Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34258 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosita Dewi; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, KM. Taufik
S-6045
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Faisal; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Artha Prabawa, Rinni Yudhi Pratiwi
S-6232
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julius Sugiharto; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Flourisa J. Sudrajat
S-6727
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uweisha Eraz Puteri; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Leny Latifah
Abstrak: Bunuh diri termasuk penyebab kematian ketiga pada remaja usia 10 hingga 19 tahun. Pada tahun 2016, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia diestimasikan sebesar 3,4 per 100.000 penduduk. Kematian akibat bunuh diri adalah sebuah fenomena gunung es, dimana besarnya masalah akan terlihat lebih jelas jika perilaku bunuh diri dimasukkan dalam perhitungan. Salah satu faktor utama perilaku bunuh diri remaja usia sekolah adalah bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara bullying dengan perilaku bunuh diri ada pelajar SMP dan SMA di Indonesia setelah dikontrol oleh variabel confounding. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder Global School Based Health Survey Indonesia 2015. Sampel penelitian ini adalah pelajar SMP dan SMA yang berusia 12-17 tahun (n = 8733). Analisis yang digunakan adalah analiss univariat, bivariat dan multivariabel dengan level kepercayaan 95%. Hasil analisis multivariabel dengan regresi logistik berganda, menunjukkan rasio odds terjadinya perilaku bunuh diri pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia yang pernah mengalami bullying dibandingkan dengan pelajar yang tidak pernah mengalami bullying adalah 2,27 (95% CI: 1,92-3,53). Selain itu, hasil analisis multivariabel juga mununjukan adanya variabel interaksi (variabel moderator/effect modifier) yaitu perilaku berkelahi dan kekerasan seksual. Strategi pencegahan bullying dan perilaku bunuh diri berbasis sekolah sangat diperlukan untuk mengurangi risiko perilaku bunuh diri pada pelajar. Kata kunci: Bunuh diri, Perilaku Bunuh Diri, Bullying Suicide is the third leading cause of death in adolescents aged 10 to 19 years old. In 2016, the death rate due to suicide in Indonesia was estimated at 3.4 per 100,000 population. Complete suicide is an iceberg phenomenon, where the problem will be seen more clearly if suicidal behavior was involved. One of the main factors that could intensify suicidal behavior risk among high school students is bullying. This study examined the association between bullying and suicide among high school student in Indonesia after adjusting for confounder variables. It was a secondary analysis of Global School Based Health Survey Indonesia 2015 which used cross sectional study design. Univariate, bivariate, and multivariable analyses were performed at 95% confidence level. Multivariable regression logistic model showed that students who had been bullied had 2.27 times greater odds of having suicidal behavior compared to students who had never experienced bullying (OR: 2,27; 95% CI: 1,92-3,53). Besides, we indicated that physical fighting, and sexual abuse as effect modifiers (moderator or interaction variables) that affect the association between bullying and suicidal behavior. School-based bullying and suicidal behavior prevention strategies are needed to reduce the risk of suicidal behavior among students. Key words: Suicide, Suicidal Behavior, Bullying
Read More
S-10338
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selni Paressa Masakke; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yuliana Sari
S-4174
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Hadi Budhy Setyanto; Pembimbing: Sudjianto Kamso; Penguji: Artha Prabawa, Salimar
S-10026
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Hidayah; Pembimbing: Besral; Penguji: Eryando, Tris; Munawaroh, Siti Muhimatul
Abstrak: ERA GLOBALISASI MENUNTUT PENYEDIA LAYANAN KESEHATAN MEMBERIKAN PELAYANAN YANG BERKUALITAS DAN MAMPU BERSAING DENGAN PENYEDIA LAYANAN KESEHATAN LAIN. KENYATAAN LAPANGAN MENUNJUKKAN BAHWA UMUMNYA FASILITAS LAYANAN KESEHATAN MILIK PEMERINTAH MASIH KURANG/TIDAK DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT. SALAH SATU PENYEBABNYA ADALAH BAHWA UMUMNYA MUTU LAYANAN KESEHATAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN MILIK PEMERINTAH MASIH BELUM ATAU TIDAK MEMENUHI HARAPAN PASIEN DAN/ATAU MASYARAKAT. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK DAN TINGKAT KEPUASAN DENGAN KEINGINAN MEMANFAATKAN KEMBALI PELAYANAN PADA 170 RESPONDEN DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN BEJI, DAN TELAH DILAKSANAKAN PADA BULAN MEI - JUNI 2017. RANCANGAN PENELITIAN YANG DIGUNAKAN ADALAH DESKRIPTIF KUANTITATIF DENGAN PENDEKATAN POTONG LINTANG. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN SEBESAR 41,8%. HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN TINGKAT KEPUASAN DAN DENGAN KEINGINAN MEMANFAATKAN KEMBALI PELAYANAN KESEHATAN ADALAH SEMAKIN TINGGI TINGKAT PENDIDIKAN MAKA SEMAKIN KRITIS PENILAIAN KEPUASAN YANG DIBERIKAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN, CARA PEMABAYARAN ASURANSI LEBIH CENDERUNG MEMPUNYAI KEINGINAN TINGGI MEMANFAATKAN KEMBALI PELAYANAN KESEHATAN, SEMAKIN TUA USIA AKAN LEBIH CENDERUNG MEMPUNYAI KEINGINAN TINGGI MEMANFAATKAN KEMBALI PELAYANAN KESEHATAN, DAN PASIEN YANG PUAS TERHADAP KINERJA PELAYANAN KESEHATAN CENDERUNG MEMPUNYAI KEINGINAN TINGGI MEMANFAATKAN KEMBALI PELAYANAN KESEHATAN. KATA KUNCI: KARAKTERISTIK, KEPUASAN PASIEN, PEMANFAATAN KEMBALI PELAYANAN THE ERA OF GLOBALIZATION REQUIRES HEALTHCARE PROVIDERS TO PROVIDE QUALITY SERVICES AND BE ABLE TO COMPETE WITH OTHER HEALTH CARE PROVIDERS. THE REALITY OF THE FIELD SHOWS THAT MOST GOVERNMENT-OWNED HEALTH-CARE FACILITIES ARE STILL UNDER-UTILIZED BY THE COMMUNITY. ONE REASON IS THAT GENERALLY THE QUALITY OF HEALTH SERVICES ADMINISTERED BY HEALTH-CARE FACILITIES OWNED BY THE GOVERNMENT STILL HAS NOT OR DOES NOT MEET THE EXPECTATIONS OF PATIENTS AND / OR THE COMMUNITY. THIS STUDY AIMS TO DETERMINE THE CHARACTERISTICS AND LEVEL OF SATISFACTION WITH THE DESIRE TO REUSE THE SERVICE TO 170 RESPONDENTS IN UPT PUSKESMAS BEJI DISTRICT, AND HAS BEEN IMPLEMENTED IN MAY - JUNE 2017. THE RESEARCH DESIGN USED IS DESCRIPTIVE QUANTITATIVE WITH CROSS SECTIONAL APPROACH. THE RESULTS SHOWED THE PATIENT SATISFACTION LEVEL OF 41.8%. THE RELATIONSHIP OF PATIENT CHARACTERISTICS AND LEVEL OF SATISFACTION AND WITH THE DESIRE TO REUSE HEALTH SERVICES IS THE HIGHER THE LEVEL OF EDUCATION THE MORE CRITICAL THE ASSESSMENT OF SATISFACTION GIVEN TO THE PERFORMANCE OF HEALTH SERVICES, THE WAY OF INSURANCE DELIVERY IS MORE LIKELY TO HAVE HIGH DESIRE TO REUSE HEALTH SERVICES, THE OLDER AGE WILL BE MORE LIKELY TO HAVE HIGH DESIRE TO RE-UTILIZE HEALTH SERVICES, AND PATIENTS WHO ARE SATISFIED WITH THE PERFORMANCE OF HEALTH SERVICES TEND TO HAVE A HIGH DESIRE TO REUSE HEALTH SERVICES. KEYWORDS: CHARACTERISTICS, PATIENT SATISFACTION, REUSE OF SERVICES.
Read More
S-9487
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aswinta; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Pengunjung: Toha Muhaimin, Flourisa Juliaan Sudrajat
Abstrak: Skripsi ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need KB di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis lanjutan SDKI 2012. Desainpenelitian ini adalah potong lintang pada WUS berumur 15-49 tahun yang sudahmenikah atau hidup bersama. Hasil penelitian membuktikan bahwa kejadianunmet need KB lebih banyak pada wanita yang berpendidikan tinggi, bekerja,memiliki tingkat ekonomi tinggi, kelompok umur tua, hidup di wilayah perkotaan,menginginkan jumlah anak ideal > 2 orang, tidak berniat menggunakan KB, tidak berperan dalam pengambilan keputusan, memiliki pengetahuan kurang tentang KB, tidak mendapat kunjungan petugas KB dan tidak pernah mendapatkan paparan media massa. Kata kunci:Keluarga Berencana (KB); kontrasepsi; unmet need; menikah atau hidup bersama.
Read More
S-8321
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tahira Fulazzaky; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Umi Fahmida
Abstrak: Kompetensi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan guru PAUD dalam aspek kompetensi gizi dan kesehatan menurut survei daring yang diadakan oleh SEAMEO RECFON dengan melihat gambaran hasil kompetensi berdasarkan karakteristik peserta dan menilai kualitas pengukuran kompetensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, sampel yang digunakan total sampling sebanyak 78.711 guru PAUD. Analisis meliputi analisis butir soal (tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda soal, distribusi jawaban dan rasch model) dan analisis deskriptif terhadap karakteristik responden. Hasil penelitian terhadap butir soal didapatkan 3 item soal yang dinyatakan tidak layak, 8 item soal yang diterima dengan perbaikan, dan ke 29 soal item lainnya sudah cukup baik untuk mengukur kemampuan peserta. Pengukuran menggunakan rasch model, didapatkan keseluruha soal ujian sudah fit secara statistik dan sudah memiliki variasi tingkat kesukaran item yang baik. Hasil analisis Reliabilitas Kuder Ridchardson (KR21) sebesar 0,742 menunjukkan reliabilitas soal dapat diterima. Secara keselurahan kompetensi gizi dan kesehatan guru PAUD belum baik dengan tingkat kelulusan sebesar 33,6%, standar kelulusan menggunakan nilai cut off point 70%. Semakin tinggi tingkat pendidikan persentase kelulusan semakin baik, namun tidak berlaku untuk tingkat pendidikan Doktor hal ini dikarenakan adanya kemungkinan memegang peran manajemen PAUD. Semakin lama pengalaman mengajar persentase kelulusan kompetensinya semakin baik. Domisili terbanyak yang menjadi peserta ujian tinggal di wilayah Indonesia Barat. Peserta dengan riwayat pelatihan (DIKLAT dasar dan pelatihan gizi-kesehatan) persentase kelulusannya lebih baik dibanding kelulusan peserta yang tidak ikut pelatihan. Peserta yang terlibat menjadi kader posyandu persentase kelulusan kompetensinya lebih baik dibanding persentase kelulusan guru yang bukan kader posyandu. Kata kunci: analisis item; analisis reliabilitas; guru pendidikan anak usia dini; kompetensi gizi kesehatan; Rasch model; survei kuisioner online. Competence is a basic ability that must be possessed by someone to achieve success in work. This study aims to assess the readiness of ECE teachers in nutritional and health competency aspects according to an online survey conducted by SEAMEO RECFON by looking at the picture of competency results based on participant characteristics and assessing the quality of competency measurement. This research is a study quantitative descriptive, the sample used is a total sampling of 78,711 ECE teachers. The analysis includes item analysis (item difficulty level, item discrimination, distribution answers, Rasch model) and descriptive analysis of the respondent's characteristics. The results of the research on the items obtained 3 items that were declared not feasible, 8 items were received with improvement, and the other 29 item items were good enough to measure the ability of participants. Measurement using the Rasch model, obtained all exam questions are statistically fit and already have a good variation in the level of difficulty items. The results of the Kuder Ridchardson Reliability Analysis (KR21) of 0.742 indicate the reliability of the questions is acceptable. Overall, the nutrition and health competence of PAUD teachers is not good with a graduation rate of 33,6%, the passing grade uses a 70% cut off point value. The higher the level of education the better percentage of graduation, but it does not apply to Doctoral education leves because of the possibility of holding PAUD management roles. The longer teaching experience the better percentage of graduation. Most domiciles who become test takers live in Western Indonesia. Participants with a history of training (basic training and nutrition-health training) the percentage of graduation is better than graduation of participants who did not participate in the training. Participants who were involved in becoming Posyandu cadre graduation rate were better than the graduation percentage of teachers who were not Posyandu cadres. Key words: early childhood education teacher; health - nutrition competency; item analysis; online survey questionnaire; Rasch model; reliability analysis.
Read More
S-10450
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerunisa; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Budi Wibowo
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai analisis pengembangan sistem informasi rawat jalan di RSU Kelas D Johar Baru. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dari hasil pengumpulan data tersebut dilakukan analisis sistem yang meliputi analisis kebutuhan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan belum adanya database pasien pada rekam medis sehingga pengolahan data belum dapat dilakukan. Penyajian data dilakukan secara manual dengan merekapitulasi laporan yang dikumpulkan dari poliklinik. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan saat ini belum mencakup bagian unit rekam medis. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan unit rekam medis sebagai pengolah data dan penyajian data sehingga dapat dihasilkan informasi kegiatan rawat jalan yang cepat dan akurat. Kata Kunci : Rawat Jalan, Rekam Medis, Sistem Informasi The research was conducted about the analysis of the development of outpatient information system at RSU Class D at Johar Baru. The research was conducted by , using qualitative method of observation, in-depth interview and document review. Form the results of data collection, analysis system that includes the needs analysis. The result of requirement analysis shows that there is no patient database on medical record so that data processing can not be done yet. The presentation of data is done manually by recapitulating reports collected from the polyclinic. The Hospital Management Information System (SIMRS) currently used does not include the medical record unit section. The final result of this research is the development plan of medical record unit as data processing and data presentation so that it can produce information of outpatient activity which is fast and accurate. Keyword : Health Record, Information system, Outpatien
Read More
S-9588
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive