Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33049 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizka Panji Hidayaty; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Yovsyah, Flourisa Juliaan Sudradjat
S-6948
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eni Setyowati; Pembimbing: Sudarto Ranoatmodjo, Ratna Djuwita; Penguji: Zahrofa Hermiwahyoeni
Abstrak: Tingginya laju pertumbuhan penduduk menimbulkan permasalahan diberbagai Negara termasuk di Indonesia. Upaya pengendalian dilkukan dengan cara program Keluarga Berencana. Akan tetapi angka CPR sebesar 64% belum memenuhi target RPJMN 2019 sebesar 66% dan adanya kecenderungan trend penggunaan KB modern yang cenderung menurun. Berbagai faktor mempengaruhi dalam pemilihan kontrasepsi modern diantaranya peran wanita dalam pengambilan keputusan untuk ber KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan antara peran wanita dalam pengambilan keputusan dengan penggunaan kontrasepsi modern. Desain penelitian ini adalah cross sectional menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia ( SDKI ) 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia 15-49 tahun yang terdaftar dalam data SDKI 2017 yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 17.234. Analisis dalam penelitian ini menggunakan cox regression. Hasil analisis multivariat menyatakan ada hubungan antara peran wanita dalam pengambilan keputusan dengan penggunaan kontrasepsi modern dengan nilai PR sebesar 1,128 ( 1,061-1,201). Disimpulkan bahwa wanita berperan dalam pengambilan keputusan risikonya 1,128 kali bila dibandingkan dengan wanita yang tidak berperan untuk menggunakan kontrasepsi modern. Peningkatan pengetahuan dan informasi bagi wanita untuk meningkatkan kemandirian dan keberdayaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan dirinya dan keluarganya.
Read More
T-5725
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Ilham El Anwary Junior; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Syahrizal Syarif, Lina R. Mangaweang
Abstrak: Remaja merupakan kelompok usia yang penting bagi bangsa. Namun, remaja rentan mengalami masalah mental, salah satunya gangguan mental emosional. Dari data Riskesdas 2018, didapatkan prevalensi gangguan mental emosional usia remaja 15-24 tahun sebesar 10%. Angka ini diatas angka prevalensi nasional. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah usia produktif tertinggi sei-Indonesia termasuk ke dalam 10 besar Provinsi dengan prevalensi gangguan mental emosional tertinggi seIndonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan mental emosional pada remaja usia 15-24 tahun di Jawa Barat pada tahun 2018. Desain studi yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan data lanjutan dari hasil Riskesdas 2018. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah seluruh penduduk di wilayah Provinsi Jawa Barat yang berusia 15-24 tahun yang telah diwawancara dalam Riskesdas 2018 dan memiliki data lengkap. Total sampel pada penelitian ini, yaitu sebesar 10561 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional pada remaja usia 15-24 tahun di Jawa Barat sebesar 11,2%. Prevalensi gangguan mental emosional tertinggi ditemukan pada remaja berjenis kelamin perempuan (13,3%), tingkat pendidikan rendah (11,7%), telah bercerai (12,2%), tidak bekerja (11,5%), status gizi yang kurus (13,8%), memiliki riwayat penyakit tidak menular (22,4%), mantan perokok (16,4%), dan mengonsumsi alkohol (27,0%). Berdasarkan hasil analisis multivariat, faktor yang paling dominan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gangguan mental emosional, ialah konsumsi alkohol (PR = 2,43, 95%CI: 1,92-3,06). Kemudian, diikuti dengan jenis kelamin, perilaku merokok, riwayat penyakit tidak menular, dan status pekerjaan.
Kata kunci: Gangguan Mental Emosional, Faktor-faktor, Remaja, Jawa Barat

Adolescents are an important age group for the nation. However, adolescents are prone to experiencing mental problems, one of which is emotional mental disorders. From the 2018 Riskesdas data, the prevalence of mental emotional disorders in adolescents 15-24 years was 10%. This figure is above the national prevalence rate. Meanwhile, West Java Province, which has the highest number of productive ages in Indonesia, is among the top 10 provinces with the highest prevalence of emotional mental disorders in Indonesia. This study aims to determine the relationship between factors associated with the incidence of emotional mental disorders in adolescents aged 15-24 years in West Java in 2018. The study design used was a cross-sectional study with follow-up data from the results of the 2018 Riskesdas. Samples used in this study are all residents in West Java Province aged 15-24 years who have been interviewed in Riskesdas 2018 and have complete data. The total sample in this study, amounting to 10561 samples. The results of this study indicate the prevalence of emotional mental disorders in adolescents aged 15-24 years in West Java by 11.2%. The highest prevalence of mental emotional disorders was found in female adolescents (13.3%), low education level (11.7%), divorced (12.2%), unemployed (11.5%), underweight nutritional status (13.8%), had a history of non-communicable diseases (22.4%), were former smokers (16.4%), and consumed alcohol (27.0%). Based on the results of multivariate analysis, the most dominant risk factor has a significant relationship with the incidence of mental emotional disorders, is alcohol consumption (PR = 2,43, 95%CI: 1,92-3,06). Then, followed by gender, smoking behavior, history of non-communicable diseases, and employment status.
Key words: Emotional Mental Disorder, Determinants, Adolescents, West Java
Read More
S-10313
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nenden Hikmah Laila; Pembimnbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Krianto, Krisnawati Bantas, Lilin Darmiyanti, Armelia Rahmi Kartika Dini
Abstrak: Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang mempengaruhi lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia. Keluarga-keluarga di Indonesia melakukan tindakan sosial yang represif terhadap anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Proporsi rumah tangga yang pernah memasung anggota rumah tangga (ART) gangguan jiwa berat sebesar 14,3 persen dan terbanyak pada rumah tangga di perdesaan. Di Jawa Barat prevalensi gangguan jiwa berat sebesar 1,6 per mil. Di Kabupaten Bogor pada tahun 2012-2016 pemasungan terlapor sebanyak 4%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko perilaku memasung pada keluarga penderita skizofrenia di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan Mixed Method dengan desain studi unmatched case control dan pendekatan Exploratory. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Juni Tahun 2017. Definisi kasus pada penelitian ini adalah penderita Skizofrenia yang sedang/pernah pasung. Sedangkan kontrol yaitu penderita Skizofrenia yang tidak pernah pasung. Sampel kasus untuk penelitian kuantitatif adalah 114 orang, sedangkan kontrol yaitu 136. Metode pemilihan sampel menggunakan multistage sampling. Penelitian kualitatif melibatkan 12 key informant. Analisis data dilakukan dengan analisis bivariate dengan uji chisquare dan analisis multivariate dengan uji regresi logistic. Ada hubungan antara perilaku agresif destruktif penderita (OR 4,49; 95% CI 2,52 8,00), keluarga yang tidak bekerja (OR 2,74; 95% CI 1,09 - 6,90) dan keluarga yang bekerja di sektor informal (OR 2,54; 95% CI 1,10 5,84) dan sikap negatif keluarga (OR 2,52; 95% CI 1,43 4,43) dengan perilaku memasung. Persepsi pasung menurut keluarga dan masyarakat adalah sebagai jalan keluar terbaik dan merupakan alternative satu-satunya. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan terapi secara rutin, program pemberdayaan eks penderita dan mendorong keluarga untuk merawat penderita dengan penuh kasih sayang. Kata kunci: Skizofrenia, pasung, agresif destruktif, diskursus Schizophrenia is a severe mental disorder that affects more than 21 million people worldwide. Families in Indonesia take repressive social measures against the madness of their family members. The proportion of households who have had mental disorders was 14.3 percent and most were from rural households. In West Java, severe mental disorders prevalence is 1.6 per 1000 population. Pasung prevalence in Bogor District in 2012-2016 is 4 percentage. This study aims to determine risk factor of family members of schizophrenia patient for pasung in Bogor District West Java Province In 2017. This research used unmatched case control design and exploratory approach. The study was conducted in Bogor District from May to June 2017. Cases were Schizophrenia patients who are in pasung, controls were Schizophrenia patients without pasung. There were 114 cases and 136 controls for the unmatched case control study. Qualitative research involved 12 key informants. Data analysis was done by bivariate analysis using chi-square and multivariate analysis with logistic regression. Aggressive destructive behavior (OR 4.49, 95% CI 2.52 - 8.00), Family unemployment (OR 2.74, 95% CI 1.09 - 6.90) and family with informal employment (OR 2.54, 95% CI 1.10 - 5.84), and family attitude (OR 2.52, 95% CI 1.43 - 4.43) toward schizophrenia patient were associated with pasung. Pasung perception by family and society is the best way out and there is the only alternative. Prevention efforts can be done by getting medical treatment routinely, empowerment program for ex patient to return to work, and encourage families to caring patients with affection. Keywords: Schizophrenia, pasung, aggressive destructive, discourse
Read More
T-5079
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindu Rachmiaty; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Nurhayati Adnan, Yoan H. Naomi
T-4749
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suherni; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Renti Mahkota, I Nengah Darna
S-5371
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwan Iskandar; Pemb. Laila Fitria, Dewi Susanna; Peng. Artha Prabawa, Warmo Sudrajat, Widyawati
T-2675
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamilah Nasution; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Hadi Pratomo, Nugroho Soeharno, Mursalim
T-3258
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fina Nurillah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Cut Putri Arianie
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan PJK pada penduduk usia 3 15 tahun di Jawa Barat tahun 2019. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan menggunakan data Posbindu PTM Jawa Barat 2019.
Read More
S-10411
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalita Hartiyana Kusuma Wardani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Trisari Anggondowati, Rina Handayani
Abstrak:
Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi kedua di dunia. Sedangkan provinsi Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang melaporkan jumlah kasus tuberkulosis paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis di Jawa Barat tahun 2020 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi kohort retrospektif melalui data sekunder yang diperoleh dari SITB Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2020 – 2022. Penelitian menggunakan total sampel yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi. Data dibersihkan dan dianalisis menggunakan STATA 15 dengan uji chi-square untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel dan p-value <0,05 sebagai batas kemaknaan. Total sebanyak 303.100 kasus TB (54,52% laki-laki) dimasukkan dalam studi. Prevalensi ketidakberhasilan pengobatan adalah sebesar 12,10% yang terdiri dari gagal (0,40%), lost to follow up (8,89%), dan meninggal (2,82%). Ketidakberhasilan pengobatan ditemukan berhubungan dengan usia semakin tua, jenis kelamin laki-laki, tinggal di wilayah rural, pekerjaan wiraswasta dan pegawai negeri/swasta, TB ekstraparu, TB resisten obat, pernah melakukan pengobatan sebelumnya, TB-HIV, TB-DM, dan berobat di FKRTL. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi ketidakberhasilan pengobatan TB. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan program dan kebijakan kesehatan dalam pengendalian TB. Pentingnya meningkatan cakupan skrining TB pada pasien DM. Peningkatan jumlah cakupan skrining dapat dilakukan dengan mengintegrasikan layanan geriatri dan prolanis di puskesmas hingga tingkat posbindu.

Indonesia is the country with the second highest number of tuberculosis cases in the world. Meanwhile, West Java province is the province in Indonesia that reports the largest number of tuberculosis cases. This study aims to identify factors associated with unsuccessful treatment outcomes of tuberculosis patients in West Java in 2020–2022. This research is a quantitative study with a retrospective cohort study design using secondary data obtained from the SITB of the Indonesian Ministry of Health in 2020–2022. Research using the total sample that meets the inclusion and exclusion criteria. Data were cleaned and analyzed using STATA 15 with the chi-square test to determine the degree of relationship between variables and p-value
 
Read More
S-11520
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive