Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39017 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Puspa Sari; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Besral, Nirmala Ahmad Ma`ruf, Julianty Pradono
T-3343
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugianto; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Artha Prabawa, Krisna Nur A. Pangesti, Sulistya Basuki
T-3860
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Wahyudi; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Besral, Timor Utama
Abstrak: Di dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN), petugas kesehatan merupakan pusat untukmemajukan kesehatan. Memproduksi, merekrut dan mempertahankan kesehatan masihmerupakan tantangan utama yang dihadapi dunia. Kurangnya Sumber Daya Manusiauntuk Kesehatan (HRH) tidak hanya terjadi di Indonesia, sebagian besar negara di duniamengalami dua faktor demografi utama yang terkait dengan masalah ini. Pertama,harapan hidup yang lebih tinggi, menghasilkan jumlah pasien yang membutuhkanlayanan kesehatan yang lebih baik. Kedua, itu adalah peningkatan besar dalam populasiyang telah mengakibatkan kebutuhan akan peningkatan sumber daya manusia kesehatan(WHO, 2006). SKN point 288 menyatakan: "Perencanaan SDM Kesehatan pada dasarnyadilakukan berdasarkan fakta (evidence-based) melalui peningkatan Sistem InformasiKesehatan Kesehatan (SI-SDMK)" (Perpres 72 / 2012).Badan PPSDM Kesehatan telah mengembangkan 3 (tiga) Instrumen Data untukmendukung SI-SDMK dalam Aplikasi Berbasis Excel, Aplikasi Berbasis Desktop, danAplikasi Berbasis Web untuk memfasilitasi tugas pengelola SDMK di semuakabupaten/kota di seluruh Indonesia. Aplikasi SI-SDMK ini dapat menginformasikanjumlah jabatan fungsional data kesehatan baik tingkat satuan kerja atau provinsi,informasi yang diperoleh baik dalam bentuk laporan maupun berupa grafik dan peta.Namun, ketika melihat cakupan data yang SI-SDMK dapatkan untuk Puskesmas danRumah Sakit untuk data individu SDMK tahun 2016 untuk Puskesmas 84% dan 2017(hingga Oktober) 92%. Sedangkan untuk Rumah Sakit tahun 2016 36% dan 2017 (hinggaoktober) 41% (SI-SDMK, BPPSDMK).Hasil wawancara singkat pada studi awal di Pusat Data dan Informasi Badan PPSDMuntuk Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Puskesmas, diketahuibahwa pengumpulan data dan pencatatan data individu yang bekerja di fasyankes selamaini adalah masih dilakukan secara manual di Microsoft Excel. Sehingga para manajer dataSDMK di tingkat fasyankes perlu merekapitulasi bentuk data individu yang telah ditulis.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe SI-SDMK berbasis Androiddengan hak akses ke tenaga kesehatan di Fasyankes langsung untuk mendaftar,memeriksa status data individu, serta untuk memperbarui data individu jika ada dataindividu yang tidak akurat / tidak lengkap di sesuai dengan situasi aktual denganmelampirkan dokumen pendukung.Kata kunci:Sistem Informasi, Prototipe, SI-SDMK
In the National Health System (SKN), health workers are central to health promotion.Producing, recruiting and sustaining health are still the main challenges facing the world.Lack of Human Resources for Health (HRH) is not only happening in Indonesia, mostcountries in the world experience two major demographic factors related to this problem.First, higher life expectancy, resulting in the number of patients requiring better healthcare. Secondly, it is a large increase in the population that has resulted in the need forincreased health human resources (WHO, 2006). SKN point 288 states: "Health HRPlanning is basically fact-based through improvement of Health Information System (SI-SDMK)" (Perpres 72/2012).PPSDM Kesehatan Agency has developed 3 (three) Data Instruments to support SI-SDMK in Excel-Based Applications, Desktop-Based Applications, and Web-BasedApplications to facilitate the tasks of SDMK managers in all districts / cities throughoutIndonesia. This SI-SDMK application can inform the number of functional position ofhealth data either level of work unit or province, information obtained either in the formof report or in the form of graph and map. However, when looking at data coverage thatSI-SDMK get for Puskesmas and Hospitals for individual data SDMK year 2016 forPuskesmas 84% and 2017 (until October) 92%. While for hospitals in 2016 36% and 2017(until October) 41% (SI-SDMK, BPPSDMK).The results of a brief interview on the preliminary study at the Center for Data andInformation of PPSDM Agency for Health and DKI Jakarta Provincial Health Office andPuskesmas, it is known that data collection and recording of individual data working infashankes so far is still done manually in Microsoft Excel. So that the SDMK datamanagers at the fashankes level need to recapitulate the form of individual data that hasbeen written. This study aims to develop prototype SI-SDMK based on Android withright to health personnel in Fasyankes directly to register, check the status of individualdata, as well as to update individual data if there are inaccurate / incomplete individualdata in accordance with the actual situation by attaching supporting documents.Keyword:Information System, Prototype, SI-SDMK.
Read More
T-5387
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sigit Wibowo; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Indang Trihandini, R. Giri Wurjandaru, Sri Puji Wahyuni
Abstrak: Menurut WHO, 54% kematian bayi disebabkan oleh masalah gizi. Berdasarkan GNR,Indonesia merupakan negara ke-17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizikompleks, sehingga mengancam kualitas SDM Indonesia di masa mendatang.Berdasarkan hasil Riskesdas dan PSG, permasalahan stunting, wasting, dan underweightcenderung tetap dan masih menjadi masalah gizi masyarakat karena berada di atas nilaiambang batas yang ditetapkan WHO. Berdasarkan Perpres Nomor 42/2013, untukmenanggulangi masalah gizi diperlukan kerjasama lintas sektor melalui upaya intervensispesifik dan sensitif dimana diyakini intervensi gizi sensitif berkontribusi 70% danintervensi gizi spesifik berkontribusi 30% dalam mengatasi permasalahan gizi. Agarpelaksanaan program intervensi gizi dapat berjalan optimal, maka diperlukan data daninformasi yang baik sehingga pelaksanaan program lebih tepat waktu dan tepat sasaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dasbor penyajian data dan informasisistem informasi gizi terpadu. Pengembangan dasbor ini menggunakan modelpengembangan dasbor berbasis user-centered design (dentifikasi kebutuhan, analisis danperencanaan, perancangan prototipe, pengujian dan evaluasi, dan implementasi). Luaranpenelitian diharapkan dapat menjadi media yang efektif dan efisien dalam menyajikandata dan informasi gizi sehingga tindakan intervensi spesifik (sektor kesehatan) maupunintervensi sensitif (sektor non kesehatan) dapat berjalan lebih cepat, tepat, akurat, sertamendukung stakeholder terkait dalam proses pengambilan tindakan intervensi maupunperumusan kebijakan perbaikan gizi masyarakat. Selain itu, dasbor yang dihasilkan dapatdijadikan sebagai alat untuk mengukur kinerja organisasi.
Kata kunci:Sistem Informasi Gizi Terpadu, Dasbor, Gizi, Pemantauan Status Gizi (PSG), LaporanRutin
According to WHO, 54% of infant deaths are caused by nutritional problems. Based onGNR, Indonesia is the 17th country out of 117 countries that have complex nutritionalproblems, thus threatening the quality of Indonesian human resources in the future. Basedon the results of Riskesdas and PSG, stunting, wasting, and underweight problems tendto remain and still become a community nutritional problem because it is above theWHO's set of thresholds. Based on Presidential Decree Number 42/2013, to overcomenutritional problems requires cross-sectoral cooperation through the efforts of specificand sensitive interventions where it is believed that sensitive nutritional interventionscontribute 70% and specific nutrient interventions contribute 30% in overcomingnutritional problems. In order for the implementation of nutritional intervention programcan run optimally, it needs good data and information so that the implementation of theprogram is more timely and right on target. This study aims to develop a dashboard ofdata presentation and information integrated nutrition information system. Thisdashboard development uses a user-centered design dashboard development model(needs identification, analysis and planning, prototype design, testing and evaluation, andimplementation). The research output is expected to be an effective and efficient mediain presenting nutritional data and information so that specific intervention (health sector)and sensitive (non-health sector) interventions can run faster, accurately, and supportrelevant stakeholders in the intervention-taking process as well as the formulation ofcommunity nutrition improvement policy. In addition, the resulting dashboard can serveas a tool for measuring organizational performance.
Key words:Integrated Nutrition Information System, Dashboard, Nutrition, Monitoring of NutritionStatus (PSG), Routine Report.
Read More
T-5392
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Kurniawan; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Sulistyo Basuki, M. Rahmat Widyanto, Bambang Sukana
Abstrak:

Perancangan prototipe sistem informasi evaluasi dampak hasil penelitian dan pengembangan kesehatan melalui pendekatan bibliometrika di Badan Litbang Kesehatan Jakarta.Penelitian dan pengembangan kesehatan (litbangkes) diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan dan teknologi kesehatan tepat guna yang diperlukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Jumlah penelitian dan pengembangan yang dilakukan Badan Litbangkes cenderung meningkat setiap tahunnya. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana pengaruh dari penelitian Badan Litbangkes bagi kemajuan bidang penelitian? Dalam melakukan penelitian terhadap pengaruh penelitian diperlukan suatu indikator penetitian yang jelas yang dapat menunjukkan dampak (impact) suatu penelitian. Salah satu cara yang dapat memberikan gambaran atas pengaruh penelitian adalah dengan penentuan indeks sitasi dan faktor dampak dan jurnal yang dihasilkan. Selama ini laporan analisis data hasil penelitian yang telah dikumpulkan belum ada. Koleksi data publikasi dan sitasi artikel ilmiah belum pernah dicoba untuk dianalisis, hal ini disebabkan belum dikenali keperluan dan pemanfaatannya.Kinerja penelitian Badan Litbangkes baru diukur berdasar atas jumlah peneliti dan sumber daya penelitian lainnya ataupun sekedar jumlah artikel yang mampu dipublikasikan setiap tahunnya, belum melihat seberapa besar dampak luaran penelitian yang telah dihasilkan. Berdasarkan hal tersebut di atas perlu dilakukan pendekatan bibliometrik yang merupakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis literatur hasil penelitian dan mengembangkan sistem informasi untuk mengolah literatur tersebut sehingga mampu menghasilkan informasi yang dapat membantu mengevaluasi hasil penelitian Badan Litbangkes.Proses pelaksanaan pengemhangan sistem informasi dilaksanakan hanya sampai pada tahap uji coba prototipe di laboratorium karena keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan. Metodologi yang digunakan adalah metode inkremental, yang menggabungkan elemen dalam metode urutan linear System Development Life Cyclc (SDLC) dengan filosofi iteratif dari metoda prototipe. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, Jakarta. Permasalahan yang ditemukan adalah permasalahan Sistem Inforrnasi Evaluasi Dampak Hasil Litbangkes terkait dengan prosedur, basis data, sarana dan Prasarana. Penelitian ini menghasilkan prototipe Sistem Infonnasi Evaluasi Dampak Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Pendekatan Bibliometrika yang memerlukan kelanjutan komitmen yang kuat dari para pengambil keputusan dan seluruh staf Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, untuk diterapkan dan terus diberi masukan perbaikan.


Health research and development (HRD) trend aim towards generate knowlegde and expeditious health technology needed to improve health quality. The number of research and development done by National Institute of Health Research and Development (NIHRD) increases every year. Possible question rise is what is the effect of NIHRD research to the improvement field of research? To estimate the research effect, a clear indicator is needed to show the impact of a research. One way to give a description of the effect is with determine citation index and impact factor from published science journal. All these years data analysis result has not been collected. Data collection on publicity and article citation never been analyze because the necessity and benefit was unrecognized. So far NIHRD appraisal based on the number of researcher and Qther sources, not based on how big the impact of those research. Based on all the above, HRD need to do bibliometrics approach that constitute quantitative approach to' analyze research literature and developing information system to prepare the literature so it can give information that help to evaluate NIHRD research result The process of developing infonnation system merely within prototype testing in laboratory due to the lack of funding and time limit oflhis research. Methodology for this research is incremental method which integrate elements in System Development Life Cycle (SDLC) with iteratif philosophy from prototype method. Data and information incorporated by depth interview, observation dan literature study. Research object is NIHRD, Jakarta. The discovered problems are information system of evaluation on HRD result impact related with procedure, data base, and infrastructure. This research produced design of Information system prototype on HRD Result Impact Evaluation through Bibliometrics Approach which need a commitment from policy maker dan all the staff on NIHRD to apply and give continue improvement. File Digital: 1

Read More
T-2916
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Mulya Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Artha Prabawa, Dian Sulistiyowati, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu dari triple burden of malnutrition terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. 149,2 juta balita mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6% diatas target RPJMN 2020-2024 yakni 14%. Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak membentuk Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting pada tahun 2023. Berdasarkan beberapa penelitian masih terdapat persepsi terkait stunting dan penanggulangannya yang salah dan negatif beredar di masyarakat. Diperlukan umpan balik dari masyarakat yang dapat memberikan informasi tersebut, namun sistem yang ada belum mengakomodir kebutuhan informasi tersebut. Umpan balik tersebut bisa didapatkan melalui platform media sosial yang memuat opini publik. Indonesia merupakan pengguna media sosial twitter terbanyak di tingkat global. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil analisis sentimen (positif, negatif dan netral) serta tren isu terkait stunting dan penanganannya yang beredar di masyarakat bersumber media sosial twitter yang akan digunakan oleh Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak khususnya Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting bekerja sama dengan unit terkait melalui pengembangan Sistem Data Sentimen Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem yang selanjutnya diterapkan pada modeling sistem informasi dimulai dengan diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 1, Entity Relational Diagrams (ERD), Table Relational Diagram (TRD) dan Flow Charts. Pengembangan sistem dilakukan dengan model iterative dan incremental.

Stunting merupakan salah satu dari triple burden of malnutrition terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. 149,2 juta balita mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6% diatas target RPJMN 2020-2024 yakni 14%. Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak membentuk Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting pada tahun 2023. Berdasarkan beberapa penelitian masih terdapat persepsi terkait stunting dan penanggulangannya yang salah dan negatif beredar di masyarakat. Diperlukan umpan balik dari masyarakat yang dapat memberikan informasi tersebut, namun sistem yang ada belum mengakomodir kebutuhan informasi tersebut. Umpan balik tersebut bisa didapatkan melalui platform media sosial yang memuat opini publik. Indonesia merupakan pengguna media sosial twitter terbanyak di tingkat global. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil analisis sentimen (positif, negatif dan netral) serta tren isu terkait stunting dan penanganannya yang beredar di masyarakat bersumber media sosial twitter yang akan digunakan oleh Direktorat Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak khususnya Tim Kerja Percepatan Percepatan Penurunan Stunting bekerja sama dengan unit terkait melalui pengembangan Sistem Data Sentimen Kementerian Kesehatan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem yang selanjutnya diterapkan pada modeling sistem informasi dimulai dengan diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 1, Entity Relational Diagrams (ERD), Table Relational Diagram (TRD) dan Flow Charts. Pengembangan sistem dilakukan dengan model iterative dan incremental.
Read More
T-6851
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sebalt Lestiantoro; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Rico Kurniawan, Arief Cahyadi, Dhian Probhoyekti
Abstrak:
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam menjamin perlindungan tenaga kerja, khususnya di lingkungan laboratorium yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap paparan bahan mikrobiologi, bahan Kimia maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi K3 yang dapat diterapkan di Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) Kementerian Kesehatan Indonesia guna mendukung pengelolaan manajemen biorisiko dan K3 secara efektif dan efisien. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah pengelolaan data K3 yang masih dilakukan secara manual, sehingga menghambat proses monitoring dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototyping untuk merancang sistem informasi yang mencakup identifikasi bahaya serta penilaian risiko kecelakaan kerja, pengelolaan kelengkapan APD, penyediaan pelatihan K3, Pengelolaan limbah laboratorium, serta pengelolaan insiden terkait kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini berupa prototipe sistem informasi K3 yang dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu pengelolaan K3 secara lebih komprehensif, efisien, dan efektif. Melalui penyediaan data real-time dan visualisasi dalam bentuk dashboard.

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect in ensuring the protection of workers, especially in laboratory environments that have a high risk of exposure to microbiological materials, chemicals and the environment. This study aims to design an OHS information system that can be applied at the Center for Biomedical and Health Genomics (BB Binomika) of the Indonesian Ministry of Health to support effective and efficient management of biorisk and OHS. The main problem identified is the management of OHS data which is still done manually, thus hampering the monitoring and decision-making process. This study uses the Software Development Life Cycle (SDLC) approach with the prototyping method to design an information system that includes hazard identification and risk assessment of work accidents, management of completeness of PPE, provision of OHS training, laboratory waste management, and management of incidents related to work accidents. The results of this study are in the form of a prototype of an OHS information system that can be the basis for further development. The implementation of this system is expected to help OHS management more comprehensively, efficiently and effectively. Through the provision of real-time data and visualization in the form of a dashboard.

OHS, information system, prototype
Read More
T-7284
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Widiyaningrum; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Irhama Hayati, Judhi Saraswati
Abstrak: ABSTRAK
 
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. IARC WHO menyebutkan 8,2 juta kematian terjadi akibat kanker dan 14,1 juta kasus kanker baru terjadi di dunia pada tahun 2012. Dari angka tersebut, Asia berkontribusi terhadap 54,9% kematian akibat kanker, dan 48,0% kasus kanker baru. Di Indonesia, prevalensi kanker sebesar 1.40/00 dan menempati penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular di kelompok penyakit tidak menular sebesar 13%. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker adalah adanya paparan zat yang bersifat karsinogen yang diperoleh di lingkungan kerja, sehingga skrining terhadap adanya kanker menjadi hal penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan prototipe sistem kewaspadaan dini untuk pegawai yang berisiko terhadap paparan zat karsinogen yang merupakan salah satu faktor risiko munculnya penyakit kanker paru dan kanker payudara. Tingkat risiko kanker paru dan payudara diperoleh dengan mengolah variabel pada data hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai. Prototipe menampilkan informasi tingkatan risiko kanker paru dan payudara serta dashboard gambaran risiko penyakit seluruh pegawai. Pengembangan sistem dilakukan dengan menggunakan metode prototipe model incremental dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada pengguna sistem serta observasi dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah terbangunnya prototipe sistem yang dapat memberikan informasi tingkatan risiko setiap pegawai terhadap penyakit kanker paru dan payudara sebagai early warning untuk pengobatan yang lebih dini.
 

 
ABSTRACT
 
Cancer is one of the leading causes of death in the world. International Agency for Research on Cancer WHO mentions 8.2 million deaths from cancer and 14.1 million new cases of cancer in 2012. Asia contributes to 54.9% of deaths from cancer, and 48.0% of new cancer cases. In Indonesia the prevalence of cancer is 1.40/00 and occupies the second cause of death after cardiovascular diseases due to Non Communicable Diseases. One of the risk factors of cancer is the exposed of carcinogenic substances obtained in the work environment. According to these, health screening activity become a priority. The purpose of this study is to develop an early warning prototype system of lung and breast cancer for employees at risk of exposure to carcinogenic substances. Prototype displays information on risk level against lung and breast cancer and also a dashboard of employee's risk to the disease. System development was done by using prototyping method and incremental model. Data collection was done through interview to the system user and document observation. Result of this research is a prototype system which can give information of lung and breast cancer risk level for early treatment and higher survival rate.
Read More
T-5391
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R Mauludin Muchamad; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Popy Yuniar; Penguji: Artha Prabawa, Rusli
Abstrak:

Ketidakmerataan pembangunan kesehatan tennasuk didalamnya pemerataan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan sudah menjadi masalah yang menahun di Kabupaten Tasikmalaya. Pengangkatan tenaga dan pembangunan sarana sejatinya harus melalui perencanaan yang matang dengan memperbatikan faktor kependudukan. wilayah dan tenaga serta fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Keadaan ini menjadikan masyarakat kurang akses terhadap tenaga dan fasilitas kesehatan. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak sedikir masyarakat menempuhjarak yangjauh dan mengeluarkan uang yang banyak karena diwilayahnya sangat minim akan tenaga dan fasilitas kesehatan. Kebijakan Dinas Kesehatan terhadap pemberian izin sarana. pelayanan kesehatan swasta seperti halnya masalah diatas, tidak dilakukan atas petirnbangan Sistem infonnasi yang ada saat ini belum mampu menyediakan informasi yang akurat, efektif dan efisien dalam mcmberikan data dan infurmasl mengenai perizinan kepada pengambU kebijakan. Untuk itu diper1ukatl pengembangan sistem infonnasi yang disesuaikan dengan kebutuhan informasi perizinan sarana pelayanan kesehatan, dises-uaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan peralatan pendukung yang dimiliki. Pengembangan sistem informasi dilakukan dengan mengkaji sistem yang ada saat ini kernudian mengidentifikasi permasalahan sistem informasi serta mengk:aji kebutuhan infonnasi dari para pengguna informasi dalam rangka manajemen pemecahan masaiah. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam mendisain sistem yang baru. Hasil pengembangan sistem informasi yaitu terbangunnya prototype yang diharapkan menjadi solusi masalahan sistem informasi perizinan sehingga infonnasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk mernecahkan masalah kesehatan. Beberapa keunggutan dari prototype yang dihasilkan antara lain adalah kemampuan prototype penghasiikan infonnasi yang dibutuhkan, kemudahan dan kecepatan dalam pengeloiaan dan penyajian data, penyajian infonnasi dalam bentuk tabei dan peta serta penggunaan basis data sehingga menghasilkan analisis yang sangat bennanfaat bagi pengambil kebijakan terutama da!am pengangkatan.


Uneven distribution of health development including health professionals and health care facilities distribution is one of health issues in Tasikmalaya District. Recruitment of health professional and development of health care facilities ideally have to be done in a good planning by taking demography, geography and professional and the existing government and private health care facilities factors Into account. The consequences is that the public have test access to health professional and facilities. order to obtain health care, they have to take a long distant and spend much money. Tasikmalaya district health office policy on licensing for private health care Current existing information system is unable to provide accurate. effective and efficient information in providing data and information considering licensing to regional autorities and head of health office, Therefor. a development of infonnation system from old system is needed that fitted health care facilities licensing information requirement, and fits the availability of existing human resource and support equipment. Development of information system was conducted by assessing the existing system and then identify lssues in information system and assess information need from information user in management of problem solving. The output is used as a basis in new system design. The purpose of this information system development was to produce a prototype that is hoped to be a solution in licensing infonnation system issue, thus produced information can be used as a basis for decision makers to solve health issues specially in distribution of professional and health care facilities. Advantages from this prototype are its ability in producing required infom1ation, simplicity, and its speed in data processing and presentation, percentation of information in tabel fonn and communicative map and data base utilization so it can be a very useful analysis for policy maker mainly in recruitment and distribution of health professional and as a consideration in giving license to private health facilities founding applicant The author hopes that the utilization of the purposed prototype is followed.

Read More
T-2857
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Najmi Komariyah; Pembimbing : Martya Rahmaniati Makful; Penguji : Artha Prabawa, Thafsin Alfarizi, Etik Reno Wiyati
Abstrak: Jumlah jamaah umrah setiap tahun meningkat. Berdasarkan data Pusat Kesehatan Haji, jamaah umrah sakit yang terlaporkan sampai bulan Mei tahun 2015 sebanyak 11 orang dan kematian 1 orang. Sebelum berangkat ke Arab Saudi jamaah diwajibkan untuk melakukan vaksinasi Meningitis Meningokokus. Pelayanan vaksinasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pencatatan data kesehatan jamaah umrah. Sistem informasi yang ada saat ini belum dapat digunakan sesuai kebutuhan pelayanan vaksinasi umrah, pencatatan dan pelaporan masih manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan vaksin umrah yang mampu mendukung pelayanan dan pengelolaan vaksin serta memberikan informasi kesehatan jamaah umrah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Peneliti menggunakan pendekatan SDLC dengan mengidentifikasi sistem yang berjalan dan kebutuhan pengembangan sistem. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen di Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten. Masalah pada sistem informasi yang teridentifikasi pada komponen input, proses, output dan basis data. Dengan dikembangkannya aplikasi sistem informasi ini data tersimpan kedalam database sehingga lebih aman dan dapat memudahkan dalam pengolahan data. Aplikasi menghasilkan informasi kesehatan jamaah umrah dan laporan pelaksanaan pelayanan vaksin umrah. Rekomendasi dimasa yang akan datang Pusat Kesehatan Haji perlu membuat peraturan penyelenggaraan kesehatan umrah dan aplikasi yang dikembangkan disosialisasikan melalui pertemuan maupun video yang diunggah kedalam website aplikasi. Kata kunci: pelayanan vaksin umrah, kesehatan jamaah umrah, sistem informasi kesehatan jamaah umrah.
Read More
T-4828
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive