Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19524 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muyassaroh, Halim Habibi
JInMA-Vol.61/No.5
Jakarta : IDI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pitri Noviadi; Promotor: I Made Djaja; KoPromotor: Syahrul Meizar Nasri, Jenny Bashirudin; Penguji: Sudijanto Kamso, L. Meily Kurniawidjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Dewi Rahayu, Sony P. Warouw, Dwi Susilowati
D-363
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Bernandus Mbulu
Abstrak: Noise Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan kejadian yang cukup banyakterjadi pada industry manufaktur yang diakibatkan oleh pajanan kebisingan. PadaPT NGK Busi Indonesia, Jakarta terdapat bahaya kebisingan yang bersumber dari mesin dan peralatan kerja. Penelitian dilakukan secara Cross-sectional ataupotong lintang terhadap dosis pajanan bising harian dan keluhan gangguan pendengaran dengan melibatkan faktor perancu berupa usia, masa kerja, APT,merokok, hoby menembak, memakai head-set, menonton konser music rock,mengunjungi diskotik, riwayat penyakit telinga, obat oto/neurotoksik, danpenyakit degeneratif. Dengan metode pengukuran dosis pajanan bisisng harian dan pengisian kuisioner. Berdasarkan analisis hubungan dua variable hanyakebisaan merokok yang memiliki perbedaan yang nyata dengan keluhan gangguanpendengaran dengan nilai p-value < 0,05. Perlu ditingkatkan pelaksanaan HearingLoss Prevention Program berupa audit awal, identifikasi dan analisi sumberbising, peningkatan pengawasan penggunaan APT, audiometry berkala, program motivasi dan edukasi, dokumentasi dan audit program HLPP.
Kata Kunci: bising, keluhan gangguan pendengaran
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) is the most event that happen in industrial ofmanufacture. This event mostly associated by noise exposure. Many noise hazardin PT. NGK Busi Indonesia, Jakarta that sourced from machinery and otherworking equipment. This study designed by cross-sectional method againts dailynoise dose exposure and hearing loss complaints that there are confoundingfactors such as working period, ear protective equipment, smoking, shootinghobby, listening music with head-set, watching rock concert, discotic, history ofhearing illness, neurotoxic drugs, and degenerative illness. This study was usingtools such as result of daily noise dose exposure measurement and fullfillmentquestionaire. According to relationship analysis of two variable there is onlyfactor of smoking habit that have strongly associated with hearing loss complaintswith p-value <0,05. This should be improvement of Hearing Loss PreventionProgram Implementation such as initial audit, identification and analize noisesource, supervise enhancement of ear protective equipment utilization, periodicalaudiometry, education and motivation programs, documentation and programaudit of hearing loss prevention program.
Keywords: Noise, Hearing Loss Complaints
Read More
S-8378
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anny Oedjianti; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Robiana Modjo, Tata Soemitra
Abstrak:

Pekelja di kilang minyak tcrutama di lokasi bising mempunyai risiko tinggi menderita gangguan pcndcngaran sebagai penyakit akibat kelja. Pajanan kombinasi (bising, penyakit DM, hipcrtensi, DM dan hipertensi) dapat terjadi secara bersamaan pada seorang pekerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungau dan kontribusi pajanan kombinasi terhadap teljadinya gangguan pendengaran. Dengan metode historikal kohor, data pekelja dari tahun 2002-2007, pcfnetapan kriteria gangguan pendengaran berdasarkan hasil audiogram pada frekuensi 4000 Hz > 25 dBA, status DM berdasarkan kriteria diagnostik PERKENI 2006 GDP 2126 mg/dL, status hipertensi herdasarkan JNC7 S 2140 mmHg dan D 290 mm!-Ig. Analisis statistik dengan univariat dan bivariat. Diperoleh hasil, insiden gangguan pendengaran berkisar antara 25.0% - 50.0% pada pekelja yang terpzgan bising, dengan distribusi responden menurut masing- masing pajanan kombinasi dan karakteristik responden (variabcl pcrancu: Lunur; rnasa kerja; merokok; dan pemakaian APT). Kesimpulan yang diperoleh dari uji statistik, baik variabel independen maupun vadabel perancu mempunyai p value > on, perbedaan tidak bermal-ma. Sehingga gambaran dan kontribusi faktor risiko penyakit DM dan hipcrtcnsi bclum dapat diketahui dengan jelas. Hal ini disebabkan beberapa keterbatasan penelitian diantaranya sampel yang mcmenuhi kriteria inklusi (140 responden) tidak memenuhi besar sampel minimal (287 responden}, informasi data yang diperoleh dari perusahaan tidak lengkap. Oleh karenanya saran bagi pemsahaan agar lebih memperhatikan sistem pencatatan, pelaporan, dan penyimpanan data., pemeriksaan audiometri, kesehatan berkala, pengukuran dosis pajanan, secara rutin dan berkcsinarnbungan sesuai kebutuhan, terulama bagi pekerja yang terpajan bising > 85 dBA, penertiban sertifikasi operator, kalibrasi alat oleh institusi yang bezwenang.


Workers of refinery in noisy area have high risk to get hearing loss as occupation disease. Combined exposure (noise, DM, hypertension) can happen simultaneously on a worker. The purpose of this study is to find the relation and contribution of combined exposure on hearing loss. The study was using historical cohort, worker’s data from 2002 to 2007, hearing loss criteria definition based on audiograrn result with frequency 4000 Hz >25 dBA; DM status based on PERKENPS diagnosis in 2006 GDP 2 126 mg/dL, hypertension status based on JNC7 S 2 |20 mml-lg and D 2 90 mml-Ig. Statistical analysis was using univariat and bivariat. The result is hearing loss incident on workers exposed by noise around 25.0% - 50.0%, with respondent’s distribution based on each combined exposure and respondent's characteristic (confounding variable : age, working period, smokind and the using of APT) We conclude by statiscal test, both independent variable and cofounding variable with P value > ot that there is insignificant dillerencetherefore, the illustration and contribution of DM and hypertension risk factor cannot be found clearly. It was caused by some limitations in the study such as inclusive criteria sample (140 respondents) didn't iillfil the quota of sample (287 respondents), incompleted company's clatas. Therefore, we suggest that the company should pay more attention to data entry, data report and data saving, audiometric check-up, periodic medical check-up, exposure dosage measurement, regularly and continually based on needs, especially for workers exposed by noise > 85 dBA, regulation of operator certification, calibrated equipment by authorized institution.

Read More
T-2806
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delfina Siagian; pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
S-8285
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evelina Hotma Baringin Tiurma Panggabean; Pembimbing : Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra; Mila Tejamaya, Masjuli, Elsye as Safira
Abstrak: Gangguan fungsi pendengaran pada pekerja industri merupakan penyakit akibat kerja yang sampai saat ini masih ada dijumpai. Gangguan fungsi pendengaran ini disebabkan oleh pajanan bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pajanan bising yang diterima dan fungsi pendengaran pada pekerja di PT.X. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yaitu meneliti sekaligus variable independen, variable dependen dan variabel perancunya usia, masa kerja, merokok, penyakit HT, penyakit DM, Kebiasaan mendengar bising, pajanan vibrasi dalam waktu bersamaan. Analisis data adalah tabel dengan menggunakan analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Didapatkan gambaran pajanan bising yang diterima pekerja > 85 dBA sebanyak 28 orang dan 11 diantaranya menderita gangguan fungsi pendengaran dan variable pajanan bising efektif, umur dan vibrasi memberi pengaruh terjadinya gangguan fungsi pendengaran pada pekerja di PT.X. Kata kunci : Pajanan bising, Gangguan fungsi pendengaran.
Read More
T-4824
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Syafei; Pembimbing: Hendra, Robiana Modjo; Penguji: Heny D. Mayawati, Farida Tusafariah
T-3418
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firlando Anugerah Laude Ansyari; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Tingginya frekuensi lalu lintas kereta di Stasiun Manggarai berpotensi terhadap risiko gangguan pendengaran di pemukiman sekitar Stasiun Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara paparan kebisingan (pengukuran nilai desibel), jarak rumah ke stasiun manggarai, lama tinggal di pemukiman, dan umur responden terhadap gangguan pendengaran ibu rumah tangga menggunakan uji Chi-Square. Penelitian dilakukan di Pemukiman Warga sekitar Stasiun Manggarai pada 40 Orang Ibu Rumah Tangga di RW 02 dan 04. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ibu rumah tangga yang terpapar kebisingan > 55 dB(A) dan jarak rumah ≤ 100 meter signifikan terhadap gangguan pendengaran. Peneliti menyarankan agar paparan kebisingan dari aktivitas kereta api berkurang dengan cara menambah tanaman vegetatif di sekitar rumah dan menutup pintu serta jendela saat tidak diperlukan.

The high frequency of train traffic at Manggarai Station has the potential to increase the risk of hearing loss in the neighborhoods around Manggarai Station. This study aims to look at the relationship between noise exposure (decibel value measurement), distance of house to Manggarai station, length of stay in residential areas, and age of respondents to the prevalence of hearing loss in housewives using the Chi-Square test. The research was conducted in residential areas around Manggarai Station on 40 housewives in RW 02 and 04. The results of the Chi-Square test showed that housewives who were exposed to noise > 55 dB(A) and a distance of ≤ 100 meters from home were significant to the prevalence of hearing loss. Researchers suggest that noise exposure from train activity be reduced by adding vegetative plants around the house and closing doors and windows when not needed.
Read More
S-12192
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berlianida Shobrina; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia. Paparan Environmental Tobacco Smoke (ETS) atau asap rokok lingkungan merupakan salah satu faktor lingkungan yang diduga berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak melalui proses inflamasi, gangguan sistem imun, serta gangguan absorpsi zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan asap rokok lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Sampel penelitian terdiri atas 2.960 balita di Provinsi Jawa Barat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen utama adalah paparan asap rokok lingkungan yang diukur berdasarkan status merokok, lokasi merokok, dan jumlah rokok per hari. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Prevalensi stunting pada balita sebesar 26,0%. Sebagian besar ayah balita merupakan perokok (76,8%) dan sebanyak 44,8% merokok di dalam rumah. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paparan asap rokok ayah di dalam rumah berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita (POR=1,438; 95%CI: 1,041–1,985). Variabel lain yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting yaitu usia balita (POR=1,451; 95%CI: 1,029–2,046), riwayat BBLR (POR=2,865; 95%CI: 1,493–5,499), riwayat infeksi pencernaan (POR=1,735; 95%CI: 1,021–2,949), dan tingkat pendidikan ibu (POR=1,437; 95%CI: 1,041–1,984). Paparan asap rokok ayah di dalam rumah berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi paparan asap rokok pada anak di lingkungan rumah tangga sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.


Stunting remains a major public health problem among children under five in Indonesia. Exposure to Environmental Tobacco Smoke (ETS) is considered one of the environmental factors that may contribute to impaired child growth through inflammatory processes, immune dysfunction, and disruption of nutrient absorption. This study aimed to analyze the association between ETS exposure and stunting among children under five in West Java Province in 2023. This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. The study sample consisted of 2,960 children under five in West Java Province. The dependent variable was stunting, while the main independent variable is exposure to environmental cigarette smoke which is measured based on smoking status, smoking location, and number of cigarettes per day.  Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses. The prevalence of stunting among children under five was 26.0%. Most fathers were smokers (76.8%), and 44.8% of them smoked inside the house. Multivariate analysis showed that paternal smoking exposure inside the house was significantly associated with stunting among children under five (AOR=1.438; 95%CI: 1.041–1.985). Other variables significantly associated with stunting were child age (AOR=1.451; 95%CI: 1.029–2.046), low birth weight history (AOR=2.865; 95%CI: 1.493–5.499), history of gastrointestinal infection (AOR=1.735; 95%CI: 1.021–2.949), and maternal education level (AOR=1.437; 95%CI: 1.041–1.984). Exposure to paternal cigarette smoke inside the house was associated with an increased risk of stunting among children under five. Efforts to reduce children’s exposure to cigarette smoke in the household environment are needed as part of stunting prevention strategies.

Read More
S-12263
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Kusumawati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7405
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive