Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35827 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hidayat, Wahyu; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Meily Kurniawidjaja, Wiratmi
S-5926
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Ari Dharma Wirawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Fari Suprada
S-5902
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amry Salim; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Yuni Kusminanti
S-5935
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Kurniawan; Pembimbing: Candra Satrya; Penguji: Dadan Erwandi, Hujjatul Islam
S-6772
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Nyoman Banjar; Pembimbing: Ascobat Gani, Ede Surya Darmawan; Penguji: Sandi Iljanto, Togi Asman S, Sutrisno
T-2307
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelant Sanjaya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Yulita Suprihatin
Abstrak: Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku mencegah timbulan sampah pada ibu rumah tangga yang berlokasi di Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jumlah responden yang dilibatkan dalam studi ini sebanyak 89 responden yang semuanya ibu rumah tangga. Studi ini juga menggambarkan faktor-faktor predisposisi diantaranya pendidikan terakhir ibu rumah tangga, pendapatan perbulan keluarga, sikap mencegah timbulan sampah, dan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah. Selain itu, studi ini juga menggambarkan faktor pendukung perilaku yakni dukungan dari kepala keluarga, tetangga sekitar, dan perangkat RT atau RW. Kedua faktor tersebut juga dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan juga sudah melewati tahap validitas dan reliabilitas dengan 13 pertanyaan perilaku dalam mencegah timbulan sampah, 9 pertanyaan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah, 8 pertanyaan sikap terhadap mencegah timbulan sampah, dan 5 pertanyaan untuk masing-masing dukungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencegah timbulan sampah masih perlu diperbaiki dengan skor rata-rata 65,17%. Perilaku-perilaku yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah penggunaan kantong plastik pembelian minuman dan makanan instan, serta membuang makanan yang masih layak. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yakni pendidikan terakhir (t = 2,375, p = 0,020), sikap terhadap mencegah timbulan sampah(r = 0,288, p = 0,003), dan dukungan kepala keluarga (r = 0,236, p = 0,026). Sehingga peningkatan perilaku mencegah timbulan sampah dapat dilakukan dengan fokus pada bagian yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah.
Read More
S-10224
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Martha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: L Meily Kurniawidjaja, Chandra Satrya, Mayarni
Abstrak:

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan masalah di Perusahaan X, data pemeriksaan kesehatan berkala tahun 2008-2009 memperlihatkan sebanyak 25% pekerja berisiko menderita penyakit diabetes melitus. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan faktor risiko penyakit diabetes mellitus pada pekerja perusahaan X, tujuan khususnya menjelaskan gambaran faktor risiko diabetes, yaitu: dislipidemia, riwayat hipertensi, stres, merokok, obesitas, kurang olah raga, usia, riwayat keluarga dengan diabetes mellitus, kebiasaan makan tinggi lemak dan gula. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari ? Mei 2012. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan studi cross sectional, dengan sampel 111 orang. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diabetes melitus pada perusahaan X sebesar 21,6%. Dari variabel dislipidemia berhubungan signifikan dengan diabetes mellitus (p= 0,058, OR= 3,36). Variabel umur ≥ 40 tahun berhubungan signifikan dengan diabetes mellitus (p= 0,038, OR=5,22). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah prevalensi diabetes mellitus di perusahaan X cukup tinggi dan kejadian diabetes ini berhubungan dengan dislipidemia dan usia ≥ 40 tahun. Dari penelitian ini disarankan untuk melakukan pola hidup gizi seimbang.


  ABSTRACT Diabetes Mellitus has been a problem to factory X, base on screening of medical checkup data of factory X on year 2008 ? 2009 shown that 25% of their employee indicated with Diabetes Mellitus. Mine concern on this research are to explain risk factor of Diabetes Mellitus to the employee, with more focus on explaining the factor and risk of Diabetes, which is: Dyslipidemia Syndrome, history of hypertension, stress, smoking habit, obesity, low physical activity, age, family history with Diabetes, unhealthy eating habit. This research has conduct on February to May of 2012. The design study used in this study is a cross sectional study, number of sample are 111 person of sample. The prevalence of Diabetes on factory X are 21,6%. The Dyslipidemia variable shown significant relation on Diabetes Mellitus (p= 0,058, OR= 3,36). Age variable of ≥ 40 has direct relation with Diabetes Mellitus (p= 0,038, OR=5,22). Conclusion, from this study it is shown the prevalent of Diabetes Mellitus on factory X are high and correlation between Diabetes Mellitus with Dyslipidemia and age ≥ 40 years old. It is suggest from this study to live base on healthy diet.

Read More
T-3652
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Ruth; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Bagus Bernard
Abstrak: kripsi ini membahas gambaran kejadian Sick Building Syndrome (SBS) dan faktor-faktor yang berhubungan pada karyawan PT. Elnusa Tbk di kantor pusat graha Elnusa Tahun 2009. Sick Building Syndrome atau SBS merupakan sekumpulan gejala gangguan kesehatan pada tenaga kerja yang bekerja di gedung gedung bertingkat. Penelitian SBS di Indonesia telah menunjukkan angka yang relatif tinggi. Diduga penyebab dari SBS ini adalah kurangnya ventilasi di dalam gedung serta kinerja penyejuk udara (AC) yang buruk. Selain itu, ada sumber radikal bebas lain seperti mesin fotokopi, printer, mesin faksimili, pengharum ruangan, larutan pembersih, atau bahan kain pelapis dinding. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihan gambaran kejadian Sick Building Syndrome dan faktorfaktor yang berhubungan pada karyawan PT. Elnusa Tbk di kantor pusat gedung Graha Elnusa Tahun 2009. Desain penelitian ini adalah crosssectional dan populasi yang di teliti adalah karyawan PT. Elnusa Tbk yang berada di lokasi pengukuran (suhu dan kelembaban udara) Graha Elnusa. Data yang digunakan adalah data primer, data perusahaan, pengukuran suhu dan kelembaban, dan observasi. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah, dari 152 responden yang mengalami kasus SBS di Graha Elnusa tahun 2009, hanya 56 responden (36,8%). Karakteristik responden yang mengalami kasus SBS adalah sebagai berikut 30 responden (33,7%). Yang lebih berisiko mengalami SBS yaitu responden yang berjenis kelamin wanita, responden yang berusia antara 21-30 tahun, responden bekerja kurang dari sama dengan 5 tahun (38,5%), responden yang tidak mempunyai kebiasaan merokok dalam ruangan (37,2%) dan responden yang mempunyai kondisi psikososial yang baik (37%). Penelitian kualitas udara dalam ruang (fisik, kimia, dan mikrobiologi) sangat berperan dalam menanggulangi masalah Sick Building syndrome. Selain itu penelitian mengenai pencahayaan juga diperlukan karena pencahayaan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya SBS.
Read More
S-5731
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Permata Sari; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Ibnu Uzail Yamani
S-6437
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Sri Haryanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Erma Susiawati
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Peralatan bermain anak-anak dapat menimbulkan risiko kecelakaan jika tidak
 
dirancang atau dipelihara dengan hati-hati. Perilaku merupakan suatu respon
 
individu yang dilakukan akibat adanya pengaruh sebelumnya. Perilaku individu
 
dapat terbentuk akibat adanya penyebab yang melatar belakanginya. Tujuan
 
penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor ? Faktor yang Mempengaruhi
 
Perilaku Penggunaan Sarana Bermain di RPTRA DKI Jakarta Tahun 2016.
 
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan
 
sampel penelitian ini adalah pengunjung RPTRA usia minimal > 17 tahun yang
 
dipilih dengan metode accidental sampling di RPTRA Cililitan, Meruya, Sunter,
 
Saharjo, dan Amir Hamzah. Hasil penelitian menunjukan responden yang
 
mendominasi pada variabel perilaku adalah kemampuan pengunjung untuk dapat
 
berperilaku baik dalam menggunakan sarana bermain sebanyak 88 orang (58.7%).
 
Sementara itu responden yang berperilaku buruk dalam menggunakan sarana
 
bermain sebanyak 62 orang (41,3%). Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa
 
persepsi (pVal 0.312) penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta dan faktor
 
pendorong (pVal 0.541) yang mempengaruhi perilaku tidak memiliki hubungan
 
yang signifikan dengan perilaku penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta.
 
Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa faktor predisposisi dan faktor
 
pendukung akan mempengaruhi (ada hubungan) terhadap perilaku pengunjung
 
dalam penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
 

 
ABSTRACT
 
 
Children's play equipment can pose a risk of accidents if not designed or
 
maintained with care. Behavior is an individual response to do due to the
 
influence earlier. The behavior of individuals can be formed by the causes behind
 
it. The purpose of this study was to determine Factors Influencing the Utilization
 
Behavior RPTRA Playing in Jakarta Year 2016. This study used cross sectional
 
design. Population and sample of this research was the visitors RPTRA minimum
 
age > 17 years were selected by accidental sampling method in RPTRA Cililitan,
 
Meruya, Sunter, Saharjo, and Amir Hamzah. The results showed respondents
 
dominate the behavioral variables is the ability of visitors to be able to behave
 
well in using the means of playing as many as 88 people (58.7%). Meanwhile
 
respondents who behave badly in using the means of playing as many as 62
 
people (41.3%). Results of the analysis showed that the perception of the
 
relationship (pVal 0.312) use RPTRA play facilities in Jakarta and factors (pVal
 
0.541) that influence the behavior does not have a significant association with
 
usage behavior RPTRA play facilities in Jakarta. Results of the analysis showed
 
that factors predisposing relationship and supporting factors will affect for visitor
 
behavior in the use of means playing in RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
Read More
S-9206
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive