Ditemukan 16705 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mugeni Sugiharto, Lulut Kusumawati
BPSK Vol.13, No.4
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Witri Zuama Qomarania; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Helda, Kasmiyati, Erni Risvayati
T-5072
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Olive Aturan Cornella; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Iwan Ariawan, Nurmala Selly Saputri
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak antar-kelahiran dengan kematian neonatal di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang menggunakan data SDKI 2017 yang mencakup 9.273 kelahiran hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dikontrol oleh variabel usia ibu saat melahirkan, odds kematian neonatal pada jarak antar-kelahiran 24 bulan ke bawah meningkat menjadi 1,8 (95% CI = 0,9-3,0). Selain itu, terdapat beda efek antara jarak antar-kelahiran dengan kematian neonatal setelah diinteraksikan dengan frekuensi kunjungan ANC. Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai jarak antar-kelahiran yang aman dan pentingnya mengunjungi pelayanan ANC saat masa kehamilan.
Read More
S-10729
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fidya Rumiati; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Riznawaty Imma Aryanty
Abstrak:
Kematian neonatal didefinisikan sebagai kematian yang terjadi pada bulan pertama kehidupan Usaha menurunkan kematian neonatal di Indonesia, Filipina dan Myanmar Myanmar belum mencapai target SDGs. Kematian neonatal yang disebabkan oleh paritas tinggi masih menjadi permasalahan utama pada negara berkembang (99%). Paritas dapat merefleksikan status ekonomi serta keberhasilan dari program penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap kematian neonatal di Indonesia, Filipina dan Myanmar. Penelitian menggunakan data Demographic and Health Survey (DHS) di Indonesia (2017), Filipina (2017) dan Myanmar
Read More
T-6103
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arianty Siahaan; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Besral, Mugia Bayu Raharja
Abstrak:
Angka kematian neonatal di Indonesia masih tergolong tinggi (15 per 1.000 kelahiran hidup), jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita (paritas) juga juga masih tinggi, total fertility rate 2,4 per wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap kematian neonatal di Indonesia. Menggunakan data SDKI 2017 dengan disain cross-sectional mencakup 14,827 kelahiran hidup dalam kurun waktu 2012-2017. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setelah dikontrol oleh variable usia ibu saat melahirkan, bahwa semakin besar paritas akan meningkatkan risiko kematian neonatal. Paritas ke-3 berisiko 1,12 kali lebih tinggi mengalami kematian neonatal dibandingkan paritas 2 (ORadj=1,12;95%CI: 0,55-2,28). Begitu pula dengan paritas 4+, berisiko 1,82 kali lebih tinggi mengalami kematian neonatal dibandingkan paritas 2 (ORadj =1,12;95%CI: 0,86-3,86). Paritas 1 memiliki risiko 36% lebih rendah mengalami kematian neonatal, dibanding dengan paritas 2. Disarankan perlunya peningkatan program keluarga berencana untuk menurunkan paritas agar terhindar dari risiko kematian neonatal.
Read More
S-9936
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Adhityashma Wahono; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Rizka Maulida, Nadia Shafira
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Saat ini kematian neonatal masih menjadi masalah kesehatan masyarakat nasional dan global sehingga diperlukan upaya untuk menurunkannya. Salah satunya melalui pemanfaatan antenatal care (ANC). Dalam ANC terdapat 10 komponen pelayanan kesehatan yang harus diberikan kepada ibu hamil, termasuk imunisasi tetanus toksoid (TT) yang penting untuk mencegah tetanus neonatorum (TN) yang memiliki fatality rate yang tinggi. Di Indonesia, persentase imunisasi TT2+ pada ibu hamil menurun, sedangkan kasus TN mulai meningkat kembali. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan imunisasi TT pada ibu hamil dengan kematian neonatal di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional. Sampelnya terdiri dari 10.028 wanita usia subur yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Berdasarkan uji statistik, baik sebelum maupun setelah dikontrol dengan variabel confounding, ibu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi TT berpeluang tinggi untuk mengalami kematian neonatal (AOR 1,89; 95% CI 1,11 – 3,23). Di sisi lain, pada ibu yang hanya satu kali menerima imunisasi TT tidak ditemukan adanya asosiasi dengan kematian neonatal (AOR 0,67; 95% CI 0,29 – 1,54). Kesimpulan: Menambah bukti tentang pentingnya imunisasi TT pada ibu hamil dalam upaya mencegah kematian neonatal.
Background: Currently, neonatal mortality remains a significant public health issue both nationally and globally. Hence, efforts are needed to reduce it. One effective strategy is the utilization of antenatal care. ANC encompasses 10 essential health services that should be provided to pregnant women, including the administration of tetanus toxoid (TT) immunization, which is crucial for preventing neonatal tetanus (NT) that has a high fatality rate. In Indonesia, the percentage of TT2+ immunization among pregnant women has decreased, while NT cases have begun to rise again. Objective: To determine the association between TT immunization in pregnant women and neonatal mortality in Indonesia. Method: This study utilized data from the 2017 IDHS with a cross-sectional study design. The sample consisted of 10.028 women of childbearing age who met the inclusion criteria. Data analysis was performed using chi-square tests and logistic regression. Result: Based on statistical tests, both before and after controlling for confounding variables, babies born to mothers who never received TT immunization had a higher likelihood of experiencing neonatal mortality (AOR 1.89; 95% CI 1.11 – 3.23). On the other hand, no association was found between mothers who received only one dose of TT immunization and neonatal mortality (AOR 0.67; 95% CI 0.29 – 1.54). Conclusion: Adding evidence about the importance of TT immunization in pregnant women for preventing neonatal mortality.
S-11657
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cindy Prastika; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Kemal N. Siregar, Rima Damayanti, Rahmadewi
Abstrak:
Read More
Kematian neonatal merupakan indikator penting dalam kesehatan anak dan menjadi dasar untuk menilai derajat kesehatan negara. Kematian neonatal menyumbang 2/3 dari kematian bayi. Menurut WHO tahun 2020, 75% kematian neonatal terjadi di minggu pertama kelahiran dan sekitar 1 juta bayi meninggal dalam 24 jam pertama kelahiran. Upaya pencegahan kematian neonatal periode tersebut adalah dengan pelayanan kunjungan neonatal pertama (KN 1) yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan KN 1 dengan kematian neonatal di Indonesia. Desain penelitian dengan cross sectional menggunakan data SDKI 2017. Sampel penelitian adalah WUS (15-49 tahun) yang melahirkan anak terakhir lahir hidup dan bukan kelahiran kembar. Analisis penelitian menggunakan complex sample dengan uji regresi logistik faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan kematian neonatal sebesar 2,3%, cakupan KN 1 sebesar 81,8% dan bayi yang menerima KN 1 lengkap sebesar 35,4%. Terdapat interaksi antara pelayanan KN 1 dengan persalinan sesar terhadap kematian neonatal sehingga kematian neonatal pada KN 1 tidak lengkap dengan sesar berisiko 1,4 kali lebih besar dan kematian neonatal pada KN 1 tidak lengkap dengan bukan sesar berisiko 4,4 kali lebih besar dibandingkan dengan kematian neonatal pada KN 1 lengkap dan bukan sesar. Oleh karena itu, peningkatan kelengkapan pelayanan KN 1 sangat diperlukan dalam penurunan kematian neonatal, seperti penyediaan pedoman neonatal esensial, promosi kesehatan terkait pentingnya perawatan bayi baru lahir. Selain itu juga penting mendorong ibu untuk melahirkan di fasilitas kesehatan agar bayi baru lahir dapat dipantau. Kata kunci: Kematian neonatal, kunjungan neonatal, faktor risiko
Neonatal mortality is an important indicator of child health and basis for assessing country’s health status. Neonatal mortality accounts for 2/3 of infant mortality. According WHO in 2020, 75% of neonatal mortality occur in the first week after birth and about 1 million infants die in the first 24 hours after birth. To prevent neonatal mortality in that period were by providing first neonatal visit service. Study aims to determined the relationship between first neonatal visit service with neonatal mortality in Indonesia. Design study was cross sectional using 2017 IDHS data. The sample was women of childbearing (15-49 years) who gave birth the last child born alive and not twins. Research analysis used complex sample with logistic regression of risk factors test. The results showed that neonatal mortality was 2.3%, coverage of KN 1 was 81.8% and newborns who received complete KN 1 were 35.4%. There was an interaction between KN 1 services with caesarean delivery and neonatal mortality so that neonatal mortality in incomplete KN 1 with caesarean section is 1,4 times greater and neonatal mortality in incomplete KN 1 with non-caesarean section is 4,4 times greater than death neonatal in KN 1 is complete and not caesarean. Therefore, increasing the completeness of KN 1 services is very necessary in reducing neonatal mortality, such as providing essential neonatal guidelines, health promotion related to the importance of newborn care. In addition, it is also important to encourage matenal to delivery in health facilities so that newborns can be monitored. Key words: neonatal mortality, first neonatal visit, risk factors
T-6236
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Desy Fitri Yani, Artha Budi Susila Duarsa
KJKMN Vol.7, No.8
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heppi Kartika Rahmawati; Pemb. Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah; Flourisa J. Sudrajat
S-5208
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tyagita Widya Sari; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Melly Juwitasari
T-4165
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
