Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32020 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Inggar Tri Harsanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rahmad
S-6624
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosi Rahmida; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Sandi Iljanto, Ari Muhandari
S-6425
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erik Suhendra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Sumijatun, Sugih Asih
Abstrak:

ABSTRAK

Latar belakang : Sebagai unsur tenaga kesehatan terbesar di RSUD Ilaga, kualitas perawat sangat mempengaruhi kualitas pelayanan di RSUD. Pengetahuan, keterampilan, dan kinerja perawat yang baik akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan di RSUD Ilaga. Pelatihan perawat di RSUD Ilaga bertujuan meningkatkan kualitas perawat, namun pada pelaksanaannya tidak memberikan dampak yang signifikan pada laporan kinerja sebelum dan sesudah pelatihan. Hal ini harus segera diatasi, karena kegagalan pelatihan yang tidak efektif, tidak efisien dan tidak relevan dengan kebutuhan perawat di RSUD Ilaga dapat menghambat upaya peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Ilaga.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan di RSUD Ilaga.
Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data survei dari kussioner Hennesy-Hicks pada responden (n=29, purposive sampling), yang terdiri dari 25 pertanyaan (lima kategori). Hasil survey kemudian diolah dengan pedoman Hennesey-Hicks, dengan menggunakan software Microsoft Excell dan SPSS 29, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Metode kualitatif dilakukan dengan menggunakan data hasil wawancara semi terstruktur (n=14) terdiri dari 42 pertanyaan (analisis organisasi, analisis tugas, analisis personal) kemudian diolah dengan analisis tematik.
Hasil Penelitian : Prioritas utama kebutuhan pelatihan responden menurut jenjang pendidikan yaitu administrasi dan keterampilan klinis, tetapi kesenjangan kompetensi lebih kecil pada responden S1 + Profesi. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut asal instansi bekerja yaitu administrasi dan keterampilan klinis, dengan kesenjangan paling tinggi di IRNA. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut usia tidak berbeda yaitu administrasi dan keterampilan klinis, dengan kesenjangan cenderung menurun dengan pertambahan usia. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut lama bekerja yaitu administrasi dan keterampilan klinis, namun terdapat variasi kesenjangan pada tiap kategori lama bekerja. Hasil analisis organisasi menunjukan kebutuhan pelatihan adalah pelatihan RME. Hasil analisis tugas menunjukan terdapat kebutuhan pelatihan keterampilan klinis (operasional alat medis, dan tindakan emergensi) dan pelatihan SOP. Hasil analisis personal menunjukan perlunya pelatihan motivasi.
Kesimpulan : Hasil analisis kebutuhan pelatihan ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pelatihan di RSUD Ilaga.

Kata Kunci : Gap Competency Analysis, Hennessy-Hicks Questionairre, Organisational Analysis, Personal Analysis, Training Needs Analysis.


ABSTRACT   Background: As the largest health workforce in Ilaga Regional Hospital, the quality of nurses greatly affects the quality of service at the hospital. Good knowledge, skills, and performance of nurses will be directly proportional to the quality of service at Ilaga Regional Hospital. Nurse training at Ilaga Regional Hospital aims to improve the quality of nurses, but in its implementation it does not have a significant impact on performance reports before and after training. This must be addressed immediately, because the failure of ineffective, inefficient and irrelevant training to the needs of nurses at Ilaga Regional Hospital can hinder efforts to improve the quality of service at Ilaga Regional Hospital. Research Objectives: This study aims to identify training needs at Ilaga Regional Hospital. Research Methodology: This study uses qualitative and quantitative methods. The quantitative method was carried out using survey data from the Hennesy-Hicks questionnaire on respondents (n = 29, purposive sampling), consisting of 25 questions (five categories). The survey results were then processed with the Hennesey-Hicks guidelines, using Microsoft Excel and SPSS 29 software, then presented in table form. Qualitative methods were conducted using semi-structured interview data (n=14) consisting of 42 questions (organizational analysis, task analysis, personal analysis) then processed with thematic analysis. Research Results: The main priority of respondents' training needs according to education level is administration and clinical skills, but the competency gap is smaller for S1 + Profession respondents. The priority of training needs according to the institution of origin is administration and clinical skills, with the highest gap in IRNA. The priority of training needs according to age is no different, namely administration and clinical skills, with the gap tending to decrease with age. The priority of training needs according to length of service is administration and clinical skills, but there are variations in the gap in each category of length of service. The results of the organizational analysis show that the training need is RME training. The results of the task analysis show that there is a need for clinical skills training (operation of medical devices, and emergency actions) and SOP training. The results of the personal analysis show the need for motivational training. Conclusion: The results of this training needs analysis can be the basis for consideration in planning and implementing training at Ilaga Hospital.  Keywords: Gap Competency Analysis, Hennessy-Hicks Questionnaire, Organizational Analysis, Personal Analysis, Training Needs Analysis.

Read More
B-2505
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alicia Meidy Savira; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak: Burnout merupakan sindrom yang sering terjadi pada tenaga yang bekerja di institusipelayanan kesehatan tidak terkecuali apoteker. Burnout dapat berpengaruh padakesehatan dan performa kerja apoteker, kualitas pelayanan, serta keselamatan pasien.Salah satu faktor yang dapat menyebabkan burnout adalah faktor beban kerja. Penelitianini dilakukan untuk mendapatkan gambaran beban kerja pada kejadian burnout yangdialami oleh apoteker yang bekerja di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metodeliterature review atau tinjauan kepustakaan dengan menganalisis penelitian-penelitianyang telah dilakukan sebelumnya. Analisis dilakukan pada dua jurnal terkait denganburnout yang terjadi pada apoteker di rumah sakit. Faktor beban kerja yangdiidentifikasi pada kejadian burnout yang dialami apoteker adalah kapasitas tempattidur, jumlah pasien per hari, jenis kegiatan, jumlah kegiatan, dan waktu kerja. Burnoutdibagi menjadi tiga kategori yaitu emotional exhaustion, depersonalization, danpersonal accomplishment. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa apotekermengalami burnout pada tingkat tinggi dan sedang. Kategori burnout dengan nilai yangpaling tinggi adalah emotional exhaustion. Apoteker yang mengalami burnout lebihbanyak terlihat bekerja pada rumah sakit dengan kapasitas yang lebih besar. Selain ituapoteker yang memiliki waktu kerja yang lebih lama beresiko untuk mengalamiburnout. Sementara itu gambaran jumlah pasien, jenis serta jumlah kegiatan yangdilakukan apoteker belum dapat dibedakan pada apoteker yang mengalami burnoutdengan apoteker yang tidak mengalami burnout.Kata kunci:Faktor Beban Kerja; burnout, apoteker; rumah sakit
Burnout is a syndrome which usually happens to health workers who work in a healthservice institution including pharmacists. Burnout can affect pharmacist health andwork performance, quality of service given, and also endanger the patient safety. Thepurpose of this research is to get a picture about workload on burnout incidents thathappen among pharmacists who work at a hospital. This research is using literaturereview method to analyze other research that has been done before. The analysis isperformed on two journals related to burnout that happen to hospital pharmacists.Workload factors identified are bed capacity, daily patient number, type of activity,number of activity, and work hour. Burnout is divided into three categories which areemotional exhaustion, depersonalization, and personal accomplishment. Based onresearch results, pharmacists are experiencing high and moderate levels of burnout.Burnout category with the highest score is emotional exhaustion. Pharmacists whoexperience burnout mostly work in a hospital with larger bed capacity. Pharmacistswho have more work time are at risk to experience burnout. On the other side, thedescription of patient workload, the types and amount of activity which is conducted bythe pharmacist can not be distinguished between pharmacists who experience burnoutand pharmacists who do not experience burnout.Key words:Workload Factor; Burnout; Pharmacist; Hospital.
Read More
S-10428
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sukma Prihartini; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen Andriani, Sumijatun
Abstrak: Salah satu ancaman terhadap keselamatan pasien di rumah sakit adalah risiko penularaninfeksi akibat perawatan kesehatan atau infeksi nosokomial. Hand hygiene dianggapsebagai cara yang paling efektif dalam mencegah dan mengendalikan infeksi nosokomial.Namun, tingkat kepatuhan hand hygiene yang dimiliki perawat belum mencapaikesempurnaan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuanuntuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene padaperawat. Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai tingkat kepatuhan handhygiene yang ditemukan dalam artikel yang ditinjau. Penelitian ini dilakukan denganpendekatan narrative review, yang menggunakan data sekunder dari database onlineyaitu PubMed dan Google Scholar. Hasil penelitian, ditemukan 12 studi terinklusi terkaitdengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene pada perawat danpenilaian tingkat kepatuhan hand hygiene. Dari 12 studi terinklusi, 6 studi diantaranyamengidentifikasi tingkat kepatuhan yang berkisar diantara 18,7% hingga 51% dinilaisebagai kepatuhan yang rendah, dan 60% hingga 82% dinilai sebagai kepatuhan yangbaik. Penilaian kepatuhan hand hygiene yang baik terjadi pada momen setelah terpaparcairan tubuh pasien dan setelah berkontak langsung dengan pasien. Secara keseluruhan,hasil studi mengidentifikasi adanya faktor pengetahuan, sikap, fasilitas, pelatihan, rolemodel, dan pengawasan yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan hand hygiene padaperawat. Beberapa hal yang dapat diusulkan dari penelitian ini dalam meningkatkankepatuhan hand hygiene berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara laindiperlukan adanya dukungan dan komitmen yang tinggi dari manajer rumah sakit sertapeningkatan pada program pelatihan.Kata kunci:Faktor, Kepatuhan, Kebersihan Tangan, Perawat.
Read More
S-10430
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Zahra; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa lama watu tunggu pasien di berbagai negara dan faktor apa saja yang berhubungan dengan lamanya waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan literature review. Hasil penelitian mendapatkan rentang waktu tunggu pasien rawat jalan berkisar dari 3 menit sampai dengan 284 menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di rumah sakit terutama keterlambatan dokter, lalu jenis pembayaran, jenis poliklinik, jumlah antrean, penyediaan berkas rekam medis, kedatangan pasien sebelum jam praktik, ketersediaan sarana prasarana, lama pemeriksaan, sistem perjanjian pertemuan, lama waktu menunggu di bagian pendaftaran, keterampilan SDM, alur proses pelayanan, dan kurangnya SDM. Kata kunci: Rawat Jalan, Rumah Sakit, Waktu Tunggu Waiting time is one of the factors that can affect patient satisfaction. This study was conducted to identify the length of waiting time for patients in various countries and what factors are related to the length of time waiting for outpatients in the hospital. This research is a literature review. The results of the study showed that the waiting time range for outpatients ranged from 3 minutes to 284 minutes. Factors that affect the waiting time for outpatients at the hospital, especially late doctors, then the type of payment, the type of polyclinic, the number of queues, the provision of medical record files, the arrival of patients before practice hours, the availability of infrastructure, the length of the examination, the meeting appointment system, the length of time waiting time at registration, human resource skills, service process flow, and lack of human resources. Key words: Hospital, Outpatient, Waiting Time
Read More
S-10432
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niki Nadya Putri; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Indah Rosana Djajadiredja
Abstrak: Keselamatan pasien masih menjadi isu global di seluruh dunia dengan masih tingginyaangka insiden keselamatan pasien. Salah satu cara untuk mengendalikan angka insidenkeselamatan pasien adalah pengembangan sistem pelaporan. Penelitian ini membahasgambaran pelaporan insiden keselamatan pasien rumah sakit di Indonesia. Tujuanpenelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai gambaran pelaporan insidenkeselamatan pasien rumah sakit di Indonesia ditinjau dari ketersediaan kebijakan danmetode yang digunakan serta faktor yang menghambat pelaporan insiden keselamatanpasien. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan basis data PubMed,Science Direct, CINAHL, Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil pencarianmenunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia telah memiliki kebijakanpelaporan insiden keselamatan pasien dan menggunakan metode pelaporan offline denganformulir. Secara garis besar, prosedur pelaporan IKP rumah sakit telah sesuai denganPanduan Nasional Keselamatan Pasien. Namun dalam pelaksanaannya masih banyakyang belum sesuai dengan alur pelaporan yang seharusnya serta masih menemukanbanyak kendala, seperti rasa takut untuk melaporkan, kurangnya sosialisasi, kurangnyapengetahuan dan motivasi, sistem pelaporan yang rumit, rendahnya budaya keselamatanpasien, belum ada reward, dan umpan balik yang belum maksimal. Dari hasil penelitianditemukan output ketepatan waktu dari pelaporan insiden belum tepat waktu, dan outputkelengkapan baru sebagian kecil tercapai.Kata kunci:Pelaporan insiden keselamatan pasien, rumah sakit, Indonesia, Literature Review
Patient safety still is a global issue throughout the world with the high incidence ofhospital patient safety. One way to control patient safety incident rate is through thedevelopment of a reporting system. This study discusses the description of the reportingof hospital patient safety incidents in Indonesia with a literature review design. This studyaimed to get an information about the description of hospital patient safety incidentreports reviewed in Indonesia in terms of the availability of policies and methods usedalso the factors that hinder the reporting of patient safety incidents. This study uses aliterature review design with a database of PubMed, Science Direct, CINAHL, GoogleScholar and Garuda Research and Technology. The search results show that mosthospitals in Indonesia already have a patient safety incident reporting policy and use theoffline reporting method with a form. Broadly speaking, the hospital's IKP reportingprocedures are in accordance with the National Patient Safety Guidelines. But in practicethere are still many that are not in accordance with the reporting flow that should be andstill encounter many obstacles, such as fear of reporting, lack of socialization, lack ofknowledge and motivation, complicated reporting systems, low patient safety culture, noreward, and feedback which is not optimal yet. Results showed, it was found that theoutput from incident reporting such as timeliness and completeness are not yet fullyachieved.Key words:Patient safety incident report, hospital, Indonesia, literature review.
Read More
S-10436
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afifah Dhima Khalishah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Teuku Nebrisa Zagladin Jacoeb
S-10427
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Oktarina; Pmebimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dede Sri Mulyana
S-6688
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Meyke Bawole; Pembimbing: Pattinama, Peter AW; Ginting, Bertha
L-45
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive