Ditemukan 30996 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Laporan keuangan merupakan sumber informasi keuangan rumah sakit yang digunakan oleh manajer rumah sakit untuk mempelajari dan mengevaluasi hasil-hasil yang dilakukan rumah sakit dari masa lampau hingga saat ini.Laporan keuangan harus disusun dan dianalisa berdasarkan standar tertentu sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan dapat digunakan oleh pihak manajemen rumah sakit sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Kendala yang dihadapi unit keuangan RS. RSM menyebabkan penyusunan dan analisa terhadap laporan keuangan terhambat, sehingga manajemen kekurangan informasi yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap laporan keuangan RS. RSM di Mataram periode tahun 2009-2011. Analisis yang dilakukan adalah Analisis Vertikal, Analisis Horisontal, Analisis berdasarkan Indikator BLU RS Pemerintah. Hasil yang diperoleh menyoroti sejumlah hal yang perlu diketahui oleh manajer non keuangan dari laporan keuangan, seperti sumber pendapatan, sumber pembiayaan, laba rugi keuangan rumah sakit. Posisi aktiva, posisi pasiva dan posisi ekuitas rumah sakit yang dapat digunakan untuk kegiatan operasionalnya. Melalui analisis indikator BLU RS. Pemerintah, RS. RSM dinyatakan Sehat dengan kategori AA, yang artinya masih ada beberapa indikator yang harus mendapat perhatian lebih yaitu ROI, Collection Period, dan TATO. Bagi RS. RSM sebaiknya mulai secara rutin melakukan analisis terhadap laporan keuangan sehingga memiliki suatu dasar dalam pembuatan keputusan. Kata Kunci : Laporan Keuangan Rumah Sakit, Analisa laporan keuangan Daftar bacaan : 38 (1991 –2012).
Hospital Financial Statements is asource of financial information used by hospital managers to study and evaluate the outcomes of the hospital performance from past to present. Financial Statements should be compiled and analyzed according to certain standards for the resulting data should more valid and could be used by the hospital management as a basis for decision making. Constraints faced by the financial unit of the RS. RSM led to a hampered of the preparation and analysis of financial statements, caused the lack of management information used as a basis for decision making. This study conducted an analysis of hospital financial statements of RS.RSM in Mataram for period 20092011. The analysis performed are Vertical Anaysis, Horizontal Analysis, and Ratio Analysis based on Financial Health Iindicators from Indonesia Department of Health. The results highlight a number of things that need to be known by non-financial managers from the financial statements, such as sources of income, sources of financing, hospitals’s profit, assets position, liabilities and equity position that can be used for its operations. Through the Ratio Analysis from Health Department, RS. RSM otherwise healthy with AA category, which mean there are still some indicators that should receive more attention, such as ROI, Collection Period, Inventory Turnover and TATO. For hospital managers. RSM financial statementsshould be linked with the medical services performance to produce a better KeyWords : Hospital financial statemenst, financial statements analysis. Number of books : 38 (1991 –2012)
Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.
The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.
Background. Pharmacy inventory controlling using integrated computer system is not a simple task to be done because the system depend on many aspects such as pharmacy regulation including a clear accountancy administration, a good pharmacy information system, good and discipline human resources so that report from pharmacy inventory system will be accurate and exact and there are no differences between physical report and accountancy report. Purpose. The purpose of this study is to analyzing and identifying the cause factors related to the discrepancy between inventory report in Pharmacy Unit and pharmacy inventory report in Finance Division. This is research a descriptive-analytical which is conducted by means of qualitative approach. Methodes. The qualitative data collection is conducted using in-depth interview methode and data base from January to December 2004. The research is contucted in Pharmacy Unit and Finance Division at Ibu dan Anak HERMINA. Result. The result of this research showed that the dicrepancy between pharmacy inventory and accounting reports are caused by unwritten regulation on pharmacy inventory, unsocialized procedure standart related to pharmacy inventory, incomplete procedure standart on Accuntancy Unit, and minimal controlling in checking and cross checking between physical report and accountancy report. Besides that the computer program which support pharmacy inventory control have several problems in their sofware and hardware system. Conclusion. It is recommended recommendations that the hospital should develop the procedure standart in managing pharmacy inventory related to Pharmacy Unit, Finance Division, Electronic Data Processing (EDP). Therefore discrepancy between pharmacy inventory report (physical evidence) with finance report (general ledger point) can be minimized. Keywords : Pharmacy, inventory, General Ledger.
