Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33277 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Marlenywati; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Asih Setiarini, Ida Ruslita
Abstrak:

ABSTRAK Risiko Kurang Energi Kronis (KEK) berdampak terhadap ibu dan calon bayi yang dikandungnya. Dampak tersebut antara lain kesakitan pada trimester 3 kehamilan, perdarahan, BBLR, kematian ibu dan bayi, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan risiko KEK ibu hamil remaja usia 15-19 tahun di Kota Pontianak. Penelitian dilakukan selama bulan Maret ? April 2010) di 23 puskesmas menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 104 orang. Data primer merupakan wawancara data karakteristik ibu, tingkat pengetahuan, kondisi sosio ekonomi, asupan zat gizi serta aktifitas fisik. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Proporsi ibu hamil remaja usia 15-19 tahun risiko KEK sebesar 56,7%. Terdapat hubungan antara usia menarche, asupan energi, asupan protein dan aktivitas fisik dengan risiko KEK. Asupan protein merupakan faktor dominan setelah dikontrol variabel usia menarche, gynecological age (GA), tingkat pendidikan suami, asupan energi dan aktifitas fisik. Ibu hamil usia remaja dengan asupan protein < 80% AKG berpeluang 13,416 kali risiko KEK dibanding ibu hamil usia remaja dengan asupan protein ≥ 80% AKG. Upaya pencegahan risiko KEK dapat dilakukan dengan melakukan intervensi terhadap wanita usia reproduktif sebelum kehamilan termasuk meningkatkan asupan nutrien dan meningkatkan berat badan sebelum kehamilan.

Abstract Risk of chronic energy deficiency (CED) affected to mother and their fetuses. Impacts of CED are include pain in the third trimester of pregnancy, bleeding, low birth weight (LBW), death in mother and baby, etc. This study purpose to determine the most dominant factors correlated with CED risk on pregnant adolescents aged 15-19 years in Pontianak. Research conducted on March ? April 2010 in 23th health centers and study design was done using cross sectional and subjects were 104. Primary data taken in the form of interview for the data characteristics of pregnant adolescent, the level of knowledge, socio-economic conditions, nutrient intake (energy and protein) and physical activity. Data analyzed using logistical regression . The proportion of pregnant adolescents aged 15-19 years amounted to 56.7% risk of CED. Multivariate analysis showed the correlation between age of menarche, energy intake, protein intake and physical activity with risk of CED. Protein intake is the most dominant factor correlated with CED risk on pregnant adolescents aged 15-19 years in Pontianak in year 2010 after being controlled by the age of menarche, gynecological age (GA), husband's education level, energy intake and physical activity. Pregnant adolescent with protein intake <80% RDA were 13,416 times more likely to have risk CED than there with protein intake ≥ 80% RDA. Prevention of risk CED on pregnant adolescent can be done by intervention before pregnancy including increase intake nutrient and weight gain.

Read More
T-3213
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Azma; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3182
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Mulyaningrum; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati
S-5638
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qoriatusholihah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syahidah Asma Amani
Abstrak:
KEK merupakan tidak tercukupinya zat gizi yang dibutuhkan tubuh akibat kekurangan makanan dalam jangka waktu lama yang ditandai dengan ukuran LiLA <23,5 cm. Remaja perempuan merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami KEK. Menurut Riskesdas (2018), remaja perempuan menjadi kelompok dengan prevalensi KEK tertinggi di Indonesia (36,3%) yang jika dikategorikan berdasarkan klasifikasi masalah kesmas menurut WHO termasuk prevalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok serta faktor dominannya. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan total sampel 240 responden. Data dianalisis menggunakan uji bivariat chi-square dan uji multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,6% remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok berisiko KEK. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi, asupan zat gizi makro, pendapatan orang tua, pengetahuan terkait gizi, body image, dan pengaruh media sosial dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pekerjaan orang tua dengan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok. Pengetahuan terkait gizi merupakan faktor dominan risiko KEK pada remaja perempuan SMA Negeri di Kota Depok (OR=10,294)

CED) is a condition of insufficient nutrients needed by the body due to long-term food shortage, characterized by an MUAC <23.5 cm. Adolescent girls are one of the groups vulnerable to CED. According to the 2018 Riskesdas, adolescent girls have the highest prevalence of CED in Indonesia (36.3%), which, when categorized based on WHO's classification of public health problems, is considered a high prevalence. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in female high school students in Depok City and its dominant factor. This study used a cross-sectional design with a total sample of 240 respondents. Data were analyzed using chi-square and multiple logistic regression. The results showed that 44.6% of female high school students in Depok City were at risk of CED. There were significant relationships between energy intake, macronutrient intake, parental income, nutrition-related knowledge, body image, and social media influence with the risk of CED in female high school students in Depok City. However, there was no significant relationship between parental education and occupation with the risk of CED in female high school students in Depok City. Nutrition-related knowledge was the dominant factor for CED risk in female high school students in Depok City (OR=10.294).

Read More
S-11572
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenty Hapni; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3986
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathimah Zahro Aidina Afliansa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Suparno
Abstrak:
Latar belakang: Prevalensi KEK Ibu Hamil di Indonesia dan beberapa daerah masih cukup tinggi dengan angka bervariasi dari 11,6 – 57,6%. Tujuan: memperoleh perbedaan proporsi kejadian KEK berdasarkan asupan zat gizi makro dan faktor lainnya pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode: cross-sectional kuantitatif menggunakan data sekunder dari penelitian utama milik Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., dengan 124 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: 11,3% ibu hamil di seluruh wilayah, dengan 10,9% di Kota dan 11,7% di Kabupaten yang mengalami KEK. Terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan konsumsi lauk pauk di kota; IMT pra-hamil, anemia, dan status PMT di seluruh wilayah penelitian. Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan asupan (energi, protein, lemak, dan karbohidrat), konsumsi lauk pauk, frekuensi makan, jarak kehamilan, paritas, kunjungan ANC, pengetahuan gizi, dan wilayah tempat tinggal. Kesimpulan: IMT pra-hamil dan anemia meningkatkan risiko KEK ibu hamil dan PMT sesuai diberikan kepada ibu KEK. Efek risiko dari konsumsi lauk pauk di wilayah kota tidak cukup kuat. Optimalisasi ANC, edukasi gizi, pemantauan status gizi sebelum hamil, hingga pencegahan dan penanggulangan anemia penting sebagai langkah pencegahan KEK pada ibu hamil.

Background: The prevalence of CED among pregnant women in Indonesia and several areas remains relatively high, ranging from 11.6% to 57.6%. Objective: To determine the differences in the proportion of CED based on macronutrient intake and other factors among pregnant women in selected public health center (Puskesmas) areas in Bogor City and Regency in 2025. Method: A quantitative cross-sectional study using secondary data from a primary research project led by Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., involving 124 pregnant women. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: CED prevalence was 11.3%, with 10.9% in City and 11.7% in Regency area. Significant differences in the proportion of CED were found based on animal-based food consumption in the city area; pre-pregnancy BMI, anemia, and nutritional supplementation (PMT) status in overall areas. No significant differences were found based on energy, protein, fat, and carbohydrate intake, animal-based food consumption, meal frequency, birth spacing, parity, ANC visits, nutrition knowledge, or residential area. Conclusion: Pre-pregnancy BMI and anemia increase the risk of CED among pregnant women, and PMT has been appropriately distributed to mothers with CED. The risk effect of animal-based food consumption in the city area was not strong enough. Optimizing ANC visits, nutrition education, pre-pregnancy nutritional status monitoring, and prevention and management of anemia are essential in preventing CED in pregnant women.
Read More
S-11927
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Ayu Ningrum; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni, Aisyah Rosalinda
S-6669
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisabet Anggita Siregar; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak:
Risiko kekurangan energi energi kronik (KEK) merupakan situasi dimana remaja putri mempunyai kecenderungan menderita KEK. Kategori risiko kekurangan energi kronik (KEK) di Indonesia didasari pada hasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari atau sama dengan 23,5 cm atau pada pita LILA bagian berwarna merah, jika hasil pengukuran lebih dari 23,5 cm maka tidak ada risiko menderita KEK. Kekurangan energi kronik (KEK) yang terjadi pada remaja merupakan suatu masalah gizi yang harus segera diatasi, mengingat dampak KEK pada remaja putri dapat berkelanjutan hingga usia dewasa dan dapat berdampak buruk pada saat hamil serta melahirkan bayi yang stunting. Prevalensi risiko (KEK) pada sekolah ini lebih besar dari prevalensi nasional. Remaja putri dipilih karena prevalensi kurang energi kronik (KEK) pada wanita usia subur tertinggi di usia 15-19 tahun. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional/ potong lintang dan metode pengambilan sampelnya dengan simple random sampling pada siswi SMK Informatika Bina Generasi 3 Bogor yaitu kelas 10 - 12 periode 2022/2023. Pengolahan data untuk mengetahui asupan energi dan asupan gizi makro dengan menggunakan program nutrisurvey. Analisis frekuensi makan, kebiasaan sarapan pagi, citra tubuh, pengetahuan gizi remaja, uang saku, dan pekerjaan ibu dengan kejadian KEK analisis univariat dan analisis bivariat yaitu menggunakan analisis statistik chi-square. Sebanyak 53,3% siswi SMK Informatika Bina Generasi 3 berisiko KEK dan 47,8% tidak berisiko KEK. Berdasarkan data hasil analisis univariat didapatkan bahwa resiko KEK tertinggi terdapat pada responden yang memiliki asupan energi kurang (85%), asupan karbohidrat kurang (89,4%), asupan lemak kurang (78,8%), asupan protein kurang (81,4%), frekuensi makan kurang (57,5%), jarang sarapan pagi (69,9%), pengetahuan gizi kurang (78,8%). Adanya hubungan yang bermakna antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan protein, frekuensi makan, dan pengetahuan gizi dengan risiko kurang energi kronik (KEK) pada siswi SMK Informatika Bine Geberasi 3 Kabupaten Bogor Tahun 2023. Asupan energi merupakan faktor dominan terjadinya risiko KEK pada siswi SMK Informatika Bine Geberasi 3 Kabupaten Bogor Tahun 2023. Siswi yang mempunyai asupan energi yang kurang berpeluang 10,962 kali lebih besar berisiko KEK dibandingkan dengan responden dengan asupan energi yang cukup.

The risk of chronic energy deficiency (CED) is a situation where young women have a tendency to suffer from CED. The category of chronic energy deficiency (CED) in Indonesia is based on the results of measurements of the upper arm circumference (LILA) less than or equal to 23.5 cm or on the red LILA band; if the measurement results are more than 23.5 cm, then there is no risk of suffering KEK. Chronic energy deficiency (CED) that occurs in adolescents is a nutritional problem that must be addressed immediately, bearing in mind that the impact of KEK on young women can continue into adulthood and can have a negative impact during pregnancy and giving birth to stunted babies. The risk prevalence (KEK) in this school is greater than the national prevalence. Young women were chosen because they have the highest prevalence of chronic energy deficiency (CED) among women of childbearing age, aged 15–19 years. Bina Generation 3 Bogor, namely classes 10–12 for the 2022–2023 period Data processing to determine energy intake and macronutrient intake using the nutrisurvey program Analysis of eating frequency, breakfast habits, body image, knowledge of adolescent nutrition, pocket money, and mother's occupation with the incidence of SEZ univariate analysis and bivariate analysis using chi-square statistical analysis As many as 53.3% of Informatics Bina Generation 3 Vocational School students are at risk of KEK, and 47.8% are not at risk of KEK. Based on data from univariate analysis, it was found that the highest CED risk was found in respondents who had less energy intake (85%), less carbohydrate intake (89.4%), less fat intake (78.8%), less protein intake (81.4%), less frequency of eating (57.5%), rarely breakfasted (69.9%), and a lack of knowledge of nutrition (78.8%). There is a significant relationship between energy intake, carbohydrate intake, fat intake, protein intake, meal frequency, and nutritional knowledge and the risk of chronic energy deficiency (CED) in female students of SMK Informatika Bina Geberasi 3 Bogor Regency in 2023. Energy intake is the dominant factor for risk KEK for female students of SMK Informatika Bina Geberasi 3 Bogor Regency in 2023. Students who have less energy intake are 10.962 times more likely to be at risk of KEK compared to respondents with sufficient energy intake.
Read More
S-11479
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sispa Nuradiana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksiminingsih Achadi, Doddy Izwardy
Abstrak: Tujuan umum peneltian ini untuk mengetahui Konsumsi Energi Ibu Saat Hamilsebagai Faktor Dominan terhadap Konsumsi Energi Ibu selama Menyusui diKecamatan Beji, Depok Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan data primer dansekunder terhadap 146 responden di Kecamatan Beji, Depok. Hasil penelitianmenujukkan rata-rata konsumsi ibu menyusui 1949,56 kkal/hari dan 71,2% ibumenyusui mengonsumsi energi < 80% AKG. Analisis bivariat menunjukkanadanya hubungan karakteristik ibu (usia, paritas, dan pengetahuan tentang ASI),konsumsi energi saat hamil, status gizi postpartum, dan karakteristik sosialekonomi (pendidikan, status bekerja, dan biaya makan keluarga) terhadapkonsumsi energi ibu menyusui. Analisis multivariat menunjukkan konsumsienergi ibu saat hamil sebagai faktor dominan terhadap konsumsi energi ibu selamamenyusui. Terlihat konsistensi rendahnya pola konsumsi ibu saat hamil danmenyusui. Peneliti menyarankan agar pemerintah mempromosikan pentingnyapeningkatan konsumsi energi ibu saat periode kehamilan sampai periodemenyusui.Kata kunci: konsumsi energi, ibu menyusui
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
Read More
S-9157
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive