Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37590 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Umu Atiyah Dyah Utami; Pembimbing: Adang Bachiar; Penguji: Amila Megraini, Mieke Savitri, Warsito
T-3256
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silty Muharromi; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Nurmaini Hasibuan
S-8685
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dumilah Ayuningtyas; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
B-436
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylva Dinie Alinda; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Ade Nirmala Chandra, Anasthasia Lumantik
B-1507
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mathilda Marpaung; Pembimbing: Adang Bachtiar, PAW Pattinama; Penguji: Wibowo B. Sukijat, Sontang Simamora, Yayuk Hartriyanti
Abstrak: Latar Belakang: Balai Kesehatan masyarakat, sebagai salah satu penyelenggara kesehatan milik swasta yang dikelola oleh yayasan yang berbadan hukum. Tugas dan fungsinya seperti puskesmas, hanya wilayah kerjanya lebih kecil yaitu hanya satu kelurahan. Balkesmas TB saat ini dituntut lebih mandiri oleh Yayasan Kesehatan PGI Cikini sehingga perlu dilakukan evaluasi diri, yang dimulai dengan analisis situasi Balkesmas TB, melakukan segmentasi terhadap pengguna jasa dan pasar potensial Balkesmas TB. Tujuan : Survey segmentasi dilakukan untuk melihat aspek-aspek geografi, demografi dan psikografi terhadap pengguna jasa Balkesmas TB dan pasar potensial untuk menganalisis karateristiknya sebagai bahan untuk penetapan target atau pasar sasaran setelah digabung dengan analisis stakeholders dan kompetitor. Metode : Disain penelitian ini adalah kualitatif dan didukung kuantitatif. Tahap pertama analisis situasi Balkesmas TB melalui wawancara dengan tim manajemen Balkesmas TB dan analisis segmentasi terhadap pengguna jasa Balkesmas TB dan masyarakat sekitar, kedua, dilakukan wawancara mendalam kepada para stakeholders dan kompetitor serta ketiga, dilakukan rangkuman hasil analisis situasi, segmentasi, stakeholders dan kompetitor untuk penentuan target pasar Balkesmas TB. Hasil : Hasil segmentasi geografi dan demografi menunjukkan bahwa segmen pasar terbesar bagi Balkesmas TB adalah mereka yang tinggal di RW 5 Kelurahan TB dan Kelurahan Pejaten Timur dengan kelompok umur 20 –49 tahun, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan SLTA/MA, pekerjaan adalah ibu rumah tangga dengan pendapatan per bulan diatas Rp.700.000 dan mengalokasikan biaya kesehatan antara Rp.50.000 – 100.000. Segmentasi psikografi diperoleh hasil bahwa persepsi pasien terhadap pelayanan di Balkesmas TB adalah baik, terhadap tarif mengatakan sedang dan citra yang dimiliki Balkesmas TB adalah baik. Alasan mereka memilih Balkesmas TB adalah faktor kedekatan, memanfaatkan pelayanan di Balkesmas TB sudah lebih dari 5 tahun dan memilih RS sebagai sarana kesehatan selain Balkesmas TB. Hasil ini tidak begitu jauh dengan hasil segmentasi yang dilakukan pada pasar potensial.Analisis pada stakeholders diperoleh bahwa Balkesmas TB masih dibutuhkan keberadaannya sekarang terutama karena belum adanya Puskesmas di Kelurahan TB dan masih mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Pada analisis kompetitor dilakukan pada Puskesmas Pejaten Timur dan Klinik Restu Ibu, dimana posisi Balkesmas TB sebagai pengikut pasar (market follower). Kesimpulan : Segmen pasar Balkesmas TB adalah masyarakat Kelurahan Tanjung Barat, kelompok umur 20 – 49 tahun, pendidikan minimal menengah, pekerjaan ibu rumah tangga dengan penghasilan diatas Rp.700.000 dan kelas ekonomi menengah ke atas. Sedangkan target pasar Balkesmas TB adalah pola spesialisasi yang selektif (Selective Specialization). Penetapan target ini dilakukan melalui CGM dengan pihak manajemen Balkesmas TB. Kata kunci : Segmentasi, Stakeholders, Target Pasar
Background : Public Health Center, as one of the private health organizer runs by law corporation institution. Task and function like Puskesmas, but smaller working area, i.e. one district. At this moment, Balkesmas TB claimed to be more autonomous by PGI Cikini Health Institution so that conducted self-evaluation, started with Balkesmas TB situation analysis, conducting segmentation to service user and Balkesmas TB potential market. Objective : Segmentation survey conducted to observe geography, demography, and psychographic aspects toward Balkesmas TB service user and potential market to analyze the characteristic as a material for target determination or market target after joined with stakeholders and competitor analysis. Methods: This research design is qualitative and supported by quantitative, that consisted of three steps. First Balkesmas TB situation analysis through interview with Balkesmas TB management team and local community, face two, conducted an interview to stakeholders and competitor, and face three, conducted a summary from situation analysis result, segmentation, stakeholders and competitor to determine Balkesmas TB market target through Consensus Group Meeting (CGM). Results : Geography and demography segmentation result shows the biggest market segment for Balkesmas TB is they whom live in RW 5 TB district and East Pejaten district with 20-49 years old age group, female, SLTA/MA education, job as a housewife with monthly earnings up to Rp. 700.000 and allocating health cost between Rp. 50.000 – 100.000. From psychographic segmentation got a result that patient perception to service in Balkesmas TB is well, for the tariff, they said average and Balkesmas TB image is good. Their reason in choosing Balkesmas TB is contiguity factor, exploiting Balkesmas TB service over than 5 years, and need for specialist doctor service in Balkesmas TB and choose RS as health medium beside Balkesmas TB. This result is much the same to segmentation result done to potential market.In stakeholders analysis got that Balkesmas TB still needed right now especially because there is no Puskesmas in TB district and it still answer the peoples needs of health service. Competitor analysis is do to East Pejaten Puskesmas and Restu Ibu Clinic, where Balkesmas TB as market follower. Conclusions : Balkesmas TB market segment is West Tanjung district community, 20-49 years old age group, intermediate minimal education, job as a housewife with earning up to Rp. 700.000 and middle up economy status. This determination is fulfilling the responsive criteria, sale potential, adequate development and media scope and also measurability, substantial-ability, accessibility, and action-ability. While Balkesmas TB market target is Selective Specialization pattern. This targets determination done through CGM with Balkesmas TB management side. Keywords : Segmentation, Stakeholders, market of target
Read More
T-2135
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariati Dewi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Indah Rosana Alpisahar
T-4052
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syally Nadya Octavia; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vivy Friyatni
S-9746
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Setyorini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujianto, Erty Masiha
Abstrak: Waktu pelayanan farmasi merupakan hal yang penting dalam pelayanan Rumah Sakit. Lean Six Sigma adalah metode untuk mengurangi waste dan menurunkan variasi. Metode Lean Six Sigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah define, measure, analyze, dan improve. Setelah melakukan analisa akar masalah, perbaikan perlu dilakukan dengan visual management, 5S, perubahan lay out, evaluasi beban kerja. Sebagai perbaikan jangka panjang dengan perbaikan resep eletronik dan heijunka. Melalui Lean Six Sigma diperoleh hasil perbaikan yang diharapkan berupa pengurangan kegiatan yang merupakan waste pada pelayanan resep non racik dari 43 kegiatan menjadi 32 dengan waktu dari 31 menit menjadi 16 menit. Pada resep racikan mengurangi kegiatan dari 60 kegiatan menjadi 46 kegiatan dengan waktu dari 47 menit menjadi 25 menit.
Kata kunci: Farmasi, Lean Sigma, Lean Six Sigma Farmasi

Time service of pharmacy is the important part of the hospital excellent services. Lean six sigma is a methodology of decreasing the waste and variation. Lean six sigma method which used are : define, measure, analyze and improve. After conducting root cause analysis with the proposed improvement are visual management, 5S culture, lay out changing, evaluation of workload. As a long term porpuse with electronic prescription and heijunka. Using of lean six sigma method to reduce the waste of non compounding prescription service from 43 to 32 activities with time allocation from 31 to 16 minutes. For the compounding prescription service, could be reduce from 60 to 46 activities with time allocation from 47 to 25 minutes.
Key words: Pharmacy, Lean Sigma, Lean Sigma Pharmacy
Read More
S-9691
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daffaldo Suryoputra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Desty Wijayanti
Abstrak:
Penyandang disabilitas atau difabel merupakan seseorang yang memiliki kondisi baik secara fisik maupun pikiran yang membuat seseorang untuk mengalami kesulitan dalam kondisi tertentu serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Prevalensi global penyandang disabilitas terdapat sekitar 15% penduduk dunia, sedangkan di Indonesia berdasarkan data SUPAS 2015, terdapat 8,36% adalah mengalami kesulitan penglihatan, sedangkan 3,35% memiliki kesulitan pendengaran. Perda DKI Jakarta No 4 Tahun 2022 membahas hak kesehatan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjang bagi penyandang disabilitas sensorik di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan metode observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam kepada pasien dengan disabilitas sensorik pada poli mata dan poli THT, serta petugas kesehatan RSUD Pasar Minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik di RSUD Pasar Minggu sudah mencakup papan informasi, guiding block, hand rail, loket informasi khusus, sedangkan huruf braille dan TV text sedang dalam proses perencanaan untuk disediakan di rumah sakit. Sedangkan aksesibilitas nonfisik mencakup pelatihan bagi tenaga kesehatan, sosialisasi pelayanan kesehatan, serta komunikasi khusus kepada penyandang disabilitas sudah dilaksanakan dengan cukup baik dan memberikan kepuasan pasien dengan gangguan penglihatan dan pendengaran di terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Pasar Minggu.

Person with a disability is someone who has conditions, whether physically and mentally that make a person experience difficulties in certain conditions and interact with their environment. The global prevalence of people with disabilities is around 15% of the world's population, while in Indonesia based on SUPAS 2015 data, 8.36% have visual impairment, while 3.35% have hearing impairment. In addition, Perda DKI Jakarta No 4 Tahun 2022 discusses the health rights of persons with disabilities. Therefore, this study aims to get an overview regarding the accessibility of supporting health service facilities for persons with sensory disabilities at Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. The type of research used in this study was descriptive qualitative with the method of observation, document review, and in-depth interviews with patients with sensory disabilities in the eye polyclinic and ENT polyclinic, as well as health workers at RSUD Pasar Minggu. The results showed that physical accessibility at Pasar Minggu Hospital already includes information boards, guiding blocks, hand rails, special information counters, while braille and TV text are in the process of planning to be provided at the hospital. While non-physical accessibility includes training for health workers, socialization of health services, as well as special communication for persons with disabilities which have been carried out quite well and have provided satisfaction for patients with visual and hearing impairments in terms of the quality of health services at RSUD Pasar Minggu.
Read More
S-11373
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Amalia Nur Majid; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Masyitoh, Sonar soni Panigoro
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang peta perjalanan pasien di pelayanan rawat jalan RS Kanker “Dharmais” pada tahun 2014. Dalam penelitian ini peneliti berusaha menemukan unit dengan variasi perjalanan pasien tertinggi dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dan metode cross-sectional. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variasi perjalanan pasien tertinggi berada di Instalasi Administrasi Pasien Jaminan (APJ) dengan faktor penyebab antara lain faktor program komputer penunjang, sumber daya manusia, infrastruktur hingga prosedur pelayanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa variasi perjalanan pasien dapat mengurangi mutu pelayanan yang diberikan.
 

The focus of this study is about outpatient journey of “Dharmais” Cancer Hospital in 2014. The purposes of this study are to find where the highest variation of patient journey is exists and to analize the cause of the variation. This research is cross-sectional qualitative. The results of this research show that APJ Instalation is the unit with the highest variation of patient journey. Factors that causing it are software of computer to support the service, human resource, infrastructure, and service procedures. The researcher suggests that high variation of patient journey will reduce the quality of the service.
Read More
S-8387
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive