Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31667 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dina Prihatiningsih; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Vetty Yulianty, Hartiningsih
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi RS ASRI tahun 2011. Hasil penelitian menemukan sistem penyimpanan obat tidak memenuhi indikator penyimpanan obat yang efisien, ini tercermin dari (i) ketidakcocokan antara obat dengan kartu stok, (ii) terdapat beberapa obat kadaluarsa, (iii) sistem penataan gudang belum sesuai standar. Studi ini menyarankan agar gudang dibuat sesuai persyaratan dan dilengkapi dengan saran adan prasarana yang dibutuhkan.
Read More
S-7269
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rendra Fariadi; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Purnawan Junadi, Nine Mei, IIng Ichsan Hanafi
Abstrak: Persediaan farmasi harus dikelola dengan baik untuk kelancaran pelayanan dan keuangan rumah sakit. Pengelolaan sedian farmasi rumah sakit dimulai dari alur perencanaan dan pengadaan obat-obatan di rumah sakit. Sistem perencaanaan yang tepat dibutuhkan untuk pengelolaan perencaan dan persediaan di rumah sakit agar efisiensi dalam proses pengadaan obat dapat tercapai. RS Hermina Medan melakukan perubahan dalam sistem perencaan obat-obatan dari awalnya menggunakan sistem min-max menjadi sistem pareto. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat efisiensi terhadap kedua sistem tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan riset operasional terhadap sampel obat hasil analisis ABC dan menggabungkan metode kualitatif. Hasil analisis ABC berdasarkan nilai pemakaian selama Agustus dan September 2023 diperoleh obat kategori A mewakili 80% dari total nilai persedian obat JKN di Instalasi Farmasi. Hasil penelitian menunjukan dengan membandingkan perhitungan untuk perencanaan pengadaan obat kategori A dengan sistem pareto dan min-max didapatkan total inventory cost lebih rendah dengan menggunakan sistem min-max. Namun, rencana pengadaan dengan sistem min-max dapat lebih baik apabila perhitungan pemakaian obat di kontrol secara rutin dan proses perencanaan pengadaan dibantu oleh sistem informasi yang lebih baik. Penelitian diharapkan dapat dilanjutkan dengan waktu yang lebih panjang agar penilaian inventory cost dapat lebih akurat.
Pharmaceutical supplies must be managed well for the smooth running of hospital services and finances. Management of hospital pharmaceutical supplies starts from the flow of planning and procurement of medicines in the hospital. An appropriate planning system is needed for managing planning and supplies in hospitals so that efficiency in the drug procurement process can be achieved. Hermina Medan Hospital made changes to its medicine planning system from initially using a min-max system to a Pareto system. This research aims to compare the level of efficiency of the two systems. This research was conducted using operational research on drug samples resulting from ABC analysis and combining qualitative methods. The results of ABC analysis based on usage values during August and September 2023 showed that category A drugs represent 80% of the total value of UHC drug supplies in pharmacy installations. The research results show that by comparing calculations for planning the procurement of category A drugs using the Pareto and min-max systems, the total inventory cost is lower using the min-max system. Procurement planning using a min-max system can be better if the calculation of drug use is routinely controlled and the procurement planning process is assisted by a better information system. It is hoped that the research can be continued for a longer period so that inventory cost assessments can be more accurate.
Read More
B-2489
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Ruchiyatna; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mamu Muslichah, Agusdini Banun
B-621
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Fransiska Uba Lamak; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Roni Kurniawan
S-6357
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herni Budiyanti; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Sandi Iljanto, Hafizurrachman, Ahmad Husni, Budiman Widjaja
Abstrak:

Kegiatan logistik di rumah sakit mempunyai peran yang sangat besar karena berkaitan dengan semua unit pelayanan di rumah sakit. Pembelanjaan terbesar rumah sakit setiap bulannya adalah untuk pembelian obat-obatan dan bahan habis pakai. Banyak dan beragamnya item obat yang harus disiapkan untuk pelayanan sehingga mempunyai nilai investasi yang paling besar dengan persediaan lainnya, di Rumah Sakit Risa Sentra medika sekitar 49-56% pembelanjaan obat dalam trimester pertama tahun 2012 dibandingkan dengan total biaya operasional Rumah Sakit Risa Sentra Medika. Gudang farmasi RS Risa Sentra Medika belum melakukan perhitungan safety stock yang sesuai sehingga sering terjadi kekosongan stock. Oleh karena itu, maka untuk menjaga agar stock selalu tersedia saat dibutuhkan maka perlu di adakan sistem pengendalian persediaan obat yang sesuai seperti pengendalian persediaan dengan safety stock. Jenis penelitian ini adalah analitik kualitatif untuk melihat perhitungan safety stock di Rumah Sakit Risa Sentra Medika selama periode Januari hingga Maret 2012. Obat antibiotik yang fast moving di bulan januari dengan jumlah 84 item dengan nilai persediaan sebesar Rp 126.889.911, pada bulan februari sebanyak 93 item dengan nilai persediaan Rp 135.524.014 dan pada bulan maret 2012 di dapatkan 85 item antibiotik yng tergolong fast moving dengan nilai persediaan Rp 117.021.085 berarti jumlah total pembelian dalam tiga bulan adalah Rp 379.435.010 sehingga didapatkan rata-rata pembelian perbulan adalah Rp 126.478.337. Data penjualan ini diolah menjadi rencana anggaran pembelian obat-obatan khususnya golongan antibiotika yang fast moving. Peneliti menyarankan untuk perhitungan safety stocknya menggunakan metode pemakaian maksimum dikurangi pemakaian rata-rata dikalikan dengan lead time. Metode ini sederhana namun bisa diterapkan. Peneliti juga menyarankan untuk membuat rencana anggaran berdasarkan omset.


  Logistics activities in hospitals have a very big role as it pertains to all service units in hospitals. Largest expenditure is the hospital every month for the purchase of medicines and consumables. Many and varied items that drugs should be prepared for the ministry which has the largest value of investments with other supplies, in Risa Sentra Medika Hospital of approximately 49-56% drug spending in the first trimester of 2012 compared to the total operational cost of Risa Sentra Medika Hospital. Risa Sentra Medika Hospital pharmacy logistic has not made the appropriate safety stock calculations that are common stock blanks. Therefore, it is to keep the stock is always available when needed it is necessary to invent a drug inventory control system such as inventory control in accordance with safety stock. This type of qualitative research is to see the analytic calculation of safety stock in Risa Sentra Medika Hospital from January to March 2012. Antibiotic drugs are fast moving in January to 84 the number of inventory items with a value of Rp 126 889 911, in February a total of 93 items with a value of Rp 135 524 014 inventories in March 2012 and get 85 items in yng antibiotic belonging to the fast moving supply of Rp 117 021 085 the total number of purchases within three months is Rp 379 435 010 so we get the average purchase per month is Rp 126 478 337. Sales data is processed into the budget plan the procurement of medicines particularly fast moving class of antibiotics. Researchers suggest stocknya safety calculations using the maximum use of reduced consumption multiplied by the average lead time. The method is simple but can be applied. Researchers also suggested creating a budget plan based on turnover.

Read More
B-1405
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryati Nurbaya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Prima Yunika
Abstrak: Banyaknya kejadian kesalahan obat di farmasi RS Awal Bros Bekasi. Tujuan penelitian inimembahas faktor yang mempengaruhi kesalahan obat di farmasi RS awal Bros bekasi daripersepan, penyiapan dan pemberian obat. Merupakan penelitian kualitatif dengan tujuaneksplanatif. Hasil penelitian ada 274 kejadian. Jenis kesalahan meliputi salah obat, salahpasien, salah baca, salah rute pemberian. Penyebab kesalahan yaitu pengetahuan danketerampilan petugas kurang, kesibukan petugas, komunikasi kurang, kurangnya sosialisasikebijakan dan prosedur, penggunaaan resep online belum maksimal. Saran untuk pencegahankesalahan obat diperlukan sosialisasi kebijakan dan prosedur serta penyempurnaannya danmereview beban kerja petugas serta pelatihan ketrampilan petugas.Kata kunci : Kesalahan Pengobatan, Sosialisasi Kebijakan dan SPO, Review Beban Petugas
The number of error occurrences in the pharmaceutical drug Awal Bros Bekasi. The purposeof this study discusses the factors affecting medication errors in pharmacy Awal Bros bekasiHospital, and it begin from prescribing, dispensing and administring. Is a qualitative studywith an explanatory purposes. Results of the study there were 274 events. Types of errorsinclude wrong drug, wrong patient, wrong reading, wrong route of administration. The causeof the error is lack of knowledge and skills of the officer, the officer busyness, lack ofcommunication, lack of socialization of policies and procedures, the use of prescriptiononline is not maximized. Suggestions for medication error prevention policies and proceduresnecessary socialization and perfected and reviewing officer workload and vocational trainingofficers.Key Word : Medication Errors, Policies and Procedure Socialization, Reviewing OfficerWorkload
Read More
B-1709
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Murwati; Pembimbing: Sutan Yenis
Abstrak:
Pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik adalah merupakan hal yang sangat vital. Hal ini terjadi karena karakteristik pelayanan rumah sakit dimana hasil dari pelayanan medis oleh dokter dalam memberikan terapi kepada pasien akan menimbulkan kebutuhan obat. Bagaimanapun baiknya pelayanan medis yang diberikan apabila terhambat oleh adanya kekosongan obat akan menyebabkan mutu pelayanan medis yang dihasilkan tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses pemenuhan kebutuhan terjadi, faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemenuhan kebutuhan, serta apa kendala-kendala yang terjadi dan mengganggu kelancaran dalam pelaksanaan proses tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan proses yang diteliti, melakukan observasi terhadap proses yang terjadi di lapangan, serta dilengkapi dengan melakukan telaah data administrasi kegiatan yang ada di Bidang Logistik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan penyebab timbulnya masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik terdapat baik di Instalasi Farmasi dan Bidang Logistik. Kendala yang menyebabkan masalah terjadi yaitu kebijakan yang dilakukan di Bidang Logistik, sumber daya manusia yang bertugas baik di Instalasi Farmasi maupun di Bidang Logistik. Faktor lain yang dapat mengganggu pemenuhan adalah kegagalan pengiriman barang pesanan oleh suplier. Dapat dilihat penyebab terjadinya masalah juga disebabkan adanya perbedaan dalam cara menyusun perencanaan kebutuhan yang dilakukan antara Instalasi Farmasi dan Bidang Logistik. Proses pengadaan juga menjadi penyebab terjadinya gangguan pemenuhan. Masih ditemukan adanya masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik yang diakibatkan karena pengaruh faktor-faktor yang ada baik di Instalasi Farmasi maupun di Bidang Logistik. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan proses pemenuhan kebutuhan diupayakan dengan melalui peningkatan baik kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia. Juga perlu diberikan pengetahuan kepada semua yang terkait dengan persediaan logistik farmasi, lakukan pengendalian melalui koordinasi mulai dari tahapan perencanaan kebutuhan antara bagian pemakai dalam hal ini Instalasi Farmasi dengan Bidang Logistik sebagai penanggung jawab pengadaan barang farmasi. Tujuannya adalah agar masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik dapat ditiadakan atau diminimalkan.

Study of Full Fill Process the Drug Pharmacy Department needs by Logistic Department in Bayukarta HospitalTo full fill of drug Pharmacy Department needs by Logistic Department is a rimary things. Its caused by hospital services characteristic with result from medical services by doctors giving diagnostic to the patient can caused the drugs need. Even though the medical services good if delayed by emptiness drugs on medicine stock will caused of medical services not optimum. The goal of this study is to know how to full fill the needing happened, what the factors can be influence that, and what handicaps can be happened in this process. This research is qualitative study where the data is taken by in depth interview with person who have connect with this research, doing observation with the process that happened at the field, and to doing research administration data on Logistic Department who have connect with this research. The result of research showed cause of problems in full fill need by Logistic Department at Pharmacy Department and Logistic Department. Shown handicap that caused the problem, its policy by Logistic Department, human resources that handled in Pharmacy Department and Logistic Department. The other factor who can disturb supply in the delivery fault by vendor. Shown cause of problem happened is different way of the need planning between Pharmacy Department and Logistic Department And the purchase process to influence that full fill failure too. Still founded many problems in full fill the needing of drugs Pharmacy Department by Logistic Department causing by influence at Pharmacy Department or Logistic Department. The things that should be prepare to the problems of process to full fill the needing with increasing Quality , Quantity and development of knowledge to all people who connect with drug stock, do the controlling by coordinating from the plan of need of customer in this ease is Pharmacy Department with Logistic Department as authority purchase drugs. The goal of the problem in drugs full fill Pharmacy Department by Logistic Department can do minimized.
Read More
B-694
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmad Ramadhan; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-711
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhar Jaya; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hasan, Agusdini Banun, Julfrida
B-445
Depok : FKM-UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irmawati Ummi Masitha; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Syaifuddin Zuhri
S-6134
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive