Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36127 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bul.Pen. Sistem Kes. (Bulitsiskes), Vol.14, No.3, Juli 2011, hal: 270-281
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathul Jannah; Promotor: L Endang Achadi; Kopromotor: Faisal Yunus, Elvina Karyadi; Penguji: Kusharisupeni, Anhari Achadi, Besral, Hartono Gunardi, Adi Hidayat, Sri Wuryanti
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) di Indonesia masih menempati urutan ke-3 di dunia.
 
Anak dengan tuberkulosis umumnya mengalami defisiensi zinc dan vitamin A. Defisiensi
 
zinc dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu sintesis
 
retinol binding protein sehingga dapat menghambat proses penyembuhan TB.
 
Penambahan zinc dan vitamin A dapat membantu meningkatkan respon kekebalan tubuh
 
pada penderita TB.
 
Tujuan: Membuktikan pengaruh suplementasi zinc dan vitamin A dalam meningkatkan
 
status gizi dan perbaikan gejala klinis pada anak usia 5-10 tahun dengan tuberkulosis
 
paru.
 
Disain: Penelitian adalah kuasi eksperimen dengan pre post design dengan kontrol.
 
Sebanyak 84 anak yang telah diseleksi dan terdiagnosis TB Paru yang berada di empat
 
wilayah Puskesmas Kecamatan di Jakarta Pusat diambil menjadi subyek penelitian.
 
Kelompok perlakuan dibagi secara acak menjadi dua kelompok yakni kelompok I yang
 
mendapatkan Obat anti Tuberkulosis Standar DOTS dan suplemen (berisi 20 mg zinc
 
elemental dan vitamin A asetat 1500 IU) dan kelompok II yang hanya mendapatkan OAT
 
saja. Obat dan suplemen diminum setiap hari selama pengobatan TB. Respon
 
kesembuhan dapat diukur dari membaiknya gejala klinis dan status gizi dibandingkan
 
pada saat awal sebelum pengobatan. Analisis untuk melihat perbedaan dua kelompok
 
menggunakan uji T-Test. Gejala klinis diukur dengan chi-square.
 
Hasil: 84 Subyek terdiri atas kelompok intervensi (n=38) dan kelompok kontrol (n=46).
 
Pada fase inisial (bulan ke dua) perubahan nilai zinc, retinol dan IMT-U pada kelompok
 
intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, grup I dengan nilai p=0,087;
 
p=0,002; p=0,449 berturut-turut. Perubahan kadar albumin dan hemoglobin kelompok
 
kontrol lebih tinggi dibanding kelompok intervensi denan nilai p=0,000; p=0,142. Pada
 
bulan ke enam terjadi kenaikan pada retinol, hemoglobin, IMT-U, kelompok intervensi
 
lebih tinggi dari kelompok kontrol dengan p=0,879; p=0,142; p= 0,216. Perubahan kadar
 
albumin lebih tinggi pada kelompok kontrol p=0,005. Kadar zinc mengalami penurunan
 
pada kedua kelompok p=0,153. Perbaikan gejala klinis lebih cepat terjadi pada kelompok
 
intervensi dan bermakna secara klinis namun tidak bermakna secara statisik.
 
Simpulan: Pemberian suplemen disarankan pada anak TB yang mendapat OAT hingga
 
bulan ke dua, karena dapat meningkatkan status gizi dan perbaikan gejala klinis.
 

ABSTRACT
 
 
Background: Indonesia is the 3rd in the world on Tuberculosis (TB). Most children with
 
tuberculosis commonly have zinc and vitamin A deficiency. Zinc deficiency caused
 
immune system disorders and disturb the synthesis of retinol binding protein, it inhibited
 
the healing process of TB. Supplementation of zinc and vitamin A helped to improve the
 
immune response in TB patients.
 
Objective: To prove the effect of zinc and vitamin A supplementation in improving the
 
clinical symptoms and nutritional status in children 5-10 years of tuberculosis.
 
Design: This study was quasi experimental, was conducted in a pre post design. A total
 
of 84 children who were selected and diagnosed with pulmonary TB in the four districts
 
of the Public Health Center in Central Jakarta were invited as research subjects. Subjects
 
were divided into two groups. Group I received the standard DOTS ATT and supplement
 
(containing 20 mg zinc element, as a zinc sulfate and acetate vitamin A 1500 IU), while
 
group II only received ATT. These drugs and supplements are taken daily during TB
 
treatment. The recovery response can be measured by observing the improvement in
 
clinical symptoms and nutritional status compared to the time before treatment. The
 
analysis used to see the differences between the two groups is the T-Test. Clinical
 
symptoms are measured by chi-square.
 
Results: There are 84 subjects taken in the intervention group (n = 38) and the control
 
group (n = 46). In intensive phase, delta of zinc, retinol, BMI/A on intervention group
 
was higher than control ( p=0,087; =0,002; =0,449, respectively). Delta albumin and Hb
 
were higher ol control than intervention (p=0,000; =0,142). On the 6th mo, delta of
 
retinol, Hb increased higher than control (p=0,879; =0,142; =0,216, respectively). But
 
zinc level decreased on both groups (p=0,153). Clinical symptoms provide good results
 
and are clinically meaningful but not significant.
 
Conclusion: Supplementation was valueable with ATT treatment up to two months due
 
to it could improve nutritional status and clinical symptoms.
Read More
D-397
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elmina Tampubolon; Promotor: Endang Laksminingsih Achadi; Ko Promotor: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni, Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari, Agus Triwinarto, Anies Irawati
Abstrak: Stunting adalah keadaan panjang/tinggi badan kurang dibandingkan dengan umur. Penyebab langsung stunting adalah riwayat sakit dan kurangnya asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian suplementasi susu dan biskuit terhadap pertumbuhan anak stunting usia 12-23 bulan di Kecamatan Limo Kota Depok. Desain penelitian yang adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group design menggunakan empat kelompok yaitu kelompok susu, biskuit, susu + biskuit, dan kontrol. Pengukuran berat dan panjang badan dilakukan pada awal penelitian, 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian suplementasi susu, biskuit, susu + biskuit terhadap pertumbuhan anak. Perubahan z-skor PB/U baseline-endline terbesar adalah kelompok intervensi susu + biskuit (0.79). Perubahan z-skor PB/U baseline-endline pada kelompok biskuit (0.68) sedikit lebih baik dibandingkan dengan kelompok susu. Perubahan z-skor PB/U pada kelompok susu (0.66) lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol (0.19). Perubahan z-skor PB/U sangat jelas terlihat pada pengukuran ketiga dan keempat. Kepada Kemenkes agar mempertimbangkan pemberian susu atau biskuit atau keduanya yang disertai dengan edukasi sebagai salah satu program untuk menurunkan stunting pada anak usia 12-23 bulan.
Read More
D-433
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inka Alvira Praditha; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Elvina Karyadi
S-7443
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Handito; Promotor: Nasrin Kodim; Kopromotor: Tri Yunis Miko, Badriul Hegar Syarif; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Besral, Julitasari Sundoro, Kodrat Pramudho
D-340
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.39, No.11, Nov. 2012: hal. 855
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MJKI No.4
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Pratiwi; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Diah M. Utari, Yani Haryani
S-6566
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruthy; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Elvina Karyadi
S-7470
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erfina Rosita Salmun, Bambang Wirjatmadi
MMI-Vol.40/No.3
Semarang : FK Undip & IDI Jateng, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive