Ditemukan 34905 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dwi Susi Andriani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Aenul Wardah
S-5991
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indrya Windy Ritaria; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Hafizurrachman, Syaifuddin Zuhri
S-5729
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fibrian Yusefa Ardi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty, Syaifuddin Zuhri
S-8811
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Via Aulia Effendi; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Puput Oktamianti, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis gambaran indikator mutu Unit Rekam Medis RSUI tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pengisian matriks (MIV)/C dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem yang meliputi elemen input, process, dan output. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kesesuaian indikator mutu rekam medis RSUI dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008) serta memberikan alteranatif penyelesaian masalah (solusi) untuk menjaga dan meningkatkan capaian mutu pelayanan rekam medis di Rumah Sakit Universitas Indonesia.
Read More
S-10792
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khairunnisa Callista Ardinigrum; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Read More
Satu Sehat sebagai platform integrasi data akan memiliki kemampuan interoperabilitas berbasis rekam medis elektronik (RME). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mengintruksikan seluruh rumah sakit untuk dapat mengimplementasikan RME yang sesuai standar interoperabilitas yang dirilis pemerintah. Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto masih mempersiapkan RME yang terintegrasi baik dalam internal pelayanan maupun Satu Sehat. Penilaian kesiapan diperlukan untuk mengidentifikasi kendala dan optimalisasi implementasi RME. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis kesiapan rumah sakit dalam mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam mendukung Satu Sehat meninjau aspek budaya organisasi, manajemen dan kepemimpinan, operasional, dan teknis. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitihan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah data sekunder, dan focus group discussion. Hasil penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan rumah sakit siap dalam mengimplementasikan RME yang dapat terintegrasi dengan Satu Sehat dari keempat aspek tersebut serta telah terdafar pada Satu Sehat. Meski demikian, terdapat bebeapa hal yang dapat ditingkatkan dalam implementasi RME diantaranya, penyusunan dan pendokumentasian SPO dan alur kerja RME, penambahan tenaga IT dan rekam medis, sosialisasi KLPRM, pembaharuan buku pedoman RME, penyusunan blue print manajemen TI, mitigasi risiko downtime, serta penyusunan KPI yang mengevaluasi vendor.
Satu Sehat as a data integration platform will have interoperability capabilities based on electronic medical records (RME). Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 instructs all hospitals to be able to implement RME that complies with interoperability standards released by the government. Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Hospital is still preparing an integrated RME in both internal services and Satu Sehat. Readiness assessment is needed to identify obstacles and optimize EMR implementation. This study aimed to determine and analyze the hospital's readiness to implement Electronic Medical Records (EMR) in supporting Satu Sehat by reviewing aspects of organizational culture, management and leadership, operational, and technical. The research method used was qualitative research with data collection through in-depth interviews, observation, secondary data review, and focus group discussions. The results of this study found that overall the hospital is ready to implement RME that can be integrated with Satu Sehat from all four aspects and has been registered with Satu Sehat. However, there are several things that can be improved in the implementation of RME, including the preparation and documentation of SOP and RME workflows, the addition of IT and medical records personnel, socialization of KLPRM, updating the RME guidebook, preparing an IT management blue print, mitigating downtime risks, and preparing KPIs that evaluate vendors.
S-11538
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Umar Senoaji; Pembimbing: Rohimin
M-830
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zayyinatul Fathonah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Gunawan Santoso
Abstrak:
Read More
Perubahan lingkungan bisnis yang menekankan pada penggunaan transformasi digital dapat menjadi peluang dan tantangan baru yang harus dihadapi dalam layanan kesehatan. Rumah Sakit X menanggapi hal tersebut melakukan trasformasi digital pada penggunaan rekam medis elektronik (RME). Proses implementasi RME perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja sistem informasi yang lebih baik salah satunya dengan menggunakan HOT-Fit Model. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi RME dan hubungan human, organization dan technology terhadap net benefit RME pada pelayanan rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan sampel total sejumlah 49 orang pengguna RME pada pelayanan rawat jalan yang datanya akan diambil menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran implementasi RME berdasarkan human, organization, technology dan net benefit sudah berjalan dengan baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara human (kepuasan pengguna dan penggunaan sistem), organization (struktur organisasi) dan technology (kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan) terhadap net benefit. Sementara itu ditemukan bahwa organization (struktur organisasi) tidak memiliku hubungan terhadap net benefit.
In healthcare, changes in the business environment that emphasize the use of digital transformation can become new opportunities and challenges that must be faced. Hospital X responded to this by carrying out digital transformation in the use of electronic medical records (EMR). The EMR implementation process needs to be evaluated to improve better information system performance, one of which is by using the HOT-Fit Model. The purpose of this study was to determine the description of EMR implementation and the relationship between human, organization and technology to the net benefits of EMR in outpatient services. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design. The sample selection uses a total sample of 49 EMR users in outpatient services whose data will be taken using questionnaire. The results of this study indicate that the description of EMR implementation based on human, organization, technology and net benefits has gone well. This study also shows the relationship between human (user satisfaction and system usage), organization (organizational structure) and technology (system quality, information quality and service quality) to net benefits. Meanwhile, its was found that organization (organization structure) has no relationship to net benefits.
S-11624
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irene Nathasa; Pembimbing: Junadi, Purnawan
M-840
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Wulandari; Pembimbing: Rohimin
M-829
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dhia Ticha Pertiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Agus Mutamakin
Abstrak:
Penerapan teknologi pada bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan mutu,efisiensi dan efektivitas biaya. Rekam medis elektronik merupakan data medis pasienyang diproses secara digital dalam sistem manajemen rumah sakit yang juga bertujuanuntuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Pemanfaatan rekam medis elektronikrumah sakit di Indonesia baru mulai berkembang dan belum optimal. Perlu dilakukanpenilaian kesiapan sebagai kegiatan pra-implementasi untuk menggambarkan kondisiorganisasi rumah sakit saat ini demi mencapai keberhasilan implementasi suatu program.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor beserta indikator dalam penilaiankesiapan implementasi rekam medis elektronik pada rumah sakit di Indonesia. Penelitianini menggunakan metode literature review terhadap studi yang berlatar tempat negaraberkembang dengan basis data PubMed, ProQuest, Google Scholar, Sinta Indonesia, danGaruda. Hasil penelitian berdasarkan 10 studi terinklusi, ditemukan terdapat 4 faktor,yaitu budaya organisasi (budaya, keterlibatan seluruh pihak, pengembangan rencana),manajemen dan kepemimpinan (tim eksekutif, finansial, rencana strategis, peningkatanmutu dan pelayanan), kesiapan operasional (desain alur kerja, integrasi sistem, kebijakan,manajemen vendor, kebutuhan staf, pelatihan) dan kesiapan teknis (penggunaan sistemsaat ini, penilaian kebutuhan teknis, manajemen dan staf teknologi informasi). Sebaiknya,rumah sakit perlu melakukan penilaian kesiapan dengan menggunakan instrumen yangtelah dibuat dalam penelitian ini.
Kata kunci:penilaian kesiapan; rekam medis elektronik; teknologi informasi kesehatan
The application of technology in the health sector is to improve quality, efficiency, andcost-effectiveness. Electronic medical records is a patient data that require digital inhospital management systems are needed to improve quality and patient safety.Publishing electronic medical records in Indonesia is just beginning to be developed andnot optimal. It is necessary to discuss the pre-implementation process or readinessassessment that aims to evaluate the preparedness of the organization component toachieve the successful implementation of the program. This study aimed to prove thefactors and indicators that comply with a readiness assessment for electronic medicalrecords in Indonesian hospitals. This study uses a literature review method with PubMed,ProQuest, Google Scholar, Sinta Indonesia, and Garuda databases. The results based on10 pieces of research, found 4 factors, such as organizational culture (culture, theinvolvement of all parties, project plan development), management and leadership(executive teams, finance, strategic plans, quality improvement and care management,),operational readiness (workflow design, integration system, policy, vendor management,staff needs, training), and technical readiness (use of existing technology, technical needsassessment, management and staff of information technology). The researcherrecommended for the hospital to do the readiness assessment by using the instrumentsthat have been made in this study.
Key words:electronic medical record; health information technology; readiness assessment.
Read More
Kata kunci:penilaian kesiapan; rekam medis elektronik; teknologi informasi kesehatan
The application of technology in the health sector is to improve quality, efficiency, andcost-effectiveness. Electronic medical records is a patient data that require digital inhospital management systems are needed to improve quality and patient safety.Publishing electronic medical records in Indonesia is just beginning to be developed andnot optimal. It is necessary to discuss the pre-implementation process or readinessassessment that aims to evaluate the preparedness of the organization component toachieve the successful implementation of the program. This study aimed to prove thefactors and indicators that comply with a readiness assessment for electronic medicalrecords in Indonesian hospitals. This study uses a literature review method with PubMed,ProQuest, Google Scholar, Sinta Indonesia, and Garuda databases. The results based on10 pieces of research, found 4 factors, such as organizational culture (culture, theinvolvement of all parties, project plan development), management and leadership(executive teams, finance, strategic plans, quality improvement and care management,),operational readiness (workflow design, integration system, policy, vendor management,staff needs, training), and technical readiness (use of existing technology, technical needsassessment, management and staff of information technology). The researcherrecommended for the hospital to do the readiness assessment by using the instrumentsthat have been made in this study.
Key words:electronic medical record; health information technology; readiness assessment.
S-10389
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
