Ditemukan 29139 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Makara, Vol.12, No.1, Juni 2008, hal. 27-35 ( cat: ada dibendel 2008 / 2009)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Paediatrica Indonesiana, Vol.53, Iss. 6, Nov. 2013, hal. 305-308
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitrirachmawati; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Yanuar Hamid, Sumijatun
Abstrak:
Supervisi adalah suatu bentuk pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkankinerja petugas melalui proses yang sistematis meliputi pemberian motivasi,komunikasi dan bimbingan. Penelitian ini menggunakan desain observasionaldengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan stratified simple randomsampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsisupervisi kepala ruangan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam melakukanSOP identifikasi pasien Hasil penelitian mempergunakan uji Chi Squaremembuktikan ada hubungan yang bermakna antara motivasi, komunikasi danbimbingan dengan kepatuhan perawat pelaksana menjalankan SOP identifikasipasien. (p value < α). Kesimpulan dari penelitian ini, adalah fungsi supervisikepala ruangan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkankepatuhan perawat dalam melakukan identifikasi pasien sesuai dengan SOP.Kata kunci : Kepatuhan Perawat, Fungsi Supervisi, SOP, Identifikasi pasien
Supervision is a form supervisory that aim to improve the staf performancethrough a systematic process in the provision of motivation, communication andguidance. This study used an observational design with cross sectional approachusing stratified random sampling. The purpose of this study was to determine therelationship between the function of head room supervision with the complianceof nurses in performing SOP patient identification. The result of this researchusing Chi Square test to prove there is a significant correlation betweenmotivation, communication and guidance to compliance of nurses inimplementating SOP of patient identification (p value < α). The conclusion of thisstudy is that the functions of the supervision of head room have a very importantrole to improve the nurses complaince in conducting the patient identificationbased on the SOP.Key word : Nurses compliance, The function of supervision, SOP, Identificationof patient
Read More
Supervision is a form supervisory that aim to improve the staf performancethrough a systematic process in the provision of motivation, communication andguidance. This study used an observational design with cross sectional approachusing stratified random sampling. The purpose of this study was to determine therelationship between the function of head room supervision with the complianceof nurses in performing SOP patient identification. The result of this researchusing Chi Square test to prove there is a significant correlation betweenmotivation, communication and guidance to compliance of nurses inimplementating SOP of patient identification (p value < α). The conclusion of thisstudy is that the functions of the supervision of head room have a very importantrole to improve the nurses complaince in conducting the patient identificationbased on the SOP.Key word : Nurses compliance, The function of supervision, SOP, Identificationof patient
B-1716
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Binarti Oktasia; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kusharisupeni, Mieke Savitri, Lukas C. Hermawan, Fitriati
Abstrak:
Read More
Depkes RI (1997) memperkirakan terdapat 1.000.000 ibu yang mengalami komplikasi obstetri setiap tahunnya, dan menyebahkan sekitar 20.000 terjadinya kematian ibu. Komplikasi obstetri dapat terjadi pada masa hamil, persalinan dan nifas. Masa nifas merupakan masa kritis, baik bagi ibu maupun bayi. Penyebab terjadinya komplikasi obstetri pada masa nifas ini antara lain karena perdarahan, infeksi dan eklampsia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perdarahan masa nifas, salah satunya adalah retensio plasenta. Retensio plasenta adalah tertahan atau belum lahirya plasenta dalam waktu 30 menit setelah kelahiran bayi (Manuaba, 1998). Penyebab dan faktor predisposisi terjadinya retensio plasenta antara lain karena atonia uteri, adanya bekas jaringan parut pada dinding rahim dan penanganan yang salah pada kala III. Hal ini berkaitan erat dengan anemia, paritas dan penolong persalinan. Terdapat kecenderungan peningkatan jumlah kasus perdarahan masa nifas setiap tahunnya di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, dari 15 kasus pada tahun 1999 sampai 76 kasus pada tahun 2001 dengan penyebab terbanyak adalah retensio plasenta (70 kasus) dan belum diketahuinya atau belum ada penelitian tentang retensio plasenta di RS ini . Oleh karena itu diadakannya penelitian tentang hubungan antara anemia, paritas dan penolong persalinan dengan kejadian retensio plasenta di rumah sakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia, paritas dan penolong persalinan dengan retensio plasenta di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 1999-2001. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif cross-sectional, dengan metode pengumpulan data secara kuantitatif yang menggunakan data sekunder (catatan medik). Sampel penelitian ini berjumlah 150 ibu dengan kasus rujukan yang mengalami komplikasi masa nifas (perdarahan, infeksi dan eklampsia). Hasil penelitian menunjukkan estimasi proporsi kejadian retensio plasenta adalah 46,7% dari keseluruhan besar sampel. Ada hubungan antara anemia (OR = 6,88; 95% CI : 5,00 - 8,75), paritas (OR = 0,49; 95% CI : 0,17 - 1,15) dan penolong persalinan (OR = 2,84; 95% CI = 2,24 - 2,90) dengan kejadian retensio plasenta. Disarankan agar wanita hamil mengkonsumsi tablet besi, diadakannya penyebarluasan KIE kepada masyarakat oleh tenaga pemberi pelayanan kesehatan tentang manfaat tablet besi dan bahaya dari anemia, pemilihan tempat dan jenis penolong persalinan, diadakannya pelatihan dan pendidikan berkelanjutan bagi bidan/perawat bidan serta pembinaan/supervisi kepada tenaga penolong persalinan. Daftar bacaan : 55 (1977-2001)
The Relationship Between Anemia, Parity and Birth Attendant with to Evidence Placenta Retention in dr. Mohammad Hoesin Palembang General Hospital Year 1999-2001Indonesia Health Department (1997) estimate 1.000.000 mothers who had obstetric complication every year, and caused about 20.000 death mother. Obstetric complication could happen on pregnancy, labor and post partum. Post partum is the critical phase for mother and the baby. The etiology of obstetrics complication on post partum are follows : bleeding, infection, and eclampsia. There are many factors which caused post partum bleeding, one of this factors is placenta retention. Placenta retention is stand or not already horn of placenta in 30 minutes after baby born (Manuaba, 1998). Causes and predisposing factor of placenta retention are uterine atony and the wrong management of the third stage of delivery .That are related with anemia, parity and birth attendants. Bleeding cases trend to be increases every year in dr. Mohammad Hoesin Palembang General Hospital, from 15 cases in 1999 up to 76 cases in 2001 which the mostly caused is placenta retention (70 cases) and unknown. Research about placenta retention in this hospital has never been studied. The study must be done about relationship between anemia, parity and birth attendant with to evidence placenta retention in this hospital. The aim of this study is to get information about relationship between anemia, parity and birth attendant with to evidence placenta retention in dr. Mohammad Hoesin Palembang General Hospital Year 1999-2001. This study was descriptive study with cross sectional design. Data collection method quantitatively which used secondary data (medical record). Total sample was 150 mothers who had post partum complication (bleeding, infection, and eclampsia). The result of study show that mother proportion with retention placenta 46,7% from all sample size. There are relationship between anemia (OR= 6,88; 95% CI : 5,00 - 8,75), parity (OR = 0,49; 95% CI : 0,17 -1,15) and birth attendant (OR = 2,84; 95% CI : 2,24 -2,90). It is recommended for pregnancy women to consumed iron, disseminated KIE to the community, by the health provider, iron purpose and iron deficiency, how to choice of place and delivery provider. It's also necessary the training and to be continued of education development for the midwifery/nurse and establishment/supervision to the delivery provider. Reference : 55 (1977-2001)
T-1421
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eddy Susanto; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti,
Abstrak:
Berdasarkan teori dan hasil penelitian yang ada anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan risiko terjadinya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Keadaan BBLR ini merupakan masalah yang sangat serius didalam penanganannya, oleh karena bayi dengan BBLR disamping berakibat pada cacat fisik maupun mental, serta berakibat tingginya angka kematian neonatal. Sehingga Para ahli menyatakan bahwa proporsi BBLR dapat dipergunakan sebagai prediktor angka kematian neonatal disebabkan oleh BBLR. Anemia dalam kehamilan bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya BBLR, tetapi terdapat variabel lain yang mempunyai hubungan untuk terjadinya BBLR meliputi: jarak kelahiran, umur ibu, paritas, kurang energi kronis pemeriksaan antenatal BB, TB tekanan darah dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan anemia ibu hamil sebagai variabel independen utama dan faktor lain dengan kejadian BBLR sebagai variabel dependen dengan dikontrol oleh variabel independen lainnya meliputi umur, jarak kelahiran, riwayat kehamilan (prematur/abortus), paritas dan pemeriksaan antenatal. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui telaah data selama satu tahun dimulai pada bulan Januari - Desember tahun 2000 pada bagian Rekam Medik RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 6 Maret sampai 4 April tahun 2001. Desain studi yang dipilih dalam penelitian ini adalah kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 503 ibu-ibu yang melahirkan tunggal dan spontan dengan rincian 97 responder lahir dengan BBLR (kasus) dan 291 ibu-ibu yang melahirkan tunggal dan spontan dengan berat bayi lahir normal sebagai kontrol. Hasil penelitian disajikan secara naratif, deskriptif dan analitik, dan didapatkan data bahwa dari ibu yang melahirkan spontan sebanyak 97 BBLR dan ibu hamil yang terkena anemia sebanyak 392 orang dan 6 orang tidak terdata. Dari hasil analisis bivariat diperoleh adanya hubungan secara statistik antara jarak kelahiran (p = 0,039), anemia (p = 0,014), dan riwayat kehamilan prematur (p = 0,000) dengan BBLR. Pada analisis multivariat terdapat 6 variabel independen yang memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam uji regresi logistik ganda (p<0,25), yaitu anemia., jarak kelahiran, riwayat prematur, riwayat abortus, paritas, dan pemeriksaan antenatal sebagai model awal. Hasil analisis regresi logistik ganda dengan metode enter dan setelah dilakukan uji interaksi, mendapatkan adanya variabel dominan yang berhubungan dengan BBLR, yaitu riwayat prematur (p = 0,000; OR = 9,994) setelah dikontrol oleh Anemia/Hb. Oleh karena riwayat prematur yang paling besar hubungannya terhadap kejadian BBLR, maka perlu ditingkatkannya informasi dalam bentuk KIE melalui program PKMRS MH Palembang kepada Ibu hamil yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya di Rumah sakit terutama bagi ibu bamil yang pernah mempunyai riwayat prematur mengingat ibu tersebut berpeluang besar (10 kali lipat) untuk melahirkan BBLR pada bayi berikutnya.
Relationship between Anemia in Pregnant Mothers and Other Factors with the Occurrence of Low Birth Weight Infant (LBW) at Public Hospital of Dr. Mohammad Hoesin Palembang Year 2000Based on the theory and the result of previous research, anemia in pregnant mothers could result in LBW. This is serious problem because those babies with low birth weight could increase neonatal mortality rate. Anemia during pregnancy was not the only cause of LBW. There were other factors related to the occurrence of LBW which include birth space, age of mother, parity, inadequate of body weight, body height as well as blood pressure. The purpose of this research was to know relationship between anemia in pregnant mothers and other factors which include age of mother, birth space, pregnancy record (premature/abortion), parity and antenatal examination, with the occurrence of LBW. This research used secondary data which taken by analyzing the data for a year, since January to December 2000 at medical record of Public Hospital of Dr. Mohammad Hoesin Palembang. The research used case control design with 503 samples. Samples were those mothers with single and spontaneous deliveries which consists of 97 respondents which LBW (cases) and 291 respondents with normal birth weight (control). According to the result of the research it was known that there were 97 cases with LBW, 392 cases with anemia while 6 cases were not recorded. From bivariat analysis it was known that there were significant relationship between birth space (p = 0,039), having anemia (p = 0,014), premature delivery (p = 0,000) with the occurrence of LBW. Based on multiple logistic regression by using enter method and after conducted interaction test, it was known that the most dominant variable to the occurrence of LBW was premature delivery record (p = 0,000; OR = 9,994) after controlled by anemia/Hb level. In order to succeed the prevention and solving program of anemia in pregnant mothers, it was suggested to intensity KIE program (communication, information and education) to the community especially to pregnant mothers.
Read More
T-1088
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aswawarman; Pembimbing: Ratna Djuwita; Asri C. Adisasmita
T-1825
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Saeid Saedimehr, Ahmad Ebadi, Farhad Kalantari, Mehdi D. Firoozabadi, Fakher Rahim
AMIIJIM-Vol.47/No.1
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Patiyus Agustiansyah; Pembimbing : Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Heriyadi Manam, Irawan Sastradinata
Abstrak:
Indonesia saat ini memiliki beban kanker ginekologi besar yaitu insidensi,morbiditas dan mortalitasnya. Salah satu penanganan kanker ginekologi adalahpembedahan yang akan membantu kesintasan pasien. Waktu tunggu penjadwalanoperasi kanker ginekologi hendaklah memperhatikan progresifitas kankersehingga waktu tunggu operasinya tidak melebihi 2 minggu. Waktu tungguoperasi menggambarkan mutu pelayanan rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah,untuk menganalisis waktu tunggu penjadwalan operasi kanker ginekologi diRSUP dr. Moehammad Hoesin Palembang dengan menggunakan prinsip Lean.Hasil penelitian menunjukan penegakan diagnosis selama 43.844 menit dan waktutunggu operasi selama 66.700 menit, dengan menerapkan prinsip lean makapenegakan diagnosis 10.328,5 menit dan waktu tunggu operasi 10.325 menit.Kesimpulan penelitian, pada current state terdapat 26 aktifitas; 12 aktifitas VA(value added ratio / VAR waktu 0,46%; VAR jarak 89,6%) dan 14 aktifitas NVA(waste) pasien dan 4 waste aktifitas petugas. Aliran proses yang menghambat(bottle neck) terdapat di pendaftaran, di poliklinik, di pemeriksaan penunjang dandi bagian praoperatif (waktu tunggu paling lama). Future State memiliki 15aktifitas VA (VAR waktu 33%; VAR jarak 95,8%) dengan 8 aktifitas NVA(waste) aktifitas pasien dan 0 waste aktifitas petugas, dengan waktu tunggudiagnosis 10.328,5 menit sedangkan waktu tunggu penjadwalan operasi 10.325menit. Hasil perbandingan current state dengan future state didapatkanpeningkatan aktifitas value added sebanyak 7,7% dengan penurunan waktutunggu 81,3% dan penurunan jarak tempuh 0,42%. Analisis akar masalahpenyebab waktu tunggu lama penjadwalan operasi kanker ginekologi di RSMHdikarenakan kekurangan SDM (registrasi, rekam medis, DPJP) dan keterbatasaninfrastruktur (CT scan, kamar operasi dan instrumen) dan kelemahan mengelolaproses penjadwalan operasi tersebut. Saran peneliti adalah peningkatan kinerjadan penambahan SDM, membuat regulasi untuk memprioritaskan pelayananpasien kanker ginekologi, serta integrasi Sistem Informasi Manajemen RumahSakit di setiap unit pelayanan.Kata Kunci : prinsip lean, value added (VA), non value added (NVA), waste,waktu tunggu penegakan diagnosis, waktu tunggu operasi, kanker ginekologi.
Read More
B-1836
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Selly Marisdina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Masyitoh, Jaslis Ilyas, Adib A. Yahya, Eka Musridharta
Abstrak:
Waktu tunggu proses pelaksanaan CT Scan kepala pasien stroke iskemik di Intalasi Gawat Darurat RSUP Dr. Moh Hoesin belum standar. Tujuan penelitian adalah menerapkan manajemen lean terhadap proses pelaksanaan CT Scan kepala pasien stroke iskemik di IGD. Penelitian ini menggunakan metode operational research. Hasil penelitian didapatkan lead time Current Visual Stream Map (VSM) adalah 175,41 menit. Pada Simulated VSM didapatkan penurunan lead time yang signifikan menjadi 30,09 menit, peningkatan persentase Value Added Activities dan penurunan Non Value Added activites. Disimpulkan bahwa penerapan manajemen lean telah berhasil memperbaiki waktu tunggu proses pelaksanaan CT Scan kepala pasien stroke iskemik di IGD. Kata kunci: lean, value added, non value added but neccessary, non value added, current, lead time value streaming map, simulated value streaming map The waiting time of head CT Scan prosess of ischemic stroke patient in Emergency Departement of Mohammad Hoesin Hospital Palembang has not been standard yet. The objectives was to apply lean management in this process by operational research. We found that lead time of Current Visual Stream Map is 175,41 minutes and in Simulated VSM, there were a significant decrease of lead time to 30,09 minutes, increase of Value added Activites percentage and decrease of Non Value Added Activites. Lean management has been successfully improved the waiting time of head CT Scan proses of ischemic stroke patient in ED. Key word: lean, value added, non value added but neccessary, non value added, current, lead time value streaming map, simulated value streaming map
Read More
B-1829
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.8, Sept, 1995: hal. 550-554
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
