Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32146 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mega Ayu Marina S.A.; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Anwar Hasan, Solehuddin
B-1168
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
In In Indrasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Ihsan
S-6250
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafrudin Adhi Candra; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Solehidin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi pemasaran yang dilakukan Rumah Sakit Ananda Bekasi dan diketahuinya permasalahan yang ada dalam menjalankan strategi pemasarannya, Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer untuk analisis kualitatif diperoleh melalui indepth interview. Data Sekunder Berasal dari data laporan tahunan kegiatan pelayanan rumah sakit tahun 2007 dan tahun 2008. Pelayanan dan produk yang bermutu, harga yang terjangkau, lokasi yang strategis penentuan target dan segmen yang tepat akan berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan pada poliklinik yang ada. Penelitian sebaiknya dilakukan dengan cakupan lebih luas tentang segmentasi, potensial market, kemampuan daya beli secara lebih mendalam sehingga dapat memberikan gambaran trend yang sedang terjadi, dan dapat mengukur besarnya pesaing yang ada.

The objective of this research was to perceived marketing strategies of Ananda Hospital, Bekasi and to identified problems when running their marketing strategy. The desain of this research was using descriptive reasearch with qualitative approach. Primary data which was used for qualitative analysis, was acquired li-om indepth review. Seconday data were based on annually report of Hospital activity during services in year 2007 and 2008. Services and good quality products, affordable price, good location, accuracy of segmenting and targeting would influence the utilization of the policlinic sen/ices. This research should be done with widen analysis of segmentation, market potention the purchasing power therefore would get trend picture of actual condition and to measure the competitor.
Read More
B-1209
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novrita Ilmiyanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Slamet Effendy, Budi Hartono
Abstrak: Penundaan pada proses pemulangan pasien berkaitan dengan ketersediaan jumlahtempat tidur pada pasien yang akan masuk dirawat inap. Hal ini mengakibatkanpelayanan menjadi tidak efisien. Metode Lean merupakan suatu metode yangdiharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada proses pemulangan pasien rawatinap. Penelitian kualitatif dengan menggunakan prinsip Lean thinking untukmenggambarkan alur proses pemulangan pasien, menghitung Lead time dan CycleTime, dan menganalisis waste yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan wakturata-rata yang diperlukan untuk pasien metode pembayaran BPJS sebesar 153,5menit, Cash sebesar 127 menit , dan asuransi sebesar 264 menit. Total persentasenon value added activity pada proses pemulangan pasien dengan metodepembayaran BPJS sebesar 76,4%, cash sebesar 72,4%, dan asuransi sebesar84,1%.

Usulan perbaikan dengan metode Lean dapat menurunka persentase nonvalue added activity menjadi sebesar 56,6% untuk pasien BPJS, 46,6% untukpasien cash, dan 56,8% untuk pasien asuransi.

Kata kunci: pemulangan pasien; Lean; Value Added; Non value added; waste

Delays in the process of discharge related to the availability of the number of bedsfor patients who are going to be hospitalized. This resulted inefficiency ofservices. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in theprocess of discharge process. A qualitative study using the principles of leanthinking to describe the process of discharge flow, calculate the lead time andcycle time, and analyze the waste that occurs.

The results show the average timerequired for patient used BPJS payment method is 153.5 minutes, cash is 127minutes, and insurance is 264 minutes. The total percentage of non-value addedactivity in the process of discharge process with BPJS payment method is 76.4%,cash is 72.4%, and insurance is 84.1%.

Suggestions for improvements with leanmethods can reduce the percentage of non-value added activity by 56.6% forBPJS patients, 46.6% for cash patients, and 56.8% for insured patients.

Keywords: discharge process; lean; value added; non-value added; waste
Read More
B-1777
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Sandi Ilyanto, Rachmat Sentika, Marian Margaretha
B-1927
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharty Muhammad; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Santoso Soemidjo
B-1633
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Yulia Rohmawati; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Titik Soenarni
S-6023
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asturi Putri; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Sandi Iljanto, Solehudin
B-1206
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Ayu Novianitri; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adang Bachtiar, Sri Henni Setiawati, I.B.G. Fajar Manuaba
Abstrak: Indikator kinerja rawat inap di RSU Bintang Klungkung diketahui masih berada di bawah standar yang telah ditetapkan. Salah satu indikatornya adalah BOR dan TOI. Indikator yang berada dibawah rata-rata menunjukkan efektifitas dan efisiensi pelayanan.Perbedaan jumlah kunjungan pasien di unit rawat inap dan poliklinik bagian kebidanan kandungan dan anak cukup signifikan. Perlu pengukuran kinerja untuk mengetahui perspektif apa saja yang menyebabkan kinerja di unit rawat inap dan poliklinik belum maksimal. Tujuan penelitian adalah untuk menilai kinerja pelayanan dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard di unit rawat inap dan poliklinik bagian kebidanan kandungan dan anak di RSU Bintang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data primer (wawancara mendalam dan kuesioner) serta data sekunder (data dari humas dan bagian keuangan). Hasil penelitian kinerja keuangan cukup baik, akan tetapi efektifitas biaya masih kurang pada unit rawat inap anak, perspektif pelanggan cukup memuaskan, perspektif bisnis internal cukup baik ditunjukan dengan dijalankannya SOP dan telah memiliki prosedur rujuk pasien, akan tetapi pada rujukan keluar dan fasilitas rs masih kurang di semua unit layanan. Kinerja perspektif pertumbuhan pembelajaran baik ditunjukan dengan angka turn over karyawan yang menurun, akses terhadap pelatihan dan pendidikan yang semakin baik namun perlu dievaluasi efektivitasnya, serta sistem informasi yang telah baik pula namun perlu dukungan keakuratan informasi. Kinerja unit rawat inap kebidanan kandungan relatif lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja rawat inap anak oleh karena tingkat efektivitas keuangan unit rawat inap anak masih belum baik. Sedangkan pada poliklinik kandungan dan anak memiliki kinerja yang sama-sama baik. Saran yang diberikan adalah manajemen hendaknya lebih teliti dalam membuat perencanaan anggaran dan tepat menentukan strategi yang baik dengan cara membuat kendali mutu kendali biaya serta clinical pathways (CPW). Rumah sakit hendaknya melakukan pengembangan kualitas SIM RS untuk efisiensi pelayanan. Manajemen berkoordinasi dengan kepala ruangana untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, serta melakukan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

The inpatient indicator at Bintang General Hospital is known to be below the established standard. One of the indicators is BOR and TOI. Indicators that are under average show the effectiveness and efficiency of the service. The difference in the number of patient visits in the inpatient unit and the policlinic of the obstetric and gynecological parts is significant. It needs performance measurement to find out what perspectives cause performance in inpatient unit and polyclinic not maximal yet. The purpose of this study was to assess service performance by using balanced scorecard approach in inpatient unit and polyclinic of children, obstetric and gynecology section at Bintang Hospital. This research is a quantitative and qualitative research using primary data (in-depth interview and questionnaire) and secondary data (data from public relations and finance department). The results of financial performance research is quite good, but the cost effectiveness is still less on the inpatient unit of children, customer perspective is quite satisfactory, internal business perspective is quite well aimed at the implementation of SOP, and has had patient referral procedures, but on outgoing referrals and hospital facilities are lacking in all service units. The performance of the learning growth perspective is well aimed at decreasing employee turnover, better access to training and education but needs to be evaluated for effectiveness, as well as information systems that have been good but need to support the accuracy of information. The performance of inpatient obstetric care unit is relatively better compared to the performance of the inpatient because the effectiveness level of the in-patient unit's financial unit is still not good. While the policlinic content and children have a performance that is equally good. The advice given is that management should be more careful in making budget planning and appropriately determine a good strategy with quality control of cost control and clinical pathways (CPW). Hospitals should develop quality of information system for service efficiency. Management coordinates with the head of the room to implement transformational leadership, as well as conducting ongoing monitoring and evaluation. 
Read More
B-2066
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Satria Wijaya; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, Budiman Widjaja
Abstrak: Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak unit dalam pelaksanaannya. Pendekatan lean merupakan pendekatan terhadap proses yang menembus sekat antar unit dan dapat memberikan gambaran jelas pelaksanaan proses dari awal sampai akhir serta dapat memberikan pembenahan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses pemulangan pasien rawat inap BPJS Kesehatan naik kelas perawatan di Rumah Sakit BaliMed Karangasem dengan pendekatan lean. Hasil penelitian kualitatif yang menggunakan metode pengumpulan data observasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam ini mendapatkan lama proses pemulangan pasien BPJS Kesehatan naik kelas perawatan mencapai 192,9 menit dengan kegiatan value added sebesar 29,6 % dan non value added sebesar 70,4% dengan 15 kegiatan yang merupakan waste. Usulan perbaikan yang dilakukan dengan pendekatan lean mampu meningkatkan persentase kegiatan value added menjadi 70,2 % dan menekan kegiatan non value added menjadi 29,8% serta merampingkan kegiatan proses pemulangan dari 21 kegiatan menjadi 15 kegiatan.
Kata kunci : proses pemulangan pasien, lean,value added, non value added

The discharge process of inpatients is a complex process that involves many units in its implementation. The lean approach is an approach to production processes that penetrate the boundaries between units and can provide a clear picture of the process from the beginning to the end and can provide improvements. This study was conducted to analyze the discharge process of inpatients BPJS Kesehatan upgrade class patients at BaliMed Hospital Karangasem with a lean approach. The results of the qualitative research using observational data collection methods, document review and in-depth interviews received a long process of discharge process reaching 192.9 minutes with 29.6% value added activities and 70.4% non value added activity with 15 activities which are waste. The proposed improvements made with a lean approach were able to increase the percentage of value added activities to 70.2% and suppress non value added activities to 29.8% and streamline the return process activities from 21 activities to 15 activities.
Key Word : Discharge process, lean, value added, non value added
Read More
B-2058
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive