Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28754 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rico Kurniawan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Diah Wati
S-7479
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoppy Nersan; Pembimbing: Zakianis, I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Mahmud Yunus, Robert Saragih
Abstrak:

Penelitian ini dilakukan di Kota Palembang mulai November 2005 sampai dengan Januari 2006 dengan menggunakan disain studi ekologi campuran atau mixed ecological study. Data yang digunakan merupakan data skunder dari hasil rekapitulasi jumlah penderita diare per kecamatan per bulan dan data hasil pemeriksaaan iklim perbulan selama tahun 2000 - 2004 di Kota Palembang. Data yang diperoleh ditampilkan visualisasi trend berdasarkan tempat dan waktu serta dianalisa secara statistik untuk melihat hubungan antar variabel. Prevalensi diare rata-rata per tahun tertiuggi sebesar 33 per 1000 penduduk. Prcvalcnsi diare rata-rata pertahun tertinggi terjadi di Kccamatan Bukit Kecil tahun 2004. Prevalensi diare per bulan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2004 yaitu sebesar 47 per 1000 penduduk. Peningkatan prevalensi diare rata-rata perbulan terjadi pada bulan Februari hingga bulan Juli. Suhu udara per bulan tertinggi terjadi pada bulan Mei tahun 2004 sebesar 31.6 °C. Suhu rata-rata per bulan diatas 27°C tetjadi pada bulan Maret hingga Oktober. Curah hujan rata-rata diibawah 200 mm terjadi pada bulan Mei hingga September. Jumlah hari hujan rata-rata per bulan dibawah I2 had terjadi pada bulan Mei hingga Oktober, Kelembaban menurun pada bulan Februari hingga bulan Agusrus dengan kelembaban terendah sebesar 72%. Peningkatan kecepatan angin pada bulan Mei sampai bulan September. Peningkatan prevalensi diare tejadi disaat suhu udara meningkat, curah hujan di Kota Palembang rendah, jumlah hari hujan sedikit saat kelembaban rendah dengan kecepatan angin tinggi Suhu udara dan kelembaban berhubungan dengan prevalensi diare di Kota Palembang tahun 2000 ~ 2004 dan yang paling dominan berpengaruh dcngan prevalensi diare adalah kelembaban udara.


 

This research was conducted in Palembang since November 2005 until January 2006, by using mixed ecological study design. The writer used the secondary data that gained from the recapitulation result ofthe people who got diarrhoea disease per months in each area, and the monthly climate checking during 2000 to 2004 in Palembang. The data gained is presented by using visualisation trend on the based of the time and the location, and also the data was analyzed statistically in order to see the correlation between variables. The highest annually rate of diarrhoea disease prevalence was 33 out of 1000 citizens. On the year of 2004, the highest rate occurred on Bukit Kecil area. The highest monthly diarrhoea disease prevalence rate occurred on July 2004 as much as 47 out of 1000 citizens. The increased of monthly diarrhoea prevalence rate happened from February to July. The highest monthly temperature occurred on May 2004 as much as 31.6° C. The monthly temperature was above 27° C occurred from March to October. The rainfall rate was below 200 mm, occurred from May to October. The humidity decreased Hom February to August with 72% as the lowest humidity point. While the wind speed increased fiom May until September. The increased of diarrhoea prevalence in Palembang, happened along with the increasing of the air temperature and wind speed, and the decreasing of rainfall, rainy days and humidity. There was a correlation between temperature and humidity to the diarrhoea prevalence in Palembang, in 2000-2004, where the humidity became the most dominant factor that influenced the diarrhoea prevalence.

Read More
T-2235
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sejati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
T-1108
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Hermawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitri, N. Budi Santoso, Sabar Paulus
T-2323
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eliza Eka Nurmala; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-7042
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baby Putri Adria; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Diare merupakan masalah kesehatan global yang banyak menyebabkan kesakitan dan kematian pada seluruh kelompok usia. Diare ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui transmisi fekal-oral. Kota Depok menjadi salah satu kota dengan kasus diare fluktuatif selama tahun 2013-2021. Kota Depok juga menduduki peringkat kedua sebagai kota/kabupaten dengan angka Kejadian Luar Biasa (KLB) diare tertinggi di Indonesia pada tahun 2018. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi diare, di antaranya faktor perilaku pemajanan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kepadatan penduduk serta faktor lingkungan seperti cakupan air minum layak dan cakupan jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara faktor perilaku pemajanan (cakupan rumah tangga ber-PHBS dan kepadatan penduduk) da faktor lingkungan (cakupan air minum layak dan cakupan jamban sehat) terhadap kejadian diare di Kota Depok tahun 2013-2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi ekologi dan analisis spasial dengan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor cakupan air minum layak (p=0,004; r=-0,289) dan cakupan jamban sehat (p=0,020; r=-0,233) dengan kejadian diare. Sementara itu, faktor cakupan rumah tangga ber-PHBS dan kepadatan penduduk tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian diare. Peta analisis spasial juga memperlihatkan pola persebaran kejadian diare di Kota Depok selama tahun 2013-2021 cenderung lebih banyak ditemukan pada wilayah kecamatan dengan cakupan air minum layak yang rendah.

Diarrhea is a global health problem that causes morbidity and death in all age groups. Diarrhea is transmitted from one person to another through fecal-oral transmission. Depok City became one of the cities with fluctuating diarrhea cases during 2013-2021. Depok City also ranked second as a city/regency with the highest number of diarrhea outbreaks in Indonesia in 2018. There are various factors that can affect diarrhea, including behavioral exposure factors such as clean and healthy living behavior (PHBS) and population density as well as environmental factors such as adequate drinking water coverage and healthy latrine coverage. This study aims to analyze the relationship between behavioral exposure factors (household with clean and healthy living behavior (PHBS) coverage and population density) and environmental factors (drinking water coverage and healthy latrine coverage) to the occurrence of diarrhea in Depok City in 2013-2021. The research type is quantitative study using several methods such as ecological study and spatial analysis with secondary data from the Depok City Health Office. The results showed a significant relationship between adequate drinking water cover (p=0,004; r=-0,289) and healthy latrine coverage (p=0,020; r=-0,233) with the occurrence of diarrhea. Meanwhile, households with clean and healthy living behavior (PHBS) coverage and population density showed no significant association with the occurrence of diarrhea. Spatial analysis maps also showed the distribution pattern of diarrhea in Depok City during 2013-2021 tends to be more common in areas with low coverage of adequate drinking water.
Read More
S-11259
[s.l.] : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernyasih; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkoto, Emma Hermawati, Triana Srisantyorini, Agus Handito
Abstrak:

Penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta bulan April 2012 dengan menggunakan desain ekologi. Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil rekapitulasi jumlah penderita diare perbulan perwilayah selama tahun 2007 ? 2011 di DKI Jakarta. Data ditampilkan secara visualisasi trend berdasarkan tempat dan waktu serta dianalisis secara statistik untuk melihat hubungan antar variabel dependen dan independen. Kasus diare perbulan tertinggi di DKI Jakarta bulan Februari 2007 sebesar 33.511 penderita, kasus diare pertahun perwilayah tertinggi di wilayah IV (Wilayah Kotamadya Jakarta Selatan dan Jakarta Timur) 2010 sebesar 87.355 penderita. Rata-rata suhu udara perbulan tertinggi bulan April 2010 sebesar 29.20C, curah hujan tertinggi bulan Februari 2007 sebesar 673.5 mm, kelembaban tertinggi bulan Februari 2008 sebesar 86%, kecepatan angin bulan Maret sebesar 6.5 knot. Ada hubungan signifikan suhu udara dengan kasus diare (p value 0.0005) dan hubungan sedang (r = -0.319), berpola negatif, ada hubungan signifikan curah hujan dengan kasus diare (p value 0.0005) dan hubungan sedang (r = 0.273) berpola positif, Ada hubungan signifikan kelembaban dengan kasus diare (p value 0.0005) dan hubungan sedang (r = 0.340) berpola positif, Ada hubungan signifikan kecepatan angin dengan kasus diare (p value 0.0005) dan hubungan kuat (r = -0.569) berpola negatif. Faktor iklim yang paling dominan yaitu curah hujan. Saran penelitian yaitu menyediakan sumber air bersih untuk dikonsumsi baik pada saat musim hujan ataupun musim kemarau, Dinas Kebersihan DKI Jakarta harus mengelola sampah dengan baik, pembuatan taman kota atau penanaman kembali pohon-pohon di DKI Jakarta, perlu adanya kerjasama lintas program antara Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, BMKG, PAM, ormas, tokoh masyarakat, civitas akademika dalam memanfaatkan data variasi iklim untuk mencegah terjadinya ledakan kasus (KLB) diare di masa yang akan datang, menjaga Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), makan yang baik dan bersih, istirahat yang cukup serta senantiasa melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), perlu dilakukan intervensi dalam aspek SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) ataupun pembuangan sampah yang teratur, jangan membuang sampah sembarangan.


This study was conducted in DKI Jakarta on April 2012 by using ecology desain. Data was used secondary data from result of summary of diarrhoea patient of sub-district per-month during year 2007 - 2011 in DKI Jakarta. Data presented visualizinged trend pursuant to time and place and also analysed statistically to see correlated between variable dependent and independent. Highest Diarrhoea case per-month in DKI Jakarta on Februari 2007 is 33.511 patient, highest area per-year diarrhoea case in region IV ( Regional south of Jakarta and east of Jakarta ) 2010 is 87.355 patient. Highest mean Temperature on April 2010 is 29.20C, highest mean rainfall on Februari 2007 is 673.5 mm, highest mean humidity on Februari 2008 is 86%, wind?s on March month is to 6.5 knot. There is significant correlations of temperature with diarrhoea case (p value 0.0005) and medium correlations (r = - 0.319), have negative pattern, there is significant correlations rainfall with diarrhoea case (p value 0.0005) and medium correlations (r = 0.273) have positive pattern, There is significant correlations humidity with diarrhoea case (p value 0.0005) and medium correlations (r = 0.340) have positive pattern, There is significant correlations wind?s speed with diarrhoea case (p value 0.0005) and strong correlations (r = - 0.569) have negative pattern. the most dominant climate factor that is rainfall. Research suggestion that is providing the source of clean and hygiene water to be consumed at the rains and or dry season, sanitary department of state DKI Jakarta have to manage garbage better, making town garden or cultivation tree in DKI Jakarta, need the existence of cooperation program among Public Health Service Provinsi DKI Jakarta, BMKG, PAM, NGO, elite figure, civitas academica in exploiting climate variation data to prevent of diarrhoea case explosion (KLB) in the future, taking care of Healthy and Clean life Behavior (PHBS), eat non contaminated and good food, good and clean hand wash with Soap (CTPS), require to intervence in SPAL aspect (segregate system) and regular garbage disposal, good garbage management program.

Read More
T-3558
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi Handayani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Ema Hermawati, Winarno
S-7357
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ryan Warjito; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Diare merupakan penyakit menular yang sangat banyak ditemukan khusus nya pada negara berkembang, Diare menyebabkan kondisi individu yang terinfeksi mengalami perubahan peningkatan frekuensi buang air besar dengan kekentalan yang sangat cair. Penyakit diare di kota depok menjadi 10 penyakit dengan angka terbanyak berjumlah 17,985 kasus dan merupakan penyakit menular berbasis lingkungan yang cukup sering dijumpai di kota Depok. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan program sanitasi lingkungan berbasis masyarakat ( stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair serta kasus diare berdasarkan kategori umur dengan jumlah kasus diare di kota depok pada tahun 2022-2024. Penelitian ini menggunakan studi ekologi dengan menganalisis menggunakan uji korelasi antar variabel. Pada hasil penelitian ini didapatkan terdapat hubungan yang bermakna pada variabel CTPS (r=-0,948), PAMMRT (r=-0,404), PSRT (r=-0,436), PLCRT (r=-0,307) dan terdapat hubungan yang kuat dan bermakna pada variabel semua umur (r=0,704) dan balita (r=0,599), Sedangkan pada variabel STOP BABS memiliki angka yang konstan karna tidak ada variasi dalam data tersebut. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa CTPS,PAMMRT,PSRT,PCLRT memiliki hubungan yang tidak searah,pada kategori umur dan balita memiliki hubungan yang searah namun pada variabel STOP BABS tidak ditemukan adanya hubungan yang berkesinambungan dengan jumlah kejadian diare.

Diarrhea is a highly prevalent infectious disease, particularly in developing countries. It causes an increase in the frequency of bowel movements and a very watery consistency in infected individuals. Diarrhea is among the 10 most prevalent diseases in Depok, with 17,985 cases. It is a highly prevalent environmental infectious disease in the city. This study aims to analyze the relationship between the implementation of community-based environmental sanitation programs (stop open defecation, washing hands with soap, household food and beverage management, household waste management, liquid waste management and diarrhea cases based on age categories with the number of diarrhea cases in Depok City in 2022-2024. This study uses an ecological study by analyzing using a correlation test between variables. The results of this study found that there was a significant relationship in the CTPS variable (r = -0.948), PAMMRT (r = -0.404), PSRT (r = -0.436), PLCRT (r = -0.307) and there was a strong and significant relationship in the variables of all ages (r = 0.704) and toddlers (r = 0.599), while the STOP BABS variable had a constant number because there was no variation in the data. The conclusion of this study is that CTPS, PAMMRT, PSRT, PCLRT have a non-unidirectional relationship, in the age category and toddlers have a unidirectional relationship but in the STOP BABS variable there was no significant relationship. continuous with the number of diarrhea incidents.
Read More
S-12169
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Gusni Febriasari; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Suwitno
S-6534
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive