Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38678 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gunawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Roslinormansyah
T-3461
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Tasya; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wien Goerindro
Abstrak: Dalam setiap aktivitas pertambangan, terdapat potensi bahaya yang menimbulkanrisiko terjadinya kecelakaan. Jenis kecelakaan menabrak merupakan kecelakaanyang banyak terjadi pada operasi lalu lintas tambang jobsite PT SS (41%) dankejadiannya cenderung berulang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untukmendapatkan gambaran tentang sistem pertahanan dalam mencegah kecelakaansesuai dengan kerangka pikir Swiss Cheese Model. Penelitian ini dilakukandengan pendekatan kualitatif melalui analisis data kecelakan lalu lintas tambangdi salah satu jobsite di PT SS, suatu perusahaan kontraktor pertambangan batubaraterbuka, dengan menggunakan Human Factors Analysis and Classification Systemin Mining Industry (HFACS-MI). Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap53 kasus kecelakaan lalu lintas tambang, permasalahan yang banyak ditemukan diantaranya adalah skill-based error, adverse mental states, coordination andcommunication, inadequate leadership, dan organization process. Dapat disimpulkan bahwa sistem pertahanan yang ada untuk mencegah kecelakaan lalulintas tambang masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sistem pertahanan, baik yang ditargetkan kepada individu ataupun organisasi, agarrisiko kecelakaan dapat dikendalikan.
Kata Kunci :Kecelakaan lalu lintas tambang, tabrakan, sistem pertahanan, Swiss CheeseModel, HFACS-MI
In mining process activities, there are potential hazards that poses a risk to be anaccident. Collision is one of accident types that frequently happen on miningtraffic operations jobsite PT SS (41%) and it has tendency to occur repeatedly.This study aimed to gain an overview of defences system in preventing accidentsaccording to Swiss Cheese Model framework. The research was conducted with aqualitative approach through mining traffic accident data analysis in one ofjobsite in PT SS, an open coal mining contractor company, using the HumanFactors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI).Based on the analysis of 53 cases of mining traffic accidents, revealed that themost common problems were skill-based errors, adverse mental states,coordination and communication, inadequate leadership, and organizationprocess. It can be concluded that the existing defences system to prevent miningtraffic accidents has not been optimal yet. Therefore, defences systemimprovement, either targeted to the individual or organizational, is needed tocontrol accident risk.
Key words:Mine traffic accident, collision, defences system, Swiss Cheese Model, HFACSMI
Read More
S-7765
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wien Goerindro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Alwahono, Neneng Churaeroh
T-3301
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing : Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level.The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.
Read More
S-12014
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Putri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Jayadi Pide
Abstrak:
Industri pertambangan dipandang sebagai kategori industry dengan risiko tinggi. Jenis kecelakaan tambang lost time injury dan fatality merupakan kecelakaan dengan dampak major terhadap Grup Perusahaan X. Meskipun telah memiliki pedoman teknis pelaporan dan investigasi insiden serta dilakukan tindakan perbaikan, kecelakaan masih terus terjadi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penyebab kecelakaan tambang dan kelemahan sistem pertahanan berdasarkan konsep Human Factors Analysis Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) di Grup Perusahaan X tahun 2021-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan semi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan sistem pertahanan active faiure yang sering ditemukan adalah tingkat unsafe acts kategori skill-based error. Sedangkan kelemahan sistem pertahanan latent failure yang sering ditemukan adalah tingkat unsafe leadership kategori inadequate leadership. Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak kelemahan pada sistem pertahanan active dan latent failure sehingga pencegahan kecelakaan masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan di setiap tingkat sistem pertahanan, baik yang ditargetkan kepada individu maupun organisasi, agar kecelakaan dapat dicegah dan risiko kecelakaan dapat dikendalikan

The mining industry has been viewed as a high-risk industry. Types of mining accidents, such as lost time injuries and fatalities, have a significant impact at both the individual and organizational levels. Despite Group Company X having technical guidelines for incident reporting and conducting investigations with corrective actions, accidents continue to occur. Therefore, this study aims to identify trends in the causal factors of mining accidents and find weaknesses in defense systems based on the Human Factors Analysis Classification System in the Mining Industry (HFACS-MI) method. This research method uses an analytical descriptive approach with a semi-quantitative method. The results show that the most common weakness in the active failure defense system is the occurrence of unsafe acts in the skill-based error category. Additionally, the most common weakness in the latent failure defense system is inadequate leadership in the leadership category. The study concludes that there are still numerous weaknesses in the active and latent failure defense systems, which hinder optimal accident prevention. Improvements need to be made at all levels of the defense system, targeting both individuals and organizations, to prevent accidents and effectively control the risk of accidents.
Read More
S-11367
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Az Zahra Amalia Putri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mufti Wirawan, Herna Rosalin
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis faktor kegagalan yang terjadi terhadap insiden di jalur hauling PT.X, dimana insiden di jalur hauling merupakan insiden berulang dengan persentase tertinggi selama dua tahun terakhir. Fokus penelitian merupakan analisis dari faktor individu ke organisasi, yaitu kondisi laten dan kegagalan aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibuat berdasarkan Human Factor Analysis Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) dengan teknik telaah dokumen dan wawacara sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kondisi laten lebih banyak ditemukan, khususnya organizational influence dan unsafe leadership yang berinteraksi dengan kegagalan aktif, dimana skill based error paling banyak ditemukan dalam penelitian. Interaksi dari kedua faktor kegagalan tersebut meningkatkan risiko terjadinya insiden di jalur hauling.

This study analyzes the factors contributing to incidents on the hauling route of PT.X, where incidents on the hauling route have been recurring with the highest percentage over the past two years. The research focuses on analyzing factors from individual to organizational levels, specifically latent conditions and active failures. The methodology employed in this study is based on the Human Factor Analysis Classification System in Mining Industry (HFACS-MI), utilizing document review and interviews as data collection techniques. The research findings reveal a predominance of latent conditions, particularly organizational influences and unsafe leadership, interacting with active failures, where skill-based errors are most frequently identified. The interaction of these two failure factors increases the risk of incidents on the hauling route.
Read More
S-11541
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adisty Safira Salma Damayanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Zuly Prima Rizky
Abstrak:

Penelitian ini mengkaji kecelakaan kerja di industri pertambangan yang tergolong dalam kategori cedera, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko tinggi, di mana insiden besar seperti cedera kerja serius dan kematian sering kali terjadi meskipun telah dilakukan investigasi dan tindakan pencegahan.
Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama kecelakaan berdasarkan pendekatan sistem HFACS-MI yang mengklasifikasikan kesalahan manusia dan kelemahan sistemik dalam organisasi tambang. Berdasarkan data kecelakaan kasus cedera Tahun 2024, analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap berbagai faktor, dari tingkat operator hingga organisasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecelakaan paling banyak dipicu oleh unsafe acts, terutama skill-based errors, yang menunjukkan kelemahan pada kompetensi atau keterampilan dasar pekerja. Selain itu, faktor latent failures seperti lemahnya supervisi dan ketidakefisienan sistem organisasi juga berperan penting.


This research examines work-related accidents in the mining industry categorized as injury cases, using the Human Factors Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI). The mining industry is known as a high-risk sector, where serious incidents such as major injuries and fatalities frequently occur despite investigations and preventive measures. The study aims to identify the main causal factors of workplace accidents based on the HFACS-MI framework, which classifies human errors and systemic weaknesses within mining organizations. Using data from injury-related accident cases in 2024, both qualitative and quantitative analyses were conducted to assess contributing factors from the operator level up to the organizational level. The findings reveal that the majority of accidents were triggered by unsafe acts, particularly skill-based errors, indicating deficiencies in workers' basic competencies. Additionally, latent failures, such as inadequate supervision and organizational inefficiencies, were also found to play a significant role.

Read More
S-12084
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Winarko; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Fransiscus Fendy Novento, Agra Mohamad Khaliwa
Abstrak:

Industri pertambangan merupakan kegiatan industri yang mempunyai risiko tinggi. Faktor manusia telah diidentifikasi sebagai penyebab paling umum terjadinya kecelakaan besar di industri pertambangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis data kecelakaan di PT. X dengan menggunakan kerangka analisis faktor manusia dan sistem klasifikasi industri pertambangan (HFACS-MI). Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data kualitatif untuk 322 kasus kecelakaan di PT. X yang terjadi pada tahun 2018-2022 dari basis data Sistem Manajemen Insiden yang dikategorikan sebagai cedera yang dapat dicatat. Faktor penyebab kecelakaan ini diberi kode menggunakan kerangka HFACS-MI. Data kecelakaan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 84% dari seluruh kecelakaan melibatkan pekerja kontraktor dan 16% melibatkan pekerja tetap PT. X. Hasil analisis menggunakan kerangka HFACS-MI menunjukkan bahwa setiap lapisan atau tingkatan memberikan kontribusi terhadap kecelakaan, yaitu faktor luar (44%), pengaruh organisasi (68%), kepemimpinan tidak aman (90%), prasyarat tindakan tidak aman (99%), dan tindakan tidak aman (99,7%). Temuan ini menekankan perlunya fokus pada pengurangan jumlah kesalahan manusia selama operasi penambangan untuk mengurangi tren kecelakaan saat ini. Kerangka kerja HFACS-MI telah terbukti menjadi alat penting untuk analisis kecelakaan yang kuat terhadap faktor manusia di pertambangan.


 

The mining industry is an industrial activity with high risks. Human factors have been identified as the most common cause of major accidents in the mining industry. Therefore, this research aims to analyze accident data at PT. X using the human factors analysis and classification system-mining industry framework (HFACS-MI). This research collected qualitative data for 322 accident cases at PT. X occurring from 2018 to 2022 from the Incident Management System database categorized as recordable injuries. Factors causing the accidents were coded using HFACS-MI framework. Accident data were analyzed using descriptive statistics. The study findings revealed that 84% of all accidents involved contractor workers and 16% involved the PT. X permanent workers. The results of analysis using the HFACS-MI framework show that each layer or level contributes to accidents, namely outside factors (44%), organizational influences (68%), unsafe leadership (90%), preconditions of unsafe acts (99%), and unsafe acts (99.7%). These findings emphasize the need to focus on reducing the number of human errors during mining operations to reduce the current accident trend. The HFACS-MI framework has proven to be a valuable tool for robust accident analysis of human factors in mining.

Read More
T-6918
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Kharisha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Syahrul Munir
S-8756
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ela Pegia Marlon; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Dwi Wantoro
S-6989
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive