Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31719 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Isak Semuel Dimara; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Hendra, Ellen H. Forever, Ira Siti Sarah
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang iklim keselamatan di bengkel pertambangan Grasberg Maintenance PTFI tahun 2011 dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis iklim keselamatan pada kelompok manajemen dan pekerja . Penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis iklim keselamatan dilakukan dengan triangulasi untuk membanding hasil data kuesioner, wawancara mendalam dan fokus grup diskusi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel tekanan akibat kerja, peran ambiguitas dan pola kerja dari iklim keselamatan pada kelompok pekerja  dan manajemen bawah  menunjukkan adanya kelemahan, hal ini terutama disebabkan karena adanya putusnya komunikasi dari kelompok manajemen atas ke kelompok di level bawah sehingga menyebabkan ketidak jelasan informasi yang berpengaruh terhadap variabel peran ambiguitas dan tekanan akibat kerja serta pola kerja. Kata Kunci: Iklim keselamatan, Triangulasi, Metode campuran, Tekanan kerja, Komunikasi


This thesis discusses about the safety climate at the Grasberg Maintenance mine workshop PTFI in 2011. The objective of this thesis are identifying and analyzing the safety climate in the group of management and workers. This study is survey research by using mixed method. Safety climate analysis is done by triangulation. It is used to compare the results of the questionnaire data, in-depth interviews and focus group discussions. The results revealed that the variables of safety climate on lower management and group of workers such as Job-Induced Stress, Role Ambiguity and Working Patterns show some weaknesses. These weaknesses are mainly caused of unclear communication from the top management’s group to the bottom level’s group. Furthermore it also makes the uncertainty information which affect to the weaknesses of three variabels above. Keyword: Safety Climate, Triangulation, Mixed Method, Job-Induced Stress, Communication

Read More
t-3465
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desmantoh; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Aris Raharjo
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran iklim keselamatan di PT XY yang merupakan perusahaan jasa pertambangan yang bekerja di area divisi concentrating PT Z. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif. Data diambil pada Bulan Oktober ? November 2022 dari area North South, SAG-Mill 1, dan SAGMill 2 dengan kuesioner yang diadaptasi dari NOSACQ-50 yang meliputi 7 variabel iklim keselamatan di tempat kerja. Kemudian, dilakukan wawancara beberapa pekerja sebagai bahan analisis mendalam untuk pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan iklim keselamatan PT XY ada pada angka 3,14 (Cukup Baik). Faktor Prioritas dan komitmen manajemen menunjukkan angka 3,19 (Cukup Baik), Pemberdayaan manajemen keselamatan menunjukkan angka 3,11 (Cukup Baik), Keadilan manajemen keselamatan menunjukkan angka 3,06 (Cukup Baik), Komitmen tenaga kerja terhadap keselamatan menunjukkan angka 3,27 (Cukup Baik), Prioritas keselamatan tenaga kerja dan tidak ditolerirnya bahaya dan risiko menunjukkan angka 3,04 (Cukup Baik), Pembelajaran, komunikasi, dan inovasi menunjukkan angka 3,18 (Cukup Baik), dan Kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan menunjukkan angka 3,16 (Cukup Baik)

This study aims to obtain an overview of the safety climate at PT XY, which is a mining service company working in the area of the PT Z concentrating division. This research uses a cross-sectional study design with a semi quantitative approach. Data was taken in October - November 2022 from the North South, SAG-Mill 1, and SAG-Mill 2 areas using a questionnaire adapted from NOSACQ-50, including 7 climate variables of safety at work. Then, conducted interviews with several workers as material for in-depth analysis for discussion. The results showed that PT XY's overall safety climate was at 3.14 (Good Enough). Management safety priority, commitment, and competence factors show a score of 3.19 (Good Enough), Management safety empowerment shows a score of 3.11 (Good Enough), Management safety justice shows a score of 3.06 (Good Enough), Workers? safety commitment shows a score of 3, 27 (Good Enough), Workers? safety priority and risk non-acceptance is 3.04 (Good Enough), Safety communication, learning, and trust in co-worker safety competence is 3.18 (Good Enough), and Workers? trust in the efficacy of safety systems is indicated 3.16 (Good Enough)
Read More
T-6540
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irna Anggun Fatiqa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Bimo Prasetyo; Aryo Wibowo
Abstrak:
Industri konstruksi di Indonesia menyerap tenaga kerja sebanyak 8,7 juta orang pada tahun 2023, dimana konstruksi dikenal sebagai pekerjaan berisiko tinggi dan merupakan penyumbang kecelakaan terbesar kedua di Asia. Iklim keselamatan merupakan salah satu faktor kunci dalam mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini fokus menganalisis iklim keselamatan manajemen dan iklim keselamatan pekerja di sebuah proyek konstruksi. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methode dimana total partisipan berjumlah 235 responden dan 26 informan kunci. Data dikumpulkan dengan menggunakan Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) dan wawancara mendalam. Analisa intersection antara data kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa terdapat ketidakkonsistenan pada tiap kategori iklim keselamatan. Pada iklim keselamatan manajemen, meskipun skor tertinggi diperoleh dimensi pemberdayaan keselamatan manajemen, namun dari hasil kualitatif diperoleh bahwa dimensi ini memiliki persepsi kurang paling tinggi. Pada iklim keselamatan pekerja, analisa intersection menunjukkan bahwa dimensi prioritas keselamatan pekerja dan dimensi kepercayaan terhadap keefektifan sistem keselamatan kerja memiliki persepsi kurang paling rendah. Perlu dilakukannya strategi peningkatan melalui evaluasi dan pengembangan sistem manajemen serta komunikasi keselamatan.

The construction industry in Indonesia absorbs a workforce of 8.7 million people in 2023, where construction is known as a high-risk job and is the second largest contributor to accidents in Asia. Safety climate is one of the key factors in preventing work accidents. This research focuses on analyzing the management safety climate and worker safety climate in a construction project. The research design used was a mixed method where the total participants were 235 respondents and 26 key informants. Data was collected using the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) and in-depth interviews. Intersection analysis between quantitative and qualitative data shows that there are inconsistencies in each safety climate category. In the management safety climate, although the highest score was obtained for the management safety empowerment dimension, from the qualitative results it was found that this dimension had the highest lack of perception. In the worker safety climate, the intersection analysis shows that the worker safety priority dimension and the dimension of trust in the effectiveness of the work safety system have the lowest perception. It is necessary to carry out improvement strategies through evaluation and development of safety management and communication systems.
Read More
T-7059
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianto Agung Ekandoko; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satria, Dadan Erwandi, Hadi Setiyoko
T-4088
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astien Setianingrum; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Alwahono, Lana Saria
Abstrak: Manajemen risiko merupakan proses mengelola risiko agar organisasi dapat mencapai tujuan. Dibutuhkan pondasi yang kuat tentang konsep manajemen risiko sebelum menerapkannya. Penelitian ini akan menganalisis manajemen risiko keselamatan pertambangan di PT HPU site PDU, DMI, KMO, dan MGA berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dengan triangulasi sumber yaitu, sumber data dari pengawas tingkat Project Manager, Superintendent, dan Foreman. Hasil wawancara dilakukan analisis konten dan dibandingkan dengan dokumen PT HPU berdasarkan SMKP Minerba dilengkapi referensi lain tentang standar manjemen risiko (ISO 31000:2009, AS/NZS 4360:2004, dan ISO 45001:2018). Berdasarkan analisis konten, didapati bahwa interpretasi pengawas di PT HPU tentang manajemen risiko belum sepenuhnya sesuai dengan standar manajemen risiko karena prosedur perusahaan belum mengakomodir seluruh proses manajemen risiko. Oleh karena itu perlu adanya penyusunan prosedur tentang manajemen risiko yang terintegrasi dengan sistem manajemen keselamatan pertambangan perusahaan dan dipahami oleh setiap lini manajemen.
Read More
T-5694
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Mariyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
S-6874
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadiyan; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Robiana Modjo, Lana Saria, Dean Andreas Simorangkir
Abstrak:
Negara Indonesia dikenal karena memiliki kekayaan akan sumber daya alam dan energi, diantaranya adalah batubara. Kecelakaan kerja di pertambangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan kecelakaan tambang yang dapat menyebabkan munculnya kerugian kepada individu dan peralatan seperti yang luka atau cidera, serta kerugian secara finansial atau ekonomi akibat dari terhambatnya atau terhentinya kegiatan produksi akibat kecelakaan pertambangan yang terjadi. PT H sebagai perusahaan jasa pertambangan memiliki risiko dalam kegiatan operasionalnya. Risiko ini menjadi lebih besar dikarenakan aktivitas bisnis PT H yang berkaitan langsung dengan produksi dan pendistribusian batubara. Hal ini menjadikan manajemen risiko menjadi isu penting dalam upaya mengantisipasi kejadian atau kerugian yang mungkin muncul. Proses manajemen risiko diawali dengan menentukan/ menetapkan konteks, kegiatan identifikasi risiko, yang dilanjutkan dengan analisis terhadap risiko, pengelolaan risiko, evaluasi risiko, melaksanakan monitoring dan review, dan juga komunikasi dan konsultasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi PT H sebagai upaya melaksanakan manajemen risiko. Pada penelitian ini penulis melakukan telaah dokumen serta wawancara mendalam dengan beberapa informan yang berperan penting dan mengerti serta terlibat dalam penerapan proses manajemen risiko di PT H. Informan yang dipilih adalah Superintendent dan Supervisor.

Indonesia is known for having a wealth of natural and energy resources, including coal. Work accidents in mining or commonly known as mining accidents which can cause losses to individuals and equipment such as injuries or injuries, as well as financial or economic losses due to obstruction or cessation of production activities due to mining accidents that occur. PT H as a mining service company has risks in its operational activities. This risk becomes bigger because PT H's business activities are directly related to the production and distribution of coal. This makes risk management an important issue in an effort to anticipate events or losses that may arise. The risk management process begins with determining/determining the context, risk identification activities, followed by risk analysis, risk management, risk evaluation, carrying out monitoring and review, as well as communication and consultation. With this research, it is hoped that it can become input for PT H as an effort to implement risk management. In this study, the authors conducted a document review and in-depth interviews with several informants who played an important role and understood and were involved in the implementation of the risk management process at PT H. The selected informants were Superintendents and Supervisors.
Read More
T-6780
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refiani Fitri Ardiyanti; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Afid Yusthi Ghozali
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim keselamatan dengan perilaku keselamatan pada pekerja di PT X. Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja terhadap komitmen dan praktik keselamatan di lingkungan kerja, sementara perilaku keselamatan mencerminkan tindakan nyata pekerja dalam mendukung keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator iklim keselamatan dan perilaku keselamatan, yang masing-masing diukur menggunakan skala ordinal. Responden penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi di PT X. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara iklim keselamatan dan perilaku keselamatan (ρ = 0,551). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan, maka semakin baik pula perilaku keselamatan yang ditunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun iklim keselamatan yang positif sebagai strategi untuk meningkatkan perilaku keselamatan di tempat kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim keselamatan dengan perilaku keselamatan pada pekerja di PT X. Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja terhadap komitmen dan praktik keselamatan di lingkungan kerja, sementara perilaku keselamatan mencerminkan tindakan nyata pekerja dalam mendukung keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator iklim keselamatan dan perilaku keselamatan, yang masing-masing diukur menggunakan skala ordinal. Responden penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi di PT X. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara iklim keselamatan dan perilaku keselamatan (ρ = 0,551). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan, maka semakin baik pula perilaku keselamatan yang ditunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun iklim keselamatan yang positif sebagai strategi untuk meningkatkan perilaku keselamatan di tempat kerja.
Read More
S-11992
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmat Syafrianto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Ahmad Afif Maulidi, Putri Pujianti
Abstrak:
Industri pertambangan memiliki karakteristik profil risiko tinggi yang membutuhkan manajemen risiko proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko pada kegiatan operasional penambangan di PT X Jobsite Y tahun 2026 berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui triangulasi wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko di PT X Jobsite Y secara struktural telah berjalan dengan dukungan dokumen SOP yang lengkap. Namun, tingkat kematangan sistem cenderung berada pada kategori reaktif dan memicu "paradoks kepatuhan SMKP", di mana kelengkapan administratif belum menjamin efektivitas substantif di lapangan. Pada aspek komunikasi, Pembicaraan 5 Menit (P5M) terlaksana konsisten sebagai komunikasi satu arah, tetapi konsultasi dua arah yang partisipatif masih lemah. Penetapan konteks risiko dominan berfokus pada aspek teknis operasional, sementara faktor sistemik dan sosial (seperti beban kerja dan kompetensi) terabaikan, dipengaruhi oleh minimnya pengawas berpengalaman di atas lima tahun. Selain itu, meskipun identifikasi bahaya empiris di lapangan tergolong kuat, formalisasi ke dalam dokumen IBPR dan Job Safety Analysis (JSA) masih lemah serta tidak konsisten menggunakan matriks penilaian formal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya transformasi manajemen risiko dari reaktif menjadi proaktif. Perusahaan disarankan untuk memperkuat mekanisme konsultasi partisipatif, meningkatkan akurasi pengisian instrumen K3 secara kuantitatif, serta memberikan pelatihan terstruktur bagi pengawas mengenai identifikasi faktor risiko sistemik guna membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

The mining industry inherently possesses a high-risk profile that requires proactive risk management. This study aims to analyze the implementation of risk management in mining operational activities at PT X Jobsite Y in 2026 based on the Mining Safety Management System (SMKP) and ISO 31000:2018. This research utilizes a descriptive qualitative approach, with data collected through the triangulation of in-depth interviews, field observations, and document reviews. The results indicate that risk management implementation at PT X Jobsite Y has structurally advanced, supported by a comprehensive set of SOP documents. However, the system's maturity level tends to be reactive, triggering a "compliance paradox of SMKP," where administrative completeness does not necessarily guarantee substantive effectiveness on the ground. In terms of communication, the 5-Minute Safety Talk (P5M) is consistently implemented as an effective one-way communication tool, but participatory two-way consultation remains weak. The determination of risk context dominantly focuses on operational technical aspects, while systemic and social factors (such as workload and competency) are neglected, influenced by the scarcity of supervisors with more than five years of tenure. Furthermore, while empirical hazard identification in the field is robust, its formalization into Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (IBPR) and Job Safety Analysis (JSA) documents remains weak and inconsistent with formal assessment matrices. The conclusion of this study emphasizes the necessity of transforming risk management from reactive to proactive. The company is recommended to strengthen participatory consultation mechanisms, improve the accuracy of quantitative OHS instrument completion, and provide structured training for supervisors on systemic risk factor identification to build a sustainable safety culture.
Read More
T-7639
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Azizah Sofia; Pembimbing: Hendra; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Eko Pudjadi
S-6538
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive