Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39478 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hendy Mochtar; Pembimbing: Mieke Savtri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Sumijatun, Iing IchsanHanafi
Abstrak:

Penelitian ini membahas tentang hubungan komponen quality of work life dengan kinerja bidan di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto- Jakarta tahun 2011.

Metodologi penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini untuk melihat hubungan antara sembilan komponen variabel independen Quality of Work Life berupa : keterlibatan karyawan, kompensasi, rasa aman terhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi, pengembangan karir, fasilitas, penyelesaian masalah dan komunikasi dengan kinerja bidan di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto- Jakarta.

Responden berjumlah 97 bidan. Karakteristik responden dari umur terbanyak usia 20-29 tahun (41,24%) dan 40-55 tahun (40,21%), pendidikan rata-rata D3 kebidanan (86,60%), status pegawai terbanyak adalah PNS (87,62%) dan lama bekerja terbanyak diatas 3 tahun (75,26%).

Analisis bivariat dengan Chi Square dan uji korelasi Spearman didapatkan hubungan yang signifikan dengan kinerja bidan adalah komponen keterlibatan karyawan, penyelesaian masalah dan komunikasi. Analisis lanjut regresi berganda didapatkan komponen yang mempunyai hubungan signifikan adalah kompensasi, keselamatan lingkungan kerja, penyelesaian masalah dan komunikasi.


This research assess the relationship between quality of work life (QWL) components and the performance of midwives in the Department of Obstetrics and Gynecology Gatot Soebroto Army Hospital, Jakarta in 2011.

Research metodology : quantitative, cross-sectional design. These QWL components are employee participation, compensation, job security, work environment safety, a sense of pride in the institution, career development, facilities, conflict resolution and communication.

Respondents were amounted to 97 midwives. The age of majority of respondents is 20-29 years (41.24%) and 40-55 years (40.21%), average education is Diploma in obstetrics (86.60%), the status of most employees are civil servants (87,62%) and working periode is over 3 years (75,26%).

Bivariate analysis with Chi Square and Spearman correlation test found a significant relationship between components of employee participation, problem solving and communication with the midwives performance. Further multiple regression analysis found a significant relationship between components of compensation, work environment safety, problem solving and communication with the performance of midwives.

Read More
B-1372
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Yudianto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Stefanus Eke Ola
B-1330
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrik Salim; Pembimbing: Sandi Ilyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Amila Megraini, Syaifuddin Zuhri
Abstrak: Abstrak

Tesis ini bertujuan menganalisis hubungan komponen-komponen quality of work life dengan turnover intention perawat dan bidan pelaksana Rumah Sakit Tugu Ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif secara cross-sectional pada 143 perawat dan bidan pelaksana. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik menggunakan SPSS versi 20. Pemodelan multivariat dengan menggunakan metode enter.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi variabel-variabel quality of work life terhadap turnover intention perawat dan bidan pelaksana. Saran untuk Rumah Sakit Tugu Ibu berdasarkan hasil penelitian adalah memperkuat rasa bangga terhadap institusi, menerapkan program manajemen risiko klinis, mempertahankan kekeluargaan dan toleransi dalam komunikasi organisasi, memberikan kompensasi yang seimbang sesuai model jenjang karir perawat klinis menurut Depkes RI, mempertahankan fasilitas refreshing, meningkatkan pengelolaan sistem jaminan kesehatan dan pensiun, serta meningkatkan dan mengevaluasi kepuasan kerja.


The aim of this study is to analyse the correlation between the components of quality of work life with the nurse and midwives turnover intention at Tugu Ibu Hospital. Quantitative Cross-Sectional methods was used on 143 nurses and midwives sample. Univariate, bivariate, and multivariate data analyses were used using Chi-Square and regression logistic statistical test with SPSS version 20. Enter method was assessed for multivariate modeling.

The result shows that there are contributions from quality of work life variables to nurse and midwife turnover intention. Suggests we give for Tugu Ibu Hospital based on the thesis result are strengthening the sense of pride in the institution, implementing clinical risk management program, maintain sense of kinship and tolerance in communication, balance compensation based on Depkes RI nurse career path, maintain refreshing facility, improve the management of health insurance and pension, improve and evaluate job satisfaction regularly.

Read More
B-1480
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rr. Ratna Arietta; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak:
Waktu tunggu merupakan komponen penentu kepuasan pasien dengan pelayanan yang diberikan oleh sebuah rumah sakit. Semakin lama pelayanan yang diberikan kepada pasien semakin tidak puas pula pasien terhadap pelayanan rumah sakit sehingga mutu pelayananan pun dinilai tidak baik. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian mengenai waktu tunggu pasien dengan tujuan menganalis waktu tunggu pasien yang bervariasi di Departemen Gigi dan Mulut RSPAD Gatot Soebroto selama periode 21 November hingga 28 November 2011. Kategori pasien dibagi menjadi pasien lama dan pasien baru sedangkan cara pendaftaran terbagi menjadi pasien SOP dan Non SOP serta untuk status pasien dibagi atas Militer dan Sipil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, kemudian dilakukan uji statistik Chi Square Tests. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien SOP sekitar 1 jam 33 menit yang melebihi ketentuan yang ditetapkan pada Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dalam keputusan menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008, yaitu kurang dari atau sama dengan 60 menit yang berarti belum ada perbaikan yang berarti dari pihak manajemen rumah sakit berkaitan dengan waktu tunggu. Dengan demikian rekomendasi penelitian kepada pihak manajemen adalah agar memberikan saran dengan memberlakukan aturan-aturan yang terkait dengan standar pelayanan minimal termasuk waktu tunggu poliklinik, agar para petugas yang terkait dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan pihak manajemen dapat mengubah cara pandang terhadap waktu tunggu dengan memprioritaskan waktu tunggu dalam upaya perbaikan pelayanan.

Waiting time is a crucial component of patient?s satisfaction on services provided by an hospital. The longer the time needed to provide service to the patient, the more unsatisfaction felt by the patients, Then the quality of services will be judged as not good. Therefore, the research on patients waiting time in order to analyze the variety of patient waiting time was made. The research took place in Department of Dental and Oral Health Central Army Hospital RSPAD Gatot Soebroto, and held from November 21st until November 28th 2011. Patient category was divided into old and new patients, while patient registration method was divided into SOP and Non SOP, and for patient status was divided into Civil and Military. This research is using a quantitative approach with a cross sectional design. The data were analyzed using a statistical test, Chi Square test. The outcome shows that the average waiting time spent by patient through SOP is approximately 1 hour 33 minutes, exceeding the provision of Hospital Minimum Service Standard in Policy of Health Minister Number 129/Menkes/SK/II/2008, that is less than or equal to 60 minutes, which means there is still no significant improvement from the hospital management related to patient waiting time. The research recommendations to the management party are to give a suggestion to enforce regulations on minimum services standard, included patients waiting time in clinic. So, the relevant employees would finish their works on time, and the management party should change the perception on waiting time by making a priority in patients waiting time.
Read More
B-1440
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukman Hakim Muchsin; Pembimbing: Dina Fitriningsih; Mardiati Nadjib, Dumilah Ayuningtyas, Fadjrif H. Bustami, Amir santoso
Abstrak:

Telah dilakukan peneltian rencana strategis rawat jalan Sub Bagian Ginekologi Onkologi RSPAD Gatot Soebroto, dengan ruang lingkup penelitian meliputi analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, membuat alternatif strategi dan penetapan strategi terpilih, serta kemungkinan penyempurnaan Misi dan Visi RSPAD Gatot Subroto.Agar mencapai tujuan, dalam penelitian bersifat operasional dengan analisis deskriptif - kualitatif yang meliputi tahap sebagai berikut:Tahap I (input) meliputi analisis lingkungan eksternal dan internal.Tahap II (matching stage) dimana hasil tahap I dianalisis dengan menggunakan internal - eksternal (IE) matriks.Tahap III (decision stage) dengan menggunakan QSPM.Dan hasil penelitian, berdasarkan analisis lingkungan eksternal diidentifikasi faktor-faktor peluang dan ancaman, analisis lingkungan internal diidentifikasikan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan organisasi.Berdasarkan analisis dengan menggunakan TOWS Matriks dan IE Matriks, posisi pelayanan rawat jalan Sub Bagian Ginekologi Onkologi berada pada posisi 'hold and maintain' kemudian dengan penyesuaian (matching) antara ketiga analisis tersebut diperoleh alternatif strategi yang dianjurkan yakni market penetration, market development dan product development.Strategi terpilih sebagai prioritas dari analisis menggunakan QSPM adalah market penetration. Strategi penetrasi pasar yang perlu dikembangkan dalam strategi operasional dikaitkan dengan bauran pemasaran adalah meliputi kehandalan produk, kelengkapan sarana parasarana dan pengembangan sumber daya manusia, standarisasi mutu pelayanan, serta promosi sesuai target pasar. Strategi operasional yang dibahas telah berorientasi kepada peningkatan penjualan atau pengsa pasar, dapat segera dilanjutkan dalam kebijakan-kebijakan pemasaran yang komprehensif dan konsisten untuk dapat diimplementasikan. Oleh karena itu, perlu untuk membentuk departemen pemasaran tersendiri agar ruang gerak RSPAD lebih besar dan dapat bersaing dengan pesaingnya.Perlu pemahaman mendalam tentang posisi pasar agar pihak manajemen mampu melakukan fungsional organisasi dengan lebih efektif untuk mencapai tujuan. Hal ini disertai dengan penyempurnaan Visi dan Misi yang dilakukan dengan proses komunikasi yang matang di antara para stake holder.


 

Strategic Planning of Outpatient at Sub Division of Gynecology Oncology Department of Obstetric - Gynecology RSPAD Gatot Soebroto Jakarta 2002We have conducted strategic planning of outpatient at Sub Division of Gynecology Oncology RSPAD Gatot Soebroto, with research scope that comprises external environment analyzes, internal environmental analyzes, preparation of chosen strategy, and the possibility of Mission and Vision RSPAD Gatot Subroto achievement.To achieve target, this research is made on operational basis with descriptive-qualitative analyzes which comprises the following steps:Step I (input) which covers the external and internal environment analyzes.Step II (matching stage) where the result of Step I is analyzed by applying internal-external (IE) matrix.Step III (decision stage) by applying QSPM.Based on research result, opportunity and threat factors identify external environment analyzes, organization weakness and strength factors identify the internal environment analyzes.Based on analyzes by using TOWS and IE, the position of outpatient service at Sub Division of Gynecology Oncology is on the position of hold and maintain and then by matching those three analyzes, a recommended alternative strategy is obtained namely market penetration, market development and product development. Strategy is chosen as priority of analyzes by applying QSPM which is market penetration.Market penetration strategy to be developed on operational strategy basis and is related to marketing integration are namely product reliability, completion of infra structure facility and human resources development, service qualification standard, and promotion which is in accordance with market target.The discussed operational strategy is oriented on market segment or sale increase basis, which can immediately be continued in a comprehensive and consistent marketing policy for implementation purposes. Therefore, it is important to establish a separate marketing department so that it may create a larger RSPAD scope of activity and they are able to compete with their competitors. We need to recognize thoroughly the market position so that management may conduct organization function on a more effective basis in order to achieve target. And we also need to achieve target of Vision and Mission that is applied through an outstanding stakeholders communication process.

Read More
B-625
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adi Kuanto; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Murdo Suwardjoko, Puput Oktamianti
Abstrak:
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komponen quality of work life dengan kinerja perawat pelaksana diruang rawat inap Rumah Sakit Bhakti Yudha. Metode penelitian dengan desain kuantitatif dan pendekatan crosssectional pada 81 perawat pelaksana. Digunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate dengan uji statistic chi-square dan regresi logistic menggunakan SPSS versi 17. Untuk penyederhanaan model multivariat dengan melakukan eleminasi terhadap faktor perancu. menggunakan metode stepwise backward. Hasil penelitian, 3 (tiga) variabel yang signifikan berhubungan dengan kinerja perawat yaitu rasa aman terhadap pekerjaan, rasa bangga terhadap institusi dan penyelesaian masalah. Dan variabel yang paling berhubungan adalah variabel penyelesaian masalah. Saran untuk RS Bhakti Yudha Depok yaitu ikut serta untuk memecahkan masalah perawat baik itu masalah dipekerjaan maupun masalah pribadi karena akan meningkatkan kinerja perawat 5 kali lebih tinggi dibandingkan mereka harus memecahkan masalah sendiri.

This thesis aims to investigate the correlation component of quality of work life with the performance of the implementing nurse-patient hospital room Bhakti Yudha. Quantitative research methods to design and cross-sectional approach in 81 nurses. Used univariate analysis, bivariate and multivariate statistics with chi-square test and logistic regression using SPSS version 17. For the multivariate model simplification by elimination of confounding factors. using backward stepwise method. The results, three (3) significant variables associated with the performance of nurses is a sense of security of employment, a sense of pride to the institution and settlement of the problem. And the most pertinent variable is a variable problem resolution. Suggestions for RS Bhakti Yudha Depok which participate to solve the problem of nurse both problems at work or personal problems because it will improve the performance of nurses 5 times higher than they should solve their own problems.
Read More
B-1291
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wilmi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Wahyu Sulistiadi, Yahmin Setiawan, Astian Octavia
Abstrak: Adanya peningkatan kejadian insiden keselamatan pasien merupakan salah satu refleksi dari penurunan kinerja petugas kesehatan di rumah sakit. Disamping itu adanya peningkatan turn over karyawan menjadi salah satu faktor kurangnya quality of work life di tempat kerja. Perawat menempati proporsi terbesar dari sumber daya manusia di rumah sakit dan merupakan tenaga yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien selama dua puluh empat jam. Kinerja perawat merupakan cerminan kinerja rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk hubungan Quality of Work Life dengan kinerja dan komponen mana yang memiliki hubungan paling dominan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dimana pengukuran variabel dependen dan independen dilakukan pada satu waktu. Populasinya adalah semua perawat pelaksana yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 111 orang.
Hasil penelitian secara umum kinerja perawat baik, tapi ada tiga unit pelayanan yaitu instalasi gawat darurat, ruang rawat inap sakura dan ruang rawat inap bluebels memiliki kinerja perawat kurang ≤ 50 %. Hanya delapan variabel dari komponen kualitas kehidupan kerja yang memiliki hubungan bermakna yaitu Keterlibatan Perawat, Kompensasi yang Seimbang, Rasa Aman terhadap Pekerjaan, Keselamatan Lingkungan Kerja, Rasa Bangga terhadap Rumah Sakit, Pengembangan Karir, Penyelesaian Masalah dan Komunikasi. Berdasarkan analisis multivariat didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan terhadap kinerja adalah Komunikasi. Komponen Kualitas kehidupan kerja (Quality of Work Life) memiliki pengaruh terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Manajemen diharapkan memberikan perhatian terhadap program pengembangan kualitas kehidupan kerja perawat terutama komponen komunikasi, rasa aman terhadap pekerjaan, keterlibatan perawat sebagai upaya meningkatkan kinerja dan produktivitas
Read More
B-2069
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syah Benny Putra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Jaslis Ilyas, Anhari Achadi, Amila Megraini, Budi Hartono
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang hubungan komponen quality of work lifedengan kinerja perawat di bagian keperawatan Rumah Sakit Budi KemuliaanBatam Era Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2015.Metodologi penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitianini untuk melihat hubungan antara sembilan komponen variabel independenQuality of Work Life yaitu : keterlibatan karyawan, kompensasi, rasa amanterhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi,pengembangan karir, fasilitas, penyelesaian masalah dan komunikasi dengankinerja perawat di Bagian Keperawatan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.Responden berjumlah 100 perawat.Karakteristik responden dari umur terbanyak usia 20-29 tahun (40%) dan30-39 tahun (39%), pendidikan rata-rata D3 keperawatan (87%), status pegawaiterbanyak adalah pegawai tetap (88%) dan lama bekerja terbanyak diatas3 tahun (59%). Analisis bivariat dengan Chi Square dan uji korelasiSpearman didapatkan hubungan yang signifikan dengan kinerja perawatadalah komponen keterlibatan karyawan, kompensasi dan keselamatan lingkungankerja. Analisis lanjut regresi logistik didapatkan komponen yang mempunyaihubungan signifikan adalah keterlibatan karyawan, kompensasi, rasa amanterhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, pengembangan karir.
Kata kunci : QWL, Kinerja
This Research assess the relationship between Quality Of Work Life(QWL) components and the performance of nurses in the Budi KemuliaanHospital Batam Era National Health Insurance 2015.Research metodology : quantitative, cross-sectional design. These QWLcomponents are employee participation, compensation, job security, workenvironment safety, a sense of pride in the institution, career development,facilities, conflict resolution and communication.Respondents were amounted to 100 nurses.The age of majority of respondents is 20-29 years (40%) and 30-39 years(39%) average education is Diploma o f n u r s i n g (87%), the statusof most employees are permanent employee (88%) and working periode isover 3 years (59%). Bivariate analysis with Chi Square and Spearmancorrelation test found a significant relationship between components ofemployee participation, compensation and work environment safety with thenurses performance. Further multiple logistic analysis found asignificant relationship between components of employee participation,compensation, job security, work environment safety and career development withthe performance of nurses.
Keywords : Quality of Work Life, Performance
Read More
B-1828
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Apriani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Surya Ede Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Yayok Witarto, Elisabeth
Abstrak:

Permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit adalah kurang baiknya kinerja perawat rumah sakit sebanyak 47,3% dan berdasarkan hasil survey kepuasan pegawai masih banyak terdapat pegawai merasa tidak puas terhadap kinerjanya selama di rumah sakit. Masalah mengenai kinerja perawat yang buruk perlu dilakukan penilaian kinerja, salah satu sistem penilaian kinerja dapat menggunakan instrumen Quality of Work Life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Quality of Work Life dengan Kinerja Perawat PNS di Instalasi Rawat Inap RS. Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap total populasi perawat. Hasil studi ini menunjukkan terdapat dua variabel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat yaitu keterlibatan karyawan dan rasa bangga terhadap pekerjaan. Selain itu,  terdapat beberapa pernyataan perawat yang dapat menjadi masukan bagi rumah sakit meliputi: kurang dilibatkannya perawat dalam pengambilan keputusan, kurangnya kompensasi yang seimbang, beban kerja cukup berat, kurangbangganya perawat terhadap pekerjaannya, kurang memadainya pengembangan karir, kurang baiknya penyelesaian masalah dan komunikasi belum berjalan dengan baik. Saran yang dapat diberikan adalah agar perawat dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan dimintakan ide-ide dari tiap perawat sebagai masukan. Juga dengan membangun rasa bangga terhadap pekerjaan dengan peningkatan pelayanan terhadap pasien. Peningkatan pelayanan terhadap pasien bisa dengan lebih peduli terhadap pemberian insentif yang sesuai dengan beban kerjanya, pemberian beban kerja sesuai dengan uraian tugas atau asuhan keperawatan yang jelas, pengembangan karir pegawai / perawat, penyelesaian masalah yang cepat tanggap dan komunikasi yang efektif antar rekan kerja dan juga dengan pasien. Kata Kunci : Komponen Quality of Work Life (QWL), Kinerja Perawat


 The problem faced by hospital is bad performance of nurses (47,3%) and bases on the staff’s job satisfaction there are a lot of staff’s felt dissatisfy performance in hospital. Therefore, it needs to do performance appraisal, can be done by using Quality of Work Life instrument. This research intent to know relationship Quality of Work Life with nurse performance in Inpatient ward at Hospital of Bhayangkara TK I Raden said Sukanto. This research utilize quantitative method with cross sectional design to the total nurse population. The show results there are two variables have relationship with nurse performance whice are employee imvolvement and the pride of their job. Besides, there are some nurses statements that cans become input for hospital management: lack of involvement of nurses in decision making process, imbalance of compensation, quite heavy work load, lack of pride of their job, inadequate career development, improper problem solving process and ineffective communication. This study suggests to involve the nurses in decision making process, gain ideas from nurses, increase the pride of the job by improving services to patient. Key word : Quality of Work Life  (QWL), Nurse performance

Read More
B-1352
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firman Munir; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-452
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive