Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39512 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shenia Ananda; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fatmah Yusron, Arifasno Napu
S-6730
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eugeunia Angela Andrian; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Neni Herlina Rafida
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia dewasa di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor asupan (natrium, lemak, serat, kalium), Indeks Massa Tubuh (IMT), dan gaya hidup (aktivitas fisik, merokok, dan stres) dengan kejadian hipertensi serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi hipertensi pada penduduk dewasa usia 45–59 tahun di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 153 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi pada responden sebesar 54,9%, hasil ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden dalam kelompok usia tersebut menderita hipertensi. Pada uji multivariat dengan memasukkan faktor asupan natrium, lemak, serat, aktivitas fisik, merokok dan stress didapatkan hasil nilai p = 0,025 pada asupan natrium (OR = 2,276) dan merokok (OR = 2,805), hal ini menjadikan keduanya sebagai faktor dominan yang berkontribusi terhadap hipertensi. 
Hypertension is one of the non-communicable diseases with a continuously increasing prevalence, particularly among the adult population in urban areas such as Jakarta. This study aims to examine the relationship between dietary factors (sodium, fat, fiber, potassium), Body Mass Index (BMI), and lifestyle factors (physical activity, smoking, and stress) with the incidence of hypertension, as well as to identify the dominant factors influencing hypertension among adults aged 45–59 years in Kemayoran District, Central Jakarta. A cross-sectional study design was employed, involving a total of 153 respondents. Data were collected through questionnaires and direct measurements. Data analysis was conducted using chi-square tests and logistic regression. The results showed a hypertension prevalence of 54.9% among respondents, indicating that more than half of individuals in this age group were affected by hypertension. Multivariate analysis, which included sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, smoking, and stress, revealed that sodium intake (p = 0.025; OR = 2.276) and smoking (OR = 2.805) were the dominant contributing factors to hypertension.
Read More
S-12008
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emerita Stefany; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Judhiastuty Februhartanty
S-7102
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meiranti Prastika Putri; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Ida Ruslita
S-7981
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Pratiwi; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Diah M Utari, Lola Lovita
S-6952
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muti Rowahani; Pembimbing:Fatmah; Penguji: Ahmad Syafiq, Lindawati
S-6980
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darmawan; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Fatmah; Zulaihah
Abstrak: Proporsi jumlah penduduk usia tua di Indonesia semakin meningkat. Hal ini menggambarkan bahwa usia harapan hidup masyarakat juga meningkat. Salah satu upaya untuk menilai status gizi dari lansia dapat dilihat dari Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat badan dan tinggi badan. Namun, pengukuran tinggi badan tegak pada lansia tidak dapat dilakukan karena skoliosis, kifosis, cacat, dan patah tulang. Tujuan studi ini adalah untuk memperoleh model prediksi tinggi badan pada pra lansia (45-59 tahun) dan lansia (60-90 tahun) berdasarkan panjang depa, tinggi lutut, usia, dan jenis kelamin. Studi ini dilakukan pada 202 (90 orang laki-laki dan 112 orang perempuan) pra lansia dan lansia, di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
 
Studi menggunakan desain cross sectional. Kriteria inklusi responden adalah laki-laki maupun perempuan dengan usia 45-90 tahun, memiliki kondisi tubuh yang sehat atau masih mampu berdiri tegak, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Kriteria eksklusi responden adalah lansia yang memiliki salah satu tangan tidak dapat direntangkan karena patah tulang atau sebab tertentu, mengalami patah tulang/kaki palsu, dan gangguan komunikasi.
 
Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa korelasi panjang depa dengan tinggi badan pada laki-laki r = 0,86 perempuan r = 0,71. Korelasi tinggi lutut dengan tinggi badan pada laki-laki r = 0,79 perempuan r = 0,72. Model prediksi tinggi badan dapat dilakukan dengan prediktor panjang depa, tinggi lutut, dan usia. Model prediksi ini dapat diaplikasikan pada pasien yang diamputasi atau gangguan patah tulang.
 

 
Proportion of elderly in Indonesia increases. This situation describe that the life expectation have also increased. A tools to assess the nutritional status of the elderly can be seen from the Body Mass Index (BMI) from weight and height. However, measurement of height in elderly can nott be obtained because scholiosis, khifosis, deformity, of fracture. The purpose of this study was to obtain the height prediction model in middle-age (45-59 years) and elderly (60-90 years) based on arm span, knee height, age, and gender. The study was conducted on 202 (90 men and 112 women) middle-age and elderly, in Bojongsari District, Depok, West Java.
 
This study use cross-sectional design. Inclusion criteria for the respondents were men and women aged 45-90 years, having a healthy body condition or still able to stand upright, and can communicate well. Exclusion criteria were elderly respondents who had one hand can not be stretched because of fracture or a particular cause, suffered a rosthetic limbs, and discommunication.
 
Results of this study indicate that the correlation arm span to height for men women r = 0.86 r = 0.71. Knee hight correlation with height in men women r = 0.79 r = 0.72. The new height prediction models can formed using arm span, knee height, and age. The predictive models can be applied to patients who amputated or fracture.
Read More
S-7986
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Retnowati; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Nurfi Afriansyah
S-6305
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Yasmina Ananda; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Fajrinayanti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi selama pandemi COVID-19 pada kelompok pra lansia dan lansia, serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional yang berlangsung pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Pengumpulan data dilakukan secara daring dan metode sampling yang digunakan, yaitu snowball sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 152 orang yang berusia ≥46 tahun dan bertempat tinggal di DKI Jakarta. Pengkategorian pola konsumsi selama pandemi COVID-19 dilakukan dengan menggunakan algoritma k-mean. Uji T dependen, uji Wilcoxon, dan uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi sebelum dan selama pandemi, serta perbedaan pola konsumsi berdasarkan variabel independen.
Read More
S-10655
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenni Dwi Setiani; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asih Setiarini, Lola Lovita
Abstrak: Skripsi ini membahas riwayat penyakit, asupan protein dan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada peserta posyandu lansia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 112 orang. Sampel diambil dengan kriteria umur 45-79 tahun yang menetap di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Data Karakteristik (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang, riwayat penyakit, pola konsumsi (asupan energi, protein, lemak) didapatkan melalui wawancara dengan kuesioner. Sedangkan data status gizi dengan indeks massa tubuh diperoleh dengan pengukuran antropometri. Analisa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji chi square.
 
Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang mengalami gizi lebih sebesar 50% dan gizi kurang sebesar 6.3%. Dari hasil analisa bivariat diketahui adanya hubungan bermakna antara riwayat penyakit dan asupan protein dengan status gizi peserta posyandu lansia (p<0.05). Sementara data karakteristik (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang, pola konsumsi (asupan energi, dan lemak) tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan status gizi (p>0.05). dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peserta posyandu lansia di Kecamatan Grogol Petamburan mengalami masalah gizi ganda. Untuk itu perlu diadakan penyuluhan gizi seimbang secara berkala dan pemantauan status gizi guna mempertahankan IMT normal.
 

The aim of this study was to discuss the historical of disease, protein intake, and other factors related to the nutritional status of the elderly posyandu participants. The cross sectional study towards 112 samples aged 45 to 79 years of age undertaken at Grogol Subdistrict, West Jakarta. Data characteristics (age, sex, education, and working status); the knowledge, attitudes, and behaviors of balanced nutrition; historical of disease; and the pattern of energy, protein, fat intake) were collected through interviews with the questionnaire. Data of the nutritional status with Body Mass Index (BMI) indicator was collected by anthropometric measurements. The analysis of association between independent variables with dependent variable used Chi Square Test.
 
The results showed the proportion of respondents with over nutrition was 50% and under nutrition was 6.3%. There were a significant association between the historical of disease and protein intake with the nutritional status of the elderly posyandu participants (p <0.05). While the data characteristics (age, sex, education, working status), knowledge, attitudes, behaviors of balanced nutrition, and the pattern of energy, and fat intake showed no significant association with nutritional status (p> 0.05). It can be concluded that the historical of disease and protein intake correlated with the nutritional status of the elderly posyandu participants. Therefore, the regular balanced nutrition counseling and the monitoring of nutritional status should be taken for all participants at the elderly posyandu to maintain a normal BMI.
Read More
S-6879
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive