Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40504 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Desi Purwanti; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan, Nurhayati Nurdin
S-7178
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Rachma; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Lena Sari Dewi
S-6886
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surtihati; Pembimbing: Iwan Ariawan;Penguji: Artha Prabawa, Tri Moedji
S-6585
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Maryani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Theresia Tobing
S-5590
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziah Ajeng Aryanti; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Martini Rachman
Abstrak: Rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan harus terus meningkatkan mutu dari pelayanan kesehatannya salah satunya dapat dilihat dari mutu rekam medis. Mutu rekam medis yang baik dapat dilihat dari kelengkapan pengisian berkas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap di RSAU dr.Esnawan Antariksa Tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah berkas rekam medis pasien rawat inap bulan Januari dan Februari tahun 2014 yang telah dikembalikan ke Bagian Rekam medis sebanyak 90 berkas rekam medis. Teknik sampling yang digunakan dengan sampel acak sistematis.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata kelengkapan pengisian rekam medis sudah cukup lengkap namun masih kurang dari standar kelengkapan yang ditetapkan Depkes RI sebesar 100%. Disamping itu, faktor pendukung kelengkapan pengisian rekam medis yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, bahan, metode dan biaya masih kurang mendukung kegiatan kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap. Oleh karena itu, untuk mendapatkan angka kelengkapan pengisian rekam medis 100% sesuai dengan standar Depkes maka perlu dilakukan pengembangan kemampuan tenaga medis dan paramedis dengan pengadaan pelatihan mengenai kelengkapan pengisian rekam medis, penambahan jumlah petugas rekam medis, sosialisasi SOP kelengkapan pengisian rekam medis pemberian sanksi dan reward serta pengembangan teknologi rekam medis yang terkomputerisasi untuk meningkatkan mutu dari rekam medis pasien rawat inap.
 

Hospitals as health care providers should continue to improve the quality of health care one of which can be seen from the quality of medical records. Good quality of medical record can be seen from filling completeness of medical record document. The purpose of this study is to describe the completeness filling of the inpatients medical record document in RSAU dr.Esnawan Antariksa of 2014. This is a descriptive observational study with quantitative and qualitative approaches. The sample was medical record document of inpatients in January and February of 2014 that has been restored a total of 90 medical records. The sampling technique used by systematic random sampling.
 
The results showed that the averages of completeness filling inpatients medical records are quite complete, but still less than the standard set by Ministry of Health Republic of Indonesia completeness of 100%. In addition, the supporting factors of completeness filling inpatients medical records consisting of human resources, facilities, materials, methods and costs are still lacking. Therefore, to obtain medical record numbers 100% of filling completeness in accordance with the standards of the Department of Health is necessary for the development of medical and paramedical personnel capability with procurement training on completeness filling of medical records, increasing the number of medical records clerk, socialization SOP completeness filling of medical records, sanctions and reward as well as the development of a computerized medical record technology to improve the quality of inpatients medical record.
Read More
S-8415
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Anggraini; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Muji Artiyani
S-5472
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Anasta; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu. Salah satu indikator pelayanan bermutu adalah data dan informasi rekam medis yang lengkap. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui kelengkapan dokumen rekam medis pasien COVID-19 melalui pendekatan retrospektif di Rumah Sakit Universitas Indonesia Triwulan 1 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain Mixed Methods Research. Berdasarkan hasil analisis didapatkan review identifikasi kelengkapan sebesar 100%. Pada review autentikasi kelengkapan 97.91%. Untuk review pencatatan yang baik dengan kelengkapan sebesar 97.56%. Pada review pelaporan penting dengan kelengkapan sebesar 97%. Tingkat kelengkapan rekam medis tertinggi adalah pada review identifikasi dan ketidaklengkapan tertinggi pada review pelaporan yang penting. Ketidaklengkapan rekam medis di RSUI disebabkan oleh faktor man, machine, money, material, dan method.

Hospital is one of the health facilities that has an important role in improving health status and is expected to be able to provide quality services. One indicator of quality service is complete medical record data and information. The purpose of this study, among others, was to determine the completeness of medical record documents for COVID-19 patients through a retrospective approach at the University of Indonesia Hospital, Quarter 1 of 2022. This study used a Mixed Methods Research design. Based on the results of the analysis, it was found that the completeness identification review was 100%. In the completeness authentication review 97.91%. For a good recording review with a completeness of 97.56%. In the critical reporting review with a completeness of 97%. The highest level of medical record completeness is in the identification review and the highest incompleteness is in the important reporting review. Incomplete medical records at RSUI are caused by man, machine, money, material, and method factors.
Read More
S-11222
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanny Setyani; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Milla Herdayanti, Yuni Susiana Nur
S-6893
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puput Indriani; Pembiming: Besral; Penguji: R. Sutiyawan, Aenul Wardah
S-5922
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ayu Yanuari Ramadhani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Fitria Ardya Cahyani
Abstrak:
BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosa yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang ditunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim INA CBG’s pasien rawat inap BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan pending oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada berkas variabel kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel ketepatan, faktor pending terbanyak diagnosa primer sebanyak 77 berkas (28%).

BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk menyediakan pembiayaan berdasarkan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan diagnosis yang tercantum dalam Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Namun dalam praktiknya, masih terdapat berkas klaim yang tertunda atau tidak lolos verifikasi oleh petugas BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan klaim pasien rawat inap INA CBG di BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan variabel yang telah ditentukan oleh peneliti. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Dengan metode wawancara dan observasi data. Pengambilan data dilakukan pada berkas klaim rawat inap yang dinyatakan tertunda oleh pihak BPJS Kesehatan dengan teknik simple random sampling. Wawancara dilakukan kepada 3 orang pegawai meliputi penanggung jawab pelaksana kegiatan atau Person in charge (PIC) di Unit Casemix, dan petugas Rekam Medis di RSUD Cipayung Jakarta Timur Hasil penelitian yang menyebabkan tertundanya klam BPJS yakni, kurangnya sumber daya manusia pada bagian verifikator internal, jaringan komputer yang masih belum menggunakan LAN, mesin scan yang kurang memadai, dan proses klaim yang belum terhubung dengan SIMRS secara penuh. Sedangkan pada variabel berkas kelengkapan faktor penyebab pending terbanyak pada Penunjang Medis sebanyak 57 berkas (20%), pada variabel presisi, faktor pending diagnosa primer terbanyak sebanyak 77 berkas (28%).
Read More
S-11772
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive