Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30996 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anindya Dwita; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Budi Hartono, Amila Megraeni
Abstrak:

Laporan keuangan merupakan sumber informasi keuangan rumah sakit yang digunakan oleh manajer rumah sakit untuk mempelajari dan mengevaluasi hasil-hasil yang dilakukan rumah sakit dari masa lampau hingga saat ini.Laporan keuangan harus disusun dan dianalisa berdasarkan standar tertentu sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan dapat digunakan oleh pihak manajemen rumah sakit sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Kendala yang dihadapi unit keuangan RS. RSM menyebabkan penyusunan dan analisa terhadap laporan keuangan terhambat, sehingga manajemen kekurangan informasi yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap laporan keuangan RS. RSM di Mataram periode tahun 2009-2011. Analisis yang dilakukan adalah Analisis Vertikal, Analisis Horisontal, Analisis berdasarkan Indikator BLU RS Pemerintah. Hasil yang diperoleh menyoroti sejumlah hal yang perlu diketahui oleh manajer non keuangan dari laporan keuangan, seperti sumber pendapatan, sumber pembiayaan, laba rugi keuangan rumah sakit. Posisi aktiva, posisi pasiva dan posisi ekuitas rumah sakit yang dapat digunakan untuk kegiatan operasionalnya. Melalui analisis indikator BLU RS. Pemerintah, RS. RSM dinyatakan Sehat dengan kategori AA, yang artinya masih ada beberapa indikator yang harus mendapat perhatian lebih yaitu ROI, Collection Period, dan TATO. Bagi RS. RSM sebaiknya mulai secara rutin melakukan analisis terhadap laporan keuangan sehingga memiliki suatu dasar dalam pembuatan keputusan. Kata Kunci : Laporan Keuangan Rumah Sakit, Analisa laporan keuangan Daftar bacaan : 38 (1991 –2012).


 Hospital Financial Statements is asource of financial information used by hospital managers to study and evaluate the outcomes of the hospital performance  from  past  to present. Financial Statements should be compiled and analyzed according to certain standards for the resulting data should   more valid and could be used  by the hospital management as a basis for decision making. Constraints faced by the financial unit of the RS. RSM led to a hampered of the preparation and analysis of financial statements, caused  the lack of management information used as a basis for decision making. This study conducted an analysis of hospital financial statements of RS.RSM in Mataram  for period 20092011. The analysis performed  are Vertical Anaysis, Horizontal Analysis, and  Ratio Analysis based on Financial Health Iindicators from Indonesia Department of Health. The results highlight a number of things that need to be known by non-financial managers  from the financial statements, such as sources of income, sources of financing, hospitals’s profit,  assets position, liabilities and  equity position that can be used for its operations. Through the Ratio Analysis from Health Department, RS. RSM otherwise healthy with AA category, which mean there are still some indicators that should receive more attention, such as ROI, Collection Period, Inventory Turnover and TATO. For hospital managers. RSM financial statementsshould be linked with the medical services performance to produce a better KeyWords : Hospital financial statemenst, financial statements analysis. Number of books : 38 (1991 –2012)

Read More
B-1407
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Hidayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Boedi Sampoerno, Amila Megraini
Abstrak: Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) merupakan hal yang amat penting dan tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Kementerian induknya sebagai pertanggungjawaban dana publik dan juga memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) atas akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran negara. Tujuan penelitian ini untuk melihat proses penyusunan laporan keuangan di RSJPD Harapan Kita dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan nilai aset sebesar Rp.971.630.323.566,- di tahun 2015. Hasil penelitian menunjukan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana (PMD) dan Akuntansi memiliki latar belakang pendidikan sebanyak 53,1% sarjana (S1) ke atas dan didapati 37,5% pejabat struktural tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi. Kondisi ini terjadi karena proses pengangkatan pejabat struktural belum dilakukan secara terbuka, tetapi melalui badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat), pada akhirnya keputusan Direktur Utama yang menentukan. Namun demikian kendala ini dapat diatasi dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Sistem pengendalian internal akuntansi terkait penyusunan laporan keuangan, belum adanya validitas pada transaksi pendapatan tunai, pada proses pengakuan pendapatan piutang BPJS membutuhkan waktu 2-3 bulan dikarenakan proses verifikasi keuangan internal kekurang petugas dan belum dibantu oleh aplikasi komputer. Sedangkan untuk sistem pengendalian akuntansi pengeluaran penggunaan kartu pengawas sebagai kartu kendali belum optimal, kartu pengawas harus diterbitkan setelah proses pengadaan selesai sehingga dapat memantau berita acara serah terima (BAST) untuk mencegah keterlambatan proses pengesahan belanja. Perlunya membangun sistem informasi akuntansi rumah sakit yang terintegrasi sehingga membantu komunikasi antar unit kerja dan mengontrol aliran dokumen, lebih lanjut menghasilkan laporan keuangan secara real time. Peran auditor internal lebih diharapkan berperan sebagai katalisator dengan memberikan bimbingan dan ikut aktif dalam proses bisnis. Kata kunci : Laporan Keuangan BLU, Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara, Kompetensi SDM, Sistem Pengendalian Internal Akuntansi, Penggunaan TI, Auditor Internal The Financial Statement of the Public Service Agency (BLU) is very important and inseparable from the Financial Statements of its parent Ministry as accountable for public funds and also provides reasonable assurance on the accountability and transparency of the use of the state budget. The purpose of this study is to see the process of preparing financial statements at RSJPD Harapan Kita by using qualitative research methods. With the asset value of Rp.971.630.323.566, - in the year 2015. The results show the competence of human resources (HR) in the Treasury and Mobilization Fund (PMD) and Accounting has educational background of 53.1% bachelor to Over and found 37.5% of structural officials have no economic or accounting education background. This condition occurs because the process of appointment of structural officials has not been done openly, but through the agency of consideration of rank (baperjakat), ultimately the decisions of the President Director determine. However, this obstacle can be overcome by providing education and training held by the Ministry of Finance and the Ministry of Health. Accounting internal control system related to the preparation of financial statements, the absence of validity on cash income transactions, the recognition process BPJS receivable income takes 2-3 months due to the internal financial verification process lack of officers and has not been assisted by computer applications. As for the accounting control system, the use of supervisory card as the control card is not optimal yet, the supervisory card must be issued after the procurement process is completed so that it can monitor the acceptance report (BAST) to prevent the delay of the approval budget. The need to build an integrated hospital accounting information system that helps communicate between work units and control the flow of documents, further generating financial reports in real time. The role of internal auditors is more expected to act as a catalyst by providing guidance and actively participating in business processes.. Keywords: BLU Financial Report, State Financial Management Accountability, Human Resource Competence, Accounting Internal Control System, IT Utilization, Internal Auditor
Read More
B-1926
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usri Suharyono; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
B-459
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danny Husni Nur Hakim; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Amila Megraini, Suhasbagyo
B-1119
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaifuddin Zuhri; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Hasbullah Thabrany, Hafizurarachman, Marsdenia
Abstrak:
Rumah Sakit Tugu ibu merupakan rumah sakit swasta milik Yayasan (YASPEN), dalam menjalankan rumah sakit ini dibutuhkan pendapatan dari hasil kegiatan untuk membiayai kegiatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui tren utilisasi dan tren keuangan Rumah Sakit Tugu ibu sehingga didapatkan proyeksi utilisasi dan keuangannya, mengunakan rise operasi, penelitian ini melakukan analisis utilisasi, analisis neraca, analisis laba/rugi dan analisis proyeksi, dengan data tahun 1999 sampai dengan tahun 2003, diperbandingkan dengan nilai rata - rata, kapasitas, nilai konstan serta tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukan aktiva lancar berfluktuasi antara 28,4 % sampai 44,8 % dengan hutang lancar juga berfluktuasi antara 14 % sampai 19,6 % serta modal yang terus meningkat dari 30 % sampai 61,7 %. Unit produksi farmasi memberikan kontribusi terbesar pendapatan rumah sakit sebesar 39 %. utilisasi pelayanan medis menurun di tahun 2002 dan 2003 dan meningkat di tahun 2000 dan 2001, utilisasi penunjang medis menurun di tahun 2002 dan 2003, kecuali unit radiologi tetap meningkat. Pendapatan rumah sakit terus meningkat dengan 3 kali kenaikan tarif serta biaya yang terus meningkat dan bila dibandingkan dengan nilai konstan/riil, masih lebih tinggi yaitu sekitar 2 - 15 %. Surplus yang didapatkan secara nominal tetap meningkat, namun dibandingkan nilai riil, pada tahun 2001 dan tahun 2003 dibawah nilai riil, dapat dikatakan tahun tersebut asetnya menurun sedangkan tahun 2000 dan tahun 2002 didapatkan surplus baik secara nominal maupun nilai riilnya. Rasio keuangan digambarkan dengan rasio likuiditas berfluktuasi antara 2,19 pada tahun 1999 dan 1,16 ditahun 2003, tahun 1999 - 2002 dalam kondisi likuiditas baik, sedangkan tahun 2003 kurang baik likuiditasnya. Rasio hutang membaik dari 70 % ditahun 1999 menurun sampai 15 % ditahun 2003. Rasio aktivitas dari tahun ke tahun meningkat dari 2,56 menjadi 4,02 dan rasio profitabilitas berfluktuasi dari 3 % di tahun 1999 menjadi 8 % di tahun 2000 dan menurun menjadi 1 % di tahun 2003. Dari hasil simulasi didapatkan pendapatan riil minimal rumah sakit adalah sebesar Rp 17.122.538.652, dengan nilai inflasi rata - rata 8 %. Proyeksi utilisasi meningkat kecuali unit rawat jalan, kamar bersalin dan kamar operasi dan proyeksi keuangan rumah sakit meningkat, agar tetap bertahan dan berkembang dibutuhkan rencana bisnis, survey pelanggan, meningkatkan mutu pelayanan agar utilisasi meningkat dan melakukan analisis biaya dan analisis unit cost agar keuangan lebih efektif dan efisien. Daftar bacaan : 43 (1979 - 2004)

The Trend Financial Report Analysis of Tugu Ibu Hospital Based on the Trend of Utilization Years 1999 - 2003Tugu Ibu is a private hospital belongs to the YASPEN foundation. In running the hospital revenue is needed the income that comes from the business activity to finance the hospital operation. The aim of this research to know utilization and financial of Tugu Ibu Hospital trends using operational research so it was got the utilization, trial balance, income statement and projection analysis, with 1999 to 2003 data, that compare than the average point, capacity, constant point from year to the following year continuously. The result of this research shows current asset is fluctuation between 28,4 % and 44,8 % with debt assets fluctuation too between 14 % to 19,6 % and the capital assets that increase continuously from 30 % into 61,7 %. The pharmacy production unit give the biggest income to the hospital contribution around 39 % utilization medical services decreased in the year of 2002 and 2003 and increase in the year of 2000 and 2001, utilization medical co services decreased in the year of 2002 and 2003 3xcept the radiology unit, that keeps increasing. The income of the hospital increases 3 times of the increases tariff and cost keep on growing up and if it is compared than the constant value, it is still higher namely around 2 - 15 %. Surplus that got in nominal value keeps increasing but if it is compared than the real value in the year of 2001 and 2003 underneath the real value. So it is said that the assets in those years decreased in reality while in year of 2000 and 2002, got nominal surplus as well as its real value. The financial ratio is described by liquidity ratio with the fluctuation of 2,19 in 1999 and 1,16 in 2003 but in year of 1999 into 2002 in good liquidity conditions while in the year of the 2003 in worse liquidity condition. The debt ratio is better from 70 % in the year of 1999 and decreased until 15 % in the year of the 2003. The ratio activity from year to year increased from 2,56 to 4,02 and the ratio of the profitability with the fluctuation of 3 % in the year of 1999 and 8 % in the year of 2000 and decreased into l % in the year of the 2003. From the simulation result shows real minimal income of the hospital around Rp 17.122.538.652. with inflation average rate around 8 %. The utilization projection increased except the ambulatory unit, fetus room and surgical room units and the financial projection of the hospital increased in order it keep standing and developing that needed by business plan, customer survey and increased the services of the quality in order the utilization increased and does the cost analysis and the analysis of unit cost in order the finance is more effective as well as efficient finance. Bibliography, 43 (1979 - 2004)
Read More
B-798
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Maryam; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.


 

The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.

Read More
B-957
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulisar Khiat; Pembimbing: Hafizurrahchman; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Endang Adriyani
Abstrak: Latar Belakang. Pengendalian persediaan perbekalan farmasi dengan mempergunakan sistem komputer secara terintegrasi bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan, mengingat banyak aspek yang terkait yang perlu dipersiapkan dengan baik, dimana kebijakan persediaan perbekalan farmasi dan pencatatan akuntansi harus jelas, sistem informasi pengelolaan persediaan harus didesain dengan tepat, sumber daya manusia yang terlibat harus disiplin agar pelaporan dari persediaan perbekalan farmasi diperoleh dengan tepat dan akurat, tidak ada selisih antara pelaporan fisik dan pencatatan akuntansi. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa informasi mengenai faktor penyebab selisih laporan persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi dengan laporan persediaan di Bagian Keuangan. Penelitian dilakukan di Instalasi Farmasi dan Bagian Keuangan terhadap data bulan Januari sampai dengan Desember 2004. Metode. Jenis penelitian yang dipilih adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada kebijakan persediaan perbekalan farmasi secara tertulis yang menyebabkan terjadi persepsi yang berbeda antar unit terkait, belum tersosialisasinya standar operasional prosedur persediaan perbekalan farmasi mengakibatkan kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi bersama unit terkait tidak berjalan dengan baik, belum lengkapnya standar operasional prosedur tentang pencatatan akuntansi persediaan perbekalan yang mengakibatkan keragu-raguan terhadap hasil pencatatan yang ada, sumber daya manusia yang belum memahami sistem persediaan perbekalan farmasi sehingga terjadi tidak konsistennya petugas dalam menjalankan tugas yang telah ditetapkan dan belum berjalannya pengawasan terhadap dokumen penunjang yang mengakibatkan keraguan terhadap hasil keakuratan laporan persediaan perbekalan farmasi. Selain daripada itu program komputer yang mendukung terlaksananya pengendalian persediaan perbekalan farmasi mempunyai masalah dalam hal perangkat lunak (software) yaitu jaringan komputer yang mengakibatkan terjadinya hang dan fatal error, maupun perangkat keras (hardware) yaitu sistem kabeling dan konektor yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan informasi. Kesimpulan : perlu disusun kebijakan persediaan perbekalan farmasi dan kebijakan akuntansi persediaan dengan SK Direktur, perlu dilakukannya penyempurnaan alur proses persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi, perlu dikembangkannya alur proses persediaan perbekalan farmasi di Bagian Keuangan dengan mmenggunakan dokumen bukti pengeluaran obat dan alat kesehatan sebagai fungsi pengontrolan, agar dievaluasi SOP di Instalasi Farmasi (obat racikan dihitung sampai nilai desimal), perlu dibuatnya SOP di Bagian Keuangan dan disesuaikan dengan SOP lainnya, diperlukan pelatihan tentang manajemen logistik yang terintegrasi bagi para petugas struktural dan pelaksana, perlu adanya pengkajian ulang terhadap struktur organisasi di Instalasi Farmasi dan Bagian Keuangan, serta perlu dikembangkannya program komputer baik software maupun hardware, sehingga selisih antara laporan persediaan perbekalan farmasi di Instalasi Farmasi (nilai fisik) dengan laporan persediaan perbekalan farmasi di Bagian Keuangan (nilai General Ledger) dapat diminimalisasi seoptimal mungkin. Kata Kunci : farmasi, inventori, General Ledger.
Background. Pharmacy inventory controlling using integrated computer system is not a simple task to be done because the system depend on many aspects such as pharmacy regulation including a clear accountancy administration, a good pharmacy information system, good and discipline human resources so that report from pharmacy inventory system will be accurate and exact and there are no differences between physical report and accountancy report. Purpose. The purpose of this study is to analyzing and identifying the cause factors related to the discrepancy between inventory report in Pharmacy Unit and pharmacy inventory report in Finance Division. This is research a descriptive-analytical which is conducted by means of qualitative approach. Methodes. The qualitative data collection is conducted using in-depth interview methode and data base from January to December 2004. The research is contucted in Pharmacy Unit and Finance Division at Ibu dan Anak HERMINA. Result. The result of this research showed that the dicrepancy between pharmacy inventory and accounting reports are caused by unwritten regulation on pharmacy inventory, unsocialized procedure standart related to pharmacy inventory, incomplete procedure standart on Accuntancy Unit, and minimal controlling in checking and cross checking between physical report and accountancy report. Besides that the computer program which support pharmacy inventory control have several problems in their sofware and hardware system. Conclusion. It is recommended recommendations that the hospital should develop the procedure standart in managing pharmacy inventory related to Pharmacy Unit, Finance Division, Electronic Data Processing (EDP). Therefore discrepancy between pharmacy inventory report (physical evidence) with finance report (general ledger point) can be minimized. Keywords : Pharmacy, inventory, General Ledger.
Read More
B-857
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Heri Iswanto; Pembimbing: Prastuti Soewondo
B-762
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rafela Allaida Roestam; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Sri Hartini, Amila Megraini
B-1273
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budiono; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Wahyu Sulistiadi, Erla Andrianti
B-1156
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive