4.371; p=0.405). This study concludes that body image dissatisfaction was significantly associated with anemia and was the strongest predictor of anemia among first-year female students. Furthermore, anemia was observed not only among undernourished students but also among those with overweight and obesity, indicating the coexistence of anemia and excess body weight as a form of the double burden of malnutrition at the individual level. Therefore, integrated promotive and preventive strategies are needed, including nutrition education, the promotion of positive body image, increased physical activity to achieve normal nutritional status and reduce the prevalence of overweight and obesity, as well as anemia prevention programs within university settings.
T-7577
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
