Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14938 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Randie Ananda Agam; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: C. Endah Wuryaningsih, Muchtar Hendra Hasibuan
S-6230
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liliyarni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zarfiel Tafal, Pujiyanto, Hermanto Setiahadi, P.A. Kodrat Pramudho
T-3050
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronica Maulana; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Eka Viora, Yayuk Sri Rahayu, Anwar Hassan
Abstrak:

ABSTRAK

Di Indonesia, prevalensi gangguan jiwa cukup signifikan yaitu 11,6%(Riskesdas, 2007). Prevalensi gangguan jiwa makin meningkat bersamaan denganperkembangan jaman dan dapat mengenai semua usia. Oleh karena itu upayapencegahan gangguan jiwa sebaiknya dapat dilakukan sejak dini, yaitu sejak masaanak-anak.Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara praktek pengasuhanorang tua dengan gangguan atau kecenderungan. Penelitian dilakukan denganrancangan case-control . Terpilih sebanyak 60 orang responden, dimana 15 orangmerupakan orangtua dari anak dengan conduct disorder dan 45 orang adalah orangtua dari anak yang tidak memiliki gangguan conduct disorder. Responden dipilihsecara purposive sampling untuk kasus dan kontrol, sesuai dengan kriteria inklusidan eksklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diujicoba terlebih dahulu dan kuesioner Block’s Child Rearing Practice Report yang telahdiadaptasi dalam bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei2013Dari hasil analisis didapatkan praktek pengasuhan authoritarian beresiko4,975 kali lebih besar untuk membuat anak mengalami conduct disorderdibandingkan dengan praktek pengasuhan authoritatif pada sikap ibu yang sama(p=0,018). Faktor lain yang mempengaruhi kejadian conduct disorder adalah sikapibu dimana sikap ibu yang tergolong negatif beresiko 4,761 kali lebih besarmenimbulkan terjadinya conduct disorder dibandingkan ibu ibu yang memiliki sikappositif (p=0,037).

ABSTRACT

Prevalence of mental health problems in Indonesia is quite significant 11,6%(Basic Research, 2007). Mental health problems are increasing in line withcivilization. Prevention of mental health problems are should be done as early aspossible or during childhood.This study examined relationship between child-rearing practices on childrenwith conduct disorder tendencies. Conducted with the case-control design, select 60respondents, which 15 mother of children with conduct disorder and 45 mother ofchildren who are not conduct disorder. Respondents were selected by purposivesampling for case and controls, according to the inclusion and exclusion samplingcriteria. Data was collected using a questionnaire that had been validation testbefore, and questionares Block’s Child-Rearing Practice Report has been adapted inIndonesian. Data collection was conducted in May 2013This study found that authoritarianparentingpracticesare at risk4,975timesmore likely tomakechildrenhaveconductdisordercomparedwithauthoritativeparentingpracticesonthesamematernalattitude(p =0.018). Another factoraffectingthe incidenceofconductdisorderisthe attitude ofthe motherwherethemotherwithnegativeattitude4,761times greaterthanmothers whohaveapositiveattitude(p=0.037) in having child with conduct disorder.

Read More
T-3969
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitroh Nurbayani Habiebah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Ika Malika
Abstrak: tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan strategi coping pada mahasiswa program sarjana reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi potong lintang. Pengambilan 361 sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan proporsi kuota berdasarkan rumpun keilmuan yang terdapat di Universitas Indonesia. Tingkat Stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS10) dan strategi coping diukur menggunakan Brief-COPE yang dilakukan secara daring. Penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor PSS-10 sebesar 20,76 dari skala 5-37 dengan tingkat stres mahasiswa sebagian besar mengalami stres sedang (67,9%), tingkat stres ringan (16,6%), dan tingkat stres berat (15,5%) serta strategi coping yang lebih sering digunakan oleh mahasiswa program sarjana reguler Universitas Indonesia adalah problem-focused coping dengan rata-rata skor berdasarkan subskalanya sebesar 2,7584. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan problem-focused coping (p>0,005) dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan emotion-focused coping (p<0,001). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diperlukan pembuatan program intervensi dan edukasi promosi kesehatan mengenai stres dan strategi coping bagi mahasiswa saat pandemi COVID-19.
Read More
S-10805
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Utari Mariana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Syahrizal Syarif, Titik Nurhayati
S-7358
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Aini; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tiara Amelia, Pierlita Rini
S-11994
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Ayu Rohana Siagian; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Yani Haryani Sachmar
Abstrak:
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dalam 20 tahun terakhir ini terus menunjukkan angka kejadian yang meningkat. Prevalensi Diabetes Melitus di Puskesmas Ratu Jaya juga masih mengalami peningkatan yaitu sebanyak 1378 pada tahun 2022 menjadi 1571 kasus pada tahun 2023. Kejadian diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang dapat diubah seperti pola makan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, obesitas, penggunaan alkohol, aktivitas fisik kurang dan faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga yang menderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan perilaku aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ratu Jaya Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi (cross-sectional) dengan data sekunder dari hasil skrining faktor risiko PTM dan didapatkan sampel sebanyak 5435 responden. Analisis data yang dilakukan terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 190 (3,5%) responden diabetes dan 1207 (22,2%) responden yang kurang beraktivitas fisik. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku aktivitas fisik (p=0,011; OR=1,52 (95% CI 1,11-2,09) dengan kejadian diabetes melitus. Oleh karena itu perlu meningkatkan peran masyarakat dalam pengaplikasian perilaku hidup sehat guna mencegah dan mengendalikan perilaku aktivitas fisik dan penyakit diabetes melitus.

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that has shown an increasing incidence rate over the past 20 years. The prevalence of Diabetes Mellitus at the Ratu Jaya Public Health Center has also increased from 1378 cases in 2022 to 1571 cases in 2023. The occurrence of diabetes is influenced by various modifiable risk factors such as unhealthy eating patterns, smoking habits, obesity, alcohol use, and physical inactivity, as well as non-modifiable risk factors such as age, gender, and family history of diabetes. The purpose of this study is to examine the relationship between physical activity behavior and the incidence of diabetes mellitus in the working area of UPTD Ratu Jaya Public Health Center in 2023. This study uses a cross-sectional design with secondary data from the results of NCD risk factor screening, and a sample of 5435 respondents was obtained. Data analysis consists of univariate and bivariate analyses using the chi-square test (CI 95%). The results of the study showed that 190 (3.5%) respondents had diabetes and 1207 (22.2%) respondents were physically inactive. There is a significant relationship between physical activity behavior (p=0.011; OR=1.52 (95% CI 1.11-2.09)) and the incidence of diabetes mellitus. Therefore, it is necessary to enhance community involvement in the application of healthy living behaviors to prevent and control physical inactivity and diabetes mellitus.
Read More
S-11634
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Rumaisha Nurul Aini; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Rebecca Noerjani Angka
Abstrak:
Latar belakang: Kanker payudara pada wanita menjadi penyebab kejadian kanker tertinggi di dunia dengan jumlah kasus sebanyak 2,3 juta kasus dengan 685 ribu kematian. Sedangkan kejadian kanker pada wanita di Indonesia yang tertinggi adalah kanker payudara dengan prevalensi 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Oleh sebab itu, sangat diperlukan upaya pencegahan secara dini dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada mahasiswi. Metode: Metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel 257 mahasiswi S1 reguler di Universitas Indonesia. Hasil: Pada analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi melakukan SADARI, namun tidak melakukan secara rutin setiap bulan. Ada hubungan antara pengalaman keberhasilan, pengalaman orang lain, dukungan orang sekitar, keadaan fisiologis dan suasana hati, serta efikasi diri dengan perilaku SADARI. Variabel pengalaman keberhasilan tinggi 1,69x akan cenderung melakukan perilaku SADARI. Variabel pengalaman orang lain tinggi, 1,94x akan cenderung melakukan perilaku SADARI. Variabel dukungan orang sekitar tinggi 3,34x akan cenderung melakukan perilaku. Variabel keadaan fisiologis dan suasana hati memperlihatkan bahwa responden yang memiliki tingkat keadaan fisiologis dan suasana hati tinggi 3,32x akan cenderung melakukan perilaku SADARI. Variabel efikasi diri yang tinggi 7,65x akan cenderung melakukan perilaku SADARI.Correlation between Self Efficacy and Breast Self-Examination (BSE) Behaviour Among Undergraduate Female Students in University Indonesia

Background: Breast cancer in women is the cause of the highest incidence of cancer in the world, with a total of 2.3 million cases and 685 thousand deaths. Meanwhile, breast cancer is the most common cancer in women in Indonesia, with a prevalence of 42.1 per 100,000 people and a death rate of 17 per 100,000 people. Therefore, early prevention efforts are needed through breast self-examination (BSE). Purpose: This study aims to determine the relationship between self-efficacy and breast self-examination behavior in female students. Methods: Quantitative method and cross-sectional design. A sample of 257 regular undergraduate students at the University of Indonesia. Results: According to the univariate analysis, the majority of female students took BSE but did not do so on a monthly basis. There is a relationship between the experience of success, the experiences of other people, the support of those around them, physiological states and moods, and self-efficacy with BSE behavior. The high success experience variable (1.69 times) is more likely to exhibit BSE behavior. Other people's variable experience is high; (1.94 times) more people will tend to do BSE behavior. The variable support of those around you is high, and they will tend to do the behavior (3.34 times). According to the physiological state and mood variables, respondents who have a high level of physiological state and mood (3.32 times) are more likely to engage in BSE behavior. A high self-efficacy variable (7.65 times) will tend to exhibit BSE behavior.
Read More
S-11220
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Varian Almerridho; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Bonnie Medana Pahlavie
Abstrak:

Latar Belakang. DKI Jakarta memiliki tingkat ketidakaktifan tertinggi di Indonesia (55,7%). Mahasiswa rentan terhadap gaya hidup sedentari karena tekanan akademik. Intensi aktivitas fisik dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, persepsi kontrol, dan dukungan sosial di media sosial.
Tujuan. Studi ini meneliti hubungan antara dukungan sosial di Instagram dan faktor TPB dengan intensi aktivitas fisik pada mahasiswa di DKI Jakarta.
Metode. Studi cross-sectional pada November 2024 melibatkan 376 responden untuk meneliti intensi aktivitas fisik, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan dukungan sosial di Instagram menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil. Mayoritas responden memiliki intensi aktivitas fisik tinggi sikap positif, norma subjektif positif, persepsi kontrol perilaku tinggi, serta dukungan sosial di Instagram yang cukup terhadap aktivitas fisik. Sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan dukungan sosial di Instagram memiliki hubungan positif yang signifikan dengan intensi aktivitas fisik (p-value <0.001). Dukungan sosial di Instagram, serta faktor TPB, memengaruhi intensi aktivitas fisik pada mahasiswa di DKI Jakarta. Upaya promosi kesehatan dan intervensi perlu dirancang lebih spesifik melalui media sosial untuk membangun kebiasaan aktivitas fisik yang baik pada mahasiswa.


Background: Physical activity is essential for health, with WHO recommending 150 minutes of moderate to vigorous exercise per week to prevent chronic diseases. The 2023 SKI data indicates that DKI Jakarta has the highest inactivity rate (55.7%). University students are particularly prone to sedentary lifestyles due to academic pressures. Physical activity intention, influenced by attitudes, subjective norms, perceived control, and social support—especially via Instagram—plays a crucial role in predicting behavior. This study explores the relationship between Instagram social support and physical activity intention among students in DKI Jakarta. Methods: A cross-sectional study in November 2024 involving 376 respondents examined physical activity intention, attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, and social support on Instagram using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: Most respondents showed high physical activity intention (58%). Additionally, they demonstrated positive attitudes, positive subjective norms, high perceived behavioral control, and sufficient Instagram social support regarding physical activity. Attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, and Instagram social support had a significant positive relationship with physical activity intention (p-value <0.001). Conclusion: Social support on Instagram, along with attitudes, perceived behavioral control, and subjective norms, influences physical activity intention among students in DKI Jakarta. Health promotion efforts and interventions should be tailored through social media to foster better physical activity habits among students.

Read More
S-11874
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farhan Rafif Hanafi; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Sri Lenita
Abstrak:

Latar Belakang : Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah dengan melakukan pengukuran dengan hasil tekanan darah sistolik sebesar ≥ 140 mmhg dan tekanan diastolic sebesar ≥ 90 mmhg. Umumnya penderita hipertensi tidak menyadari dirinya terkena hipertensi karena hipertensi seringkali tanpa adanya gejala, oleh karena itu hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Di Indonesia kasus hipertensi terus mengalami kenaikan berdasarkan laporan Riskesdas dari tahun 2007, 2013, 2018. Berdasarkan laporan Riskesdas 2018 prevalensi penderita hipertensi diatas 17 tahun sebesar 34,1%. Provinsi DKI Jakarta sendiri masuk kedalam 10 provinsi dengan kasus hipertensi yang tinggi berdasarkan laporan Riskesdas 2018. Estimasi penderita hipertensi di DKI Jakarta tahun 2020 sebanyak 2.671.915 kasus. Kota Jakarta Selatan menempati urutan ketiga daerah dengan penderita hipertensi terbanyak. Sebuah penelitian menunjukkan adanya pergeseran usia penderita hipertensi ke usia dewasa. Factor penyebab hipertensi pada usia dewasa adalah perilaku hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan pola konsumsi yang tidak sehat. Pemerintah Indonesia membentuk suatu gerakan sebagai penanganan terhadap hipertensi yang disebut CERDIK yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada pengunjung puskesmas dan juga peserta vaksinasi COVID-19. Analisis univariat digunakan untuk melihat karakteristik responden dan analisis bivariant menggunakan chi square digunakan untuk melihat hubungan antara perilaku sehat dengan kejadian hipertensi. Hasil : Didapati mayoritas responden sudah melakukan perilaku sehat (CERDIK) dengan baik. Terdapat hubungan antara perilaku sehat (CERDIK) dengan kejadian hipertensi dengan nilai signifikansi 0,006. Kesimpulan : Perilaku sehat yang dilakukan secara terintegrasi dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat usia 18-45 tahun di Puskesmas Kecamatan Pancoran. Hal ini dapat menjadi pertimbangan Puskesmas Kecamatan Pancoran untuk memberikan penyuluhan mengenai perilaku sehat bukan hanya kepada kaum lansia tetapi juga kelompok usia dewasa.


 

Backgorund: Hypertension is a condition in which blood pressure is measured with a systolic blood pressure of ≥ 140 mmHg and a diastolic pressure of ≥ 90 mmHg. Generally, people with hypertension are not aware that they have hypertension because hypertension is often without any symptoms, therefore hypertension is often referred to as a silent killer. In Indonesia cases of hypertension continue to increase based on Riskesdas reports from 2007, 2013, 2018. Based on the 2018 Riskesdas report the prevalence of hypertension sufferers over 17 years is 34.1%. DKI Jakarta Province itself is included in the 10 provinces with high cases of hypertension based on the 2018 Riskesdas report. It is estimated that hypertension sufferers in DKI Jakarta in 2020 are 2,671,915 cases. South Jakarta City ranks third in the area with the most hypertension sufferers. A study shows that there is a shift in the age of people with hypertension to adulthood. Factors causing hypertension in adulthood are unhealthy lifestyle behaviors such as smoking habits, lack of physical activity, and unhealthy consumption patterns. The Indonesian government formed a movement as a treatment for hypertension called CERDIK which stands for Routine health checks, Get rid of cigarette smoke, Diligent physical activity, Balanced diet, Get enough rest, and Manage stress.  Methods : This research is a quantitative research with cross sectional research design. The sampling method used is purposive sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires to visitors to puskesmas and also participants in the COVID-19 vaccination. Univariate analysis was used to see the characteristics of respondents and bivariant analysis using chi square was used to see the relationship between healthy behavior and the incidence of hypertension.  Result : It was found that the majority of respondents had practiced healthy behavior (CERDIK) well. There is a relationship between healthy behavior (CERDIK) and the incidence of hypertension with a significance value of 0.006.  Conclusion : Healthy behavior that is carried out in an integrated manner can affect the incidence of hypertension in people aged 18-45 years at the Pancoran District Health Center. This can be a consideration for the Pancoran District Health Center to provide counseling on healthy behavior not only to the elderly but also the adult age group.

Read More
S-12285
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive