Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31747 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yunike Mayanda; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Agus Uditomo
S-6171
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinar Kirana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Mayarni
S-5983
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Megapuspadewi Rolasma; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Kusmanto
S-9013
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stefani Avelliana Megaranti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Rubi Ginanjar
Abstrak: Terjadi 508 kasus kecelakaan Bus Transjakarta di tahun 2021, hasil investigasi yang dilakukan oleh KNKT mengungkapkan salah satu penyebabnya adalah kelelahan pramudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan dan analisis faktor risiko terkait fatigue pada pramudi Bus Rapid Transit dan Non-BRT Transjakarta Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 124 Pramudi BRT dan Non-BRT Transjakarta. Variabel Independen pada penelitian ini yaitu factor risiko terkait pekerjaan (Durasi Kerja, Shift Kerja, Waktu Istirahat, Commuting Time, Beban Kerja). Variabel kovariat pada penelitian ini yaitu factor risiko terkait pekerja (Usia, Jenis Kelamin, IMT, Konsumsi Kafein, Riwayat Penyakit Hipertensi, Riwayat Penyakit Diabetes, Kuantitas Tidur). Penelitian cross-sectional menggunakan kuesioner Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) untuk mengukur kelelahan dan NASA-TLX untuk mengukur beban kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji kai kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menujukkan sebanyak 48,4 % (60) pramudi mengalami fatigue dan sebanyak 55,6% (64) pramudi tidak mengalami fatigue. Variabel IMT, usia, dan Kuantitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan. Faktor pekerjaan yang paling dominan memengaruhi kelelahan adalah beban kerja walaupun tidak ditemukan hubungan secara signifikan
There were 508 cases of Transjakarta Bus accidents in 2021, investigation results conducted by the National Transportation Safety Committee (KNKT) revealed that one of the causes was driver fatigue.The aims of this study is describe fatigue complaints and analyze fatigue-related risk factors on Drivers of Transjakarta BRT (Bus Rapid Transit) and Non-BRT in 2022. This researc is a quantitative study with an analytical descriptive research design. The research sample was 124 Drivers of Transjakarta BRT and NonBRT.. The independent variables in this study are work-related risk factors (Work Duration, Shift Work, Rest Time, Commuting Time, and Workload). The covariates in this study were worker-related risk factors (Age, Gender, BMI, Caffeine Consumption, Hypertension, Diabetes, and Sleep Quantity). This research is cross-sectional study used the Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI) questionnaire to measure fatigue and the NASA-TLX questionnaire to measure workload. Data analysis performed are bivariate with kai square test and multivariate with logistic regression. The study result showed that 48.4% (60) drivers experienced fatigue and 55.6% (64) drivers did not experience fatigue. Variables BMI, age, and sleep quantity have a significant relationship with fatigue. The most dominant work-related factor affect fatigue is workload, although no significant relationship was found
Read More
S-10924
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haryo Nur Prasetyo; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Trijatmi Erawati Kridaningsih
Abstrak: Pendahuluan: Dengan stasusnya sebagai transportasi massal, Transjakarta harus dapat digunakan oleh seluruh kalangan termasuk penyandang difabel, salah satunya halte. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan ITDP pada tahun 2018, hasil observasi menjelaskan bahwa dari beberapa fasilitas ramah difabel yang dimiliki oleh Transjakarta masih banyak yang belum memenuhi standar, diantaranya adalah kemiringan ram, ketersediaan guiding block, lebar pintu masuk, ruang gerak bebas pada koridor, papan informasi berjalan, serta informasi berbasis suara yang masih belum banyak tersedia di halte Transjakarta. Metode: Variabel penilaian aksesibilitas halte diantaranya pada ukuran dasar ruang, jalur pemandu, pintu, ram, tangga, serta rambu dan marka sesuai Permen PUPR No. 14 tahun 2017 dan Permenhub No. PM 98 tahun 2017. Penelitian dilakukan seluruh halte ramah difabel Transjakarta sebanyak 64 halte yang tersebar di 12 koridor di seluruh wilayah DKI Jakarta kecuali Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Hasil: Secara keseluruhan, tingkat pemenuhan aksesibilitas di halte ramah difabel bus Transjakarta sebesar 66%, aksesibilitas ukuran dasar ruang 89%, jalur pemandu 36%, pintu 79%, ram 71%, tangga 76%, serta rambu dan marka 45%. Kesimpulan: Kesimpulannya, pemenuhan aksesibilitas pada halte ramah difabel bus Transjakarta masih perlu ditingkatkan. Penelitian lebih lanjut mengenai aksesibilitas pada halte bus Transjakarta masih perlu dikembangkan
Introduction: As mass public transportation, the Transjakarta facilities, including bus stops, must be accessible to the public, including people with disabilities. The ITDP research in 2018 explained that many Transjakarta facilities did not conform the accessibility standards, including the slope of the ramp, the availability of guiding blocks, the width of the entrance, free movement space in corridors, running text, and the availability of voice-based information. Methods: The accessibility variables of the bus stop assessment are the size of the space, guiding block, doors, ramps, stairs, as well as signs and markings according to PUPR Ministerial Regulation No. 14 of 2017 and Perhubungan Ministerial Regulation No. PM 98 of 2017. The research was carried out on all 64 Transjakarta disabled-friendly bus stop across 12 corridors throughout the DKI Jakarta area except Kepulauan Seribu Administrative District. Results: Overall, the accessibility fulfillment rate at the disabled-friendly Transjakarta bus stop was 66%, room size accessibility was 89%, guiding block 36%, doors 79%, ramps 71%, stairs 76%, and signs and markings 45%. Conclusion: The fulfillment of accessibility at the disabled-friendly Transjakarta bus stop needs to be improved. Further research on accessibility at Transjakarta bus stops still needs to be developed.
Read More
S-11127
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Rimadini; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Heny D. Mayawati
S-6061
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahayu Puji Astuti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Farida Tusarifariah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal terhadap kelelahan yang terjadi pada pengemudi Bus Transjakarta Koridor 9. Variabel yang diteliti adalah usia, IMT, dan kuantitas tidur sebagai faktor internal.Shift kerja, durasi mengemudi, dan waktu istirahat sebagai faktor eksternal.Kelelahan diukur menggunakan kuesioner kelelahan subjektif dari IFRC. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar pengemudi mengalami kelelahan ringan.Umumnya kelelahan tersebut mengarah pada pelemahan aktivitas. Obesitas merupakan satu-satunya faktor dalam penelitian ini yang berhubungan dengan kelelahan yang terjadi pada pengemudi Bus Transjakarta Koridor 9 tahun 2014.Kata kunci : kelelahan subjektif, kuesioner IFRC.
Read More
S-8270
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Decy Situngkir; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Pujiyanto
T-4440
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Hindarto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Animan Inoe
Abstrak:

Karyawan musiman atau kontrak merupakan permasalahan dalam penerapan sistem manajemen di perusahaan. Sifatnya yang dipekerjakan dalam waktu tertentu dan merupakan pekerja kasual merupakan hambatan dalam penerapan SMK3, hal ini dibuktikan dengan kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan. Tesis ini mengembangkan penelitian terhadap investigasi kecelakaan untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan pada karyawan musiman atau kontrak. Penelitian dilakukan untuk mencari kesalahan-kesalahan aktif maupun laten sehingga tindakan yang sistemik dapat ditentukan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan. Hasil penelitian ini menyarankan tindakan perbaikan pada elemen-elemen sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengurangi atau menghilangkan kesalahan-kesalahan baik aktif maupun laten sehingga akan memperkuat ketahanan sistem terhadap terjadinya kecelakaan.


Temporary or contract worker has an issue on implementing safety management system in the company. The type of their employment with short term/temporary basis and as casual worker become a burdain on implementing safety management system, this shown on the safety accident that happened in the company. This Thesis developed a research on the incident investigation to find the factors of accident that caused an injury to the temporary or contract worker. The research is to identify active and latent failure, so the systemic improvement action plans could be developed. The research type is in depth analysis with descriptive qualitative as a result. The result of the research propose improvement on the safety management system elements to minimize or eliminate active or latent failure and so, develop strong defense to accident to.

Read More
T-3538
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Sunaryo; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Zulkifli Djunaidi, Wenny Ipmawan, Machfud
Abstrak:
Kecelakaan di lokasi kerja masih terus terjadi dan telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegahnya. Dalam beberapa penelitian, telah banyak dilakukan upaya mengendalikannya antaralain melakukan perbaikan mulai dari peralatan kerja, APD, sistem pelaporan, pelaksanan program-program komunikasi, pelatihan, pelaksanaan inspeksi hingga perbaikan sistem manajemen HSSE juga peningkatan budaya HSSE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Budaya HSSE terhadap Sistem Manajemen HSSE dan pengaruhnya terhadap tingkat kecelakaan kerja. Penellitian ini dilakukan dikarenakan peneliti ingin melihat gambaran implementasi SMHSSE dan Budaya HSSE dari dua Perusahaan berbeda, bagaimana hubungannya dengan angka kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan desain restrospektif kohort menggunakan data sekunder angka kecelakaan kerja Perusahaan X dari tahun 2016 – 2022 di lapangan EK yang merupakan lapangan eksploitasi dan produksi minyak dan gas Bumi meliputi seluruh area kegiatan baik di offshore, onshore, fasilitas pendukung hingga area perkantoran. Durasi data yang diteliti adalah periode 2016 hingga 2022 dengan menggunakan data-data milik Perusahaan X. Gambaran implementasi SMHSSE Perusahaan X dilihat dari hasil audit SMHSSE pada tahun 2019, 2020 dan 2022 dengan seluruh hasilnya adalah Excellence sedangkan budaya HSSE Perusahaan X berdasarkan hasil survey budaya tahun 2021 dan 2022 berada pada level Proactive. Meskipun kedua Perusahaan sudah sama-sama memiliki budaya HSSE dan penerapan SMHSSE, fluktuasi kecelakaan kerja tetap terjadi. Hal ini terjadi terutama pada proses transisi operasi dan SMHSSE, dimana kinerja HSSE menurun ditandai dengan angka TRIR (Total Recordable Incident Rate) yang meningkat. Namun setelah stabilnya penerapan SMHSSE yang baik, telah memberikan dampak positif terhadap turunnya TRIR. Meskipun telah memiliki budaya HSSE dan implementasi yang sudah baik, masih diperlukan perbaikan pada empat elemen SMHSSE Perusahaan X.

Accidents on the job site are still happening and many efforts have been made to prevent them. In several studies, many efforts have been made to control it, including making improvements ranging from work equipment, PPE, reporting systems, implementing communication programs, training, carrying out inspections to improving the HSSE management system as well as improving the HSSE culture. This study aims to analyze the influence of the implementation of HSSE Culture on the HSSE Management System and its effect on work accident rates. This research was conducted because researchers wanted to see an overview of the implementation of SMHSSE and HSSE Culture from two different companies, how it relates to the number of work accidents. This research was conducted using a retrospective cohort design using secondary data on Company X's work accident rate from 2016 – 2022 in the EK field which is an oil and gas exploitation and production field covering all areas of activity both offshore, onshore, supporting facilities to office areas. The duration of the data studied is the period from 2016 to 2022 using the data belonging to Company X. An overview of Company X's SMHSSE implementation is seen from the results of SMHSSE audits in 2019, 2020 and 2022 with all results being Excellence while Company X's HSSE culture is based on the results of the year's culture survey 2021 and 2022 are at the Proactive level. Even though the two companies already have an HSSE culture and the implementation of SMHSSE, fluctuations in work accidents still occur. This happened especially during the operational transition process and SMHSSE, where HSSE performance decreased marked by an increase in TRIR (Total Recordable Incident Rate). However, after the stable implementation of a good SMHSSE, it has had a positive impact on the decrease in TRIR. Even though it already has a good HSSE culture and implementation, it still needs improvement on the four elements of Company X's SMHSSE.
Read More
T-6804
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive