Ditemukan 33655 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Indra Rukmana Damanik; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Magdalena, Yvonne; Ishiko Herianto
S-7436
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gita Kartika Ramadhani; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Rezi Rafiki
Abstrak:
Penyakit akibat makanan merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh pangan yang tercemar bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan. Sistem jaminan mutu pangan yang dapat mencegah kotaminasi makanan oleh berbagai cemaran adalah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Aplikasi HACCP didukung oleh program prasayarat atau prerequisite program (PRP) sebagai fondasi sistem keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi HACCP sebagai sistem keamanan pangan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di salah satu restoran cepat saji ternama di wilayah Jakarta Barat dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi penelitian untuk melakukan observasi penyelenggaraan makanan, wawancara karyawan, dan melakukan telaah dokumen berkaitan dengan sistem keamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Restoran X telah mengimplementasikan sistem keamanan pangan HACCP dengan dasar penerapan PRP. Aplikasi sistem keamanan pangan berupa penerapan Standard Operational Procedure (SOP) yang mengatur mengenai pembuatan produk, penggunaan dan perawatan alat, pelayanan kepada pelanggan, serta perilaku karyawan. Penerapan PRP perlu ditingkatkan dengan memaksimalkan pemantauan hama, pemeriksaan kesehatan karyawan, penerapan SOP perilaku karyawan, serta pelatihan hygiene dan sanitasi. Restoran X sebagai gerai cabang telah menerapkan 7 prinsip HACCP, walaupun masih perlu meningkatkan implementasi prinsip pemantauan critical control point (CCP), dan dokumentasi HACCP. Kata kunci: HACCP, keamanan pangan, restoran cepat saji Foodborne disease is a public health issue which is caused by food which contaminated with harmful contaminants related to health. A food quality assurance system which could prevent any food contamination is Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). HACCP application supported by prerequisite program (PRP) as foundation of food safety system. This research aims to see the overview of HACCP implementation as food safety system. Approach used is qualitative research with case study design. This research was conducted at one of the fast food restaurants in West Jakarta, Indonesia by conducting direct visits to the research site to observe the implementation of food service management, interviewing employees and reviewing documents related to the food safety system. Research shows result that Restaurant X has implemented HACCP food safety system with PRP-based. The application of food safety system has done in the form of Standard Operational Procedure (SOP) implementation which regulates the food production, tools utilization and maintenance, service to customer, and employee behavior. The implementation of PRP needs to be enhanced by maximizing pest control, employee health monitoring, employee behavior SOP implementation, and hygiene and sanitation training. In conclusion, Restaurant X as a branch outlet has implemented seven HACCP principles, although it still needs to be improved in the critical control point (CCP) monitoring principles and the HACCP documentation. Key words: Fast food restaurant, food safety, HACCP
Read More
S-9876
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andisti Sekar Pramesti; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Afifah Pujonarti, Hera Genefi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan HACCP dan higiene sanitasi makanan pada pengolahan makanan di PT. Aerofood Indonesia Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui gambaran penerapan HACCP, dan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan praktik higiene sanitasi makanan. Data penelitian didapatkan dengan melakukan observasi pengolahan makanan, telaah dokumen, wawancara mendalam, dan pengisian kuesioner. Informan penelitian ini adalah 5 orang pegawai dari departemen QHSE dan Production, sedangkan responden dari penelitian ini adalah 90 orang staff pengolahan makanan di PT. Aerofood Indonesia bagian production. Hasil penelitian menunjukkan PT Aerofood Indonesia sudah menerapkan sistem HACCP dengan baik, namun perlu dilakukan perbaikan pada proses pengawasan, verifikasi, pemorsian, dan diagram alir. Selain itu, perlu juga ditambahkan informasi pada CCP pemasakan, di mana tidak ada ketentuan mengenai durasi pemasakan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan praktik higiene sanitasi makanan (X2 hitung> X 2 tabel). Namun, tingkat hubungan antara pengetahuan dan praktik higiene sanitasi makanan termasuk pada kategori rendah (R=0.379). Kata Kunci : HACCP, higiene sanitasi makanan, katering penerbangan This study aims to determine the overview of the application of HACCP and food hygiene sanitation on food processing at PT. Aerofood Indonesia Soekarno Hatta Airport Tangerang, Banten in 2017. This research uses descriptive qualitative method to discover the overview of HACCP application, and quantitative method with cross sectional study design to find out the association of knowledge and practice of food hygiene sanitation. Research data was obtained by observation of food processing, document review, in-depth interview, and filling questionnaire. Informant of this research is 5 employees from QHSE department Production department, while respondents from this research is 90 food processing staffs at PT. Aerofood Indonesia in the production section. The results showed PT. Aerofood Indonesia has implemented HACCP system well, but it still needs improvements on the monitoring process, verification, portioning, and flowchart. In addition, it is also necessary to add information on the CCP for cooking, where there is no provision of cooking duration. The results also indicate a relationship between knowledge and practice of food hygiene sanitation (X2 count> X2 table). However, the level of relationship between knowledge and practice of food hygiene sanitation included in the low category (R = 0.379). Keywords : HACCP, food hygiene sanitation, inflight catering
Read More
S-9387
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lolo Sinaga; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Damar Wiraputra
Abstrak:
Latar belakang : masih tingginya kasus keracunan makanan di Indonesia, data Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular, 2010 sebanyak 30% kasus keracunan di Indonesia disebabkan oleh makanan yang dihasilkan oleh jasa katering. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2013 sebanyak 789 sarana (32,07%) belum menerapkan cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga. Sebanyak 1560 IRTP (63,41%) telah menerapkan cara produksi yang baik dan 111 sarana (4,51%) tidak aktif berproduksi atau tutup sehingga penerapan HACCP wajib dilakukan oleh jasa penyedia makanan.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran penerapan prinsip HACCP di katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017.
Desain penelitian : pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan waktu termasuk dalam cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan alat bantu daftar tilik, kamera yang berfungsi untuk mendokumentasikan kegiatan penelitian, perekam suara untuk merekam hasil wawancara dengan informan.
Hasil penelitian : katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur sudah menerapkan sistem HACCP pada setiap aspek pengelolaan makanan, namun belum secara utuh.
Saran : perlu diterapkan HACCP secara utuh di Katering ISS. Tahap pengemasan dan pendistribusian sebaiknya juga ditetapkan sebagai CCP dan semua hal yang berkaitan dengan CCP sebaiknya ditempel pada setiap area pengelolaan makanan.
Kata Kunci : HACCP, CCP, katering, pengelolaan, makanan
Backround: High frequency of food poisoning cases in Indonesia - 30 % of the total occurences of food poisoning according the Directorate General of Eradication of Infectious Diseases, 2010 - were caused by catering services. Data for 2013 obtained by the Drug and Food Supervision Agency showed that 789 facilities (32,0%) had not yet adopt good procedures for food processing within home industries. 1560 food home industries (63,41%) had been adopting good procedures of food processing and 111 facilities (4,51%) had been closed or stopped their production activities, so that application of HACCP must be conducted by catering services.
Objective of the research: Description of application of HACCP principles in catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Branch, East Kalimantan. This research was conducted from Frebruary until March 2017.
Research design: The research approach adopted here is the qualitative approach, using cross-sectional design. Data were collected by implementing observation and interviews with the aids of control lists, camera for documenting research activities, tape recorder for recording results of interviews with informants.
Results of the research: catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Brach, East Kalimantan, had been implementing adopting HACCP system in every aspect of their food production, but they had not fully implement these aspects yet.
Suggestion: it is necessary to apply HACCP system comprehensively in ISS Catering. Packaging and distribution stages should also be conducted as CCP, and everything relating to CCP should be labeled and attached in every area of food production.
Keywords: HACCP, CCP, catering, production, food
Read More
Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran penerapan prinsip HACCP di katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017.
Desain penelitian : pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan waktu termasuk dalam cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan alat bantu daftar tilik, kamera yang berfungsi untuk mendokumentasikan kegiatan penelitian, perekam suara untuk merekam hasil wawancara dengan informan.
Hasil penelitian : katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur sudah menerapkan sistem HACCP pada setiap aspek pengelolaan makanan, namun belum secara utuh.
Saran : perlu diterapkan HACCP secara utuh di Katering ISS. Tahap pengemasan dan pendistribusian sebaiknya juga ditetapkan sebagai CCP dan semua hal yang berkaitan dengan CCP sebaiknya ditempel pada setiap area pengelolaan makanan.
Kata Kunci : HACCP, CCP, katering, pengelolaan, makanan
Backround: High frequency of food poisoning cases in Indonesia - 30 % of the total occurences of food poisoning according the Directorate General of Eradication of Infectious Diseases, 2010 - were caused by catering services. Data for 2013 obtained by the Drug and Food Supervision Agency showed that 789 facilities (32,0%) had not yet adopt good procedures for food processing within home industries. 1560 food home industries (63,41%) had been adopting good procedures of food processing and 111 facilities (4,51%) had been closed or stopped their production activities, so that application of HACCP must be conducted by catering services.
Objective of the research: Description of application of HACCP principles in catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Branch, East Kalimantan. This research was conducted from Frebruary until March 2017.
Research design: The research approach adopted here is the qualitative approach, using cross-sectional design. Data were collected by implementing observation and interviews with the aids of control lists, camera for documenting research activities, tape recorder for recording results of interviews with informants.
Results of the research: catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Brach, East Kalimantan, had been implementing adopting HACCP system in every aspect of their food production, but they had not fully implement these aspects yet.
Suggestion: it is necessary to apply HACCP system comprehensively in ISS Catering. Packaging and distribution stages should also be conducted as CCP, and everything relating to CCP should be labeled and attached in every area of food production.
Keywords: HACCP, CCP, catering, production, food
S-9498
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Chaerina Septiani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan higiene dan sanitasi pengelolaan makanan di Unit Instalasi Gizi Rumah Sakit X tahun 2018. pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan pemeriksaan laboratorium. hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa higiene sanitasi instalasi unit gizi rumah sakit X sudah cukup memenuhi syarat menurut checklist yang mengacu kepada Permenkes nomor 1096 tahun 2011
Read More
S-9633
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Amrulloh; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Deddy Nugroho
S-7240
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amelia Hanis; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Suryati
Abstrak:
Proses pemotongan ayam merupakan proses yang berisiko tinggi terjadinya kontaminasi, terutama oleh bakteri patogen. Tingginya kebutuhan akan daging ayam mendorong berkembangnya bisnis komoditi daging ayam. Namun sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan penerapan aspek higiene sanitasi pada proses pemotongan sehingga daging ayam yang beredar di masyarakat tidak terjamin mutu dan keamanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan cara produksi dan penanganan daging ayam di RPA modern PT. X, RPA semi modern Y,dan RPA tradisional Z. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2013 di RPA modern PT. X yang terletak di Kabupaten Bogor, RPA semi modern Y yang terletak di Kota Depok, dan RPA tradisional Z yang terletak di Tangerang Selatan. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat analitik deskriptif dengan metode studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang, yaitu supervisor di RPA PT. X yang berasal dari divisi Quality Assurance (QA), Quality Control (QC),Produksi, dan Warehouse, pemilik, pekerja di RPA Y, pemilik, dan pekerja di RPA Z. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam,observasi, dan telusur dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPA PT. X sudah menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP pada seluruh tahapan proses pemotongan ayam mulai dari penerimaan,penyembelihan, pengeluaran jeroan, pencucian, pendinginan, pemotongan karkas,penyimpanan, hingga pendistribusian. Sedangkan RPA Y dan Z belum menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP. Saran dari peneliti, diharapkan RPA PT. X melakukan evaluasi terutama pada tindakan pencegahan. Sedangkan RPA Y dan Z sebaiknya berusaha menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP dalam proses pemotongan ayam.
Chicken slaughtering process has high contamination risk, especially of pathogen bacteria. The increasing demand of chicken meat encourages the development of chicken meat comodities bussiness. Unfortunately, this is not accompanied by implementation of hygiene and sanitation aspect, thus making the meat distributed in markets not guaranteed for its quality and safety. The purpose of this study is to analyze the implementation of manufacturing and handling practices in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y. This study was conducted in April and May 2013 in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X in Bogor, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y in Depok, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y in South Tangerang. The design of this study is descriptive analitic qualitative design with case study method. The informants of this study are 8 persons, which are supervisors of Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), Production, and Warehouse Division in PT. X, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Y, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Z. Data was collected by conducting in depth interview, observation, and document review. The result of this study shows that PT. X has implemented Good Manufacturing and Handling Practices and 7 principles of HACCP in all stages of chicken slaughtering process, including receiving, slaughtering, evisceration, washing and chilling, cutting, storing, and distribution. Chicken Slaughterhouse Y and Z has not implemented Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles. The author suggest that PT. X should evaluate the system, especially the preventive actions. Slaughterhouse Y and Z should try to implement Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles in chicken slaughtering process.
Read More
Chicken slaughtering process has high contamination risk, especially of pathogen bacteria. The increasing demand of chicken meat encourages the development of chicken meat comodities bussiness. Unfortunately, this is not accompanied by implementation of hygiene and sanitation aspect, thus making the meat distributed in markets not guaranteed for its quality and safety.
S-7866
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekarlangit Putri Akbar; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Teguh Jati Prasetyo
Abstrak:
Read More
Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang stunting, pemahaman terhadap faktor-faktor penyebabnya menjadi penting dilakukan oleh pengasuh anak. Edukasi berperan sebagai katalisator penting dalam peningkatan perilaku kesehatan, dengan keberhasilan program berhubungan dengan berbagai faktor yang mendukung tingkat penerimaan media edukasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan buklet edukasi gizi pada program Rumah Anak X, sebuah intervensi pencegahan stunting untuk pengasuh anak usia 0-3 tahun yang beroperasi sejak 2019 di lima lokasi Jakarta. Penerimaan media edukasi diukur menggunakan instrumen Suitability Assessment of Materials yang meliputi aspek konten, kemudahan membaca, gambar, tata letak, dorongan pembelajaran, dan kesesuaian budaya. Faktor yang diuji meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, motivasi belajar, dan pengetahuan. Sebanyak 167 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan 91,2% responden menilai media sangat sesuai kebutuhan dengan skor median 85,71 dari 100,00. Motivasi belajar merupakan satu-satunya faktor yang signifikan berhubungan dengan tingkat penerimaan media (p-value <0,001). Penelitian merekomendasikan peningkatan pendekatan pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan personal peserta untuk mempertahankan motivasi belajar sekaligus kualitas media edukasi.
Stunting is a public health issue in Indonesia that requires understanding of causal factors by child caregivers. Nutrition education serves as an important catalyst in improving health behaviors, with program success influenced by the level of educational media acceptance. This study analyzes factors associated with acceptance of nutrition education booklets in the Rumah Anak X program, a stunting prevention intervention for caregivers of children aged 0-3 years’ operating since 2019 in five Jakarta locations. Educational media acceptance was measured using the Suitability Assessment of Materials instrument covering content, readability, graphics, layout, learning stimulation, and cultural appropriateness aspects. Factors examined included age, gender, education, economic status, learning motivation, and knowledge. A total of 167 respondents participated in this study. Results showed 91.2% of respondents rated the media as highly suitable for their needs with a median score of 85.71 out of 100.00. Learning motivation was the only factor significantly associated with media acceptance level (p-value <0.001). The study recommends enhancing interactive learning approaches relevant to participants' personal needs to maintain learning motivation while preserving the quality of educational media
Stunting is a public health issue in Indonesia that requires understanding of causal factors by child caregivers. Nutrition education serves as an important catalyst in improving health behaviors, with program success influenced by the level of educational media acceptance. This study analyzes factors associated with acceptance of nutrition education booklets in the Rumah Anak X program, a stunting prevention intervention for caregivers of children aged 0-3 years’ operating since 2019 in five Jakarta locations. Educational media acceptance was measured using the Suitability Assessment of Materials instrument covering content, readability, graphics, layout, learning stimulation, and cultural appropriateness aspects. Factors examined included age, gender, education, economic status, learning motivation, and knowledge. A total of 167 respondents participated in this study. Results showed 91.2% of respondents rated the media as highly suitable for their needs with a median score of 85.71 out of 100.00. Learning motivation was the only factor significantly associated with media acceptance level (p-value <0.001). The study recommends enhancing interactive learning approaches relevant to participants' personal needs to maintain learning motivation while preserving the quality of educational media
S-12094
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sherry Anastasya; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Avita A.
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan penerapan strategi koping terkait konsumsi rumah tangga selama pandemic COVID-19 di DKI Jakarta tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul "SituasiKetahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism dalam Kondisi Pandemi COVID-19 di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020", dengan total sampel sebanyak 247 rumah tangga.Analisis data menggunakan uji McNemar, uji chi-square, dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 30,8% rumah tangga tergolong tahan pangan, sedangkan 69,2% rumah tangga tergolong rawan pangan.
Read More
S-10694
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Claudia Debtarsie Kliranayungie; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati
S-7219
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
