Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41941 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Priharika Septyowati; Pembimbing: Hadi Pratomo, Sudarti Kresno; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, R. Dettie Yuliati; A. Retno Tyas Utami
Abstrak: Dalam tesis ini dibahas cara pemilihan penggunaan obat bebas oleh kader CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) dan non CBIA di Pandeglang (2009), serta faktor pendorong penghambatnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader CBIA menggunakan obat dengan sesuai aturan. Pada kader non CBIA meskipun tepat dalam dosis obat namun tidak tepat dalam hal jenis dan lama penggunaan obat. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan obat cenderung meningkatkan kewaspadaan penggunaan obat, serta iklan obat elektronik diduga mempengaruhi pilihan nama obat yang akan digunakan. Faktor karakteristik individu, akses, keterpaparan informasi obat media elektronik serta dukungan tenaga kesehatan dan keluarga cenderung mempengaruhi perilaku pemilihan penggunaan obat bebas.
 

The research was aimed to study on selecting and utilizing the non prescription drug by cadres in Pandeglang Disrict, 2009. It also examined both supporting and inhibiting factors of the self-medication behavior. It was a qualitative research which employed in depth interview and group discussion methods to obtain data. The results concluded that among CBIA's cadres were likely to use the medicine properly. On the contrary, the non CBIA's cadre tended to select the wrong medicine and utilize inappropriate length of therapy. Furthermore, the results showed that knowledge on drug use might increase the awareness in the medicine utilization. Electronic advertisement could influence the informant's preference in selecting certain medicine brand. Therefore, the selection and utilization of non prescription medicine tended to be influenced by the following factors : individual characteristics, exposure to drug information and accessibility to electronic media. It was also influenced by both health professional and family support.
Read More
T-3126
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Donal Simajuntak; Pembimbing: Rita Damayanti; Agustin Kusumayati; Penguji: Dewi Susanna, Calvin Watimena
T-3062
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Prima Arumsari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Bambang Wispriyono, Evi Martha, Edward Napitupulu, Mustofa
Abstrak: Tesis ini membahas analisis perilaku pedagang dan produsen dalam penggunaan formalin dalam mie basah dan tahu Propinsi DKI Jakarta Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, desain studi deskriptif, pengumpulan data melalui studi literatur, pengujian Rapid Test Kit, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, persepsi tentang formalin; sarana prasarana, metode produksi, ketersediaan pengawet; sanksi, penyuluhan, dukungan sosial, faktor pendapatan, dan strategi komunikasi merupakan faktor yang berperan pada perilaku penggunaan formalin dalam tahu dan mie basah. Penyuluhan dan pembinaan masyarakat, pedagang, produsen masih terbatas. Pengawasan sarana distribusi formalin belum optimal. Peneliti menyarankan pada sejumlah pihak untuk melakukan riset bahan pengawet yang aman, intensifikasi pembinaan pedagang dan produsen serta pemberdayaan konsumen. Kata kunci : perilaku; pedagang; produsen; formalin; pasar
Read More
T-4492
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Fadly H Masse; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Triyanti, Idris Galla, Andi Muhammad RPN
Abstrak:

Abstrak
Stunting di Kabupaten Bantaeng masih menjadi tantangan dengan prevalensi 15,8%. Keberhasilan dalam menekan angka ini menjadi dasar untuk menelaah peran strategis KPM sebagai garda terdepan dalam program konvergensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah implementasi peran KPM dalam upaya pencegahan stunting serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitasnya di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi dengan total 24 informan yang terdiri dari 7 KPM, 3 kepala desa, 5 tenaga kesehatan, 3 kader posyandu, dan 6 perwakilan masyarakat sasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen , yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan peran KPM sangat efektif dalam memfasilitasi akses terhadap layanan KIA, sanitasi, dan jaminan kesehatan, berkat kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh pemerintah desa. Namun, masih kurang optimal dalam intervensi yang bersifat edukatif untuk mengubah perilaku, seperti pada aspek konseling gizi dan partisipasi PAUD. Faktor penghambat utamanya adalah norma sosial yang kuat di masyarakat dan keterbatasan sumber daya untuk program edukasi yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan implementasi peran KPM efektif pada intervensi yang didukung program pemerintah yang konkret dan terukur, namun lemah dalam mengubah pengetahuan dan norma sosial. Lebih lanjut, ditemukan pula kesenjangan antara kualifikasi pendidikan formal KPM dengan kompleksitas tugas edukasi dan konseling gizi yang harus diemban secara efektif. Disarankan agar Pemerintah Daerah mengembangkan kampanye sosialisasi untuk mengubah norma sosial dan mengalokasikan dana untuk program edukasi terstruktur. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) perlu mengevaluasi kembali standar rekrutmen KPM dan merancang pelatihan terstandar dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas KPM.


 

Stunting remains a challenge in Bantaeng Regency, with a prevalence of 15.8%. This study explores the strategic role of Human Development Cadres (KPM) in the stunting prevention program and identifies supporting and hindering factors affecting their effectiveness. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved 24 informants: 7 KPM, 3 village heads, 5 health workers, 3 Posyandu cadres, and 6 community representatives. Data collection was done through in-depth interviews and document reviews, followed by thematic analysis. Findings show that KPM are effective in improving access to maternal and child health services, sanitation, and health insurance due to strong cross-sector collaboration and village government support. However, their role is less optimal in educational interventions, particularly in nutrition counseling and increasing participation in early childhood education (PAUD). Key challenges include persistent social norms and limited resources for structured educational programs. There is also a gap between KPM’s formal education levels and the complex tasks of health education and counseling. The study concludes that KPM play an effective role in interventions backed by clear government programs but face difficulties in changing behaviors and social norms. It recommends that local governments strengthen social norm change campaigns and allocate funding for structured education. Furthermore, the Community and Village Empowerment Office (DPMD) should review recruitment standards and provide ongoing, standardized training to enhance KPM capacity.

 

Read More
T-7295
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jessica Apulina Ginting; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Ririn Arminsih Wulandari, Saksono Liliek Susanto, Monica Hutabarat
Abstrak:
Penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh anak usia dini disebabkan oleh banyak faktor, namun kondisi kesehatan gigi dan mulut ini dapat dicegah serta diobati pada tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi ibu dalam melakukan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini berdasarkan Health Belief Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman pertanyaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022-Januari 2023 pada 16 informan meliputi 6 informan utama dan 2 informan dari Sekolah X, 6 informan utama dan 2 informan kunci dari PAUD Y. Hasil Penelitian menunjukkan perilaku pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan ibu kepada anaknya adalah menyikat gigi, mengurangi makanan dan minuman manis, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap penyakit gigi dan mulut, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki kemampuan melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari kesadaran diri, pengalaman terkena penyakit gigi, dukungan orang sekitar, dan program sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam mengupayakan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak.

Oral diseases experienced by young children are caused by many factors, but these oral health conditions can be prevented and treated at an early stage. The purpose of this study was to analyze parent's perceptions in carrying out preventive actions for young children's oral health issues based on the Health Belief Models. This study used a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews using question guidelines carried out in December 2022-January 2023 on 16 informants including 6 main informants and 2 informants from School X, 6 main informants and 2 key informants from PAUD Y. The results showed that the preventive behavior of oral health issues carried out by parents to their children was brushing teeth, reducing sugary foods and drinks, and regular checks to the dentist. These behaviors are influenced by perceptions of susceptibility and perceptions of severity to oral and dental disease, perceptions of benefits and barriers to performing these behaviors, having the self-efficacy to perform these behaviors, and the presence of cues to action which come from self-awareness, experience of dental disease, support from surrounding people, and school’s programs. For this reason, it is necessary to improve parental behavior in seeking to prevent children's oral health issues.
Read More
T-6799
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amaliyah Nurmely Rahmah Saragih; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Martya Rahmaniati Makful, Melyana, Zhafira Aqyla
Abstrak:
Literasi kesehatan reproduksi merupakan kemampuan dalam mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan reproduksi secara tepat untuk mendukung pengambilan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Di era digital, media sosial menjadi salah satu sumber informasi, termasuk terkait isu kesehatan reproduksi. Instagram @taulebih.id merupakan inisiatif edukasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aktivitas penggunaan Instagram dan self-efficacy terhadap literasi kesehatan reproduksi remaja. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 255 remaja perempuan berusia 18–24 tahun yang merupakan pengikut akun @taulebih.id. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mengadaptasi instrumen Social Media Activity Questionnaire (SMAQ), Generalized Self-Efficacy Scale (GSES), dan kuesioner literasi kesehatan reproduksi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penggunaan Instagram berhubungan dengan literasi kesehatan reproduksi (p = 0,001). Self-efficacy juga memiliki hubungan dengan literasi kesehatan reproduksi (p = 0,001). Responden dengan aktivitas penggunaan Instagram dan self-efficacy tinggi cenderung memiliki skor literasi kesehatan reproduksi yang lebih tinggi. Self-efficacy ditemukan sebagai faktor yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan aktivitas penggunaan Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi peningkatan literasi kesehatan reproduksi perlu mengintegrasikan penguatan self-efficacy remaja dan optimalisasi penggunaan media sosial melalui partisipasi aktif, konten yang relevan, serta pendekatan interaktif. Strategi kolaboratif lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem edukasi kesehatan reproduksi digital yang efektif, aman, dan berkelanjutan guna mendukung remaja dalam mengambil keputusan kesehatan reproduksi yang tepat dan bertanggung jawab.


Reproductive health literacy refers to the ability to access, understand, evaluate, and apply reproductive health information appropriately to support healthy and responsible decision-making. In the digital era, social media has become a major source of information, including on reproductive health issues. Instagram @taulebih.id is an educational initiative designed to improve reproductive health literacy among adolescents. This study aimed to analyze the role of Instagram use activity and self-efficacy on adolescents’ reproductive health literacy. A cross-sectional design was employed with a sample of 255 female adolescents aged 18–24 years who were followers of @taulebih.id. Data were collected through an online questionnaire adapting the Social Media Activity Questionnaire (SMAQ), the Generalized Self-Efficacy Scale (GSES), and a validated reproductive health literacy questionnaire. The results showed that Instagram use activity was significantly associated with reproductive health literacy (p = 0.001). Self-efficacy was also significantly associated with reproductive health literacy (p = 0.001). Respondents with higher Instagram use activity and greater self-efficacy tended to have higher reproductive health literacy scores. Self-efficacy was found to have a stronger influence compared to Instagram use activity. These findings indicate that interventions to improve reproductive health literacy need to integrate the strengthening of adolescents’ self-efficacy and the optimization of social media use through active participation, relevant content, and interactive approaches. Cross-sectoral collaborative strategies are required to develop an effective, safe, and sustainable digital reproductive health education ecosystem that supports adolescents in making appropriate and responsible reproductive health decisions.
Read More
T-7404
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Islamiaty; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Kartika Anggun D., Riesminingsih
Abstrak: Pemilihan makanan dapat dikategorikan menjadi sehat dan tidak sehat. Pemilihan makanan juga dapat dipengaruhi beberapa alasan yaitu alasan kesehatan dan non kesehatan, yang sering terjadi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan determinan dalam pemilihan makanan pada remaja yang terdiri dari faktor karakteristik individu (jenis kelamin, uang saku, pengathuan gizi, dan sikap terhadap kesehatan) dan faktor karakteristik lingkungan (besar keluarga) di SMA Yadika 3 Tangerang. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan membagikan kuesioner pada siswa kelas XI SMA Yadika 3 Tangerang yang menggunakan desain studi cross sectional, analisis univariat, dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan 24,7% remaja yang pemilihan makanannya tidak sehat. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin (p-value=0,006, PR=2,51 CI 95%=1,18- 5,34),pengetahuan gizi (p-value=0,005, PR=3,181 CI 95%=1,46-6,92), dan sikap terhadap kesehatan (p-value=0,003, PR=3,38 CI 95%=1,56-7,31) memiliki hubungan dengan pemilihan makanan. Sehingga disarankan untuk melakukan penyuluhan mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi pada remaja, serta mengadakan pelayanan PKPR dan peer conselor/peer educator di sekolah-sekolah. Kata kunci: Pemilihan Makanan, Remaja, Jenis Kelamin, Pengetahuan Gizi, Sikap terhadap Kesehatan The choice of food can be categorized as healthy and unhealthy. The choice of food can also be influenced by several reasons, namely health and non-health reasons, which often occur in adolescents. This study aims to determine the relationship between determinants in food selection in adolescents consisting of individual characteristics (sex, pocket money, nutritional knowledge, and attitudes towards health) and environmental characteristics (large family) at Yadika 3 Tangerang High School. This study uses primary data collected by distributing questionnaires to class XI students of SMA Yadika 3 Tangerang who used a cross sectional study design, univariate analysis, and bivariate. The results of this study showed 24.7% of adolescents whose food choices were not healthy. The results showed gender (p value 0.006, PR = 2.51 CI 95% = 1.18-5.34), knowledge of nutrition (p value 0.005, PR = 3.181 95% CI = 1.46-6.92) , and attitudes toward health (p value 0.003, PR = 3.38 95% CI = 1.56-7.31) have a relationship with food selection. So it is advisable to conduct counseling on health and nutrition fulfillment in adolescents, as well as to hold PKPR services and peer counselors / peer educators in schools. Keywords : Food Choice, Adolescent, Sex, Nutrition Knowledge, Attitudes towards Health
Read More
S-9933
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heryanto Sumbung; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Tri Krianto, Heny Rudiyanti, Sudirman
T-5330
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muslimah; Pembimbing: Dian Ayubi, Dien Anshari; Penguji: Tri Krianto, ; Rudyanto, Chandra; Retno Damarwati
Abstrak: Data imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Tangerang berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 yaitu sebanyak 45,7% dengan status imunisasi dasar lengkap dan 43% dengan status imunisasi dasar tidak lengkap. Salah satu strategi Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dengan pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif kader posyandu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader posyandu dalam program imunisasi dasar lengkap. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional, pengambilan sampel dengan simple random sampling dan sebanyak 104 telah terpilih sebagai responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Responden pada penelitian ini adalah kader posyandu yang bertugas di wilayah kerja Kecamatan Cisauk yaitu Puskesmas Cisauk dan Suradita. Hasil penelitian menunjukkan peran kader yang aktif dalam imunisasi dasar lengkap rata-rata sebanyak 62,5% dimana peran dalam kegiatan imunisasi sudah dijalankan dengan cukup baik, terutama dalam hal penyebaran informasi tentang penyelenggaraan imunisasi di posyandu. Faktor-faktor yang yang berhubungan dengan peran kader pengetahuan, penghargaan, Supervisi. Faktor dominan dalam penelitian adalah Supervisi petugas kesehatan dengan nilai OR 9.3 yang artinya adanya supervisi petugas kesehatan akan memberikan peluang 9,3 kali terhadap peran kader dalam program imunisasi dasar lengkap di Kecamatan Cisauk di Kabupaten Tangerang tahun 2019.
Read More
T-5737
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusni Apon; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Gladys Thenny Selintung, Tasripin
T-5318
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive