Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32387 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Desy Listya Nurina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Ashar Darius Zain
S-6922
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trie Annita Marchelia; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yoyok Priyowiwoho
Abstrak: Kegiatan ramp handling merupakan kegiatan yang sangat vital dalam dunia ground handling karena dapat mempengaruhi keselamatan pekerja hingga penumpang dan crew. Berdasarkan data dari IATA, untuk masalah keamanan antara tahun 2005 dan 2010, Indonesia mencatat total 33 kecelakaan; dan tiga dari empat kecelakaan di Indonesia pada tahun 2010 adalah kecelakaan dilandasan pacu. Selain itu, berdasarkan data PT. X hingga tahun 2014 tercatat setiap tahunnya terjadi kecelakaan kerja di area kerja ramp. Tingginya risiko keselamatan kerja disertai dengan kontak pekerja dengan GSE sebagai alat bantu pelayanan dan terbatasnya area gerak di ramp membuat peneliti melakukan penelitian dengan tujuan akhir untuk dapat menentukan tingkat risiko dengan melakukan penilaian risiko pada setiap tahapan proses pekerjaan ramp handling yang dilakukan oleh PT. X di Bandara International Soekarno Hatta tahun 2015 yang meliputi tahapan pre-flght, tahapan on-ground, dan tahapan post-flight. Penilaian risiko diawali dengan melakukan identifikasi bahaya/hazard dan uninspected event sesuai tahapan ramp yang kemudian dilanjutkan dengan proses analisis risiko K3 dengan menentukan nilai kemungkinan dan nilai konsekuensi. Nilai kemungkinan merupakan hasil perkalian antara nilai pajanan dan kemungkinan. Nilai-nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan level risiko semi kuantitatif dalam standar AS/NZS 4360:2009. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan risiko tertinggi pada tahap pre-flight yaitu risiko/potensi terpapar bising, pada tahap on-ground berupa terpapar bising dan risiko tersedot mesin pesawat, dan tahap post-flight berupa risiko terpapar bising. Tingkat risiko yang telah didapatkan kemudian diberikan rekomendasi pengendalian oleh peneliti untuk perusahaan sehingga tingkat risiko kerja menurun dan angka kecelakaan kerja juga menurun.
Kata kunci : Ramp handling, GSE, AS/NZS 4360:2009, kemungkinan, pajanan, dan konsekuensi.
Read More
S-8644
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jhonwart Charmindo Agustin Siregar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Febrina Dhayani Putri, Betty Nila Purnamasari
S-8124
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Maskur; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7174
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bonny Bambang Sri Pitoyo; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Achmad Husni, Amrul M.S. Baroos
Abstrak:
Kebakaran merupakan Salah satu bencana yang memerlukan tindakan penanganan secara cepat dan tepat. Semakin oepat dan tepat penanganan bencana kcbakaran, maka kerugian (baik kerugian berupa hilangnya nyawa, cederanya manusia maupun kemgian materiil) yang timbul akibat kebakaran ini akan semakin kccil. Tidak terkecuali apabila bencana kebakaran teriadi di rnunah sakit. Penanganan bencana kebalcaran di rumah sakit meliputi dua kegiatan besar, yaitu kegiatan pemadaman kebakaran itu sendiri dan kegialan kedua adalah tindakan evakuasi terhadap penghuni gedung apabila ternyata lrebakaran tidak dapat Iagi diatasi. Agar kedua kegiatan tersebut dapat berialan dengan cepat, maka scmua sumber daya di mmah sakit tersebut harus dapat beriimgsi dengan baik, dengan cara penetapan masing-masing tugas dan tanggung jawab pada sumber daya manusia yang ada, serta kesiapan dan ketersediaan sumber daya peralatan yang memadai. Penetapan tugas dan tanggung jawab pada sumber daya manusia serta ketersediaan sumber daya peralatan yang memadai ini harus dicakup dalam satu program, yaitu program tanggap darurat kebakaran. Melalui tesis ini, penuEs akan mengembangkan suatu program tanggap darurat kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Jakarta Timur, sehingga scmua sumber daya manusia dan sumber daya peralatan dapat mengatasi bencana kebakaran apabila tenjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Jakarta Timur. Dalam pengembangan program tanggap darurat kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, penulis akan menggunakan metodologi operation research dcngan pendekatan studi kualitatiil dimana input didapat dari wawancara, penelaahan dokumen resmi dan pengamatan langsung di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Sebelum mendapatkan suatu output berupa program tanggap darurat kebakaran, akan dilakukan analisa terhadap ketersediaan sumber daya manusia maupun sumber daya peralatan berdasarkan standard yang ada., yaitu NFPA 99 clan NFPA 101. Studi ini menghasilkan kesimpulan bahwa iilosofi "bertahan di tempat" apabila teqjadi kebakaran yang sebenamya dirokemendasikan oleh NFPA 101 terhadap pcnghuni rumah sakit tidak dapat dilaksanakan di Rurnah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Artinya, tindakan evalcuasi secara vertikal ke bawah hams dilakukan. Sumber daya manusia maupun sumber daya peralatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo guna menghadapi bencana kebakaran belum teroganisasi secara baik. Dalam rangka pengorganisasian menghadapi bencana kebakaran di Rurnah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, program tanggap darurat kebakaran harus disiapkan sebagai prosedur dasar penanganan bencana kebakaran. Salah satu usulan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo adalah dengan membentuk beberapa regu yang akan rnenangani pemadarnan kebakaran maupun melakukan tindakan evakuasi. Regu ini akan bertindak sesuai dengan tiga tingkatan bencana kebakaran yang texjadi. Sedangkan sumber daya peralatan untuk evakuasi rnasih memerlukan beberapa perbaikan agar dapat sejalan dengan persyaratan NFPA 99 dan NFPA; 101.

Fire is one of the disasters requiring quick and accurate handling. The quicker and the more accurate the handling of ire, the lesser the losses will be (either those in the form of loss of life, human injury or material loss)Not excluding cases of fire disaster occurs at a hospital. The handling of fire at a hospital includes two major activities, namely the iire extinguishing activity and the second one is evacuation of people inside the building if the fire turns out to be no longer surmountable. .To ensure the expeditious performance of the two activities, all resources at the hospital must be able to function properly, by determining the respective duties and responsibilities of the existing human resources as well as preparing and providing sirtlicient equipment resources. The determination of duties and responsibilities of human resources as well as the provision of suflicicnt equipment resources must be included in one program, namely 'tire emergency response program. By writing this thesis, I will develop a tire emergency response program at Pasar Rebo Regional General HospitaL East Jakarta, so that all human and equipment resources can surmount tire disaster whenever it occurs at Pasar Rebo Regional General Hospital, East Jakarta. In developing theire emergency response program at Pasar Rebo Regional General Hospital, I will apply operation research methodology with qualitative study approach, in which inputs are obtained from interviews, assessment on oiiicial documents and direct observation at Pasar Rebo Regional General Hospital. Before yielding an output in the form of fire emergency response program, an analysis on the availability of human and equipment resources will be conducted based on the existing standards, namely NFPA 99 and NFPA 101. This study yields a conclusion that thc philosophy of "remaining at place" in the event of iire which is actually recommended by NFPA l0l to patients and people existing at a hospital can not be implemented at Pasar Rebo Regional General Hospital. This means that top down vertical evacuation must be conducted. Human and equipment resources at Pasar Rebo Regional General Hospital for handling 'tire have not been properly organised. For organising activities in response to fire disaster at Pasar Rebo Regional General Hospital, tire emergency response program must be prepared as a basic procedure for handling fire disaster . One of the recommendations to Pasar Rebo Regional General Hospital is to fonn several groups, which will handle Ere extinguishing and conduct the evacuation. These groups will act in accordance with the three levels of fire disaster. Whereas the equipment resources for evacuation still need some improvements so that they can meet the requirements of NFPA 99 and NFPA 101.
Read More
T-1161
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Izhar M. Fihir, Farchan Hudaya
S-7034
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nandita Humaira Luthfiya Artanti; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Fatma Lestari, Othman Syarief Nasution
Abstrak:
Bangunan bertingkat tinggi seperti gedung perkantoran yang berlokasi di wilayah padat penduduk dengan aktivitas tinggi seperti DKI Jakarta rentan dan berisiko tinggi terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di gedung kantor PT X berdasarkan elemen dalam NFPA 1600 edisi 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumen perusahaan. Data yang terkumpul dianalisis kesesuaiannya terhadap standar NFPA 1600 edisi 2019 dan Permen PU No. 20/PRT/M/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total persentase elemen NFPA 1600 edisi 2019 yang terpenuhi sebesar 91,58%, terpenuhi sebagian sebesar 4,49%, tidak terpenuhi sebesar 1,68%, dan tidak dapat diaplikasikan sebesar 2,24%. Sedangkan total persentase elemen Permen PU No. 20/PRT/M/2009 yang terpenuhi sebesar 87,50% dan terpenuhi sebagian sebesar 12,50%. Secara keseluruhan, penerapan sistem tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran di gedung kantor PT X sudah baik, namun terdapat beberapa aspek yang perlu dievaluasi kembali oleh perusahaan seperti struktur tim tanggap darurat, penilaian risiko gedung terhadap bahaya kebakaran, serta prosedur pemulihan dari insiden kebakaran.

High-rise buildings such as office buildings located in densely populated areas with high activity such as DKI Jakarta are vulnerable and have a high risk of fire hazard. This study aims to analyze the emergency response preparedness for fire hazards in the PT X office building based on the elements in the 2019 edition of NFPA 1600: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management and Permen PU Nomor 20/PRT/M/2009. This research design uses a qualitative approach with a descriptive design. The data used are primary and secondary data collected through interviews, direct observation, and review of company documents. The collected data was analyzed by comparing it with the 2019 edition of the NFPA 1600 standard and Permen PU No. 20/PRT/M/2009. The study results showed that the total percentage of elements of the 2019 edition of NFPA 1600 that were fulfilled was 91.58%, partially fulfilled was 4.49%, not fulfilled was 1.68%, and not applicable was 2.24%. Meanwhile, the total percentage of elements of Permen PU No. 20/PRT/M/2009 that were fulfilled was 87.50% and partially fulfilled was 12.50%. Overall, the implementation of emergency response preparedness for fire hazards in PT X's office building is good, but there are several aspects that need to be re-evaluated by the company such as the structure of the emergency response team, building risk assessment for fire hazards, and recovery procedures from fire incidents.
Read More
S-11361
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Zubaidah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman; Julia Rantetampang
Abstrak:
Tesis ini membahas efek modifikasi status hidrasi dengan memperhitungkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada petugas ground handling di Bandara Soekarno Hatta yang sering terpajan panas dalam waktu lama, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan 219 responden, mengukur status hidrasi melalui berat jenis urin, IMT melalui berat dan tinggi badan, serta kelelahan melalui kuisioner IFRC. Hasilnya 63,5% responden mengalami kelelahan berat, 35,5% kelelahan ringan; 70,3% memiliki status hidrasi baik, 29,7% dehidrasi; 58,9% obesitas dan 41,1% tidak obesitas. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status hidrasi dan kelelahan (p-value 0,340), namun ada hubungan signifikan antara IMT dan kelelahan (p-value 0,014). Analisa multivariat menunjukkan efek modifikasi status hidrasi dengan IMT terhadap kelelahan (p-value 0,022, cOR 1,184), dngan nilai OR pada IMT obesitas sebesar 9,29; yang berarti responden obesitas dengan dehidrasi berisiko 9,29 kali lebih tinggi mengalami kelelahan berat dibandingkan responden dengan status hidrasi yang baik setelah dikontrol oleh faktor risiko terkait pekerjaan dan non-pekerjaan.

This thesis discusses the effect of hydration status modification considering Body Mass Index (BMI) on ground handling workers at Soekarno Hatta Airport, who are often exposed to prolonged heat, increasing the risk of dehydration and fatigue. This study used a cross-sectional approach with 219 respondents, measuring hydration status through urine specific gravity, BMI through weight and height, and fatigue through the IFRC questionnaire. The results showed that 63,5% of respondents experienced severe fatigue, 35,5% mild fatigue; 70,3% had good hydration status, 29,7% were dehydrated; 58,9% were obese, and 41,1 were not obese. Statistical analysis showed no significant relationship between hydration status and fatigue (p-value 0,340), but there was significant relationship between BMI and Fatigue (p-value 0,014). Multivariate analysis indicated that effect of hydration status modifaction with BMI on fatigue (p-value 0,022, cOR 1,184), with an OR value for obese BMI 9,29; meaning that obese respondents with dehydration were 9,29 times more likely to experience severe fatigue compared to respondents with good hydration status after controlling for work-related and no-work-related.
Read More
T-7048
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Kusumaningsih; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-7280
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sentot Subandono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Donoi Hikmat Ramdhan, Agung Adhibroto, Gunawan
Abstrak:

ABSTRAK Kecelakaan di Industri penerbangan hampir 50 % terjadi pada pelayanan darat sisi udara pada pesawat udara. Adanya penerbangan berbiaya murah, padatnya penerbangan yang tidak diikuti dengan infrastruktur yang memadai. Sehingga analisis perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Tesis ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan dalam mengambil langkah-langkah dan keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja keselamatan kerja dan mengurangi angka kecelakaan. Penelitian ini menganalisa kegiatan dan mengidentifikasi bahaya dan resiko, mengevaluasi resiko serta mengendalikannya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat resiko kecelakaan hampir sama pada setiap alur kerja. Resiko kecelakaan yang tinggi pada kegiatan mendorong pesawat dengan aircraft towing tractor.


Abstract accident in The aviation industry nearly 50% occurred in the ground handling. The existence of low-cost airlines, flight density is not followed by adequate infrastructure. the analysis needs to be done to improve safety performance. This thesis will provide some input to the company for program and decisions related to safety performance improvement and reduce the number of accidents. This study analyzes the activities and identify hazards and risks, evaluate risk and control it. The results showed almost the same level of risk of injury to any workflow. High risk of accidents on activities pushback the aircraft with the aircraft towing tractor

Read More
T-3639
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive