Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42318 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hidayani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Sandra Fikawati, Zarfiel Tafal, Rinni Yudhi Pratiwi, Devi Maryori
Abstrak:

Tesis ini dilakukan dengan menggunakan disain Crossectional untuk mengetahui penggunaan buku KIA pada ibu hamil dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya di UPT Puskesmas Cimanggis – Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temu wicara berhubungan dengan penggunaan buku KIA, dimana ibu hamil yang pernah melakukan temu wicara berpeluang 4 kali untuk menggunakan Buku KIA dibandingkan dengan yang tidak pernah setelah dikontrol oleh dorongan petugas kesehatan. Agar penggunaan Buku KIA dapat ditingkatkan, diharapkan kepada pihak terkait (Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan) dapat mensosialisasikan Jampersal berkaitan dengan manfaat penggunaan buku KIA dan penggiatan kelas ibu terkait dilakukannya kegiatan temu wicara. Daftar Bacaan : 33 (1995 – 2012) Kata kunci : buku KIA, temu wicara


 This thesis was  done by using Crossectional design to find out  the use of MCH handbook to pregnant mother at UPT Cimanggis Health Center and the factors related with it. The results showed that the interview retrieval associated with the use of MCH handbook, where pregnant mother who have gone through interview retrieval  have 4 times possibility to use it compare to others who haven’t. This interview retrieval has been controlled by medical staff’s support. In order to improving the use of MCH handbook, it’s expected to the related parties (Department of Health and health workers) can socialize “Jampersal” to relating the benefits of using MCH handbook and activation of the mother class related to maternal interview retrieval. References  : 33 (1995 - 2012) Key word : MCH Handbook, interview retrieval

Read More
T-3513
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalia Ermi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Toha Mohaimin, Rahmadewi, Eti Rohati
Abstrak: Wanita yang menghadapi menopause termasuk dalam kelompok risiko karena pada kelompok ini terjadi perubahan yang drastis secara fisik, psikis, dan sosial budaya. Usia menopause antara seorang wanita dan wanita lainnya tidaklah sama dan bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menopause pada usia lebih dini akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, atherosclerosis, stroke, dan osteoporosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche, paritas, usia melahirkan terakhir, riwayat pemakaian kontrasepsi, riwayat pekerjaan, status gizi, dan riwayat merokok dengan usia menopause pada ibu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu lansia (≥ 60 tahun) yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok. Sampel dalam penelitian berjumlah 113 ibu lansia diambil dengan cara cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data diolah menggunakan komputer dan analisa data dilakukan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat merokok dengan dengan usia menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18- 21,21). Disarankan agar menghindari rokok dan asap rokok, terutama perokok aktif, karena kandungan yang ada dalam rokok bisa mempercepat terjadinya menopause. Terjadinya menopause pada usia yang lebih dini akan lebih berisiko terjadinya gangguan kesehatan pada wanita.
Kata kunci: Usia Menopause, Riwayat Merokok

Woman who face menopause are included in the risk group because in this group there is a drastic change in physical, psychological, and socio-cultural. The age of menopause between a woman and another woman is not the same and depends on the factors that influence it. Menopause at an earlier age will increase the risk of cardiovascular disease, atherosclerosis, stroke, and osteoporosis. The purpose of this study is discusses the relationship between age of menarche, parity, last childbirth, history of contraception use, job history, nutritional status and history of smoking with age of menopause in elderly mother in Cimanggis Community Health Center Depok 2018. This study use survey method with cross sectional approach. The study was conducted in May 2018. The population in this study were all elderly mothers (≥ 60 years) in Cimanggis Community Health Center Depok. The sample in this study amounted to 113 elderly mothers taken by cluster sampling. Data were collected through direct interviews with respondents using questionnaires and observations. Data is processed using computer and data analysis is done using multiple logistic regression. The result showed that there was a significant correlation between smoking history with age of menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18-21,21). It is recommended to avoid smoking and cigarette smoke, especially active smokers, because the content in cigarettes can accelerate the occurrence of menopause. The occurrence of menopause at an earlier age will be more at risk of health problems in women.
Key Words: Age of Menopause, Smoking History
Read More
T-5405
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wike Pratiastuti; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Evi Martha, Yudhia Fratidina, Rivani Noor
Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil masih terbatas untuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi dan penimbangan di Posyandu. Frekuensi pemeriksaan ANC lebih dari 4 kali selama masa kehamilan namun minat baca dan kepatuhan membawa serta merawat buku KIA masih rendah. Hal ini dikarenakan oleh faktor predisposing pengetahuan ibu yang kurang tentang fungsi buku KIA sebagai komunikasi, informasi dan edukasi dalam kesehatan ibu dan anak, faktor reinforcing kurangnya dukungan suami, kurangnya dukungan bidan dalam memberikan konseling tentang fungsi buku KIA karena beban kerja berat, motivasi kurang serta tidak adanya pelatihan dalam 1 tahun terakhir, selain itu dukungan kader dalam penyuluhan juga kurang dan faktor enabling yaitu karena waktu pelayanan di puskesmas yang terbatas hanya sampai siang hari. Oleh karena itu perlu ditinjau kembali pemanfaatan buku KIA sesuai dengan fungsinya dengan menyediakan media KIE sehingga dapat dipahami oleh ibu hamil/balita serta keluarga, selain itu perlu peninjauan kembali beban kerja bidan dan kompetensinya sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat, dan lebih meningkatkan kembali peran kader dalam penyuluhan kepada ibu hamil/balita di masyarakat
Read More
T-5677
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur`Arifah Hakim; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Syafiq, Donatus Klaudius Marut, Nida Rohmawati
Abstrak:

Angka kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas kecamatan Kemayoran masih tinggi walaupun cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah minimal 90 butir selama hamil sudah mencapai 100%. Besarnya suplementasi zat besi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ibu. Tidak efektifnya program pemberian TTD untuk menurunkan kejadian anemia kehamilan karena belum adanya media yang efektif untuk memberikan informasi dan edukasi tentang anemia dan TTD. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran dari rentang waktu Maret - November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan kemayoran dan teknik pemilihan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 pada analisis bivariat menggunakan uji Anova didapatkan nilai p = 0.0005, hubungan pengetahuan dan kepatuhan mengkosumsi TTD dengan Kadar Hemoglobin didapatkan r=0.288, p value=0.035; r=0.422, p value=0.001. Kesimpulan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 (nilai p < 0.05). Semakin tinggi pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi TTD maka semakin besar kadar hemoglobin.


he incidence of anemia in pregnant women in the Kemayoran Health Centre is still high considering that pregnant women who get iron tablets of at least 90 during pregnant are reaching 100%. The amount of iron supplementation must also be adjusted to the needs and conditions of each mother. Ineffective iron supplementation delivery program for pregnant women to reduce the incidence of anaemia because there is no effective media to provide information and education about anaemia and iron supplementation. This study aims to know the effectivity of health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center area in 2019. This study uses a quasi experimental research type using the nonequivalent control group design. The study was conducted in the area of Kemayoran health center from the period March-November 2019. The population in this study were all pregnant women in the area of Kemayoran health center and sample selection techniques by purposive sampling. The results of research on health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 on bivariate analysis using Anova test obtained p value = 0.0005, the relationship of knowledge and compliance consuming iron suplement with haemoglobin levels obtained r = 0.288, p value = 0.035; r = 0.422, p value = 0.001. Conclusion: there is influence of health educational through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 (p value <0.05). The higher of knowledge and compliance of consuming iron suplement, the greater the hemoglobin level.

Read More
T-5803
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonia Harlin Pratiwi; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji; Mieke Savitri, Windi Nur Rejeki
Abstrak: ANEMIA PADA IBU HAMIL ADALAH KEADAAN KADAR HEMOGLOBIN (HB)DALAM DARAH PADA IBU HAMIL < 11GR%. PROPORSI ANEMIA DI PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR TAHUN 2016 MASIH TINGGI YAITU 50% LEBIH TINGGI DARI ANGKA ANEMIA NASIONAL 37,1%. ANEMIA PADA IBU HAMIL HARUS DI TANGANI KARENA BERDAMPAK MENURUNNYA KUALITAS HIDUP GENERASI YANG DILAHIRKAN. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGUKUR KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN MEMPELAJARI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG BARANG KOTA BOGOR TAHUN 2017. METODOLOGI PENELITIAN YANG DIGUNAKAN IALAH POTONG LINTANG. POPULASI BERJUMLAH 407 ORANG, DENGAN SAMPEL 110 IBU HAMIL.

DARI HASIL PENELITIAN INI DIDAPAT ANGKA 55,5% (95% CI: 47%-67%). TEMUAN INI MENUNJUKKAN BAHWA PROPORSI ANEMIA MASIH TETAP TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG BARANG. DALAM PENELITIAN INI FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL ADALAH UMUR IBU, UMUR KEHAMILAN, DAN JUMLAH KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH. PENELITIAN INI JUGA MENEMUKAN FAKTOR MENDASAR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL YAITU PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA. DISARANKAN AGAR PERAN BIDAN PUSKESMAS MELAKUKAN KONSELING DAN PROMOSI PENCEGAHAN ANEMIA. KEAKTIFAN KADER DIPERLUKAN SEBAGAI FASILITATOR UNTUK MENGAWASI KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH.

KATA KUNCI : ANEMIA, IBU HAMIL, PUSKESMAS
Read More
S-9518
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahdah Nurmiladiah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia 48,9% lebih tinggi dibandingkan prevalensi global sebesar 40%. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dikaitkan dengan peningkatan kejadian perdarahan post partum yang menjadi penyebab kematian ibu dan kelahiran bayi dengan BBLR yang menjadi penyebab kematian bayi. Banten merupakan provinsi terbesar keempat penyumbang kematian ibu, dimana kabupaten Tangerang menyumbang kejadian kematian yang signifikan. Puskesmas Cisoka mencatat sebesar 84,6% dari penderita anemia di wilayahnya adalah ibu hamil.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar prevalensi anemia pada ibu hamil dan gambaran kejadian anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Cisoka Tahun 2022 hingga 2025 berdasarkan variabel usia ibu, paritas, KEK, usia kehamilan, pekerjaan, dan pendidikan. Desain studi cross sectional deskriptif dengan analisis univariat menggunakan data sekunder yang berasal dari register, kohort dan rekam medis ibu hamil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1.465 tahun 2022, 1.628 tahun 2023, 1.404 tahun 2024, 1.648 tahun 2025. Hasil Penelitian menunjukkan prevalensi anemia menurun tiap tahunnya, 46% pada 2022, 35% pada 2023, 24% pada 2024, 21% pada 2025. Berdasarkan persentase anemia tertinggi konsisten terjadi tiap tahun pada kategori usia 35 tahun, nullipara dan primipara, ibu hamil dengan LILA <23,5, dan ibu hamil trimester 3, Sedangkan pada variabel pendidikan tahun 2022 persentase tertinggi pada pendidikan tinggi, 2023-2025 pada pendidikan rendah. Pada variabel pekerjaan anemia dengan persentase tertinggi 2022 pada ibu bekerja, 2023-2025 pada ibu hamil tidak bekerja. Saran agar puskemas dapat melakukan edukasi yang intensif pada kelompok berisiko, bekerja sama dengan kader setempat untuk melakukan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil serta memaksimalkan kelas ibu hamil sebagai cara untuk meningkatkan pengetahuan mengenai anemia.

The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia is 48.9%, which is higher than the global prevalence of 40%. Anemia remains a significant public health problem because it is associated with an increased incidence of postpartum hemorrhage a leading cause of maternal mortality and the birth of low birth weight (LBW) infants, a leading cause of infant mortality. Banten is the fourth largest province in terms of maternal mortality, with Tangerang Regency accounting for a significant number of these deaths. The Cisoka Community Health Center (Puskesmas) reports that 84.6% of anemia cases in its service area are among pregnant women. The objective of this study is to determine the prevalence of anemia among pregnant women and to describe the incidence of anemia among pregnant women at the Cisoka Community Health Center from 2022 to 2025 based on the variables of maternal age, parity, energy nutrient deficiency (KEK), gestational age, occupation, and education. A descriptive cross sectional study design with univariate analysis was employed, using secondary data derived from registries, cohorts, and medical records of pregnant women. The sample sizes for this study were 1,465 in 2022, 1,628 in 2023, 1,404 in 2024, and 1,648 in 2025. The results showed that the prevalence of anemia decreased each year: 46% in 2022, 35% in 2023, 24% in 2024, and 21% in 2025. Based on the data, the highest prevalence of anemia consistently occurred each year in the age categories 35 years, among nulliparous and primiparous women, pregnant women with a mid-upper arm circumference (MUAC) <23.5, and pregnant women in their third trimester. Meanwhile, for the education variable, the highest percentage in 2022 was among those with a higher education, while from 2023 to 2025, it was among those with a lower level of education. Regarding the occupation variable, the highest percentage of anemia in 2022 was among working mothers, while from 2023 to 2025, it was among non-working pregnant women. It is recommended that community health centers (puskesmas) conduct intensive education for at-risk groups, collaborate with local health volunteers to monitor compliance with iron tablet intake among pregnant women, and maximize the use of prenatal classes as a means to increase knowledge about anemia.
Read More
S-12314
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Rahmadhanny; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sandra Fikawati, Yosnelli
S-6996
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masyrifah Susiyanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Dadan Erwandi, Ars Agustiningsih, Endah Sri Lestari
Abstrak: Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal disebutkan bahwa setiap orang beresiko terinfeksi HIV (ibu hamil,TB, IMS dll) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar. Rencana aksi nasional program PPIA 2013-2017, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan merencanakan agar pada tahun 2017 100% puskesmas diseluruh Indonesia bisa melaksanakan program PPIA prong 1 dan prong 2 sedangkan prong 3 dan prong 4 dikembangkan di puskesmas dengan sarana dan prasarana khusus, yang dilengkapi jejaring ke semua puskesmas dalam wilayah kabupaten/kota yang berkaitan. Skrining HIV pada ibu hamil merupakan upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi. Cakupan pelayanan skrining HIV pada ibu hamil di Kota Cimahi tahun 2016 masih rendah yaitu sebesar 12,54% dari target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam hambatan dan kendala mengenai program PPIA khususnya skrining HIV ibu hamil di Dinas Kesehatan Kota Cimahi tahun 2018. Penelitian ini dilaksanakan di 13 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kota Cimahi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilaksanakan dengan cara Focus Group Disccusion (FGD) dan wawancara mendalam dengan merekam suara informan menggunakan alat perekam suara. Informan terdiri dari 13 Bidan Pengelola KIA Puskesmas, 3 ibu hamil, 4 Kepala Puskesmas, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Cimahi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Penelitian ini menunjukan hambatan dan kendala implementasi skiring HIV pada ibu hamil dikarenakan belum semua fasilitas kesehatan memberikan layanan skrining HIV, kurangnya SDM terutama petugas laboratorium, Belum ada SOP dan alur pelayanan PPIA, Bidan Praktek Mandiri (BPM) belum semua melaksanakan skrining HIV pada ibu hamil, media informasi khusus Skrining HIV bumil belum ada. Dinas Kesehatan Kota Cimahi diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan koordinasi dengan rumah sakit, lintas sektor dan IBI tentang skrining HIV ibu hamil, meningkatkan pelatihan program PPIA dan melakukan monitoring dan evaluasi Kata kunci : Ibu Hamil, implementasi, kualitatif, skrining HIV, Based on Minister of Health Regulation No. 43 of 2016 on Minimum Service Standards it is mentioned that everyone at risk of HIV infection (pregnant women, tuberculosis, STIs etc.) gets standard HIV testing. The national action plan of PPIA 2013-2017 program, the government through the Ministry of Health plans that by 2017 100% of puskesmas throughout Indonesia can implement the prong 1 and prong 2 PPIA programs while prong 3 and prong 4 are developed at puskesmas with special facilities and infrastructure, to all puskesmas within the relevant district / municipality. HIV screening of pregnant women is an effort to prevent mother-to-child transmission of HIV The coverage of HIV screening services in pregnant women in Kota Cimahi is still low at 12.54% of the target of 100%. This study aims to find out and explore deeper obstacles and obstacles regarding the PPIA program, especially HIV screening of pregnant women in the City Health Office Cimahi 2018. This research dilaksanakan di 13 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di Kota Cimahi dengan uses qualitative approach and data collection is done by Focus Group Disccusion (FGD) and in-depth interview by recording informant voice using voice recorder. The informants consisted of 13 midwives of KIA Puskesmas management, 3 pregnant women, 4 Head of Puskesmas, Head of P2P Department of Health City of Cimahi and Head of Cimahi City Health Office. This study shows obstacles and obstacles to HIV skill implementation in pregnant women because not all health facilities provide HIV screening services, lack of human resources, especially laboratory staff, No SOP and service flow of PPIA, Bidan Praktek Mandiri (BPM) has not all conducted HIV screening in pregnant women , special information media HIV HIV Screening does not exist yet. Cimahi City Health Office is expected to improve socialization and coordination with hospitals, cross-sectors and IBI on HIV screening of pregnant women, improve training of PPIA program and conduct monitoring and evaluation. Keywords: Qualitative, implementation, HIV screening, pregnant women
Read More
T-5126
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satryana Devy Pamungkas; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Mery Ramadani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi anemia pada ibu hamil dan hubungan junlah pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2020. Metodologin penelitian ini menggunakan potong lintang dengan jumlah populas 1038 ibu hamil dan sample 774 ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan anemia pada ibu hamil adalah umur, paritas, jarak kehamilan, tablet tambah darah, pendidikan, dan pekerjaan.
Read More
S-10587
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive