Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 43025 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eni Yuwarni; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayanti, Yenni Risniati
S-6892
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Malonda Maksud; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Yenni Risniati
S-6897
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djunaedi; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Iwan Ariawan, Dwi Hapsari Tjandrarini
Abstrak: Penelitian ini menggunakan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 untukmengetahui hubungan perilaku pencegahan malaria dengan kejadian malaria diProvinsi Papua. Desain penelitian ini adalah potong lintang, dengan besar sampelsebanyak 1.660 orang. Hubungan ditentukan dengan analisis multiple logisticregression. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat yang tidak menggunakan kelambu memiliki risiko 0,61 lebih kecil untuk mengalami malariasetelah dikontrol oleh variabel pemasangan kasa nyamuk, tempat perindukannyamuk dan daerah pantai, risiko terjadinya malaria pada orang yang tidak memasang kasa nyamuk dan tinggal jauh dari perindukan nyamuk sebesar 2,6 kalilebih besar daripada mereka yang memasang kasa nyamuk dan tinggal jauh dariperindukan nyamuk. Masyarakat yang tinggal di daerah pantai mempunyai risiko terkena malaria 2,3 kali lebih besar dibandingkan masyarakat yang tidak tinggal didaerah pantai. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat efektifitas penggunaan kelambu, dan pengendalian lingkungan untuk menurunkan kejadianmalaria.Kata kunci : Malaria, Perilaku, Papua, Riskesdas.
Read More
S-8457
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Aini; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Sabarinah, Rahmadewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan kesehatan ibu dengan kejadian perdarahan postpartum di Kawasan Timur dan Barat Indonesia. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional dan memanfaatkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square dan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi perdarahan postpartum di Indonesia adalah 7,1% (95% CI (6,6% 7,7%)) dan lebih tinggi di Kawasan Barat Indonesia 7,4% (95% CI (6,8% - 8%)) dibandingkan di Kawasan Timur Indonesia 5,6% (95% CI (4,8%-6,5%)). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel-variabel pelayanan kesehatan ibu dengan kejadian perdarahan postpartum, kecuali pada variabel penggunaan KB di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian perdarahan postpartum, namun hubungan tersebut bersifat negatif (p-value = 0,045; COR = 0,664 (95% CI (0,444-0,993)).
Read More
S-10727
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Abdul Aziz; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Endang Burni Prasetyowati
S-8077
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodi Badarianto; Pembimbing: Besral; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Tri Yunis Miko Wahyono, Febrina D. Pardede, Zakaria
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik personal dan kepuasan kerja dengan komitmen keorganisasian pada tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim di DTPK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 467 orang tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim dalam rangka mendukung Program Nusantara Sehat. Pengukuran terhadap kepuasan kerja dilakukan dengan menggunakan Minnesotta Satisfaction Quesionnaire (MSQ), sedangkan pengukuran terhadap komitmen keorganisasian menggunakan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen Meyer. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara karakteristik personal yang terdiri dari umur, lama kerja dan status pernikahan dengan komitmen keorganisasian sedangkan tingkat pendidikan menunjukkan hubungan yang negatif dengan komitmen keorganisasian. Selain itu, juga ditemukan bahwa Kepuasan Kerja berhubungan positif dengan komitmen keorganisasian. Kata Kunci: Karakteristik Personal, Kepuasan Kerja, Komitmen Keorganisasian. This research examines the Relationship of Personal Characteristics and Job Satisfaction with Organizational Commitment of Team Based Health Workers in Underdeveloped, Border and Islands Area (DTPK). The research used quantitative method. Subject of the research is 467 Team Based Health Workers in order to support Nusantara Sehat Program. Measurement of job satisfaction by using Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), while the measurement of organizational commitment using the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) developed by Allen Mayer. In this research, Covariance Based Structural Equation Modelling (SEM) was used to answer the research questions. The results showed Personal Characteristics consisting of age, tenure and marital status have a positive relationship with organizational commitment, while education level have a negative relationship with organizational commitment. It was also discovered that job satisfaction had a positive relationship with organizational commitment. Keywords: personal characteristics, job satisfaction, organizational commitment
Read More
T-5048
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Kurniasih; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Iwan Ariawan, Tri Yunis Miko Wahyono, Amnur R Kayo, Gunawan Wahyu Nugroho
T-4754
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tazmirah Asmarani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Rico Kurniawan, Dieta Nurrika
Abstrak:

Obesitas pada remaja meningkat secara global dan nasional. Hal ini menjadi perhatian khusus karena obesitas pada remaja dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular lebih dini. Penelitian ini menganalisis faktor aktivitas fisik dan pola makan dengan obesitas pada remaja 10—19 tahun menggunakan data SKI 2023 dan analisis regresi logistik berganda (96.721 responden). Hasil menunjukkan di perkotaan, tidak terdapat hubungan
antara aktivitas fisik dengan obesitas. Untuk pola makan, konsumsi makanan berlemak pada status kekayaan tertinggi (AOR= 1,38) dan konsumsi minuman bersoda (AOR= 0,584; 95% CI= 0,404—0,845) menunjukkan hubungan signifikan secara statistik dan menjadi faktor risiko di perkotaan. Di samping itu, di pedesaan, aktivitas fisik pada remaja berumur 10-13 tahun (AOR= 1,89) dan konsumsi makanan berlemak pada status kekayaan tertinggi (AOR= 2,25) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dan menjadi faktor risiko di pedesaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan lewat penguatan layanan preventif serta kolaborasi antar pihak dalam membentuk kebiasaan dan gaya hidup yang lebih sehat dalam menurunkan angka obesitas.


Adolescent obesity is increasing globally and nationally. This is of particular concern because obesity in  adolescents can increase the risk of non-communicable diseases earlier. This study analyzed physical activity and  dietary factors with obesity in adolescents 10-19 years old using SKI 2023 data and multiple logistic regression  analysis (96,721 respondents). Results showed that in urban areas, there was no association between physical  activity and obesity. For diet, consumption of fatty foods at the highest wealth status (AOR= 1.38) and  consumption of soft drinks (AOR= 0.584; 95% CI= 0.404-0.845) showed statistically significant associations and  were risk factors in urban areas. In addition, in rural areas, physical activity among adolescents aged 10-13 years  (AOR= 1.89) and consumption of fatty foods at the highest wealth status (AOR= 2.25) had statistically significant  associations and were risk factors in rural areas. Therefore, prevention efforts through strengthening preventive  services and collaboration between parties in shaping healthier habits and lifestyles are needed to reduce obesity  rates.

Read More
S-12097
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Midiawati; PembimbingL: Iwan Ariawan; Penguji: Besralm Tri Yunis Miko Wahyono, Florisa Juliaan, Wisnu Triaanggono
Abstrak: Permasalahan kependudukan yang saat ini dihadapi di Provinsi Jawa Timur adalah masih tingginya angka Unmet need KB. Angka Unmet Need KB di Jawa Timur trend nya setiap tahun mengalami peningkatan, berdasarkan hasil SDKI tahun 2003 mencapai 5,6 meningkat terus menjadi 10,48 pada tahun 2014. Hal ini melampaui target provinsi yaitu 7.Salah satu penyebab terjadinya unmet need adalah kurangnya pengetahuan Ibu mengenai KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian unmet need. Metode penelitian cross sectional ini menggunakan sampel penelitian 11.137 wanita usia subur (15-49 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan ibu tentang KB dengan kejadian unmet need terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu yang kurang tentang alat KB (p value 0,015) dan lama pakai KB (p value 0,013) dibanding pengetahuan yang baik pada daerah kontrol, sedangkan pada daerah intervensi hasil uji statistik tidak signifikan baik pengetahuan tentang alat KB (p value 0,927) maupun pengetahuan tentang lama pakai KB (p value 0,059). Hasil akhir uji multivariable menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang alat KB, lama pakai KB dan efek samping KB tidak berpengaruh terhadap kejadian unmet need di provinsi Jawa Timur. Karenanya perlu adanya penelitian lebih lanjut dan menyeluruh menggunakan berbagai variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need, seperti menganalisis variabel ketersediaan layanan, keterjangkauan layanan, keterpaparan informasi tentang KB dan faktor sosio budaya di wilayah provinsi Jawa Timur. Kata Kunci : unmet need, Pengetahuan Ibu, Keluarga Berencana, Jawa Timur.
Read More
T-5061
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Aprianda; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Sri Muljati, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Namun pemberian ASI eksklusif diIndonesia khususnya di wilayah perkotaan masih cukup rendah. Sementara itu,kejadian kehamilan tidak diinginkan di Indonesia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehamilan tidak di inginkan dan hubungannya dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian menggunakan desain potong lintang menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010.

Hasil analisis menemukan bahwa sebagian besar ibu di wilayah perkotaan tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkan cukup tinggi. Setelah dikontrol oleh variabel umur ibu, statuspekerjaan ibu, jumlah anak, pelayanan antenatal dan pemberian ASI segera, ibuyang mengalami kehamilan tidak diinginkan cenderung tidak memberikan ASIeksklusif pada kelompok umur 20-35 tahun, tidak bekerja, dan pelayanan antenatal sesuai K4, sedangkan cenderung memberikan ASI eksklusif pada kelompok umur kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun, bekerja, dan pelayanan antenatal tidak sesuai K4.

Kata kunci : Kehamilan tidak di inginkan, ASI eksklusif, perkotaan
Exclusively breastfeeding have an important role to maintain health and thesurvival of the infant. However, the prevalence of exclusively breastfeeding inIndonesia particularly in the urban areas is quite low. Meanwhile, the incidence ofunintended pregnancy in Indonesia is quite high. This research aims to know thedescription of unintended pregnancy and its association to exclusively breastfeeding. Research is using cross sectional design study which use thesecondary data analysis of National Basic Health Research 2010.

Results of theanalysis found that most of the mothers in urban areas were not exclusively breastfeed their baby and the incidence of unintended pregnancy is quite high.After controlled by maternal age, maternal employment status, parity, antenatalcare, and immediate breastfeeding, mothers with unintended pregnancy were lesslikely to breastfeed their baby if their age were under 20 and above 35 years old,unemployed, and did not access adequate antenatal care, whereas mothers weremore likely to breastfeed if their age were 20-35 years old, employed, and did notaccess antenatal care.

Keywords : Unintended pregnancy, exclusively breastfeeding, urban areas
Read More
T-4089
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive