Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41508 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fithri Nur Shobah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-5971
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meka Nurul Pratiwi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Ida Ruslita
S-6433
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofiyeti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Iskari Ngadiarti
S-5968
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Restiani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Itje Aisah Ranida
S-7170
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Rimasandi; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eti Rohati
Abstrak: Konseling dengan pendekatan gaya hidup untuk perubahan perilaku, salah satunya dengan diet penurunan kalori, telah terbukti dapat menangani gizi lebih. Akan tetapi, pemberian intervensi tatap muka memiliki beberapa keterbatasan, antara lain keterbatasan jangkauan intervensi, serta pemberian umpan balik yang tidak tepat waktu. Berbagai studi menunjukkan bahwa konseling gizi dengan menggunakan metode telehealth dapat berperan dalam penanganan gizi lebih. Saat ini penelitian mengenai telehealth dalam bidang gizi di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendampingan gizi yang meliputi pemberian konseling, edukasi, dan monitoring evaluasi berbasis telehealth terhadap pengetahuan gizi dan asupan zat gizi makro. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan pemberian intervensi selama 3 minggu berupa pendampingan gizi pada 21 PNS wanita di Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok (perlakuan) dan edukasi gizi pada 15 PNS wanita Dinas Pendidikan Kota Depok (kontrol) yang mengalami gizi lebih. Penelitian ini menilai perubahan pengetahuan gizi dan asupan gizi makro setelah diberikan intervensi dengan menggunakan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (p value 0,010), penurunan asupan energi (p value 0,010), protein (p value 0,016), dan karbohidrat (p value 0,001) pada kelompok perlakuan dan adanya penurunan asupan protein (p value 0,012) pada kelompok kontrol setelah diberikan intervensi. Tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan gizi dan asupan zat gizi makro antar kelompok.
Read More
S-10070
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Fatmah Yusron, Indrarti Soekotjo
S-6198
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Khoirunisa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
S-6284
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Latifah Hasna Umama; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Eti Rohati
Abstrak: Telehealth merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan layanan kesehatan jarak jauh. Telehealth dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk salah satunya untuk memberikan pendampingan gizi (teledietetics). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendampingan gizi yang dilakukan dengan memanfaatkan adanya telehealth. Desain studi penelitian ini yaitu kuasi eksperimental satu kelompok dengan membandingkan perubahan pengetahuan dan asupan zat gizi makro sebelum dan setelah diberikan intervensi. Sebanyak 25 orang karyawan Wilayah Telkom Bekasi direkrut dan diintervensi selama 2 minggu. Subyek diberikan 1 buah video, 2 buah poster digital, dan 1 sesi konseling setiap minggunya. Setelah intervensi, subyek mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan p value sebesar 0,001. Terdapat kecenderungan penurunan asupan energi sebesar 68 kkal (p value = 0,188); lemak 4,5 gram (p value = 0,358); dan karbohidrat 8 gram (p value = 0,479); serta peningkatan asupan protein sebesar 3,9 gram (p value = 0,075). Namun, data belum dapat membuktikan perubahan asupan zat gizi makro yang signifikan.
Read More
S-10127
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Karnita; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni, Dwiretno Yuliarti
S-5929
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Estiani; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Siti Arifah Pujonarti, Nurul Habibah Umar, Rahmawati
Abstrak: Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus menstruasi yang biasanya terjadi 7-14 hari sebelum periode menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai. Gejala yang muncul dapat mengganggu aktivitas. Salah satu faktor penyebab Premenstrual Syndrome adalah usia menarche dan asupan zat gizi mikro. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis data sekunder terkait hubungan antara usia menarche dan asupan zat gizi mikro dengan kejadian Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMAN 4 Surabaya tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis secara multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia menarche (p=0,0005), vitamin B1 (p=0,033), vitamin B2 (p=0,011), vitamin B6 (p=0,023), vitamin E (p=0,045), zink (0,014), dan kolesterol (0,001) dengan kejadian Premenstrual Syndrome. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan natrium merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian Premenstrual Syndrome dengan OR=5,787 artinya remaja putri yang memiliki asupan natrium tinggi berisiko mengalami kejadian Premenstrual Syndrome 5,8 kali lebih tinggi dibandingkan remaja putri yang tidak mengonsumsi natrium secara berlebih, setelah dikontrol usia menarche, vitamin B1, vitamin B2, zink, dan kolesterol
Premenstrual Syndrome (PMS) consists of physical, psychological, and emotional symptoms associated with menstrual cycle which usually occurs 7-14 days before the menstrual period and disappears when menstruation begins. The symptoms can even cause interference activities. Menarche and micronutrition intake are the factors causing PMS. The purpose of this study was to analyze the relationship between menarche and micronutrition intake with PMS in adolescent girls at SMAN 4 Surabaya in 2017. This study uses a ross sectional study with a quantitative approach. Data analyzed by logistic regression. The result of bivariate analysis found correlation between menarche (p=0,0005), vitamin B1 (p=0,033), vitamin B2 (p=0,011), vitamin B6 (p=0,023), vitamin E (p=0,045), zinc (0,014), dan cholesterol (0,001) with Premenstrual Syndrome. The results of multivariate analysis found that sodium intake is the dominant variable in the correlation with Premenstrual Syndrome, OR=5,787 means that adolescent girls with high sodium intake will increase the risk of Premenstrual Syndrome 5,8 times higher than adolescent girls with normal sodium intake, after controlled by menarche, vitamin B1, vitamin B2, zinc, dan cholesterol.
Read More
T-6117
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive