Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 47870 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rano Banyu Aji; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Popy Yuniar, Donal Simanjuntak
Abstrak: Untuk mengatasi permasalah air bersih dan sanitasi sesuai kesepakatan MDG?s pada goal 7 target 10, pemerintah bersama pihak donor membuat program CWSH (community water services and health) yang dilaksanakan di 4 propinsi dan 20 kabupaten, tujuan programnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui komponen pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, permberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku hidup sehat.
 
Untuk pengendalian pelaksanaan mutu program, peran data atau informasi berkait dengan quality control (QC) dan quality assurance (QA) /verifikasi proses kegiatan di dapat dari mekanisme laporan bulan dan qurtal. Sepanjang kuartal 2009 laporan terlambat penyampaiannya mulai dari 10 sampai 40 hari dari akhir priode kuartal yang disepakati. Sedangkan laporan bulanan priode Juli 2008 -Juli 2009 hanya 21,4 % yang tepat waktu (on schedule).
 
Seluruh laporan (quartal dan bulanan) belum menginformasikan ukuran hasil dan manfaat yang dicapai sesuai key performance indicator (KPI) yang termuat didalam logical framework CWSHP disetiap keluaran komponen kegiatan. Kondisi ini disebabkan data masih diolah dengan worksheet, tidak mampu mengolah data secara otomatis membuat data tidak mudah dan cepat disajikan dan tidak mudah untuk diintergrasikan di tingkat kabupaten, propinsi maupun pusat.
 
Untuk membantu seorang manager melakukan pengendalian, dengan memperoleh kemudahan pengumpulan data dan pemantauan kegiatan, sehingga memperoleh manfaat waktu, biaya dan megurangi kesalahan membuat keputusan atau mengambil tindakan, diperlukan alat pengendali berupa PPMS (project performance Monitoring system) dengan teknologi berbasis Web (database dan Internet) yang mampu memproses dan menampilkan data secara realtime dalam berbagai bentuk (kurva, tabel, grafik) pada jangkauan area wilayah yang luas.
 

To overcome the problem of clean water and sanitation MDG's in goal 7 target 10, the government together with the donor makes the Community Water Services and Health (CWSH) program conducted in 4 provinces and 20 districts, the purpose of the program is to improve community health status through development clean water and sanitation facilities, community empowerment and health behavior change component.
 
To control the quality of program implementation, the role of the data or information related to quality control (QC) and quality assurance (QA) / verification process may be the mechanism of activity in the months and quartal report. Throughout the late quarter report 2009 range from 10 to 40 days from the final quarter of the agreed period. While the monthly report period July 2008-July 2009 that only 21.4% on time (on schedule ).
 
All reports (quartal and monthly) were not informed of the outcome and the benefits achieved according to key performance indicator (KPI) is contained within the logical framework of activities CWSHP each output component. This condition is caused by the data is still processed by the worksheet, is not capable of processing data automatically creates easily and fast data not presented and not easy to integrate in the district, provincial and central governments.
 
To help a manager to control, to obtain ease of data collection and monitoring activities, so as to obtain the benefit of time, cost and errors decisions reduce or take action, necessary control equipment such as PPMS (Project Performance Monitoring System) with Web-based technologies (databases and Internet) capable of processing and displaying data real time in various forms (curves, tables, graphs) in the coverage area of a large area.
Read More
T-3155
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meila Kushendiati; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Dien Anshari, Doni Arianto, Endang Sri Widyaningsih
Abstrak: Pada tahun 2008, atas pertimbangan pengendalian biaya kesehatan, peningkatan mutu, transparansi dan akuntabilitas dilakukan perubahan mekanisme pada program Asuransi Kesehatan Orang Miskin (Askeskin) dan diubah namanya menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah melaksanakan mekanisme monitoring dan evaluasi pada program Jamkesmas di Puskesmas, walaupun terbatas pada pembuatan laporan bulanan program. Kadang kala Dinas Kesehatan Kabupaten terlambat memberikan laporan karena harus menginput dan merekap seluruh laporan Puskesmas yang sering kali terlambat diberikan.
 
Untuk mengukur kinerja program Jamkesmas di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon tidak menggunakan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan karena indikator tersebut lebih menekankan pada pelaksanaan program Jamkesmas di Rumah Sakit. Sebagai solusi permasalahan yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dikembangkan sistem monitoring dan evaluasi kinerja program Jamkesmas berbasis web di Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Sistem ini dapat menghasilkan informasi kinerja program Jamkesmas di Puskesmas berdasarkan indikator kunjungan dan pemeriksaan KIA yang ada pada Standar Pelayanan Minimum (SPM).
 
Untuk mengoptimalisasikan penggunaan sistem monitoring dan evaluasi kinerja program Jamkesmas berbasis web di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon diharapkan dapat melakukan sosialisasi manfaat dan tata cara penggunaan sistem kepada seluruh Puskesmas, serta melaksanakan pelatihan bagi petugas pencatatan dan pelaporan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan mengenai teknik pengolahan data. Selain itu, diperlukan pula dukungan dana untuk pemeliharaan sistem tersebut.
 

In 2008, upon consideration of health care cost control, quality improvement, transparency and accountability changes made in mechanism of Asuransi Kesehatan Orang Miskin (Askeskin), and changed its name to Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Cirebon District Health Department has carried out monitoring and evaluation mechanism in Jamkesmas program at Central Public Health, although it is limited in making monthly reports of the program. Sometimes, the Health Department late on providing the report because they have to input and merge all health centers reports that is often given too late.
 
To measure the performance of Jamkesmas program at Central Public Health, Cirebon District Health Department is not using the indicators that have been established by the Ministry of Health because the indicators are more emphasis on Jamkesmas program implementation at Hospital. As the solution to existing problems in Cirebon District Health Department, we developed a web-based monitoring and evaluation performance system of Jamkesmas program in Central Public Health at Cirebon District Health Department. This system can yield information of Jamkesmas program performance based on indicators of visits and examination of child and mothers on Standar Pelayanan Minimum (SPM).
 
To optimize the use of Web Based Monitoring and Evaluation Performance System of Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) in Central Public Health, Cirebon District Health Department is expected to disseminate the benefits and using procedures of the system to all Central Public Health, as well as implementing training programs for recording and reporting officers in the Central Public Health and the Health Department about data processing techniques. Additionally, funding support is also necessary for the maintenance of the system.
Read More
T-3167
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aqidatul Izzah Taufiq; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Evi Martha, Samsu Budiman
Abstrak:
Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) adalah pengobatan antiretroviral yang diberikan kepada individu dengan status HIV negatif yang berisiko tinggi untuk tertular HIV. Program PrEP di Indonesia sudah dimulai pelaksanaannya pada akhir tahun 2021, namun hingga saat ini pelaksanaannya masih belum optimal. Keterlibatan komunitas dalam pelaksanaan program PrEP mampu berperan untuk mengatasi hambatan yang terjadi pada layanan, seperti dengan menjalankan peran sebagai konselor serta memberikan rujukan untuk PrEP. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap dukungan Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita dan Female Plus dalam pelaksanaan program PrEP pada aspek input, proses dan output. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan data primer berupa wawancara dan telaah dokumen. Wawancara dilakukan kepada 6 informan utama dan 2 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang sudah berjalan dengan baik pada aspek input adalah dana dan prosedur pelaksanaan; aspek proses adalah perencanaan dan pengorganisasian; dan output adalah capaian PrEP pada tahun 2024 sudah jauh lebih baik jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada aspek input, perlu perbaikan pada sumber daya manusia, yakni masih kurangnya pengetahuan dan jumlah petugas lapangan dan pendamping sebaya; serta sarana dan prasarana, yakni masih perlu diperbanyak lagi lokasi layanan PrEP dan lebih diperhatikan mengenai penjagaan privasi individu. Pada aspek proses, perlu perbaikan pada pelaksanaan terkait dengan ketersediaan konselor dan masih adanya stigma pada pengguna PrEP, serta pengawasan yang masih perlu ditingkatkan dari segi follow up pada pengguna. 

Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) is an antiretroviral treatment given to HIV-negative individuals who are at high risk of contracting HIV. The PrEP program in Indonesia began implementation at the end of 2021, but its execution remains suboptimal. Community involvement in the implementation of the PrEP program can play a role in overcoming service barriers, such as acting as counselors and providing referrals for PrEP. This study aims to evaluate the support of Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita and Female Plus in the implementation of PrEP program, focusing on the aspects of input, process, and output. This research is a qualitative study with a case study approach using primary data from interviews and document reviews. Interviews were conducted with 6 main informants and 2 key informants. The results of the study show that the aspects that have been going well in terms of input are money and method; in terms of process, planning and organizing; and in terms of output, the access rates of PrEP in 2024 are significantly better compared to previous years. In terms of input, improvements are needed in man, particularly in the lack of knowledge and the number of field officers and peer counselors; and in terms of material, there is a need for more PrEP service locations and more attention to privacy protection for individuals. In terms of process, improvements are needed in the availability of counselors and the ongoing stigma faced by PrEP users, as well as increased supervision, particularly in the follow-up of users.
Read More
S-11847
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uluhiyah; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Achmad Kusdinar, Nana Mulyana, Rustika
Abstrak:

RSUD Pemerintahan Kabupaten Sumedang telah terpapar dengan kebijakan PMK dengan nomor 836/MenkesiSICN1/2005 tentang Pedoman Pengembangan Manajemen Kinerja (PMK) Perawat dan Bidan sejak tahun 2006. 1 (satu) orang Perawat sebagai DTOT kabupaten Sumedang serta 7 orang Perawat dan 1 orang Bidan sebagai First Line Manager (FLIVI) di Rumah Sakit mi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan peneiitian Evaltzasi Kesiapan Implementasi PlvIK Perawat dan Bidan Di Unit Pelayanan Kesehatan Reproduksi RSUD Pemerintahan Daerah Kabupaten Surnedang Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (kuantifikasi data). Hasil penelitian menunjukan belurn siapnya inaplementasi P/vIK bagi perawat dan bidan di Rumah Sakit ini, karena belum ada SK khusus untuk mengimplementasikan PMK dan belum tersedianya alokasi anggaran khusus mengimplementasikan PMK bagi perawat dan bidan. Dua komponen PMK. yang disuswi berbeda yaitu: Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam bentuk Standar Asuhan Keperawatan (SAIC) dan uraian tu.gas perawat clan bidan berdasarkan kedudukan dalam struktur Rumah Sakit. Sementam 3 komponen lain yaitu: indikator kinetja, D.R.K serta monitoring dan evaluasi belum ada. Hasil evaluasi kinelja dari 31 orang perawat dan bidan di unit pclayanan kesehatan reproduksi Rumah Sakit ini, keadilan transparansi dalam penilaian kinerja di institusi tempat keija ditemukan kurang puas sebanyak 23 orang (74,2%). Disarankan pemegang komitmen dan pengambil keputusan untuk memberikan Support Sistem dan kebijakan dalam mengimplementasikan pengembangan manajemen kinelja bagi perawat dan bidan, 5 komponen PMK disusun dan dimplementasikan secara utuh untuk meniugkatkan kinexja perawat dan bidan khususnya dan mcningkatkan mutu pclayanan di Rumah Sakit ini pada umumnya.


 

Sumedang District Govemment Hospital has been exposed by policy of Clinical Performance Development Management Systems (CPDMS) with the number of 836/Menlces/SK/VI!2005 about Pedoman Pengembangan Mamjemen Kinerja (PMK) Perawa: dan Bidan and there is a nurse as District Trainee of Trainer (DTOT) of Sumedang and 7 nurses and a midwife as First Line Manager (FLM) in this Hospital since 2006. The research of evaluation of implementation readiness nurses and midwives in Clinical Performance Development Management Systems (CPDMS) in Reproductive Health Care Unit at Sumedang District Government Hospital 2010 based on the statement below. This research use qualitative and quantitative methods. The result shows the Clinical Performance Development Management Systems (CPDMS) policies aren’t ready yet for nurses and midwives in the hospital, because there is no special Decree to implement Clinical Perfomance Development Management Systems (CPDMS) and there is no specific budget allocation for the implementation of CPDMS for nurse and midwife. Two components of CPDMS which were prepared diferentlyz Procedure Operating Standard (POS) in the form of Nursing Care Standards (NCS) and job descriptions of nurses and midwives based on the position in the structure of the Hospital. Meanwhile the three other components, namely: performance indicators, Reflection of Case Discussion and monitoring, and evaluation still pending. The results of evaluating the performance of 31 nurses and midwives in reproductive health services unit. The results of evaluating the performance of 31 nurses and midwives in reproductive health services unit, justice of transparency in the assessment of institutional performance in the workplace found less satisfied as many as 23 people or (74.2). Suggested to holders and decision makers are committed to providing support systems and policies to implement the Perfonnance Management Development for Nurses and Midwives and the five components of CPDMS prepared and fully implemented to improve the performance of nurses and midwives in particular and improve the quality of care in general hospitals.

Read More
T-3266
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nelasari; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Rina A Anggorodi; Penguji: Luknis Sabri, Bagus Satriya Budi, Tini Setiawan
T-2760
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lolita Lay dos Santos; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Agustin Kusumayati, Ella Nurlaela Hadi, Domingos Soares, Angelina Fernandes
Abstrak:
Pelayanan Antenatal Care (ANC) merupakan strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu melalui deteksi dini komplikasi kehamilan. Kabupaten Oecusse-Ambeno, Timor-Leste, masih menghadapi tantangan pelayanan ANC yang ditunjukkan oleh rendahnya cakupan kunjungan ANC K4 di Puskesmas Baqui dan Puskesmas Oesilo. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelayanan ANC berdasarkan komponen struktur, proses, output, outcome, dan feedback.  Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen pada Februari-Maret 2026. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Donabedian, Logic Model, dan PDSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan ANC belum optimal akibat keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan pendanaan. Pelaksanaan pelayanan juga masih lemah pada aspek konseling, edukasi kesehatan, monitoring, dan evaluasi. Cakupan ANC K4 masih rendah, komplikasi kehamilan masih ditemukan, namun tidak terdapat kematian maternal. Sebagian besar ibu hamil merasa puas terhadap sikap tenaga kesehatan, meskipun mekanisme umpan balik masyarakat belum berjalan optimal. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya penguatan monitoring dan evaluasi, peningkatan edukasi kesehatan, serta perbaikan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan pendanaan untuk meningkatkan mutu pelayanan ANC.

Antenatal Care (ANC) services are a crucial strategy for reducing maternal mortality through the early detection of pregnancy complications. Oecusse-Ambeno District, Timor-Leste, continues to face challenges regarding ANC services, evidenced by low coverage of the fourth ANC visit (K4) at the Baqui and Oesilo Community Health Centers. This study aimed to evaluate ANC services based on the components of structure, process, output, outcome, and feedback. A qualitative approach with a case study design was employed, utilizing in-depth interviews, observations, and document reviews conducted between February and March 2026. Analysis was performed using the Donabedian model, the Logic Model, and the PDSA cycle. The results indicate that ANC services were suboptimal due to limitations in healthcare personnel, facilities and infrastructure, and funding. Service delivery was also weak in areas such as counseling, health education, monitoring, and evaluation. While K4 coverage remained low and pregnancy complications were detected, no maternal deaths occurred. Most pregnant women were satisfied with the attitude of healthcare personnel, although community feedback mechanisms were not functioning optimally. The study concludes that there is a need to strengthen monitoring and evaluation, enhance health education, and improve facilities, human resources, and funding to elevate the quality of ANC services.
Read More
T-7541
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ramdani Alpera; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Poppy Yuniar, Neneng Oktaridewi, Ratih Dwi Lestari
Abstrak: Suatu rancangan sistem informasi pelaporan monitoring dan evaluasi yangterkomputerisasi diciptakan untuk menggantikan sistem lama yang masih manual. Metodelogi menggunakan tahapan dalam metode System Development Life Cycle (SDLC) yang dimulai dari tahap analisis,perancangan database, perancangan interface hingga implementasi. Studiini dibatasi hanya sampai pada tahap desain sistem. Hasil pengembangansistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memudahkan penggunauntuk mendapat data alokasi anggaran, realisasi, capaian kegiatan , dan sisaanggaran. Sistem ini masih belum komprehensif sehingga perlu perubahanindikator capaian kegiatan yang terukur dan terus berinteraksi dengan pelakusistem dalam hal keperluan informasi dan masukan lain.kata kunci : SDLC, Monitoring, Evaluasi, Sistem
A reporting information system design and evaluation of a computerizedmonitoring created to replace the old system is still manual. The methodologyuses the stages in the method of the System Development Life Cycle (SDLC)starting from the stage of analysis, database design, interface design toimplementation. This study is limited only to the stage of system design. Theresults of the monitoring and evaluation system development implementationand realization of the health budget in Bengkulu Provincial Health Officeenables users to get the data allocation, realization, performance activities,and the rest of the budget. The system is still not comprehensive so thatnecessary changes in indicators evaluating our achievements and continue tointeract with the actors of the system in terms of the purposes of informationand other inputs.Keywords: SDLC, Monitoring, Evaluation, System
Read More
T-4115
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fakhrur Raziy; Pembimbing: Helda; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Eti Rohati
Abstrak:
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan indikator penting kesehatan ibu dan bayi yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kematian neonatal dan stunting. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, sosial-ekonomi, dan kondisi maternal selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsentrasi PM2.5, akses sanitasi layak, akses air minum bersih, tingkat kemiskinan, serta faktor maternal dengan kejadian BBLR di Indonesia tahun 2024. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan kuantitatif agregat pada 35 provinsi di Indonesia. Data diperoleh dari Profil Kesehatan Indonesia 2024, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kejadian BBLR di Indonesia sebesar 4,43%. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan antara konsentrasi PM2.5 (r=-0,369; p=0,029), persentase ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) (r=0,546; p=0,001), dan persentase ibu hamil usia35 tahun, usia kehamilan
Low Birth Weight (LBW) is an important indicator of maternal and infant health that contributes to an increased risk of neonatal mortality and stunting. The incidence of LBW is influenced by various environmental, socioeconomic, and maternal factors during pregnancy. This study aims to analyze the relationship between PM2.5 concentration, access to proper sanitation, access to clean drinking water, poverty levels, and maternal factors with the incidence of LBW in Indonesia in 2024. The study used an ecological study design with an aggregate quantitative approach in 35 provinces in Indonesia. Data were obtained from the 2024 Indonesian Health Profile, the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the Central Statistics Agency (BPS), and the Ministry of Environment and Forestry (KLHK). The analysis was conducted descriptively and bivariately using Pearson or Spearman correlation tests according to data distribution. The results showed an average incidence of LBW in Indonesia of 4.43%. Bivariate analysis found a significant association between PM2.5 concentration (r=-0.369; p=0.029), the percentage of pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED) (r=0.546; p=0.001), and the percentage of pregnant women aged 35 years, gestational age
Read More
S-12306
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmah Yani; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Trisari Anggondowati, Eti Rohati, Hidayat Nuh Ghazali D
Abstrak:
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Depok meningkat tiga kali lipat lebih tinggi di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya khususnya yang diakibatkan oleh COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan pelayanan kesehatan maternal yang sudah disesuaikan di masa COVID-19 untuk deteksi dini komplikasi serta rujukan maternal di Kota Depok tahun 2021 dari eksplorasi keluarga ibu yang meninggal dunia. Studi kasus ini diharapkan merupakan upaya penting dilakukan dalam upaya menurunkan kematian maternal, baik di tingkat fasilitas maupun di tingkat kabupaten/kota. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan desain penelitian studi kasus untuk memberikan informasi detail terkait deteksi dini komplikasi serta rujukan maternal di Kota Depok tahun 2021, penelitian dilakukan di Kota Depok tahun pada bulan Juni sampai Juli 2023 dengan jumlah informan 12 orang, data diperoleh dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen yang terdiri dua kelompok informan. Kelompok kasus adalah keluarga dari ibu hamil, bersalin, dan ibu nifas yang sudah meninggal di Kota Depok periode Januari – Desember 2021, kelompok control adalah ibu hamil, bersalin, dan ibu nifas yang tidak meninggal di Kota Depok periode Januari – Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan deteksi dini komplikasi dan di Kota Depok sebagian besar sudah baik untuk ANC namun untuk telehealth belum terintegrasi karena masih menggunakan aplikasi yang tidak memiliki data base yang baik. Terkait rujukan maternal di Kota Depok pada tahun 2021 secara umum sudah baik ditandai dengan aspek jarak ke fasilitas kesehatan tidak memiliki masalah sama sekali, namun masih terkendala pada aspek pelayanan kesehatan optimal. Hal ini dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan kendala kapasitas rumah sakit dalam hal ketersediaan tempat tidur dan kapasitas pelayanan. Keberhasilan deteksi dini dan rujukan maternal akan terwujud jika ada komitmen yang kuat dari semua pihak sehingga perlu penguatan peran dan komitmen tenaga kesehatan dalam pelaksanaan deteksi dini dan rujukan maternal sebagai bentuk dari upaya penurunan Angka Kematian Ibu .

The Maternal Mortality Ratio (MMR) in Depok City will be three times higher in 2021 compared to previous years, especially those caused by COVID-19. This study aims to look at the implementation of maternal health services that have been adjusted during the COVID-19 era for early detection of complications and maternal referrals in Depok City in 2021 from exploration of the families of mothers who died. It is hoped that this case study will be an important effort to reduce maternal mortality, both at the facility level and at the district ort city level. This type of research is qualitative research, using a case study research design to provide detailed information regarding early detection of complications and maternal referrals in Depok City in 2021, the research was conducted in Depok City from June to July 2023 with 12 informants, data obtained by in-depth interviews and document review consisting of two groups of informants. The case group was the families of pregnant, giving birth and postpartum women who had died in Depok City for the period January - December 2021, the control group were pregnant, giving birth and postpartum women who did not die in Depok City for the period January - December 2021. The results showed that the implementation of early detection of complications and in Depok City was mostly optimal for ANC but for telehealth it had not been integrated because it still used applications that did not have a good data base. Regarding maternal referrals in the city of Depok in 2021, in general, it has been good, marked by the aspect of distance to health facilities that has no problems at all, but is still constrained by aspects of optimal health services. This was influenced by the COVID-19 pandemic which caused constraints on hospital capacity in terms of bed availability and service capacity. The success of early detection and maternal referral will be realized if there is a strong commitment from all parties so that it is necessary to strengthen the role and commitment of health workers in implementing early detection and maternal referral as a form of efforts to reduce maternal mortality. Key words: Maternal mortality,Early detection, Referral system, Depok city
Read More
T-6848
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Mawarti; Pembimbing: Kodim, Nasrin; Penguji: Krisnawati Bantas, Adriati Adnan
S-5955
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive