Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35844 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suci Anggraini; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Iih Supiasih
S-7126
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rizki Purnamasari; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Sartika, Ratu Ayu Dewi, Rahmawati
S-8908
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Syauqiyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak: Pola konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Pandemi COVID-19 dan kebijakan yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya telah menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi. Perubahan ke pola konsumsi yang tidak sehat diketahui meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi dan rentan mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat, padahal pengembangan gaya hidup selama rentang usia 18-25 tahun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berlangsung seumur hidup. Penelitian ini mengukur perbedaan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 137 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan pola konsumsi saat awal pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi (36,5%). Setelah dua tahun pandemi, sebagian besar responden juga tidak mengalami perubahan pola konsumsi jika dibandingkan dengan awal pandemi (48,9%). Meski demikian, hasil uji Wilcoxon menemukan adanya perbedaan yang signifikan pada asupan sebagian besar zat gizi antara sebelum pandemi dibandingkan dengan awal pandemi, saat awal pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi, dan sebelum pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi. Hasil uji chi-square juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi setelah dua tahun pandemi berdasarkan perubahan stres (p-value = 0,008). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multinomial, kecenderungan responden dengan peningkatan stres untuk mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat adalah 2,981 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan stres atau mengalami penurunan stres.
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
Read More
S-11042
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patrisha Ramadhiani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Hudayani
Abstrak:
Minuman kopi merupakan salah satu sugar sweetened beverages, dibuat dari bubuk kopi, gula dan air melalui proses pemanasan. Konsumsi minuman kopi yang tinggi berkaitan dengan kandungan gulanya yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan proporsi tingkat konsumsi minuman kopi berdasarkan karakteristik individu dan faktor lingkungan pada mahasiswa non-kesehatan Universitas Indonesia tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 181 mahasiswa aktif S1 non-kesehatan tahun 2023. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2023 melalui pengisian kuesioner secara mandiri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 52,5% responden memiliki tingkat konsumsi minuman kopi yang tinggi (≥ 3-4 kali seminggu). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan proporsi signifikan konsumsi minuman kopi berdasarkan perilaku merokok, pengaruh teman, ketersediaan, serta aksesibilitas (p-value < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengaruh teman adalah faktor dominan yang mempengaruhi konsumsi minuman kopi mahasiswa. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak lingkungan pertemanannya untuk membatasi konsumsi minuman kopi. Peneliti juga menyarankan bagi institusi kesehatan untuk dapat memberikan edukasi dan informasi mengenai batas aman konsumsi.

Coffee drinks are sugar-sweetened beverages made from coffee powder, sugar, and water, through a heating process. High consumption of coffee drinks is associated with the sugar content, which can increase the risk of obesity. The aim of this study was to determine the differences in coffee drinks consumption levels based on individual characteristics and environmental factors among non-health undergraduate students at the University of Indonesia in 2023. This quantitative study used a cross-sectional design with a sample of 181 active undergraduate non-health students in 2023. Data were collected in June 2023 through self-administered. The results showed that 52.5% of the respondents had a high level of coffee drink consumption (≥ 3-4 times per week). Bivariate analysis revealed significant differences in coffee drinks consumption based on smoking behavior, peer influence, availability of coffee at home, and accessibility (p-value < 0.05). Multivariate analysis indicated that peer influence was the dominant factor influencing students' coffee drink consumption. The researchers suggest students increase their awareness and encourage their social circle to limit excessive coffee consumption. Additionally, relevant health institutions are advised to provide education, increase information about recommended limits of coffee consumption.
Read More
S-11413
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Megawindah Paramhita; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Eman Sumarna
S-7289
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Ulfah; Pembimbing: Yvonne Magdalena; Indrawani; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Susi Desminarti
S-6816
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosmaida; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Suharyati
S-6659
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jane Cornelia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ida Ruslita
S-8873
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Anggita; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita
Abstrak: Gangguan lambung dapat mengganggu keoptimalan proses pencernaan dalam tubuh manusia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor konsumsi terhadap persepsi gangguan lambung pada mahasiswa Universitas Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 96 sampel yang diambil secara acak. Hasil pengumpulan data menunjukkan 51% sampel mengalami gangguan lambung dalam tiga bulan terakhir.
 
Berdasarkan analisis menggunakan chi-square didapatkan frekuensi makan (p value = 0,731, OR = 1,322), frekeunsi konsumsi makanan pedas (p value = 0,974, OR = 1,167), frekuensi konsumsi makanan asam (p value = 0,126, OR = 2,100), frekuensi konsumsi mie instan (p value = 2,938, OR = 0,150), frekuensi konsumsi kopi (p value = 0,335, OR = 0,617), frekuensi konsumsi minuman bersoda (p value = 1,000, OR = 1,091), jeda waktu makan (p value = 0,874, OR = 0,855), usia (p value = 0,859, OR =1,074), dan tempat tinggal (p value = 0,103, OR =0,421) tidak memiliki hubungan bermakna dengan persepsi gangguan lambung Sedangkan jenis kelamin (p value = 0,026, OR =3,263) dan pengetahuan (p value = 0,016, OR = 0,293) memiliki hubungan bermakna dengan persepsi gangguan lambung.
 
Hasil dari penelitian ini disarankan kepada Mahasiswa UI untuk makan besar 3 kali/hari dan makan snack 2 kali/hari serta menghindari konsumsi makanan pedas, asam, mie instan, dan minuman bersoda terlalu sering.
 

Disturbances of the stomach can disrupt the optimality of digestive process in the human body. The main objective of this study was to determine the relationship of consumption factors on the incidence of disturbances of the stomach at the University of Indonesia student. The study design used was cross sectional with 96 samples taken at random. The results of data collection showed 51% of the sample experienced a disturbances within three months of last disturbances.
 
Based on chi-square analysis using frequency of eating (p value = 0,731, OR = 1,322), frequency of consumption of spicy foods (p value = 0.974, OR = 1,167), frequency of consumption of acidic foods (p value = 0,126, OR = 2,100), frequency of consumption of instant noodles (p value = 2,938, OR = 0,150), frequency of coffee consumption (p value = 0,335, OR = 0,617), frequency of consumption of soft drinks (p value = 1,000, OR = 1,091), the lag time of feeding (p value = 0,874, OR = 0,855), age (p value = 0,859, OR = 1,074), and residence (p value = 0,103, OR = 0,421) did not have a significant correlation with the incidence of stomach disturbances perception. Whereas gender (p value = 0,026, OR = 3.263) and knowledge (p value = 0,016, OR = 0,293) has a significant correlation with the incidence of stomach disturbances perception.
 
From the result of this study, we suggest that students have to control their diet by eat 3 meals/day and 2 snacks/day, also avoid spicy and acidic food, instant noodle and carbonate drink too often to prevent the stomach disturbances.
Read More
S-7420
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Maulani Putra; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Trini Sudiarti
Abstrak:
Status gizi lebih masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk chrononutrition behaviors yang berkaitan dengan pola waktu dan frekuensi makan, snacking habits, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, besaran uang saku, dan jenis kelamin. Mahasiswa yang tinggal di asrama berpotensi mengalami perubahan pola hidup menuju kemandirian yang dapat mempengaruhi statsu gizinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan chrononutrition behaviors dan faktor lainnya dengan status gizi pada mahasiswa asrama Universitas Indonesa tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 209 responden pada bulan April hingga Mei 2026. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan persen lemak tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi status gizi lebih sebesar 31,1% berdasarkan IMT dan 20,6% berdasarkan persen lemak tubuh. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan status gizi berdasarkan IMT (p=0,007) dan persen lemak tubuh (p<0,001), serta antara snacking habits dengan status gizi berdasarkan persen lemak tubuh (p=0,009). Sementara itu, chrononutrition behaviors, aktivitas fisik, pola tidur, tingkat stres, konsumsi UPF, dan besaran uang saku tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan snacking habits merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa asrama sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan program promosi kesehatan untuk mendukung tercapainya status gizi optimal.

Overweight and obesity remain major public health concerns in Indonesia and may be influenced by various factors, including chrononutrition behaviors related to meal timing and eating frequency, snacking habits, physical activity, sleep patterns, stress levels, ultra-processed food (UPF) consumption, allowance, and sex. Students living in dormitories may experience lifestyle changes associated with greater independence, which can affect their nutritional status. This study aimed to analyze the association between chrononutrition behaviors and other factors with the nutritional status of dormitory students at Universitas Indonesia in 2026. This cross-sectional study involved 209 respondents and was conducted from April to May 2026. Nutritional status was assessed using Body Mass Index (BMI) and body fat percentage. The results showed that the prevalence of overweight and obesity was 31.1% based on BMI and 20.6% based on body fat percentage. Bivariate analysis using the Chi-square test revealed significant associations between sex and nutritional status based on BMI (p = 0.007) and body fat percentage (p < 0.001), as well as between snacking habits and nutritional status based on body fat percentage (p = 0.009). Meanwhile, chrononutrition behaviors, physical activity, sleep patterns, stress levels, UPF consumption, and allowance were not significantly associated with nutritional status. These findings suggest that sex and snacking habits are factors associated with the nutritional status of dormitory students and may serve as a basis for developing health promotion programs to support the achievement of optimal nutritional status.
Read More
S-12340
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive