Ditemukan 32802 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Asep Jalaludin Saleh; Pembimbing: Kusnidar Achmad; Penguji: Nurfi Afriansyah, Ivonne M.
S-6793
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Namanda; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Iih Supiasih
S-7099
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agnesia Christina; Pembimbing: Ratu AYu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Iip Syaiful
S-6900
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Setya Ardiningsih; Pembimbing: Ratu Atyu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Rahmawati
S-7832
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diah Widiati; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Engkus Kusdinar Ahmad, Anies Irawati
S-6751
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Niken Salindri; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Endang L. Achadi, Dwiretno Yuliarti
Abstrak:
Penelitian ini membahas perbedaan proporsi dari berbagai faktor risiko hipertensipada masyarakat usia dewasa (18-60 tahun) yang tinggal di daerah pesisir pantai,Karawang, Tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara status gizi, aspuan makan, dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi padamasyarakat dewasa di pesisir pantai Karawang pada tahun 2016. Cross sectionaladalah metode yang digunakan dalam penelitian ini yang dilakukan denganpendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat dewasa usia18-60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 34,8%.Variabel yang menunjukkan perbedan signifikan adalah usia (OR 6.362 dengan pvalue 0,000). Saran bagi masyarakat desa di pesisir pantai adalah dengan melakukancek tekanan darah secara rutin di setiap pertambahan usia.
Kata kunci : hipertensi, usia, pesisir pantai
The study discusses differences between the proportions from the various risk factorsof hypertension in adults (18-60 years) living in the coastal areas, Karawang in 2016.The purpose of this study was to investigate the relationship between nutritionalstatus, food intake and lifestyle with hypertension a coastal communities inKarawang. Cross sectional is the method that used in this study performed withquantitative approach. Samples are adults aged between 18-60 years. Results showedthe prevalence of hypertension of 34.8%. Variables that showed significantdifferences are age (OR 6,362 with p value of 0.000). Suggestions for people thatlived in the coast is to perform regular blood pressure checks by the ageing moment.
Keywords: hypertension, age, coast.
Read More
Kata kunci : hipertensi, usia, pesisir pantai
The study discusses differences between the proportions from the various risk factorsof hypertension in adults (18-60 years) living in the coastal areas, Karawang in 2016.The purpose of this study was to investigate the relationship between nutritionalstatus, food intake and lifestyle with hypertension a coastal communities inKarawang. Cross sectional is the method that used in this study performed withquantitative approach. Samples are adults aged between 18-60 years. Results showedthe prevalence of hypertension of 34.8%. Variables that showed significantdifferences are age (OR 6,362 with p value of 0.000). Suggestions for people thatlived in the coast is to perform regular blood pressure checks by the ageing moment.
Keywords: hypertension, age, coast.
S-9188
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Nur Sarah Sudrajat; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Agus Triwinarto
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan berbagai faktor risiko yang mencakup karakteristik demografi, status gizi, gaya hidup, pola diet, dan stres di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2021. Populasi pada penelitian ini adalah dewasa muda usia 19-24 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan. Total sampel yang termasuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 1.459 sampel.Kejadian hipertensi dianalisis untuk diketahui prevalensi hipertensi sistolik, diastolik, dan gabungan (sistolik dan diastolik) dan ditemukan hipertensi diastolik memiliki prevalensi paling tinggi (14,1%).
Read More
S-10711
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vanny Aprilianny; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak:
Hipertensi merupakan penyebab tingginya prevalensi penyakit kardiovaskuer dandiperkirakan menjadi penyebab kematian didunia sebesar 9,4 juta atau 95%.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan ruralterpilih. Kedua daerah tersebut memiliki prevalensi hipertensi cukup tinggi yaitusebesar 34,9% di wilayah urban dan 43,1% di wilayah rural. Desain penelitian iniadalah kuantitatif observasional cross-sectional menggunakan data penelitianStrategi Nasional pada tahun 2011 dengan jumlah sampel 361 orang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 39,3% responden hipertensi dan 60,7% respondentidak hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkatpendidikan, hiperglikemia, konsumsi fast food, dan konsumsi kopi. Instansi yangterkait diharapkan mampu memotivasi penderita hipertensi untuk melakukanpengecekan gula darah, serta memberikan edukasi gizi dan kesehatan yang efektifdan efisien.Kata Kunci: hipertensi, urban, rural, dan dewasa.
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
Read More
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
S-9095
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evi Heryanti; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti, Rika Rachmalina
Abstrak:
Hipertensi memiliki dampak kesehatan yang serius karena merupakan faktor risiko penyakit stroke, jantung, gagal ginjal, hipertrofi ventrikel kiri dan demensia. Prevalensi hipertensi di Indonesia semakin meningkat, menurut data RISKESDAS tahun 2018 jumlahnya mencapai 34,1% dan merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi dari penyakit tidak menular. Polisi merupakan profesi dengan tingkat stres yang tinggi dan waktu kerja yang dapat mengganggu pola tidur yang merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan kejadian hipertensi pada polisi operasional lapangan di lima satuan terpilih di Polres Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan desain cross-sectional (potong lintang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,024) dan tidak ada hubungan antara usia, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, durasi tidur, stres, asupan natrium, asupan kalium serta konsumsi sayur dan buah dengan kejadian hipertensi. Proporsi kejadian hipertensi yaitu 32,4%, dengan faktor dominannya yaitu obesitas setelah dikontrol oleh usia, aktivitas fisik, asupan natrium serta konsumsi sayur dan buah. Perlunya menerapkan gaya hidup sehat sesuai dengan program Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dari Kementerian Kesehatan dan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kolesterol total dan trigliserida secara rutin agar selalu dalam keadaan normal.
Read More
T-5690
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raisha Azizahra Syafruddin; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Tria Astika Endah Permatasari, Sandra Fikawati
Abstrak:
Underweight atau berat badan kurang adalah berat badan yang terlalu rendah untuk anak normal yang sehat1. Underweight masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Prevalensi underweight di Kabupaten Lebak tahun 2018, mencapai angka 18.61% dimana angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka prevalensi nasional (17.7%) dan Provinsi Banten (16.22%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari penelitian ?Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecacingan pada Balita di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Tahun 2020?. Sampel penelitian ini adalah 208 balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan. Analisis data univariat dan bivariat berupa uji Chi-square dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita usia 24-59 bulan di Desa Karangkamulyan mengalami kejadian underweight sebanyak 10.6%. Selanjutnya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian underweight pada balita, diantaranya: usia balita (p-value =0,000), riwayat penyakit ISPA (p-value =0,003), asupan protein (p-value =0,044), dan kebiasaan konsumsi protein nabati (p-value =0,006).
Underweight is a body weight that is too low for a normal healthy child1. Being underweight is still a significant health problem in Indonesia. The prevalence of underweight in Lebak Regency in 2018, reached 18.61%, which is higher than the national prevalence rate (17.7%) and Banten Province (16.22%). 2. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of underweight in children under five in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020. This study used a cross-sectional design which was carried out by analyzing primary data from the study ?Factors that Related to the Incidence of Helminthiasis in Toddlers in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Sub-disctrict in 2020?. The sample of this study was 208 children aged 24-59 months in Karangkamulyan Village. Univariate and bivariate data analysis was conducted by using SPSS version 22 application. Study results showed that 10.6% of children of Karangkamulyan Village have an incidence of underweight. Also, this study showed that four variables were significantly associated with the age of children (p-value =0,000), history of upper respiratory tract infection (p-value =0,003), protein intake (p-value =0,044), and plant protein (p-value =0,006).
Read More
Underweight is a body weight that is too low for a normal healthy child1. Being underweight is still a significant health problem in Indonesia. The prevalence of underweight in Lebak Regency in 2018, reached 18.61%, which is higher than the national prevalence rate (17.7%) and Banten Province (16.22%). 2. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of underweight in children under five in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Regency in 2020. This study used a cross-sectional design which was carried out by analyzing primary data from the study ?Factors that Related to the Incidence of Helminthiasis in Toddlers in Karangkamulyan Village, Cihara District, Lebak Sub-disctrict in 2020?. The sample of this study was 208 children aged 24-59 months in Karangkamulyan Village. Univariate and bivariate data analysis was conducted by using SPSS version 22 application. Study results showed that 10.6% of children of Karangkamulyan Village have an incidence of underweight. Also, this study showed that four variables were significantly associated with the age of children (p-value =0,000), history of upper respiratory tract infection (p-value =0,003), protein intake (p-value =0,044), and plant protein (p-value =0,006).
S-11098
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
