Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1183 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kosasih Padmawinata
616.132 KOS p
Bandung : Penerbit ITB, 2001
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
616.123 IND p
Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
S.A. Nugraheni, Meilina Suryandari, Ronny Aruben
JMPK Vol.11, No.04
Yogyakarta : FK UGM, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.12, Desember 1993, hal. 17-21
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deslina; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dian Ayubi, Dumilah Ayuningtyas; Suhardini, Ananda
Abstrak:

Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi, sementara proporsi pasien dengan tekanan darah terkendali tetap rendah. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2022–2024 menetapkan target 90% pasien hipertensi terkendali di puskesmas, namun Jakarta Pusat pada tahun 2024 hanya mencapai 16,74%. Penelitian ini dilakukan di dua puskesmas dengan capaian berbeda: Puskesmas X (46,12%) dan Puskesmas Y (2,34%). Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu program pengendalian hipertensi berdasarkan komponen input, proses, dan output dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka.
Penelitian menggunakan desain kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan telaah dokumen pada Maret–Mei 2025, melibatkan 30 informan yang terdiri atas petugas puskesmas, dinas kesehatan, suku dinas kesehatan, kader, dan pasien. Analisis dilakukan secara tematik.
Hasil menunjukkan mutu program di Puskesmas X relatif lebih baik. Puskesmas X menerapkan perencanaan proaktif, penyediaan obat yang lebih cepat, inovasi edukasi berkala, monitoring bersama jejaring, dan pelatihan rutin. Puskesmas Y melaksanakan perencanaan reguler, pengadaan obat mengikuti siklus tahunan, pemanfaatan dashboard hipertensi berjalan meskipun belum optimal, serta koordinasi internal rutin. Meskipun jumlah SDM sesuai standar, keterlibatan fungsional belum merata di kedua puskesmas. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program hipertensi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sumber daya, tetapi juga bergantung pada kualitas proses, termasuk perencanaan yang responsif, pengorganisasian terstruktur, pelaksanaan inovatif, dan monitoring berbasis data.
Penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, penyelarasan definisi indikator antarinstansi, optimalisasi media edukasi digital dan sistem informasi terpadu, serta penetapan petugas administrasi dan teknologi informasi dalam struktur tim program untuk mendukung mutu layanan hipertensi.

The prevalence of hypertension in Indonesia remains high, while the proportion of patients with controlled blood pressure is still low. The Ministry of Health’s Strategic Plan 2022–2024 sets a target of 90% of hypertension patients achieving controlled blood pressure in primary health care facilities, yet in Central Jakarta, the achievement in 2024 was only 16.74%. This study was conducted in two community health centers with contrasting results: Puskesmas X (46.12%) and Puskesmas Y (2.34%). This study aimed to analyze the quality of hypertension control programs based on input, process, and output components using an open systems approach. The study employed a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, observations, and document reviews between March and May 2025, involving 30 informants comprising health center staff, provincial and municipal health office representatives, community health volunteers, and patients. Thematic analysis was applied. The results showed that program quality at Puskesmas X was relatively better. Puskesmas X implemented proactive planning, faster provision of medications, regular educational innovations, joint monitoring with network partners, and routine training. Puskesmas Y carried out standard planning, medication procurement according to the annual cycle, regular internal coordination, and partial utilization of the hypertension dashboard. Although the number of human resources met the minimum standards, functional involvement was not evenly distributed in both health centers. The study indicated that the success of hypertension program implementation was not only determined by resource adequacy but also relied heavily on process quality, including responsive planning, structured organization, innovative implementation, and data-driven monitoring. The study recommends strengthening health worker capacity, harmonizing indicator definitions across institutions, optimizing digital educational media and integrated information systems, and formally designating administrative and information technology staff within program teams to improve hypertension service quality.

 

Read More
T-7300
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dessya Suci Ramadhanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Asuransi kesehatan sosial merupakan mekanisme pendanaan pelayanan kesehatan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, dan memberikan manfaat pengendalian penyakit. Penyakit tidak menular merupakan salah satu penyakit mematikan yang terkadang tidak menunjukan gejala seperti, penyakit hipertensi yang dapat menyebabkan penyakit komplikasi lainnya. Pengendalian penyakit hipertensi yang dilakukan oleh asuransi kesehatan sosial berbeda-beda di setiap negara. Hal ini, berhubungan dengan bagaimana sistem pembayaran provider yang dilakukan di tiap negara tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi pelaksanaan pembayaran provider asuransi kesehatan sosial dalam pengendalian penyakit hipertensi di beberapa negara dengan metode telaah literatur pada enam online database yaitu, ScienceDirect, PubMed, Cambridge Core, Semantic Scholar, Taylor and Francis, dan Springer Link. Terdapat 10 studi terinklusi yang berasal dari Negara Ghana, Nigeria, Kenya, dan Cina. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta dalam skema asuransi kesehatan sosial yang menderita penyakit hipertensi memiliki tingkat prevalensi, kesadaran, dan pengendalian hipertensi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka diluar skema asuransi kesehatan. Sistem pembayaran provider yang berlaku di Ghana menggunakan metode Ghana Diagnostic Related Groups (G-DRG), Nigeria menggunakan metode kapitasi dan fee-for-service (FFS), Kenya menggunakan metode kapitasi, dan fee-for-service (FFS), dan Cina menggunakan metode kapitasi, dan anggaran global. Secara keseluruhan pembayaran provider pada keempat negara masih memiliki kendala yang terjadi, dan menunjukan tingkat pengendalian hipertensi yang rendah. sehingga, masih diperlukannya evaluasi akan sistem pembayaran provider yang berlaku, dan peningkatan pengendalian penyakit hipertensi oleh asuransi kesehatan sosial di keempat negara.

Social health insurance is a funding mechanism for health services that is used to improve the quality of health, and provide disease control benefits. Non-communicable diseases are one of the deadly diseases that sometimes do not show symptoms such as hypertension which can cause complications. Control of hypertension carried out by social health insurance varies in each country. This is related to how the provider payment system is carried out in each of these countries. This study identified the implementation of social health insurance provider payments in the control of hypertension in several countries by the literature review method on six online databases namely, ScienceDirect, PubMed, Cambridge Core, Semantic Scholar, Taylor and Francis, and Springer Link. There were 10 included studies from Ghana, Nigeria, Kenya and China. The results showed that participants in the social health insurance scheme who have hypertension have a better level of prevalence, awareness and control of hypertension compared to those outside the health insurance scheme. The provider payment system in Ghana uses the Ghana Diagnostic Related Groups (G-DRG) method, Nigeria uses the capitation and fee-for-service (FFS) methods, Kenya uses the capitation, and fee-for-service (FFS) methods , and China uses the capitation method, and the global budget. In conclusion, provider payments in the four countries still have problems, and show a low level of hypertension control. Thus, there is still a need for evaluation of the existing provider payment system, and improvement of hypertension control by social health insurance in the four countries.
Read More
S-11462
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Apsari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fadila Wirawan, Firlia Ayu Arini
Abstrak:
Kepatuhan diet penderita hipertensi yang tidak baik dapat mempengaruhi upaya dalam pengontrol tekanan darah dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Diet Approach to Stop Hypertension (DASH) merupakan salah satu diet yang direkomendasikan untuk mengendalikan tekanan darah bagi penderita hipertansi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan diet DASH terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Peneliti menggunakan data sekunder dari penelitian ”Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dan Faktor Lainnya dengan Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Tahun 2023”. Pengolahan data sekunder dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Total sampel pada penelitian ini adalah 156 penderita hipertensi usia >18 tahun yang berobat dan kontrol rutin setiap bulan serta merupakan peserta Prolanis dan Posbindu di Puskesmas Kemiri Muka Kota. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan 68,6% responden memiliki tekanan darah tidak terkendali dan 59,4% responden pada kategori tidak patuh dalam pelaksanaan diet hipertensi DASH. Hasil uji statistik diketahui nilai p-value 0,985 dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kepatuhan diet DASH dengan tekanan darah responden dalam penelitian ini. Variabel usia menjadi variabel yang mempengaruhi pengendalian tekanan darah (p-value <0,05).

Non-compliance with the diet among hypertensive patients can affect efforts to control blood pressure and may increase the risk of complications. The Diet Approach to Stop Hypertension (DASH) is one of the recommended diets for managing blood pressure in hypertensive patients. This study aimed to determine adherence to the DASH diet in controlling blood pressure among hypertensive patients at the Kemiri Muka Public Health Center in Depok City. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. Researchers used secondary data from the study "Relationship between Coffee Drinking Habits and Other Factors with Blood Pressure Control in Hypertensive Patients at the Kemiri Muka Public Health Center 2023". Data processing was conducted from April to May 2024. The total sample in this study was 156 hypertensive patients aged >18 years who received regular treatment and monthly check-ups and were participants in the Prolanis and Posbindu at Kemiri Muka Public Health Center. The data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. The results of this study showed that 68.6% of respondents had uncontrolled blood pressure, and 59,4% of respondents were categorized as non-compliant in implementing the DASH hypertension diet. Statistical tests revealed a p-value of 0.985, indicating that there was no significant relationship between adherence to the DASH diet and respondents' blood pressure in this study. Age was identified as variable influencing blood pressure control (p-value <0.05).
Read More
T-7126
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriany; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Tri Krianto, Sundari, Sakri Sabatmaja
Abstrak:
Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan prevalensi. Komplikasi akibat hipertensi meningkatkan angka kecacatan, kesakitan, kematian dan menjadi beban yang masih sulit diatasi di Indonesia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi untuk usia 18 tahun mencapai 34,1%, di DKI Jakarta mencapai angka 33,43%. Berdasarkan data dinas kesehatan Provinsi DKI tahun 2021, Jakarta Selatan merupakan daerah penderita hipertensi terbanyak kedua di DKI Jakarta (216.137) dan di tahun 2022 (197.744). Kecamatan tertinggi prevalensi hipertensi tahun 2021 di Jakarta Selatan adalah Pasar Minggu. RS Angkatan Laut Marinir Cilandak Pasar Minggu tahun 2020 melaporkan data kunjungan pasien hipertensi sebesar 4187, tahun 2021 sebesar 4221, tahun 2022 sebesar 3875 sejalan dengan data provinsi DKI yang mengambarkan tingginya penderita hipertensi di kota Jakarta Selatan. Tingginya prevalensi menunjukkan masih kurang baiknya pengendalian tekanan darah. Menurut Riskesdas 2018 penderita hipertensi tidak minum obat disebabkan merasa sehat (59,8%). Banyak penderita hipertensi yang tidak menyadari mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan upaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi determinan yang berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah melalui konstruk Health Belief Model di Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner melalui wawancara pada pasien penderita hipertensi sebanyak 125 responden. Hasil Penelitian menunjukan sebanyak 76,0% responden dengan kepatuhan baik dan 24,0% responden memiliki tingkat kepatuhan yang kurang. Hasil analisis Multivariat, terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan (aOR: 10,22), pekerjaan (aOR:0,16), pengetahuan (aOR:4,41), dan keterpaparan informasi (aOR:0,22) dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah. Variabel pendidikan adalah yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam melakukan pengendalian tekanan darah. Dalam Health Belief Model, pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah. Peningkatan pendidikan kesehatan dapat menjadi intervensi yang baik pada perubahan perilaku kepatuhan penderita hipertensi dalam pengendalian tekanan darah di RS Angkatan Laut Marinir Cilandak.

Hypertension is a health problem that has an increasing prevalence every year. Complications due to hypertension increase the rate of disability, morbidity and mortality and are a burden that is still difficult to overcome in Indonesia. In Indonesia, the prevalence of hypertension for those aged 18 years reached 34.1%, in DKI Jakarta it reached 33.43%. Based on data from the DKI Provincial Health Office for 2021, South Jakarta is the area with the second most hypertension sufferers in DKI Jakarta (216,137) and in 2022 (197,744). The district with the highest prevalence of hypertension in 2021 in South Jakarta is Pasar Minggu. Cilandak Pasar Minggu Marine Naval Hospital in 2020 reported data on visits of hypertensive patients of 4187, in 2021 it was 4221, in 2022 it was 3875 which is in line with DKI provincial data which illustrates the high prevalence of hypertension in the city of South Jakarta. The high prevalence indicates that blood pressure is not well controlled. According to Riskesdas 2018, people with hypertension do not take medication because they feel healthy (59.8%). Many people with hypertension are not aware that they have hypertension and do not get treatment. This shows that perception influences a person's behavior in making health efforts. This study aims to identify the determinants associated with compliance with hypertension in controlling blood pressure through the Health Belief Model construct at the Cilandak Marine Naval Hospital. Data collection was carried out by filling out questionnaires through interviews with 125 respondents with hypertension. The results of the study showed that 76.0% of respondents had good compliance and 24.0% of respondents had poor compliance. The results of the multivariate analysis showed that there was a significant relationship between the variables of education (aOR: 10,22), work (aOR:0,16), knowledge (aOR:4,41), and information exposure (aOR:0,22) with compliance hypertension patient in blood pressure control. The education variable is the most dominantly related to compliance with hypertension in controlling blood pressure. In the Health Belief Model, good knowledge can improve compliance with hypertension in controlling blood pressure. Improving health education can be a good intervention in changing compliance behavior of hypertension sufferers in controlling blood pressure at the Cilandak Marine Naval Hospital.
Read More
T-6825
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noor Aliyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Dumilah Ayuningtyas, Armein Sjuhary Rowi, Firy Triyanti
Abstrak:
Kota Bogor merupakan salah satu dari17 kab./kota dengan prevalensi hipertensi lebih tinggi dari prevalensi Jawa Barat yaitu 41,0%, menempati urutan pertama di antara semua penyakit PTM di Kota Bogor. Dari 25 Puskesmas di Kota Bogor, baru 24% yang mencapai target SPM dengan rentang nilai capaian antara 23,7% hingga 126,4%. Malcolm Baldrige National Quality Award merupakan kerangka kerja sistem manajemen mutu organisasi yang mampu mengidentifikasi kekuatan-kekuatan dari semua aspek dalam organisasi terkait kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan, fokus pada sumber daya manusia, dan fokus pada proses untuk melihat hubungan dengan hasil kinerja program pencegahan dan pengendalian Hipertensi di Puskesmas Kota Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja program pencegahan dan pengendalian hipertensi di Puskesmas Kota berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige serta melihat hubungan kriteria Malcolm Baldrige dengan hasil kinerja program pencegahan dan pengendalian hipertensi di Puskesmas Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan instrumen kuesioner Malcolm Baldrige National Quality Award. Populasi penelitian adalah seluruh Puskesmas di Kota Bogor yang berjumlah 25 Puskesmas dengan responden 6 karyawan setiap Puskesmas.Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil kinerja program P2 hipertensi berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik dari 6 kriteria Malcolm Baldrige terhadap kinerja program P2 Hipertensi dengan nilai p value <0,05. Hasil analisis juga menunjukkan nilai OR tertinggi adalah variabel fokus pada SDM (OR = 60,0; CI 95%: 4,72-763,01). Untuk meningkatkan program P2 Hipertensi di Puskesmas Kota Bogor diharapkan dapat mengoptimalkan pembinaan Puskesmas melalui Tim Pembina Cluster Binaan secara terpadu menggunakan acuan self-assessment yang telah dibuat oleh Puskesmas dengan pendekatan Malcolm Baldrige. Kata kunci: Malcolm Baldrige, kinerja, program pencegahan dan pengendalian hipertensi, Puskesmas

Bogor City is one of 17 regencies/cities with a prevalence of hypertension higher than the prevalence of West Java, namely 41.0%, ranks first among all PTM diseases in Bogor City. Of the 25 Puskesmas in Bogor City, only 24% achieved the Minimum Service Standards target with a range of achievement values between 23.7% to 126.4%. Malcolm Baldrige National Quality Award is an organizational quality management system framework that is able to identify the strengths of all aspects of the organization related to leadership, strategic planning, customer focus, measurement analysis and knowledge management, focus on human resources, and focus on processes for see the relationship with the results of the performance of the Hypertension prevention and control program at the Bogor City Health Center. The purpose of this study was to determine the performance of the hypertension prevention and control program at the City Health Center based on the Malcolm Baldrige criteria and to see the relationship between the Malcolm Baldrige criteria and the results of the performance of the hypertension prevention and control program at the Bogor City Health Center. The research method used is a quantitative method with a cross-sectional design using the Malcolm Baldrige National Quality Award questionnaire instrument. The research population was all Public Health Centers in Bogor City, totaling 25 health centers with 6 employees in each Puskesmas. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi-square statistical test. The results of the performance of the P2 hypertension program based on the Malcolm Baldrige criteria found that there was a statistically significant relationship from the 6 Malcolm Baldrige criteria to the performance of the P2 Hypertension program with a p value <0.05. The results of the analysis also showed that the highest OR value was the variable focused on HR (OR = 60.0; 95% CI: 4.72-763.01). To improve the P2 Hypertension program at the City Health Center, it is hoped that it can optimize the development of the Community Health Center through the Integrated Development Cluster Development Team using the self-assessment reference that has been made by the Puskesmas with the Malcolm Baldrige approach. Key words: Malcolm Baldrige, performance, hypertension prevention and control program, public health center
Read More
T-6400
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Tempo. hal : 129
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive