Ditemukan 39936 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kepatuhan (compliance), aderensi (adherency), dan konkordansi (concordance) adalah faktor yang sangat penting dalarn upaya penanganan penyakit kronik TB Paru, hipertensi, asrna. Mengingat pengobatan penyakit kronik rnernbutuhkan tidak hanya ketersediaan obat dan petugas kesehatan yaitu dokter, tetapi juga ketiga faktor tersebut. Untuk rnewujudkan sikap konkordansi dibutuhkan komunikasi efektif antara dokter dan pasien. Komunikasi yang terj alin baik akan rneningkatkan pernaharnan dan rnotivasi dalarn diri pasien untuk rnengikuti nasehat dari dokter. Penelitian ini dilaliukan karena tingginya angka penderita dan angka kegagalan berobat (drop out) pasien tuberkulosis paru, hipertensi, asma di RSUD Kota Mataram. Melalui penelitian ini dapat dilihat adanya hubungan konnunikasi dokter, dan karakteristik pasien dengan sikap konkordansi. Penelitian dengan desain cross Sectional ini dilakukan terhadap 174 responden. Pendidikan, pengeluaran, dan kornunikasi rnerupakan variabel yang berhubungan dengan sikap konkordansi pada pasien TB, hipertensi dan asma. Sebagai saran untuk tindak lanjut adalah peningkatan fasilitas ruangan sehingga pasien dan dokter merasa nyarnan untuk berkornunikasi, penyelenggaraan program pengernbangan kemarnpuan komunikasi dokter, dan survei secara berkala tentang proses komunikasi dokter-pasien.
Compliance, adherence, and concordance are crucial factors in the handling of chronic diseases like lung tuberculosis, hypertension, and asthma. Regarding as the therapy of chronic diseases is not only needed drugs supply and health staff that is doctor, but also the three of factors as mentioned above. To accomplish a concordance attitude is needed an effective communication between doctor and patient. Well established communication may increase the understanding and motivation of patients to comply the doctor?s advice. This study was conducted because high prevalence rate and drop-out rate ofthe patients of lung tuberculosis, hypertension, and asthma at Mataram City General Hospital. This study showed that doctor communication and characteristics of patients related to the concordance attitude. Cross sectional design was employed in this study with 174 respondents. Education, expenses, and communication were variables that related to the concordance attitude on the patients of lung tuberculosis, hypertension, and asthma. It is recommended to maintain room facilities so that patient and doctor feel comfortable to communicate and to conduct a doctor communication skill development program as well as a regular survey of patient-doctor communication process.
ABSTRAK Nama : Ida Ayu Eka Tirta Arini Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Kelengkapan Pengisian Informed Consent Pada Pasien Operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika Mataram Tahun 2016 Tesis ini membahas tentang kelengkapan pengisian informed consent pada pasien operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika tahun 2016 dan faktor – faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Sampel diambil secara acak, yaitu 235 lembar informed consent pada rekam medis pasien operasi bulan Januari hingga Desember 2016 di Rumah Sakit Risa Sentra Medika serta pengisian kuisioner oleh 10 orang dokter spesialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata pengisian lembar informed consent pada pasien operasi di Rumah Sakit Risa Sentra Medika tahun 2016 adalah 21 item terisi atau sebesar 61% dan bagian yang paling banyak tidak terisi adalah bagian pemberian informasi yaitu sebesar rata – rata 7 item terisi (41%). Bagian informasi yang paling jarang diberikan adalah informasi tentang alternatif tindakan, yaitu hanya sebanyak 51 lembar dari 235 lembar informed consent yang didata (21,7%). Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank, faktor yang memiliki hubungan dengan kelengkapan pengisian informed consent tersebut adalah faktor motivasi dan jenis tindakan operasi. Hal yang dapat disarankan adalah melakukan penyegaran pengetahuan tentang informed consent dan komunikasi efektif kepada dokter spesialis; lembar informed consent juga perlu dikaji ulang agar sesuai aturan identifikasi pasien. Kata kunci : informed consent , dokter spesialis, komunikasi efektif
ABSTRACT Name : Ida Ayu Eka Tirta Arini Study Program : Master of Hospital Administration Title : The Completeness of Informed Consent Sheets In Surgery Patients at Risa Sentra Medika Hospital Mataram in 2016 This thesis discusses the completeness of informed consent in surgery patients at Risa Sentra Medika Hospital in 2016 and related factors. This research is a quantitative research with cross sectional study design. Samples were taken at random, ie 235 informed consent sheets in medical records of surgery patients from January to December 2016 at Risa Sentra Medika Hospital and filled out questionnaires by 10 specialist doctors. The results showed that the average of filling of informed consent sheet in operation patients at Risa Sentra Medika Hospital in 2016 was 21 items filled or 61% and the most unfilled part was the information giving section which was 7 items in average ( 41%). The most rarely informed section of information is information on alternative actions, ie only 51 sheets of 235 informed consent sheets (21.7%). Based on Spearman Rank correlation test, factors that are related to the completeness of the filling of informed consent are motivational factors and types of surgical measures. It may be suggested to refresh knowledge of informed consent and effective communication to a specialist; the informed consent sheet also needs to be reviewed to fit the patient identification rules. Keywords : informed consent , specialist, effective communication
SBAR is a communication technique to improve team communication andcollaboration in patient safety. This study was conducted using quantitative cross-sectional comparative .The results showed there were significant differences in theaspects of knowledge about the elements of effective communication, theimportance of basic knowledge about the other person, the open question, theimportance of being a good listener, the importance of collaboration among healthprofessionals to create good teamwork in patient safety and improvementsignificant in terms of the action using the SBAR communication method to thenurse who had been trained. Needs further evaluation on delivering the trainingand monitoring its implementation in hospitals in order to be useful for a qualityservice to patients in an effort to Patient Safety.Keywords: Communication, Collaboration, Patient Safety, Training, SBAR
Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan antarakarakteristik individu, lingkungan kerja, kompensasi jasa pelayanan dengankepuasan kerja perawat. Kepuasan kerja perawat perlu ditingkatkan lagi denganmemperhatikan lingkungan kerja yang baik, karakteristik individu dankompensasi jasa pelayanan. Lingkungan kerja dengan risiko tinggi diharapkanmenjadi bagian dari penilaian jenjang karir dan remunerasi.
Kata kunci : kepuasan kerja perawat, karakteristik individu, lingkungankerja, kompensasi jasa pelayanan
Di RSUD Dokter Soedarso, berdasarkan hasil wawancara, ditemukan kejadian penundaan pelayanan resep sebanyak 70-80% setiap bulannya. Penundaan pelayanan resep disebabkan habisnya persediaan obat di gudang penyimpanan. Dalam persiapan menjadi BLUD, pihak manajemen harus memperbaiki sistem pengadaan obat. Penelitian ini adalah analisis evaluasi ekonomi kuantitatif untuk menyusun model pengadaan obat antibiotik kelompok A nilai investasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan total biaya persediaan obat kelompok A. Kemudian dilakukan penghitungan EOQ serta ROP dilanjutkan dengan dilakukan simulasi pengadaan dengan metode EOQ dan perhitungan biayanya. Dari biaya yang diperoleh dilakukan perbandingan untuk melihat efektifitas pengadaan terhadap konsekuensi ITOR, service level, cakupan obat terlayani, jumlah waktu pekerjaan dan jumlah dokumen yang dihasilkan. Pengadaan persediaan farmasi di RSUD Dokter Soedarso Pontianak belum dilakukan dengan optimal untuk mencapai hasil yang efektif dilihat dari sudut pandang biaya. Dengan adanya keterbatasan anggaran, sebaiknya dilakukan prioritas dalam pengadaan obat-obatan dengan menggunakan analisis ABC nilai investasi. Metode ini akan membantu pihak manajemen untuk lebih memfokuskan diri terhadap obat-obatan yang mempunyai nilai investasi tinggi. Pengadaan obat antibiotik kelompok A nilai investasi mempunyai efektifitas biaya yang lebih baik dibandingkan dengan cara RSUD Dokter Soedarso saat ini jika dilihat dari sudut pandang service level, cakupan obat terlayani, jumlah waktu pekerjaan dan jumlah dokumen yang dihasilkan (CER EOQ < CER RS). Sedangkan dilihat dari sudut pandang ITOR, sangat tergantung dengan jumlah pemesanan. Jumlah pemesanan lebih dari 350 vial metode EOQ lebih efektif sedangkan jumlah pemesanan kurang dari 350 vial, cara RSUD Dokter Soedarso lebih efektif.
At the RSUD Dokter Soedarso, based on interviews, it was found 70-80% delay per month in pharmacy services (drog provison for patients). The reason for the delays was stockout of prescription drugs in the pharmacy storage. In preparation to be BLUD, the management should improve the drug procurement system. This was a quantitative analysis of economic evaluation study to compare a procurement methode for class A ABC investing score analysis antibiotics. The calculation of EOQ and ROP was performed, followed by procurement simulations with EOQ method and cost calculations. Total cost were compared with each consequences, namely, ITOR, service level, drug coverage, worktime needed and documents generated. The procurement method at RSUD Dokter Soedarso has yet to be implemented in an optimal way to reach the desired effectiveness from cost point of view. With budget limitations, it is advised to prioritize the drugs procurement using ABC insvesting score analysis. This method will help the management to focus more on the drugs that have a high investment value. Procurement of class A ABC investing score analysis antibiotics drugs using EOQ method is more cost effective compared with RSUD Dokter Soedarso?s ways viewed from service level, drug coverage, amount of time and amount of documents (CER EOQ < CER Hospital). Whereas from ITOR consequences, the cost effectivenes depends on the amount of purchasing. EOQ method is likely more cost effective f the amounts of purchasing exceed 350 vials.
