Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38326 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sintha Fransiske Simanungkalit; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Endang L. Achadi, Gunawan Dwiprayitno
S-7413
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Khairunnisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penuguji: Engkus Kusdinar Achmad, Ishiko Heriatno
S-7547
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Khairunisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Ishiko Herianto
Abstrak: Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang berhubungan dengan nafsu makan kurang pada pasien hemodialisis di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nafsu makan kurang pada pasien hemodialisis di RSPAD Gatot Soebroto. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan pada bulam April-Juni 2012 dengan metode wawancara pengisian kuisioner. Data yang dikumpulkan terdiri dari kondisi nafsu makan, karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia), gejala gangguan gastrointestinal, perubahan sensasi pengecapan dan penciuman, lama hemodialisis, depresi, dan ansietas.
Read More
S-7337
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christoper Bagus Rijadi; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Ishiko Herianto
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang hubungan usia, jenis kelamin, penampilan makanan, rasa makanan, menu makanan, penyajian makanan, dan pelayanan penyaji dengan daya terima makanan lunak pada pasien dewasa di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih secara purposive sampling yaitu sebanyak 94 pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Daya terima diukur berdasarkan hasil selisih antara penimbangan berat awal makanan dengan sisa makanan pasien dalam sehari.
 
Dari hasil penelitian ini prevalensi rata-rata total daya terima makanan lunak responden dalam sehari adalah sebesar 72,4%. Terdapat hubungan bermakna antara penampilan makanan, rasa makanan, menu makanan, dan pelayanan penyaji dengan daya terima makanan responden. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, dan penyajian makanan dengan daya terima makanan responden. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan lagi mengenai mutu makanan terutama penampilan makanan, rasa makanan, menu makanan, dan pelayanan penyaji di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta agar daya terima pasien menjadi baik.
 

This thesis discusses the relationship of age, sex, food appearance,taste of food, food menu, food presentation, and service providers with soft food acceptance in adult patients at Gatot Soebroto The Army Hospital Jakarta. Sample of this study were inpatients who met the inclusion criteria and were selected by purposive sampling. The number of sample is 94. This study is a descriptive cross-sectional study design. Food acceptance is measured by the difference between the initial weighing of food with the rest of the patients in the daily diet.
 
From the results of this study the prevalence of the average total power received in a day soft foods respondent amounted to 72.4%. There is a significant relationship between the appearance of food, the taste of food, the menu and service providers with the food acceptance. There were no significant associations between age, gender, and presentation of food with the respondents food acceptance. Therefore there is need for more improvement of the quality of food, especially food appearance, taste of food, food menu, and service providers Gatot Subroto Central Army Hospital in Jakarta to force patients into good eating.
Read More
S-7351
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Megawindah Paramhita; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ahmad Syafiq, Eman Sumarna
S-7289
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriani; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Sandra Fikawati, Nurfi Afriansyah
Abstrak:

Di era globalisasi ini banyak terjadi masalah gizi ganda. Masalah ini terutama banyak terjadi di negara berkembang dan  negara miskin. Masalah gizi ganda adalah munculnya masalah gizi lebih dengan gizi kurang juga masih menjadi masalah di negara tersebut. Masalah gizi lebih ini terjadi karena makanan murah yang dikonsumsi banyak mengandung tinggi gula, tinggi lemak, tinggi garam dan tinggi kalori yang dapat menyebabkan kegemukan terutama pada anak-anak. Kegemukan pada anak-anak akan menyebabkan menyebabkan timbulnya risiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, dan lain-lain kelak jika mereka dewasa nanti. Masa anak-anak merupakan masa yang penting untuk proses tumbuh kembangnya, untuk itu sangat diperlukan konsumsi makanan yang mengandung zatzat gizi yang diperlukan oleh tubuh anak-anak sesuai dengan kebutuhannya. Jika berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk bagi anak-anak. Konsumsi makanan pada anak-anak ditentukan dari apa yang mereka konsumsi sejak dini. Makanan yang pertama kali dikonsumsi oleh anak-anak adalah air susu ibu (ASI). ASI diketahui banyak mengandung gizi penting yang dibutuhkan oleh bayi, untuk itu pemerintah dan World Health Organization (WHO)  merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kehidupan pertama bayi. ASI juga diketahui memiliki efek protektif terhadap kegemukan pada anak. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji mengenai hubungan antara konsumsi ASI eksklusif dan faktor lainnya dengan kejadian kegemukan pada anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010.  Desain penelitian Riskesdas 2010 adalah cross sectional (potong lintang). Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Variabel dependen yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah status kegemukan pada anak usia 6-23 bulan berdasarkan IMT/U. Dalam penelitian ini didapatkan hasil proporsi kegemukan pada anak usia 623 bulan adalah 22,6% dan proporsi ASI eksklusif sebesar 19,9%. Dari hasil uji chisquare diketahui tidak ada hubungan bermakna antara ASI eksklusif dengan kegemukan, sedangkan hubungan yang bermakna ditemukan pada variabel berat lahir, pekerjaan ibu dan pengeluaran keluarga. Faktor yang paling berhubungan dari semua variabel independen yang diteliti adalah berat lahir. Kata kunci : Usia 6-23 bulan, Kegemukan, ASI eksklusif, Indonesia

Globalization era has make a double burden on nutrition problem. This problems happened in the develeloped and poor country. Double burden on nutrition is a problem with overnutrition has come while the undernutrition still become a problem. Overnutrition arise because a children consume cheap food that contain of high sugar, high fat, high salt and high calory that can cause a degenerative diseases such as cardiovaskuler, diabetes mellitus when they grow up later. Children period plays an important role for their development and growth, and for that they need the food that contain of nutrition that they need. If  it more than they need, it will become a bad impact for the child. For babies, the first food that they consume is breastmilk. Breastmilk has been known as an important nutrition for the baby so that the World Health Organization has recommend to give breastmilk only for the first six months of their early life. Breastmilk has a protective effect for overweight on child. Based on that reason, the writer interested to analyze the association between breastfeeding and other factors with overweight on children ages 6-23 months in Indonesia 2010. This research is a quantitative research using a secondary data from health research 2010 (Riskesdas 2010). Riskesdas 2010 design is a cross sectional. Data analysis are univariat, bivariat and multivariat. The dependent variable is an overweight status based on Basal Metabolism Index per Age (BMI/Age). This research has found that overweight proportion is 22,6% while the breastfeeding proportion is 19,9%. Chi-Square test has found that there is no relationship between breastfeeding with overweight while the significant relationship has been found on birth weight, mother occupation and family expenses. Keywords : Children ages 6-23 months, Overweight, Exclusive Breastfeeding, Indonesia

Read More
T-3477
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lianny Alda Suhendra; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Yuliani
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan gizi dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemirimuka. Pengendalian tekanan darah dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Terdapat terapi farmakologis dan non farmakologis berupa edukasi faktor risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor yang mempengaruhi pengendalian tekanan darah. Pengetahuan gizi dan faktor lainnya yang tidak diteliti tidak mempengaruhi pengendalian tekanan darah. Variabel usia mempengaruhi hubungan antara pengetahuan gizi dengan keadian tekanan darah tidak terkendali. Usia mempengaruhi hubungan antara pengetahuan gizi dengan kejadian hipertensi tidak terkendali setelah dikontrol kebiasaan merokok, keadaan stress, dan jenis kelamin pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka pada tahun 2023.
This study focuses on the relationship between nutritional knowledge and other factors and blood pressure control in hypertensive patients in the working area of the Kemirimuka Community Health Center. This study focuses on blood pressure control is carried out to prevent complications. There are pharmacological and non-pharmacological therapies in the form of risk factor education. The results of this study show that age is a factor that influences blood pressure control. Nutritional knowledge and other factors not studied did not influence blood pressure control. The age variable influences the relationship between nutritional knowledge and the incidence of uncontrolled blood pressure. Age influences the relationship between nutritional knowledge and the incidence of uncontrolled hypertension after controlled by smoking habits, stress conditions, and gender in hypertensive patients in the Kemiri Muka Community Health Center working area in 2023.
Read More
S-11749
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa Fauziah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Yuliani
Abstrak:
Tingginya jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Kemirimuka dapat menjadi permasalahan kesehatan yang serius. Berdasarkan teori Health Belief Model, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perilaku pasien yang sedang sakit agar sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan minum kopi dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kemirimuka tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 156 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 melalui pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan serta wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki tekanan darah tidak terkendali. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan tidak adanya hubungan signifikan antara kebiasaan minum kopi (p = 0,086) dengan pengendalian tekanan darah. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ganda, usia memengaruhi hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan pengendalian tekanan darah setelah dikontrol oleh variabel kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga. Penderita hipertensi lansia berisiko 10,492 kali lebih besar memiliki tekanan darah tidak terkendali dibandingkan dengan penderita hipertensi dewasa. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan adanya pemberian edukasi kepada para penderita hipertensi dan keluarga penderita agar dapat memahami dampak hipertensi jika tidak ditangani secara serius.

The high number of hypertensive patients in Kemirimuka Community Health Center can be a serious health problem. Based on Health Belief Model Theory, there are several factors that influence a patient’s sick-behavior to recover. This research aims to determine the relationships between coffee drinking habits and other factors with blood pressure control in hypertensive patients at the Kemirimuka Community Health Center 2023. It is a quantitative research with a cross sectional study design. The purposive sampling is used for the sampling method with total sample of 156 respondents. The sources of data are taken in November 2023 through blood pressure, body weight, and height measurement and interviews using questionnaires. This research used chi square for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. This research shows that 68,6% respondents had uncontrolled blood pressure. There is no relationship between coffee drinking habits (p = 0,086) and blood pressure control in the statistical analysis. Based on multiple logistic regression, age affects the relationship between drinking coffee habits and blood pressure control after being controlled with medication adherence and family support. Elderly hypertensive patients are 10,492 times more likely to have uncontrolled blood pressure compared to adult hypertensive patients. This research summarizes that it is necessary to provide education to hypertensive patients and their family so that they can understand the impact of hypertension if it is not treated properly.
Read More
S-11750
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Nur Azizah Purwanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Firlia Ayu Arini
Abstrak:
Pengendalian tekanan darah adalah kondisi yang menggambarkan tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi. Kondisi tersebut dapat berasal dari kepatuhan ataupun ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam menjalankan modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologis. Suatu penelitian menemukan bahwa tingkat pengendalian tekanan pasien hipertensi di Indonesia kurang dari 25%. Cakupan layanan kesehatan dan prevalensi minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi pun masih rendah. Jika keadaan tersebut dibiarkan terus menerus dan tidak terdapat penanganan yang tepat maka dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien hipertensi. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder yang bersumber dari penelitian primer dengan judul “Hubungan Kebiasaan Minum Kopi dan Faktor Lainya dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kemiri Muka Tahun 2023”. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada 156 pasien hipertensi berusia ≥ 18 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemiri Muka Kota Depok. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 68,6% pasien hipertensi memiliki tekanan darah tidak terkendali. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, aktivitas fisik, durasi tidur, kepatuhan minum obat, pengetahuan mengenai hipertensi, jenis kelamin, pendapatan, status gizi, serta dukungan sosial (p-value > 0,05) dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p-value 0,001) dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Sementara itu, analisis regresi logistik ganda menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Namun, pengendalian tekanan darah pasien hipertensi dipengaruhi oleh usia (p-value 0,000) dan durasi tidur (p-value 0,048) setelah dikontrol oleh variabel confounding, yaitu aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pengetahuan hipertensi, pendapatan rumah tangga, dan status gizi. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan intervensi dan tatalaksana hipertensi pada pasien hipertensi dengan menekankan kategori pasien hipertensi yang lebih berisiko memiliki tekanan darah tidak terkendali, yaitu berusia dewasa dan durasi tidur pendek. Namun, tetap memperhatikan asupan natrium, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pengetahuan mengenai hipertensi, status gizi, dan dukungan sosial yang baik.

Blood pressure control refers to a condition that describes the systolic and diastolic blood pressure of hypertensive patients. This condition can result from the compliance or non-compliance of hypertensive patients with lifestyle modifications and pharmacological therapy. A study found that the rate of blood pressure control among hypertensive patients in Indonesia is less than 25%. The coverage of hypertension healthcare services and the prevalence of taking antihypertensive medication are also low. If this situation persists without proper intervention, it can increase the risk of morbidity and mortality in hypertensive patients. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with blood pressure control among hypertensive patients in the working area of UPTD Puskesmas Kemiri Muka, Depok City in 2023. This study is secondary research deriving from a primary study titled “Relationship between Coffee Drinking Habits and Other Factors with Blood Pressure Control in Hypertensive Patients at the Kemiri Muka Public Health Center 2023”. This study is quantitative with a cross-sectional study design involving 156 hypertensive patients aged ≥ 18 years in the working area of UPTD Puskesmas Kemiri Muka, Depok in 2023. Data analysis in this study was conducted using the chi-square test and multiple logistic regression method. The result of this study found that 68,6% of hypertensive patients had uncontrolled blood pressure. The chi-square test analysis found no significant relationship between sodium intake, physical activity, sleep duration, medication adherence, knowledge about hypertension, sex, household income, nutritional status, and social support (p-value > 0,05) with blood pressure control among hypertensive patients. However, there was a significant relationship between age (p-value 0,001) with blood pressure control among hypertensive patients. Meanwhile, multiple logistic regression analyses found that there was no significant relationship between sodium intake with blood pressure control among hypertensive patients. However, the blood pressure control in hypertensive patients is influenced by age (p-value 0,000) and sleep duration (p-value 0,048) after being controlled by confounding variables, namely physical activity, medication adherence, knowledge about hypertension, household income, and nutritional status. Therefore, it is recommended to implement intervention and management for hypertensive patients by emphasizing hypertensive patient categories at higher risk of having uncontrolled blood pressure, namely adults and those with short sleep duration. However, attention should still be given to other factors such as adequate sodium intake, sufficient physical activity, strong medication adherence, comprehensive knowledge about hypertension, optimal nutritional status, and good social support.
Read More
S-11773
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Nurhidayah Tri Kusumah; Pembimibing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Sada Rasmada
Abstrak:
Stres dapat meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme saraf simpatis ataupun perilaku gaya hidup kurang sehat yang terinduksi akibat stres. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel stres dengan pengendalian darah setelah dikontrol variabel kepatuhan minum obat, kepatuhan diet DASHI, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kualitas tidur pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kemiri Muka, Kota Depok. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sejumlah 156 orang pasien hipertensi berusia > 18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi hipertensi tidak terkendali yang tinggi, yaitu 68,5%. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara stres ataupun variabel confounding (kepatuhan minum obat, kepatuhan diet DASHI, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan kualitas tidur) dengan pengendalian tekanan darah. Namun, analisis sub pertanyaan kuesioner stres (PSS-10), ditemukan hubungan yang bermakna pada ‘marah karena sesuatu yang tidak terduga’ dengan frekuensi ‘sering’ dibandingkan frekuensi ‘tidak pernah’ (p = 0,003; OR= 4,955; 95% CI 1,724-14,242) dan ‘merasa tidak mampu mengontrol hal penting dalam hidup’ dengan frekuensi ‘sering’ dibandingkan frekuensi ‘tidak pernah’ (p = 0,007; OR= 4,955; 95% CI 1,724-14,242). Tidak ada hubungan antara stres dengan pengendalian tekanan darah. Kepatuhan minum obat mempengaruhi hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi tidak terkendali, setelah dikontrol oleh kepatuhan diet (p = 0,016; OR= 2,850; 95% CI 1,216-6,679).

Stress can increase blood pressure through sympathetic nervous mechanisms or unhealthy lifestyle behaviors that are induced by stress. This research is secondary research conducted in May-June 2024. This research aims to determine the relationship between stress and blood control after controlling medication adherence, DASHI diet adherence, smoking habits, physical activity, and sleep quality in hypertensive patients in the region works at Kemiri Muka Community Health Center, Depok City. The study design used was cross-sectional and purposive sampling technique with a total sample of 156 hypertensive patients aged > 18 years. The results showed that the proportion of uncontrolled hypertension was high, 68.5%. No significant relationship was found between stress or confounding variables (medication adherence, DASH diet adherence, smoking habits, physical activity, and sleep quality) and blood pressure control. However, analysis of the sub-questions of the stress questionnaire (PSS-10), found a significant relationship between 'getting angry because of something unexpected' with the frequency of 'often' compared to the frequency of 'never' (p = 0.003; OR= 4.955; 95% CI 1.724 -14.242) and 'feeling unable to control important things in life' with a frequency of 'often' compared to a frequency of 'never' (p = 0.007; OR= 4.955; 95% CI 1.724-14.242). There is no relationship between stress and blood pressure control. Medication adherence influenced the relationship between stress and uncontrolled hypertension, after controlled by diet adherence (p = 0.016; OR= 2.850; 95% CI 1.216-6.679). Key words: Stress, uncontrolled hypertension, unhealthy lifestyle
Read More
S-11764
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive