Ditemukan 1665 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Adi Sasongko ... [et al.]
MSK Vol.6, No.1
Depok : LP UI, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gelant Sanjaya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Yulita Suprihatin
Abstrak:
Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku mencegah timbulan sampah pada ibu rumah tangga yang berlokasi di Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jumlah responden yang dilibatkan dalam studi ini sebanyak 89 responden yang semuanya ibu rumah tangga. Studi ini juga menggambarkan faktor-faktor predisposisi diantaranya pendidikan terakhir ibu rumah tangga, pendapatan perbulan keluarga, sikap mencegah timbulan sampah, dan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah. Selain itu, studi ini juga menggambarkan faktor pendukung perilaku yakni dukungan dari kepala keluarga, tetangga sekitar, dan perangkat RT atau RW. Kedua faktor tersebut juga dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan juga sudah melewati tahap validitas dan reliabilitas dengan 13 pertanyaan perilaku dalam mencegah timbulan sampah, 9 pertanyaan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah, 8 pertanyaan sikap terhadap mencegah timbulan sampah, dan 5 pertanyaan untuk masing-masing dukungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencegah timbulan sampah masih perlu diperbaiki dengan skor rata-rata 65,17%. Perilaku-perilaku yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah penggunaan kantong plastik pembelian minuman dan makanan instan, serta membuang makanan yang masih layak. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yakni pendidikan terakhir (t = 2,375, p = 0,020), sikap terhadap mencegah timbulan sampah(r = 0,288, p = 0,003), dan dukungan kepala keluarga (r = 0,236, p = 0,026). Sehingga peningkatan perilaku mencegah timbulan sampah dapat dilakukan dengan fokus pada bagian yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah.
Read More
S-10224
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXVII, No.12, 2000, hal. 676-678, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nari Aditian; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Zarfiel Tafal, Hermina
S-5605
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Deni Agnes Darmawati; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Zamhi Setiawan, Wikandono
Abstrak:
Geografis merupakan salah satu faktor risiko hipertensi, Daerah kepulauan lebihberisiko terkena hipertensi dibandingkan daerah pegunungan. Kepulauan Seribumerupakan daerah Kabupaten Administrasi dari Provinsi DKI Jakarta Indonesia,yang seluruh daerahnya berupa pulau-pulau kecil. Karakteristik penyakit diKepulauan Seribu mulai mengalami pergeseran dengan didominasi denganpenyakit-penyakit degeneratif. Di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribupenderita hipertensi mengalami peningkatan pada tahun 2012 dengan persentase8.03% menjadi 15,6% pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengankejadian hipertensi setelah dikontrol dengan variabel confounding (stres, aktivitasfisik, merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,dan riwayat keluarga) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di PulauPanggang dan Pulau Pramuka Kecamatan Kepulauan Seribu Utara pada Februari2016. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengumpulan datadilakukan dengan simpel random sampling melalui wawancara dengan kuesionerpada 176 responden yang berumur ≥40 Tahun. Hasil penelitian ini menemukansebanyak 55.1% responden di Kepulauan Panggang dan Pramuka KecamatanKepulauan Seribu Utara pada tahun 2016 menderita hipertensi, pada respondenyang normotensi, 66,7% nya memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi garamtidak setiap hari dan sebesar 35,2% memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggigaram setiap hari. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antarakebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan kejadian hipertensi setelahdikontrol dengan variabel stres dan aktivitas fisik ( p value =.05, CI= 2,02-10,04).Kebiasaan Konsumsi makanan tinggi garam setiap hari merupakan faktor risikoterjadinya hipertensi, risiko ini meningkat jika tidak melakukan aktifitas fisik danmengalami stres.Kata Kunci : Hipertensi, Gaya Hidup, Kepulauan, Kepulauan Seribu, KebiasaanKonsumsi Makanan Tinggi Garam
Geographical is one risk factor of hypertension , islands regions exposed to morerisky hypertension compared mountainous regions . Kepulauan Seribuconstituting the district administration of jakarta province of indonesia , whoseentire region in the form of small islands .Characteristic of a disease in KepulauanSeribu began experiencing shift with dominated with degenerative diseases .Inadministrative districts Kepulauan Seribu sufferers of hypertension increased in2012 with the percentage 8.03 % become 15.6 % in 2013 .The purpose of researchis to know the relationship habits of consumption of foods high in salt withhypertension after scene controlled with confounding variables (stress , physicalactivity , smoking , the consumption of alcohol , age , sexes , education , work ,and family history) on the Pulau Panggang and Pulau Pramukan KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu on 2016. The study is done on the PulauPanggang and Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara in february 2016. Theresearch uses design cross sectional study, data collection is done with simplerandom sampling through interviews with on 176 the respondents from ≥40 years.The results of this study found some 55.1 % respondents in the Pulau Panggangand Pulau Pramuka in 2016 suffers from hypertension, on respondentsnormotensi, 66,7 % him have a habit of food consumption high salt not every dayof 35,2 % have a habit of food consumption high salt every day. The logisticsregression show the relation between a meaningful food consumption in the highsalt hypertension after controlled variable stress and physical activity ( p value =.05, CI 95% = 2,02-10,04). Habit of food consumption high salt every day is a riskof hypertension, this risk increase if not doing activities physical and stress.Key word: Hypertension, lifestyle, islands, Kepulauan Seribu, habit of foodconsumption high salt
Read More
Geographical is one risk factor of hypertension , islands regions exposed to morerisky hypertension compared mountainous regions . Kepulauan Seribuconstituting the district administration of jakarta province of indonesia , whoseentire region in the form of small islands .Characteristic of a disease in KepulauanSeribu began experiencing shift with dominated with degenerative diseases .Inadministrative districts Kepulauan Seribu sufferers of hypertension increased in2012 with the percentage 8.03 % become 15.6 % in 2013 .The purpose of researchis to know the relationship habits of consumption of foods high in salt withhypertension after scene controlled with confounding variables (stress , physicalactivity , smoking , the consumption of alcohol , age , sexes , education , work ,and family history) on the Pulau Panggang and Pulau Pramukan KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu on 2016. The study is done on the PulauPanggang and Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara in february 2016. Theresearch uses design cross sectional study, data collection is done with simplerandom sampling through interviews with on 176 the respondents from ≥40 years.The results of this study found some 55.1 % respondents in the Pulau Panggangand Pulau Pramuka in 2016 suffers from hypertension, on respondentsnormotensi, 66,7 % him have a habit of food consumption high salt not every dayof 35,2 % have a habit of food consumption high salt every day. The logisticsregression show the relation between a meaningful food consumption in the highsalt hypertension after controlled variable stress and physical activity ( p value =.05, CI 95% = 2,02-10,04). Habit of food consumption high salt every day is a riskof hypertension, this risk increase if not doing activities physical and stress.Key word: Hypertension, lifestyle, islands, Kepulauan Seribu, habit of foodconsumption high salt
T-4689
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hidayat, Wahyu; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Meily Kurniawidjaja, Wiratmi
S-5926
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Ariati Mukharomah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Medita Ervianti, Ikha Purwandari
Abstrak:
Read More
Diare adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di daerah dengan keterbatasan akses air bersih seperti kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas lingkungan dengan status kesehatan balita dalam hal ini kejadian diare di Pulau Kelapa. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus-kontrol dengan melibatkan responden dari kelompok kasus (balita diare) dan kelompok kontrol (balita tidak diare). Pengambilan data melalui wawancara dan uji laboratorium terhadap kualitas air bersih dan feses balita untuk mendeteksi keberadaan diarrheagenic E.coli. Periode penelitian selama tiga bulan dengan sampel kasus sebesar 20 sampel dan sampel kontrol sebesar 74 sampel. Analisis bivariat menunjukkan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun dan sumber air minum berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita (OR = 3.789; OR = 5,914). Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber air minum adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare balita (OR = 5,393). Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi pada perilaku higienis dan penyediaan air minum yang aman untuk mencegah diare pada balita khususnya di wilayah kepulauan.
Diarrhea is a major cause of morbidity and mortality in toddlers, especially in areas with limited access to clean water such as islands. This study aims to analyze the relationship between environmental quality and the health status of toddlers in this case the incidence of diarrhea on Kelapa Island. The research design used was a case-control study involving respondents from the case group (toddlers with diarrhea) and the control group (toddlers without diarrhea). Data collection through interviews and laboratory tests on the quality of clean water and toddler feces to detect the presence of diarrheagenic E. coli. The study period was three months with a case sample of 20 samples and a control sample of 74 samples. Bivariate analysis showed that handwashing behavior with soap and drinking water sources were significantly associated with the incidence of diarrhea in toddlers (OR = 3.789; OR = 5.914). Multivariate analysis showed that drinking water sources were the most influential factor in the incidence of diarrhea in toddlers (OR = 5.393). These findings indicate the importance of interventions on hygienic behavior and the provision of safe drinking water to prevent diarrhea in toddlers, especially in island areas.
T-7235
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri S. Margono, S. Alisah N. Abidin
MSK Vol.5, No.1
Depok : LP UI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Azalia Putri Hanasri; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Muhammad Rudi AR
Abstrak:
Read More
Perairan Kepulauan Seribu diketahui telah tercemar oleh kadmium (Cd), hal ini turut menyebabkan terjadinya akumulasi kadmium (Cd) dalam tubuh ikan yang hidup di dalamnya. Nantinya ikan yang terkontaminasi kadmium (Cd) dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang rutin mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan akibat pajanan kadmium (Cd) dalam ikan pada masyarakat Pulau Tidung. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) menggunakan data primer dengan jumlah responden sebanyak 97 penduduk. Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi kadmium (Cd) dalam ikan sebanyak 0,001 mg/kg (tongkol), 0,055 mg/kg (selar), dan 0,001 mg/kg (kembung). Konsentrasi tersebut masih berada di bawah baku mutu yang berlaku. Perhitungan nilai RQ untuk populasi dan nilai RQ untuk seluruh individu menghasilkan nilai RQ ≤1, Sehingga dapat diambil kesimpulan tingkat risiko yang ditimbulkan masih bersifat aman untuk populasi dan tiap individu penduduk, namun perlu dipertahankan agar risiko yang ada tetap bersifat aman. Pencegahan risiko dapat dilakukan pada sumber pencemaran dengan melakukan pengawasan terhadap limbah buangan yang dikeluarkan ke badan air dan pemanfaatan alga sebagai bioabsorben, seperti Chaetocerus sp., Euchema sp., Cladophora glomerata, Euchema isiforme, dan Sargassum sp. untuk mengurangi cemaran kadmium (Cd) di perairan.
The waters of the Seribu Islands are known to be polluted by cadmium (Cd), this has contributed to the accumulation of cadmium (Cd) in the bodies of the fish that live there. In the future, fish contaminated with cadmium (Cd) can cause health problems in humans who regularly consume it. This study aims to estimate the level of health risk due to exposure to cadmium (Cd) in fish in the Tidung Island community. The research design used was environmental health risk analysis (EHRA) using primary data with a total of 97 respondents. The test results showed that the concentration of cadmium (Cd) in fish was 0.001 mg/kg (tongkol), 0.055 mg/kg (selar), and 0.001 mg/kg (kembung). This concentration is still below the applicable quality standards. Calculation of the RQ value for the population and the RQ value for all individuals produces an RQ value of ≤1. It can be concluded that the level of risk posed is still safe for the population and each individual resident, but needs to be maintained so that the existing risks remain safe. Risk prevention can be carried out at pollution sources by monitoring waste released into water bodies and using algae as bioabsorbents, such as Chaetocerus sp., Euchema sp., Cladophora glomerata, Euchema isiforme, and Sargassum sp. to reduce cadmium (Cd) concentration in waters.
S-11769
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Buku 4, Koran Tempo hal. 44
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
