Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12502 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rachma Dewi
JMARSI Vol.5, No.1
Depok : FKM UI, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tjandra Yoga Aditama
JMARSI Vol.5, No.4
Depok : FKM UI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.90, 1994, hal. 28-33, ( Cat. ada di bendel 93/94)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Poernomo
JMARSI Vol.3, No.2
Depok : FKM UI, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wasis Budiarto, Ristrini
Medika-No.3, XXX
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunu Bintan Gifari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Emmy Ridhawaty Mangunsong, Hendro
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan karakteristik pelayanan yang kompleks, tingkat ketidakpastian yang tinggi, serta variasi penggunaan sumber daya yang besar. Kondisi tersebut menyebabkan variasi tagihan pelayanan antar pasien, bahkan pada kelompok pembiayaan yang sama. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi besaran tagihan pelayanan menjadi penting untuk mendukung efisiensi pengelolaan biaya dan keberlanjutan finansial rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan pelayanan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder pasien IGD periode tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 8.483 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosis berdasarkan kelompok ICD-10, tingkat triase Australasian Triage Scale (ATS), status keluar pasien, dan cara bayar. Variabel dependen adalah total tagihan pelayanan IGD. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis, serta multivariat menggunakan Generalized Linear Model (GLM) distribusi Gamma dengan fungsi log. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok usia dewasa (65,2%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), memiliki tingkat triase ATS 4 (57,6%), dan menggunakan pembayaran umum (56,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, diagnosis, triase, dan cara bayar berhubungan signifikan dengan total tagihan pelayanan IGD (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, diagnosis, triase, dan cara bayar berpengaruh signifikan terhadap total tagihan pelayanan IGD (p<0,05). Cara bayar merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi besaran tagihan, dengan pasien asuransi memiliki tagihan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien BPJS sebagai kelompok referensi. Analisis variabel komposit menunjukkan bahwa kombinasi diagnosis dan triase memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variasi total tagihan pelayanan IGD. Kesimpulan: Total tagihan pelayanan IGD dipengaruhi oleh karakteristik pasien, kondisi klinis, dan mekanisme pembiayaan. Cara bayar merupakan faktor paling dominan dalam pembentukan tagihan pelayanan IGD. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pembiayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk variasi biaya pelayanan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan biaya rumah sakit dan pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan.

Background: Emergency Departments (EDs) are among the most complex hospital service units, characterized by high clinical uncertainty and substantial variations in resource utilization. These characteristics contribute to considerable variability in service charges among patients, even within the same financing scheme. Understanding the factors of ED service charges is essential for improving cost efficiency and ensuring hospital financial sustainability. Objective: This study aimed to analyze the factors Associated of Emergency Department service charges at Santa Elisabeth Hospital Batam. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data from ED patients treated during 2025. A total of 8,483 patients meeting the inclusion criteria were analyzed. Independent variables included age, sex, diagnosis category based on ICD-10 chapters, Australasian Triage Scale (ATS) level, discharge status, and payment method. The dependent variable was total ED service charges. Data were analyzed using univariate statistics, Mann–Whitney U and Kruskal–Wallis tests for bivariate analysis, and Generalized Linear Modeling (GLM) with Gamma distribution and log-link function for multivariate analysis. Results: Most patients were adults (65.2%), female (50.8%), classified as ATS 4 (57.6%), and self-paying patients (56.0%). Bivariate analysis demonstrated significant associations between age, diagnosis, triage category, payment method, and total ED charges (p<0.05), while sex was not significantly associated. Multivariate analysis revealed that age, sex, diagnosis, triage category, and payment method significantly influenced total ED service charges (p<0.05). Payment method was identified as the most dominant factors, with insured patients incurring significantly higher charges than BPJS-insured patients as the reference group. Composite variable analysis further demonstrated that the interaction between diagnosis and triage level significantly contributed to variations in total ED service charges. Conclusion: Total ED service charges are influenced by patient characteristics, clinical conditions, and financing mechanisms. Payment method emerged as the strongest factors of service charges. These findings highlight the critical role of healthcare financing systems in shaping cost variations and provide important implications for hospital cost management and healthcare financing policy development. Keywords: Emergency Department, Service Charges, Cost of Treatment, Generalized Linear Model, Triage, ICD-10 Diagnosis, Payment Method, Hospital Administration.
Read More
B-2633
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Louisa Rumeteray; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Djoni Darmadjaya, Purnawan Junadi, Puput Octamianti
Abstrak: ABSTRAK Nama : Maria louisa Rumateray Program Studi : Kajian Administrasi Rumah sakit Judul : Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan gizi di instasi gizi RSUD Wamena sesuai Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit Pembimbing : Dr.Dra.Dumilah Ayuningtyas,MARS. Kegiatan pelayanan gizi yang baik di Rumah Sakit harus terorganisasi dengan baik dan didukung oleh sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, penganggaran, kebijakan dan prosedur pelayanan yang benar. Kegiatan pelayanan gizi di Rumah Sakit meliputi pelayanan gizi rawat jalan, pelayanan gizi rawat inap, penyelengaraan makanan, penelitian dan pengembangan. Dari empat kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit ternyata yang di lakukan hanyalah dua pelayanan yaitu pelayanan gizi rawat jalan dan penyelengaaraan makanan, karena keterbatasan waktu maka fokus penelitian saat ini hanya melihat tentang proses penyelenggaraan makanan yang kegiatannya meliputi perencanaan menu, pengadaan bahan, penerimaan dan penyimpanan, persiapan dan pengolahan makanan, distribusi makanan, penyajian makanan. Permasalahan yang terdapat di instalasi gizi adalah proses penyelenggaraan makanan belum berjalan sesuai dengan Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini yaitu Direktur, kepala bidang penunjang, kepala bidang instalasi gizi, kepala bidang perencanaan dan umum, kepala sub bagian keuangan ( bendahara pengeluaran) juru masak dan pramusaji. Pengumpulan data dilakukan di RSUD Wamena pada bulan April sampai dengan Juni 2019 dengan cara observasi, wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kulitatif dan untuk menjamin validitas data dilakukan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelengaraan makanan di instalasi Gizi RSUD Wamena telah mengunakan Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) 2013, tetapi dalam pelaksanaanya panduan tersebut belum sepenuhnya di implementasikan. Kata kunci: Penyelengaraan makanan, Pelayanan gizi, Rumah sakit ABSTRACT Name : Maria louisa Rumateray Study Program : Hospital Administration Study Title : Factors that influence nutritional services at the hospital Wamena according to the Hospital Nutrition Service Guidelines Counsellor : Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS. Good nutrition service activities in hospitals must be well organized and supported by human resources, facilities and infrastructure, budgeting, policies and correct service procedures. Nutritional service activities at the Hospital include nutrition outpatient services, inpatient nutrition services, food administration, research and development. limited time, the focus of the current research is only to look at the process of food administration whose activities include menu planning, material procurement, receipt and storage, preparation and processing of food, distribution of food, presentation of food. The problems found in nutrition installations are that the process of organizing food has not been carried out in accordance with the Hospital Nutrition Service Guidelines. This research is a type of qualitative research. The informants from this study were the Director, the head of the supporting field, the head of the field of nutrition installation, the head of planning and general affairs, the head of the sub-section of finance (treasurer of expenditure) the cook and waiter. Data collection was conducted at Wamena General Hospital in April to June 2019 by means of observation, in-depth interviews and document tracking. Data analysis was carried out in a descriptive manner and to ensure data validity triangulation techniques were carried out. The results showed that the organization of food in the Nutrition installation of Wamena General Hospital had used the 2013 Hospital Nutrition Service Guidelines (PGRS), but in its implementation the guidance had not been fully implemented. Keywords: Food delivery, nutrition services, hospitals
Read More
B-2113
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samsi Jacobalis
362.19 JAC m
Jakarta : PERSI, 1989
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrin Kodim
KJKMN Vol.7, No.2
Depok : FKM UI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive