Ditemukan 37566 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Karina Arvianti; Pembimbing: C. Endah Wuryaningsih; Ppenguji: Zarfiel Tafal, Roji Suherman
S-5822
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Fahira Faza; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Ratna Tri Hari Safariningsih
Abstrak:
Read More
Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih menjadi beban utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan adalah dengan membatasi asupan natrium harian dengan mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium. Akan tetapi, kebiasaan konsumsi pangan tinggi natrium pada usia muda (15-24 tahun), termasuk mahasiswa masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap, serta karakteristik sosiodemografis yang mencakup jenis kelamin, tempat tinggal, dan uang saku dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahsiswa FKM UI tahun 2026. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa dari 4 program studi yang ada di FKM UI (Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Gizi) yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan praktik (p=0,123). Namun, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara sikap dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,037). Karakteristik sosiodemografis berupa jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,442). Sementara karakteristik sosiodemografis berupa tempat tinggal memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,013). Karakteristik sosiodemografis berupa uang saku tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,053). Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa sikap dan tempat tinggal berhubungan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahasiswa FKM UI tahun 2026. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis sikap, bukan sekedar edukasi pengetahuan, yang berfokus pada penguatan motivasi internal, persepsi risiko jangka pendek, dan pembentukan lingkungan yang supportif untuk mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium.
Non-communicable diseases (NCDs), particularly hypertension and cardiovascular disease, remain a major public health burden in Indonesia. One preventive measure that can be undertaken is limiting daily sodium intake by reducing the consumption of highsodium foods. However, the habit of consuming high-sodium foods among young people aged 15–24 years, including university students, remains relatively high. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes, as well as sociodemographic characteristics including sex, place of residence, and allowance, with high-sodium food consumption practices among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI), in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The research sample consisted of 108 students from four study programs at FKM UI (Public Health, Environmental Health, Occupational Health and Safety, and Nutrition), selected using quota sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis employed univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results indicated no significant relationship between knowledge and consumption practices (p=0.123). However, a statistically significant relationship was found between attitudes and highsodium food consumption practices (p=0.037). The sociodemographic characteristic of sex showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.442), whereas place of residence demonstrated a statistically significant relationship (p=0.013). Allowance showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.053). Based on these findings, it is evident that attitudes and place of residence are associated with high-sodium food consumption practices among FKM UI students in 2026. Therefore, attitude-based intervention strategies are required, rather than mere knowledge education, with a focus on strengthening internal motivation, short-term risk perception, and the creation of a supportive environment to reduce highsodium food consumption.
S-12303
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lisa Maisyurah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Evita Rosdiana Hutapea
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap, norma subjektif, dan intensi mahasiswa S1 reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tentang pemeriksaan kesehatan pranikah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Desan studi penelitian ini adalah cross sectional. Besar proporsi sampel dihitung menggunakan rumus proportionate stratified random sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 294 orang yang mengisi kuesioner menggunakan google form dengan kriteria: mahasiswa S1 reguler FKM UI angkatan 2017-2020 dan belum menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,8% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki sikap positif tentang pemeriksaan kesehatan pranikah, 52% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki norma subjektif yang negatif terhadap pemeriksaan kesehatan pranikah, dan 70,1% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki intensi yang tinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah.
Read More
S-10726
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Randie Ananda Agam; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: C. Endah Wuryaningsih, Muchtar Hendra Hasibuan
S-6230
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Annisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Wachyu Nursani Eka
S-8117
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fauzia Azahra; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Dian Kusuma Dewi
Abstrak:
Read More
Mahasiswa berada pada fase transisi yang ditandai dengan peningkatan kemandirian dalam pengambilan keputusan, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan, serta perubahan gaya hidup yang signifikan akibat tuntutan akademik dan sosial. Penelitian sebelumnya pada mahasiswa program sarjana (S1) reguler Universitas Indonesia menunjukkan masih ditemukannya berbagai perilaku berisiko kesehatan, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, kurangnya aktivitas fisik, durasi tidur yang tidak adekuat, serta keterlibatan dalam konsumsi alkohol dan obat-obatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku berisiko kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan adalah spiritualitas yang berperan dalam pembentukan nilai, makna hidup, dan pengambilan keputusan terkait kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dengan perilaku berisiko kesehatan pada mahasiswa program sarjana (S1) reguler Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 223 mahasiswa aktif program sarjana (S1) reguler Universitas Indonesia berusia 18–24 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan convenience sampling menggunakan instrumen modifikasi Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Health Risk Behavior Inventory (HRBI). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara spiritualitas dengan perilaku berisiko kesehatan (r = -0,302; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi spiritualitas, semakin rendah perilaku berisiko kesehatan. Berdasarkan jenis kelamin, ditemukan hubungan negatif yang signifikan pada kedua kelompok dengan kekuatan hubungan yang lebih besar pada mahasiswa laki-laki dibandingkan perempuan. Berdasarkan rumpun fakultas, ditemukan hubungan negatif yang signifikan pada rumpun saintek dan soshum, sedangkan pada rumpun ilmu kesehatan tidak ditemukan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas berhubungan dengan perilaku berisiko kesehatan pada mahasiswa program sarjana (S1) reguler Universitas Indonesia. Oleh karena itu, spiritualitas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu aspek dalam pengembangan upaya promosi kesehatan mahasiswa di lingkungan Universitas Indonesia.
University students are in a transitional stage characterized by increasing independence in decision-making, including health-related decisions, as well as significant lifestyle changes due to academic and social demands. Previous studies among regular undergraduate students at Universitas Indonesia have reported the persistence of various health risk behaviors, including inadequate fruit and vegetable consumption, insufficient physical activity, inadequate sleep duration, and involvement in alcohol and drug use. These findings highlight the need to identify factors associated with health risk behaviors. One factor that may be associated with such behaviors is spirituality, which plays an important role in shaping individuals’ values, sense of meaning in life, and health-related decision-making. Therefore, this study aimed to examine the relationship between spirituality and health risk behaviors among regular undergraduate students at Universitas Indonesia. This study employed a cross-sectional design involving 223 active regular undergraduate students at Universitas Indonesia aged 18–24 years. Participants were recruited using convenience sampling. Data were collected using the modified Daily Spiritual Experience Scale (DSES) and the Health Risk Behavior Inventory (HRBI). Spearman’s correlation analysis revealed a significant negative correlation between spirituality and health risk behaviors (r = −0.302; p < 0.001), indicating that higher levels of spirituality were associated with lower levels of health risk behaviors. Stratified analysis by sex showed significant negative correlations in both groups, with a stronger correlation among male students than female students. Based on faculty clusters, significant negative correlations were observed among students from science and technology as well as social sciences and humanities faculties, whereas no significant correlation was found among students from health sciences faculties. These findings indicate that spirituality is associated with health risk behaviors among regular undergraduate students at Universitas Indonesia. Therefore, spirituality may be considered as one aspect in developing health promotion programs for students at Universitas Indonesia.
S-12405
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Auliya Nanda Susmita; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Mona Lisa
Abstrak:
Read More
Kualitas tidur dan tingkat stres merupakan aspek penting kesehatan mahasiswa, yang berpotensi dipengaruhi salah satunya oleh siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur berdasarkan siklus menstruasi pada mahasiswa S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2024 menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 167 mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling dari populasi 1070 mahasiswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stres, dan kuesioner menstruasi secara online, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan korelasi Spearman menggunakan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi memiliki kualitas tidur buruk (81,2%) dan tingkat stres sedang (88,6%). Dengan siklus menstruasi yang normal pada seluruh responden. Analisis Chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value = 0,347), antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p-value = 0,206), dan juga kualitas tidur dengan siklus menstruasi (p-value = 0,423). Namun, uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang lemah namun signifikan secara statistik antara tingkat stres dan siklus menstruasi (korelasi = -0,170, p = 0,028), serta antara kualitas tidur dan siklus menstruasi (korelasi = -0,155, p = 0,04). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres dan penurunan kualitas tidur berhubungan dengan perubahan pada siklus menstruasi, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai interaksi antara stres, kualitas tidur, dan siklus menstruasi, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola tidur untuk mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi, meskipun keterbatasan jumlah sampel dan metode survei online dapat memengaruhi hasil. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif disarankan untuk memvalidasi temuan ini.
Sleep quality and stress levels are essential aspects of student health, potentially influenced by the menstrual cycle. This study aims to analyze the relationship between stress levels and sleep quality based on the menstrual cycle in undergraduate students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2024. The study used a cross-sectional design with a sample of 167 students selected by simple random sampling from a population of 1070 female students. Data were collected through the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire for sleep quality, the Perceived Stress Scale (PSS-10) for stress levels, and an online menstrual questionnaire, then analyzed using the Chi-Square test and Spearman correlation using SPSS. The results of the descriptive analysis showed that the majority of female students had poor sleep quality (81.2%) and moderate stress levels (88.6%). With a normal menstrual cycle in all respondents. Chi-square analysis showed no significant relationship between stress levels and sleep quality (p-value = 0.347), between stress levels and the menstrual cycle (p-value = 0.206), and also sleep quality with the menstrual cycle (p-value = 0.423). However, Spearman's correlation test showed a weak but statistically significant negative relationship between stress level and menstrual cycle (correlation = -0.170, p = 0.028), and between sleep quality and menstrual cycle (correlation = -0.155, p = 0.04). These results indicate that increased stress level and decreased sleep quality are associated with changes in menstrual cycle, although the strength of the relationship is relatively weak. This study provides an initial overview of the interaction between stress, sleep quality, and menstrual cycle, emphasizing the importance of maintaining mental health and sleep patterns to support female students' reproductive health, although the limited number of samples and online survey method may affect the results. Further research with a more comprehensive design is recommended to validate these findings.
S-11851
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lisa Puspa Karmila ; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Dien Anshari, Eka Rosiyati, Ratna Tri Safariningsih
Abstrak:
Read More
Tesis ini membahas mengenai Hubungan Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Tentang Kebijakan Larangan Iklan Minuman Kadar Gula Tinggi dengan Perilaku Konsumsi Minuman Manis Mahasiswa: Studi pada enam Fakultas Universitas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 306 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari 6 fakultas, yaitu FKM, FK, FKG, FF, FEB, dan FISIP UI. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2025. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari bagian karakteristik, pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku konsumsi manis menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Terkait perilaku konsumsi minuman manis pada mahasiswa dalam penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa sering mengonsumsi minuman manis (74,5%). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara semester (p=0,028), fakultas (p=0,001), uang saku (p=0,003), status tempat tinggal (p=0,007), dan pengetahuan (p=0,001) dengan perilaku konsumsi minuman manis pada mahasiswa. Mahasiswa semester awal memiliki kemungkinan 5,577 kali lebih besar untuk sering mengonsumsi minuman manis dibandingkan semester awal (OR=5,577; 95% CI: 1,200–25,909). Mahasiswa dari fakultas non-kesehatan lebih berisiko dibandingkan fakultas kesehatan (OR=0,191; 95% CI: 0,099–0,368). Mahasiswa dengan uang saku besar (OR=0,358; 95% CI: 0,181–0,710), tinggal tidak bersama orang tua (OR=0,389; 95% CI: 0,196–0,771), dan memiliki pengetahuan yang kurang (OR=0,262; 95% CI: 0,137–0,498) cenderung memiliki perilaku konsumsi manis sering. Penelitian ini menyarankan perlunya perlunya edukasi rutin di kampus terkait konsumsi gula, kerja sama dengan Klinik Satelit Makara UI untuk konsultasi gizi, serta kebijakan internal terkait penyediaan minuman sehat dan juga perlunya penguatan regulasi iklan dan label produk oleh pemerintah dan BPOM agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan
This thesis discusses the Relationship between Knowledge, Perception, and Attitudes about the Policy on the Prohibition of High Sugar Beverage Advertisements with the Consumption Behavior of Sweet Beverages of Students: A Study at Six Faculties of the University of Indonesia. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. A total of 306 respondents were selected using the proportional stratified random sampling technique from 6 faculties, namely FKM, FK, FKG, FF, FEB, and FISIP UI. This research was conducted in April-May 2025. The research instrument was a questionnaire that had been tested for validity and reliability, consisting of the characteristics, knowledge, perception, attitude, and behavior of sweet consumption using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). Regarding the behavior of sweet drink consumption in students, this study showed that the majority of students often consumed sweet drinks (74.5%). The results of the logistic regression analysis showed that there was a significant relationship between semester (p = 0.028), faculty (p = 0.001), pocket money (p = 0.003), residential status (p = 0.007), and knowledge (p = 0.001) with the behavior of sweet drink consumption in students. Advanced semester students are 5.577 times more likely to frequently consume sweet drinks compared to early semester students (OR=5.577; 95% CI: 1.200–25.909). Students from non-health faculties are at higher risk than health faculties (OR=0.191; 95% CI: 0.099–0.368). Students with large pocket money (OR=0.358; 95% CI: 0.181–0.710), living with parents (OR=0.389; 95% CI: 0.196–0.771), and having good knowledge (OR=0.262; 95% CI: 0.137–0.498) tend to have healthier sweet consumption behavior. This study suggests the need for routine education on campus regarding sugar consumption, cooperation with the Makara UI Satellite Clinic for nutritional consultations, and internal policies regarding the provision of healthy drinks and also the need to strengthen advertising regulations and product labels by the government and BPOM so that the information conveyed is not misleading.
T-7259
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Salsabila Al-Azhar; Pembimbing: Dian Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Ika Malika
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa S1 reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 415 orang dengan teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dan convenience sampling. Pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 diukur menggunakan kuesioner adaptasi dari survei Knowledge, Attitude, and Practices (KAP) terkait COVID-19 secara online menggunakan Google Form.
Read More
S-10856
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Intan Yustiawati
Abstrak:
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat penyakitmenular dan tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku gaya hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa (umur,jenis kelamin, uang saku, dan fakultas), pengetahuan, dan sikap terhadap perilakugaya hidup sehat mahasiswa S1 Reguler Aktif Universitas Indonesia tahun 2014.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan desain studicross-sectional dengan total sampel sebanyak 454 responden dari 13 fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki perilaku gaya hidup sehatdan 41% memiliki perilaku gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan enam variabel,hanya variabel fakultas yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 2,45 (CI 95% : 1,63-3,66).
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
Read More
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
S-8226
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
