Ditemukan 34763 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tesis ini bertujuan untuk melihat model persamaan struktural determinan stunting pada anak bawah dua tahun di Indonesia tahun 2010 dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010. Tehnik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model Analysis. Determinan stunting yang memiliki jalur langsung stunting adalah indikator pola asuh (perilaku menyusui), asupan makanan (tablet besi pada ibu, vitamin A pada ibu dan anak) dan sosial ekonomi (lokasi tinggal, jumlah anggota keluarga, pengeluaran per kapita, pendidikan ibu dan rumah sehat). Variabel sosial ekonomi merupakan variabel yang memiliki hubungan statistic yang bermakna terhadap stunting. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi ibu sejak hamil. Untuk memperluas cakupan, peningkatan pengetahuan dapat dilakukan di posyandu yaitu pada meja 4. Saran lain adalah melakukan program peningkatan pendapatan rumah tangga, baik oleh pemerintah maupun kerjasama dengan LSM atau lembaga swasta terkait. . Kata Kunci : Stunting, Structural Equation Model, anak bawah dua tahun
The thesis is intended to see the structural equation model of determinant stunting of children under two years in Indonesia in 2010 by using data from “Riset Kesehatan Dasar” in 2010. Analysis technique that is used is Structural Equation Model Analysis. Determinants of stunting that has a direct path to the stunting is an indicator of care (breastfeeding), food intake (maternal iron tablets, vitamin A in mother and child) and the socio-economic indicators (location of residence, family size, expenditure per capita, maternal education and healthy house). Socio-economic variable is the only variable that is significantly different toward stunting. It is recommended to improve mother knowledge on nutrition from pregnancy period and to increase the coverage, it can be done through posyandu at table 4. Another suggestion is to create such income generating program. It could be done by government or partnering with NGO or related private institution as well. Key Words: Stunting, Structural Equation Model, children under two
Latar belakang. Kurangnya stimulasi dari lingkungan keluarga akan menyebabkan perkembangan tidak optimal. Tujuan.Mengetahui determinan stimulasi dari keluarga terhadap perkembangan anak serta faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari penelitian kohort retrospektif yang dilaksanakan di Kabupaten Cirebon tahun 2009. Sampel anak usia 24-36 bulan. Data perkembangan dikumpulkan dengan instrumen Bayley scale of infant development dan data stimulasi dikumpulkan dengan instrumen HOME. Hasil. Perkembangan anak dipengaruhi oleh tingkat stimulasi yang diberikan sebesar 0,38 dan pemberian stimulasi ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga sebesar 0,61. Simpulan. Lingkungan keluarga mempengaruhi perkembangan anak melalui stimulasi yang diberikan.
This research used cross-sectional design that aimed to identify disability determinants in Indonesia, in relation with inability for bathing and dressing, by using Basic Health Research Data in 2007.
Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN. Penycbab utama kcmatian tcrsebut adalah penyakit infeksi saluran nafas dan diarc yang dapat dicegah antara lain dengan pemberian ASI secara benar, termasuk pemberian ASI secara eksklusiti Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh laporan bulanan ke-3 Dinas Kesehatan Pidie Jaya pada tahun 2008, untnuk Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 22,2% ibu membefim ASI eksklusifam inntuk Kwamamn Meumh Dua sebanyak 219%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui falctor-faktor yang berhubungan dcngan pcmberian ASI cksklusif. Desain pcnelilian ini adalah crossaveclional. dengan besar sampel 172 orang ibu menyusui di Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Logistic Mhltinomiai menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ibu yang mcmiliki bayi 6-11 bulan hanya 20,3% yang member-ikan ASI eksklusif hanya sampai 4 bulan dan 9,3% yang memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Hasil analisis menunjukkan faktor yang dominan dalam perilaku pemberian ASI ekskiusif adalah tempat periksa hamil pada ibu yang menyusui ekslusif 4 bulan menuniukkan OR 7,19 (CI 95% = 1,52 - 33,9S) dan pengetahuan tentang ASI pada ibu yang menyusui eksklusif 6 bulan menunjukkan OR 15,08 (CI 95% =' 1,81 - l25,47). Berdasarkan hasil penclitian ini disarankan, pertama bahwa tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas penyuluhan dan dapat meningkatkan kerjasama dengan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Meurah Dua. Kedua, agar dinas kcschatan meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan dan pengawasan terhadap program ASI eksklusif di masyarakat. Ketiga perlu penelitian Iebih lanjut dengan menggunakan desain kohort dengan vafiditas tinggi.
The number of infant mortality in Indonesia is the highest among ASEAN countries. The major cause for infant and children mortality is infections, especially the upper respiratory tracts infection and diarrhea. The prevention efforts for reducing the infections are a good nutrition management for infant and children such as adequate and and appropriate breastfeeding. Based on the existing data which was published in the third monthly report of the Pidie Jaya Health Office (2008), there was only 22,2% of mothers who practiced exclusive breastfeeding in the District of Pidie Jaya and only 27,9% in Sub-district of Meurah Dua. The research was carried out to find the factors related to behaviour in giving Exclusive Breastfeeding. The design of this study was cross-sectional survey, the data obtained by involving 172 exclusive breasfeeding among mothers in sub district Mcurah Dua. The data analysis uses logistic muitinomial regression analysis. The sample was selected using simple random sampling technique. Primary data was collected by using standardized questionnaire. The result showed that the proportion of mother who practice exclusive breastfeeding among mothers owing 6-ll months old babies was 20,3% for 4 months and 9,3% for 6 months. From the analysis it was indicated that dominant factors related to practice of exclusive breastfeeding for 4 months very much depended on place of physician visits during pregnancy (OR=7,l8, Cl 95% = 1,52 - 33,95) and those of 6 months were mothers knowledge about breastfeeding (OR = l5,08, CI 95% = 1,81 - l25,47). Based onthe result of the study, it was strongly recommended to the Chief Sub- district of Meurah Dua to increase the quality of health education to the community in the Sub-district Meurah Dua in relation to promotion of exclusive breastfeeding. Furthermore, staff of Health office was also encouraged to promote the training for health personnel and supervision and monitoring the exclusive breastfeeding program in the community. Recommendation is also made for further research to using the cohort design and observation for studying with high validity on data.
