Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23435 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fiona Indah Fitriana; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Abdul Rahman, Marsiman
S-7385
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septiria Irawati; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis. Sukanda
S-6929
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Puspita Dewi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ema Herawati, Diah Wati Soetojo
S-9757
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Pratiwi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Atang Saputra
Abstrak: Bandara memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah transmisi berbagai penyakit yang mungkin terjadi. Salah satu fasilitas penunjang di Bandara berupa restoran. Higiene perorangan dan sanitasi pengelolaan makanan restoran di Bandara perlu mendapatkan pengawasan untuk mencegah kejadian foodborne disease. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi higiene perorangan dan sanitasi pengelolaan makanan terhadap kualitas bakteriologis makanan (Escherichia coli) restoran di Bandara Soekarno-Hatta tahun 2014. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampel sebanyak 90 restoran di Bandara Soekarno-Hatta. Hasil penelitian menujukan bahwa sebagian besar makanan restoran tidak terkontaminasi E. coli (95,6 %). Dari sembilan variabel dalam sanitasi fisik, terdapat tujuh variabel yang memenuhi syarat, yaitu lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, gudang bahan makanan, dapur, dan ruang makan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, serta penyajian makanan. Variabel sanitasi alat sebagian besar memenuhi syarat, sesuai dengan kualitas bakteriologis alat yang tidak terkontaminasi E. coli pada sebagian besar sampel usap alat. Sedangkan, variabel higiene tenaga kerja sebagian besar tidak memenuhi syarat, namun tidak ditemukan E. coli pada sebagian besar sampel usap tangan penjamah. Berdasarkan analisis bivariat tidak ditemukan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Kata kunci : Sanitasi, higiene, Escherichia coli, makanan
Read More
S-8772
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laila Fitria; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Endang L. Achadi
T-1675
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lulu Fajria Qotrunnada; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Hermawati, Irvieny Rumondang
Abstrak:
PPOK merupakan penyakit pernapasan heterogen kronis yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara progresif. Prevalensi PPOK di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 5,6% dengan jumlah penderita sebanyak 4,8 juta orang. Ozon, Nitrogen Dioksida, Suhu dan Curah Hujan memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap peningkatan PPOK di DKI Jakarta berdasarkan studi deret waktu tahun 2014-2025. Dalam periode pengamatan, O3, NO2 dan Suhu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap jumlah kasus PPOK (<0.05) kecuali Curah Hujan (r=-0.179, p=0.040) lag1 (-0.194, p-0.026). Hal tersebut menunjukkan bahwa pada peningkatan instensitas curah hujan dapat menurunkan risiko eksaserbasi PPOK. 


COPD is a heterogeneous and chronic respiratory disease characterised by a persistent and limited progressive airflow. COPD prevalence in Indonesia accounted for 5,6% with a total of 4,8 million patients. Using a time series analysis from 2014 to 2024, during the period of obervation, Ozone, Nitrogen Dioxide, and air temperature did not show a significant correlation with the rise in COPD cases (<0.05), while rainfall had a significant correlation (r = -0.179, p = 0.040) and a lag of 1 (r = -0.194, p = 0.026). This study demonstrates that an increase in rainfall can decrease the exacerbation rate of COPD.
Read More
S-12118
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindya Giodhani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Makanan merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia. Namun, penyakit juga dapat timbul akibat kandungan yang ada dalam makanan. Tempat pariwisata merupakan salah satu tempat-tempat umum (TTU) yang berisiko sebagai tempat terjadinya penularan penyakit melalui media salah satunya adalah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi makanan dan tingkat kontaminasi Eschericia coli pada makanan di Lokawisata Baturaden. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer yang terdiri dari hasil uji laboratorium sebesar 42 sampel makanan dan hasil wawancara dengan 42 penjamah menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 95,2% tidak memenuhi syarat karena terkontaminasi oleh Eschericia coli. Analisis bivariat dengan t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kontaminasi oleh Eschericia coli dan pengetahuan penjamah terkait higiene sanitasi makanan (p-value = 0,018), sanitasi alat makan (p-value = 0,015), dan perilaku higiene penjamah (p-value = 0,032). Oleh karena itu, pedagang di Lokawisata Baturaden perlu diberikan penyuluhan terkait pengetahuan terkait higiene sanitasi makanan, disediakan wastafel beserta sabun, tempat sampah yang sesuai persyaratan, penyediaan fasilitas yang menunjang proses disinfeksi pada alat makan, menekankan proses pencucian alat makan dengan benar, menyediakan tempat penyimpanan alat makan yang terbebas dari kontaminan, menekankan para pedagang untuk membiasakan perilaku higiene yang sesuai persyaratan, serta melakukan pemantauan terus menerus agar kualitas makanan yang dijualkan tetap dalam kondisi yang baik. Kata kunci: Eschericia coli, higiene, sanitasi, kontaminasi makanan, pariwisata
Read More
S-10006
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vita Permatha Sari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Didik Supriyono
S-7668
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fany Saymona Fauzi; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Sukanda
Abstrak: Berdasarkan pengujian parameter boraks dan formalin yang dilakukan BadanPengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2011 terhadap Pangan JajananAnak Sekolah (PJAS), terdapat 94 (2,93%) yang mengandung boraks dan 43(1,34%) mengandung formalin. Kantin yang berada di lingkungan kampusmemiliki potensi besar untuk melakukan praktik kecurangan penggunaan bahantambahan pangan. Menggunakan desain penelitian cross sectional dan pengujiansecara kualitatif di laboratorium. Pemeriksaan kandungan bahan kimia padamakanan, peneliti melakukan pemeriksaan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPAUniversitas Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan uji laboratorium boraks danformalin pada makanan sebanyak 77 sampel di dapatkan hasil 3 sampel makananpositif mengandung bahan kimia boraks dan 69 sampel makanan yang positifmengandung bahan kimia formalin. responden dengan tingkat pengetahuankurang (≤ 55%) dengan makanan yang positif mengandung bahan kimia formalinadalah sebanyak 60 (93,8%) dan negatif formalin hanya sebanyak 4 (6,3%).Sedangkan pada tingkat pengetahuan baik (>55%) di dapatkan hasil positifmakanan yang mengandung formalin sebanyak 9 (69,2%) dan negatif formalinadalah 4 (30,8%). Dilihat berdasarkan p-value = 0,024, OR =6,667 dan CI 95% =1,411-31,502 yang menunjukkan tingkat pengetahuan kurang tersebut memilikihubungan yang sognifikan terhadap adanya kandungan bahan kimia formalin didalam makanan yang dijual oleh responden.
Kata kunci: Bahan Tambahan Pangan, Boraks, Formalin.
Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) performed a series of experimentson borax and formaldehyde on School Food Snack (PJAS) in 2011. There were 94(2.93%) of foods containing borax and 43 (1.34%) of foods containingformaldehyde. The canteen has a great potential of fraudulent practices in usingfood additives. Using cross sectional research design and qualitative testing inidentifying chemical substances in foods, researchers conducted a laboratoriumresearch at the Chemistry Laboratory in Faculty of Mathematics and NaturalSciences, University of Indonesia. The results obtained from laboratoryexaminations found that among 77 samples, there were 3 food-samples containborax chemicals and 69 food-samples contain formaldehyde chemicals.Respondents with low level of knowledge (≤ 55%) are likely to be related withformaldehyde chemicals 60 (93.8%) while only 4 (6.3%) respondents arenegatively correlated with formaldehyde. In addition, among the respondents withhigh level of knowledge (> 55%), 9 (69,2%) of them is found to have food withformaldehyde and only 4 respondents are negative (30,8%). Based on p-value =0,024, OR = 6,667 and 95% CI = 1,411-31,502, this research indicates that thelevel of knowledge has a cognitive relationship to the presence of formalinechemicals in sale of foods.Keywords: Food Additives, Borax, Formalin.
Read More
S-9506
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daniaty Rosaria; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dewi Susana, Rina Fitriani Bahar
S-6407
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive