Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39065 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dedi Wahyudi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Djamal Thaib, Ellen Happy Forever
T-3345
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aurelia Artari Puan Pramesti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Siti Widya Nazhrah
Abstrak:
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda perkeretaapian sebagai transportasi publik di wilayah metropolitan sejalan dengan pentingnya implementasi sistem keselamatan kebakaran di stasiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X yang terdiri dari kinerja sistem proteksi kebakaran, kinerja sarana penyelamatan jiwa, dan kinerja manajemen tanggap darurat. Desain penelitian merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, pengukuran jarak, dan telaah dokumen, lalu dibandingkan dengan standar NFPA. Tingkat kinerja direpresentasikan oleh persentase yang diperoleh dengan membandingkan jumlah komponen yang terpenuhi dengan jumlah komponen yang seharusnya terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja sistem proteksi kebakaran pasif sebesar 100% (Sangat Baik), kinerja sistem proteksi kebakaran aktif sebesar 95% (Sangat Baik), kinerja sarana penyelamatan jiwa sebesar 82.60% (Cukup Baik), dan kinerja manajemen tanggap darurat sebesar 80.64% (Cukup Baik). Secara umum, kinerja sistem keselamatan kebakaran di Stasiun X mencapai 89.56% (Sangat Baik) sehingga Stasiun X telah mengimplementasikan standar NFPA dengan efektif.

The high demand from the community for railway transportation as public transport in metropolitan areas goes hand in hand with the importance of implementing fire safety systems at the stations. This study aims to analyze the fire safety system performance at Station X, which consists of the performance of the fire protection system, the performance of means of egress, and the performance of emergency response management. The research design is descriptive-analytical with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, distance measurements, and document reviews, then compared with NFPA standards. The performance level is represented by the percentage obtained by comparing the number of fulfilled components to the total number of components that should be fulfilled. Based on the research findings, the performance of passive fire protection system is 100% (Very Good), the performance of active fire protection system is 95% (Very Good), the performance of means of egress is 82.60% (Adequately Good), and the performance of emergency response management is 80.64% (Adequately Good). Overall, the performance of the fire safety system at Station X reaches 89.56% (Very Good), indicating that Station X has implemented NFPA standards effectively.
Read More
S-11786
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naila Adinda Achmad; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, M. Fiki Handriyanto
Abstrak:
Stasiun Manggarai merupakan stasiun paling aktif yang menghubungkan tujuh persimpangan jalur kereta api. Sebelum pandemi, tercatat bahwa Stasiun Manggarai merupakan stasiun tersibuk yang melayani lebih dari 20.000 pengguna setiap harinya (Ditjen Perkeretaapian 2022). Pada Januari 2023, terkonfirmasi bahwa Stasiun Manggarai memiliki 150.000 pengguna transit dan 14.000 pengguna stasiun per harinya (Fransisca, 2023). Jumlah pengguna yang banyak dapat meningkatkan kepadatan sehingga dapat meningkatkan potensi bahaya dan risiko, termasuk bahaya dan risiko kebakaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran di Stasiun Transit Manggarai Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek dengan menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan komparasi. Penulis membandingkan hasil penerapan sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran di Stasiun Manggarai dengan standar NFPA 130 dan Code of Practice for Fire Precautions in Rapid Transit Systems 2022. Hasil dari penelitian ini didapatkan dengan wawancara, telaah dokumen, dan observasi langsung pada stasiun. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa persentase pemenuhan sistem proteksi kebakaran dan keselamatan kebakaran pada Stasiun Manggarai adalah sebesar 84,34% dengan pemenuhan tertinggi pada aspek Fungsi, Reliabilitas, dan Ketersediaan Sistem Komunikasi dan Kontrol dan Persyaratan Kawat dan Kabel sebesar 100% dan pemenuhan terendah pada aspek Sistem Komunikasi Keadaan Darurat sebesar 50%.

Stasiun Manggarai is the most active station. In January 2023, Stasiun Manggarai has 150,000 transit users and 14,000 station users per day (Fransisca, 2023). This large number of users can certainly increase the density – and according to research – density can increase the existing potential hazards and risks, including fire hazards. Therefore, this research was conducted to find out the implementation of fire protection and fire safety system at Stasiun Transit Manggarai Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek using a descriptive observational method with comparative approach. The author compares the results of implementing fire protection and fire safety systems at Manggarai Station with NFPA 130 and Code of Practice for Fire Precautions in Rapid Transit Systems 2022. The results of this study were obtained through interviews, document review, and observation. The research found that the proportion of implementation of fire protection and fire safety systems at the Stasiun Manggarai is 84.34% with the highest fulfillment at the percentage of 100% on Function, Reliability, and Availability of Communication and Control Systems; and Wire and Cable Requirements aspect. The lowest compliance is in the Emergency Communication System aspect with the percentage of 50%.
Read More
S-11285
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrudin Efendi; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Amiroel Pribadi, Mayarni
T-3307
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renny Risviana; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Irma Setiawati Wulandari
Abstrak: Penelitian ini membahas Penilaian Risiko Keselamatan Kerja dari Bahaya Fisik pada Operator Pigging pada Stasiun Penerimaan Pig di PT. X Tahun 2013, penelitian inibersifat deskriptif analaitik. Desain studi yang digunakan merupakan desai studi berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan metode semi kuantitatif menggunakan Joh Hazard Analysis (JHA). Analisis Risiko dilakukan dengan menganalisis nilai konsekuensi, peluang, dan frekuensi, yang dianalisis dengan menggunakan Metode Fine yang ada pada AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level risiko substansial dan priority 3. Oleh karenaitu, diberikan rekomendasi yang bersifat engineering dan administratif.
Kata kunci : AS/NZS 4360:2004, penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan,konsekuensi, level risiko.
This risk assesment of safety research that was held at Pig Receiver Station at PT. Xin 2013, is a descriptif analytic study. This design used a study design basedonstandard AS/NZS 4360:2004 with semi-quantitative method using the Joh HazardAnalysis (JHA). Risk analyzes wereconducted to analyze the velue of theconsequences, opportunities and frequency and analyzed using the methods of Fineexisting AS/NZS 4360:2004. The result showed that level of risk is substantial andpriority 3. Therefore, given the recommendation that is engineering andadministrative.
Keywords : AS/NZS 4360:2004, risk assessment, probability, exposure,consequences, level of risk.
Read More
S-7767
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dita Maharani Kusumaningrum; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Baiduri Widanarko, Wisnu Wardhana
Abstrak: Skripsi ini membahas terkait kesesuaian desain stasiun kerja, postur kerja dangambaran keluhan pada sistem otot rangka pada pengguna komputer di kantor pusatPT X Jakarta tahun 2016. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitiandeskriptif dengan desain penelitian cross sectional yaitu dilakukan dengan caramengobservasi kesesuaian desain stasiun kerja (kursi, meja, monitor, keyboard danmouse, dan telepon) dengan standar yang berlaku (OSHA) menggunakan alat ukurberupa checklist, observasi postur kerja dan menilai tingkat risiko ergonomipengguna komputer menggunakan metode ROSA (Rapid Office StrainAssessment), melihat gambaran keluhan pada sistem otot rangka dengan melakukanwawancara dan pengisian kuesioner CMDQ (Cornell Musculoskeletal DiscomfortQuestionnaire). Sehingga dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuantindakan perbaikan dan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risikoterhadap ketidaksesuaian desain stasiun kerja dan postur kerja serta masalahkeluhan pada sistem otot rangka yang dialami oleh karyawan.
This research describes about the workstation design compliance, work posture, anddescription of musculoskeletal system symptoms among computer users at headoffice of PT X Jakarta year 2016. The research was carried out by using descriptivemethod and cross sectional as design study, by observing the workstation design(chair, desk, monitor, keyboard and mouse, and telephone) compliance against therespective standard (OSHA) using observation checklist as measurement tool, theobservation of work posture and the level of work posture risk among the computerusers were conducted by using ROSA (Rapid Office Strain Assessment) method, toget brief description of musculoskeletal system symptoms was by interviewing therespondent and completing CMDQ (Cornell Musculoskeletal DiscomfortQuestionnaire). Therefore, from this research, it may be used as reference todetermine the corrective action and control measure based on hierarchy of riskcontrol related to nonconformity of work station design, work posture and the issueof musculoskeletal system symptoms.
Read More
S-9144
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Kumala Dewi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Haris W. Ranuamihardjo
S-6530
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fennia Herma Yunita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mila Tejamaya, Agus Triyono, Heny D. Mayawati
Abstrak: Kasus gangguan otot akibat kerja (GOTRAK) mempunyai proporsi 45% - 91% Penyakit Akibat Kerja (PAK) tertinggi di berbagai negara (Eurostat,2004; Aweto 2015). Postur kerja janggal merupakan penyebab utama terjadinya GOTRAK. Industri Proses kimia merupakan salah satu jenis industri yang banyak ditemukan postur kerja janggal. Penelitian ini membahas lebih mendalam tentang faktor risiko terjadinya postur janggal sebagai informasi dan dasar model perbaikan ergonomi di PT. X. Faktor risiko yang diteliti adalah faktor individu, pekerjaan dan desain tempat kerja. Penelitian ini bersifat kualitatif analisis deskriftif pendekatan observasional, Instrument yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Penelitian dilakukan pada 2 (dua) stasiun kerja yaitu reaksi Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) dan Azodicarbonamide (ADCA). Hasil telitian mendapatkan postur kerja paling berisiko adalah pada aktivitas penimbangan dan pengepakan Azodicarbonamide di stasiun kerja ADCA dengan skor 15. Perbaikan dengan rotasi kerja, variasi kerja , pelatihan ergonomi serta penyediaan alat bantu sangat disarankan untuk mengatasi postur kerja janggal.

Musculoskeletal disorders (MSDs) have the highest proportion of 45% - 91 % in most countries (Eurostat,2004; Aweto 2015). Awkward posture is the main cause of this MSDs. Chemical Process Industry is one work station in which awkward work posture is often found. The present study discusses more thoroughly on risk factor on awkward posture as information and basic model for ergonomic improvement at PT X. The risk factors studied included risk factor of individual, work and workplace design. This study uses descriptive qualitative analysis using oberservational approach. Instrument used was Rapid Entire Body Assessment (REBA) with interview, observation and measurement. The study was conducted at 2 (two) work stations namely Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) and Azodicarbonamide (ADCA) reaction. Research result revealed that the most risky work posture was in weighing and packaging activity of Azodicarbonamide in the ADCA work station with score of 15. Improvement using work rotation, work variation, ergonomic training and provision of tools is highly recommended to overcome awkward posture.
Read More
T-5201
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahzrin Perwitasari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Hairuddin B. Prasetyo, Marina Kartikawati
Abstrak: Kasus COVID 19 di Indonesia hingga April 2021 mencapai 1.668.368 dengan angka kematian mencapai 45.334. Meningkatnya kasus kematian akibat COVID 19 di seluruh dunia dan adanya 14 karyawan yang terpapar COVID 19 di wilayah kerja proyek ini secara khusus menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor individu terhadap persepsi risiko pada karyawan proyek LRT PT X terhadap COVID 19 selama April Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan faktor individunya, komposisi responden terdiri atas responden pria (83,3%), 56,7% responden berusia 20 30 tahun, berpendidikan Sarjana (58,3%), belum pernah terjangkit COVID 19 (88,3%), dan tidak memiliki penyakit kronis (100%). Secara keseluruhan, mayoritas tingkat persepsi risiko responden adalah tinggi (51,7%; n=62), dan sebanyak 48,3% (n=58) memiliki tingkat persepsi risiko rendah. Hasil analisis persepsi risiko menunjukkan bahwa faktor usia memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat persepsi risiko, tingkat pengetahuan, potensi dampak, kesiapan dan efikasi diri, ketakutan, keparahan, dan kesukarelaan risiko. Faktor jenis kelamin berhubungan secara signifikan dengan kesiapan dan efikasi diri, kebaruan, dan keparahan. Faktor tingkat pendidikan diketahui memiliki hubungan signifikan dengan semua variabel persepsi risiko. Berbeda dengan faktor riwayat COVID-19 yang berhubungan signifikan dengan variabel tingkat pengetahuan, control over risk, dan kebaruan
To April 2021, COVID 19 cases in Indonesia reaches 1.668.368 with the death cases are 45.334. The increasing death cases due to COVID 19 worldwide and the presence of 14 employess exposed to COVID 19 in the project area specifically encouraged this study. This study aims to observe the relationship between individual factors and the risk perception againts COVID-19 among the employess in LRT Project PT X during April May 2021. The results revealed that based on the individual factors, the composition of the respondents are 83,3% of male, aged 20 30 years old (56,7%), hold a bachelor degree (58,3%), have not infected with COVID 19 (88,3%), and do not have a chronic disease (100%). Overall, the risk perception of the respondents is relatively high (51,7%; n=62), and as much as 48,3% (n=58) of respondents have low risk perception against COVID 19. The result of the risk perception analysis showed that the factor of age has a significant relationship with the level of risk perception, level of knowledge, potential impact, readiness and self-efficacy, fear, severity, and voluntary of risk. The factor of gender is significantly related to readiness and self-efficacy, novelty, and severity. The education level is known to have a significant relationship with the entire variabels of risk perception. However, the factor of COVID 19 infected history is significantly related to the knowledge level, control over risk, and novelty
Read More
T-7257
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Ashari Ciptaningrum; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, M. Mushanif Mukti
Abstrak: Kecelakaan konstruksi terjadi dikarenakan pekerjaan konstruksi mengandung bahaya dan risiko yang cukup tinggi. Khususnya pada pekerjaan pemasangan (erection) baja di proyek pembangunan stasiun LRT, dimana pekerja dihadapkan pada kondisi seperti; lokasi kerja di ketinggian, melibatkan alat-alat berat dan peralatan tajam, kondisi cuaca panas, dan durasi kerja yang panjang. Untuk menghindari kecelakaan pada pembangunan stasiun LRT, maka diperlukan penilaian risiko pada proses pekerjaan erection tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan kerja pada proses pekerjaan erection baja pada proyek pembangunan stasiun LRT oleh PT X dengan mengacu pada metode analisis risiko semi-kuantitatif AS/NZS ISO 31000:2009 tentang Manajemen Risiko. Desain penelitian yang dilakukan bersifat observasional dengan metode analisis deskriptif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa risiko tertinggi pada pekerjaan erection baja ialah terjatuh, terbentur material baja, terjepit komponen peralatan erection, dan kelelahan akibat durasi kerja yang panjang. Pengendalian yang direkomendasikan antara lain, penggunaan manlift, penambahan persediaan APD, pengadaan system reward & punishment bagi pekerja, dan pengawasan yang optimal oleh supervisor, HSE manager, konsultan pengawas, serta pihak kementrian perhubungan.
Read More
S-9946
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive