Ditemukan 33512 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
This research used cross-sectional design that aimed to identify disability determinants in Indonesia, in relation with inability for bathing and dressing, by using Basic Health Research Data in 2007.
Tesis ini membahas mengenai ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC selama kehamilannya dengan kejadian kematian neonatal. Kematian neonatal merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian utama di dunia. Kematian neonatal dapat disebabkan berbagai faktor, baik dari segi faktor ibu, faktor bayi maupun faktor pelayanan kesehatan. Frekuensi kunjungan ANC merupakan bagian pelayanan kesehatan yang merupakan faktor pencegah terjadinya kematian neonatal jika ibu hamil mengikuti semua yang dianjurkan pada pelayanan antenatal, yaitu melakukan kunjungan ANC ≥ 4 kali selama 3 trimester kehamilannya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab kematian neonatal adalah frekuensi kunjungan ANC, paritas, komplikasi kehamilan, berat lahir bayi, pemeriksaan neonatal dini. Terdapat interaksi antara frekuensi kunjungan ANC dengan berat lahir bayi yaitu ibu yang tidak melakukan kunjungan ANC atau < 4 kali selama kehamilannya dan memiliki bayi dengan berat lahir ≥ 2500 gram memiliki peluang lebih besar 2,6 kali untuk terjadinya kematian neonatal dibandingkan dengan ibu yang melakukan kunjungan ANC ≥ 4 kali selama kehamilannya. Hal ini dikarenakan kematian neonatal pada bayi yang memiliki berat lahir ≥ 2500 gram sebagian besar adalah bayi dengan berat lahir > 4000 gram yang merupakan risiko tinggi untuk terjadinya kematian neonatal, sehingga diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kematian neonatal untuk berat bayi > 4000 gram. Dan yang berkaitan dengan frekuensi kunjungan ANC, diharapkan dari pemerintah membuat kebijakan yang lebih tegas mengenai kewajiban ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali dalam 3 trimester selama kehamilannya. Kata kunci : ANC, antenatal, berat lahir, neonatal, kematian, kematian neonatal
This thesis discusses the pregnant mothers who visited ANC during pregnancy with the incidence of neonatal death. Neonatal mortality is a health issue that is still a major concern in the world. Neonatal deaths can be caused by various factors, both in terms of maternal factors, infant factors and health service factors. Frequency of ANC visits are part of health care is a factor preventing the occurrence of neonatal death when pregnant women are advised to follow all the antenatal care, ie a visit ANC ≥ 4 times during the three trimesters of pregnancy. This study uses cross-sectional design using multiple logistic regression analysis. These results indicate that the cause of neonatal death is the frequency of ANC visits, parity, pregnancy complications, birth weight infants, early neonatal examination. There is interaction between the frequency of ANC visits with the mother's birth weight infants who did not make a visit ANC or 4000 grams who are at high risk for the occurrence of neonatal death, so expect to do further research on neonatal mortality to infant weight > 4000 g. And related to the frequency of ANC visits, expected from the government to make policies more firmly on the obligations of pregnant women for pregnancy check at least 4 times in the third trimester during pregnancy. Key words : ANC, antenatal, birth weigth, neonatal, mortality, neonatal mortality
Saat ini tetjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat adalah penyakit diabetes. Dari beberapa survei epidemiologi didapatkan angka prevalensi diabetes di Indonesia dari 1,7% pada tahun 1982 menjadi 5,7% pada tahun 1993, kemudian pada tahun 2001 menjadi 12,8%. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2003, diabetes merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Rumah Sakit Umum di Indonesia tahun 2002, nomor tiga terbanyak pada pasien rawat jalan rumah sakit di Indonesia tahun 2003 dan nomor lima terbanyak pada pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan faktor determinan kejadian diabetes pada orang dewasa di Indonesia, merupakan analisis data sekunder dari SKRT 2004, menggunakan rancangan potong lintang (cross sectional). Populasi studi adalah orang dewasa umur 25 tahun atau lebih, sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sadalah 4.860 orang. Pengambilan sampel dan variabel-variabel yang diteliti disesuaikan dengan yang ada pada SKRT 2004. Analisis dilakukan secara bertahap mulai dari analisis univariabel, bivariabel dan multivariable. Analisis multivariable menggunakan analisis regresi logistik ganda, dimulai dengan identifikasi kovariat potensial. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian diabetes pada orang dewasa di Indonesia adalah 12,5%. Dari analisis multivariable didapat hubungan yang bermakna antara IMT, umur dan jenis kelamin dengan kejadian diabetes. IMT >27kg/m2 merupakan faktor detenninan yang paling dominan terhadap kejadian diabetes, dengan nilai OR 1,90; 95% Cl (1,45-2,49). Disarankan perlunya promosi tentang penyakit degeneratif. Perlunya pencegahan dan penanggulangan serta surveilans faktor risiko diabetes, Bagi orang yang berisiko perlunya pemantauan berat badan, mengubah pola hidup, pengaturan pola makan dan perilaku sehat seperti latihan jasmani yang teratur.
Tesis ini bertujuan untuk melihat model persamaan struktural determinan stunting pada anak bawah dua tahun di Indonesia tahun 2010 dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010. Tehnik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model Analysis. Determinan stunting yang memiliki jalur langsung stunting adalah indikator pola asuh (perilaku menyusui), asupan makanan (tablet besi pada ibu, vitamin A pada ibu dan anak) dan sosial ekonomi (lokasi tinggal, jumlah anggota keluarga, pengeluaran per kapita, pendidikan ibu dan rumah sehat). Variabel sosial ekonomi merupakan variabel yang memiliki hubungan statistic yang bermakna terhadap stunting. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi ibu sejak hamil. Untuk memperluas cakupan, peningkatan pengetahuan dapat dilakukan di posyandu yaitu pada meja 4. Saran lain adalah melakukan program peningkatan pendapatan rumah tangga, baik oleh pemerintah maupun kerjasama dengan LSM atau lembaga swasta terkait. . Kata Kunci : Stunting, Structural Equation Model, anak bawah dua tahun
The thesis is intended to see the structural equation model of determinant stunting of children under two years in Indonesia in 2010 by using data from “Riset Kesehatan Dasar” in 2010. Analysis technique that is used is Structural Equation Model Analysis. Determinants of stunting that has a direct path to the stunting is an indicator of care (breastfeeding), food intake (maternal iron tablets, vitamin A in mother and child) and the socio-economic indicators (location of residence, family size, expenditure per capita, maternal education and healthy house). Socio-economic variable is the only variable that is significantly different toward stunting. It is recommended to improve mother knowledge on nutrition from pregnancy period and to increase the coverage, it can be done through posyandu at table 4. Another suggestion is to create such income generating program. It could be done by government or partnering with NGO or related private institution as well. Key Words: Stunting, Structural Equation Model, children under two
Preeklampsia berat (PEB) dan eklampsia merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian ibu di Indonesia. Di RSU Kabupaten Tangerang PEB dan eklampsia merupakan penyebab kematian tertinggi (45,4%), angka ini lebih tinggi bila di bandingkan dengan beberapa RS daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan eklampsia di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2008-2010. Desain yang digunakan kasus kontrol (case control) dengan jumlah sampel kasus 40 dan kontrol 80. Data didapatkan dari status pasien di rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi janin berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan dan eklampsia dengan p value 0,021 setelah dikontrol variabel usia ibu, gravida, jenis persalinan, riwayat KB dan pengasilan keluarga. Ibu PEB dan eklampsia dan kondisi janin IUFD meningkatkan risiko kematian ibu 6,28 kali (95% CI 1,32-30,02) bila dibandingkan ibu yang kondisi janin tidak IUFD. Maka Perlu upaya menurunkan jumlah kematian ibu akibat PEB dan eklampsia, diharapkan RSU Kabupaten Tangerang meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan adekuat, tepat guna dan tepat waktu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas. Dinas kesehatan meningkatan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan program promotif dan preventif. Peneliti lain diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan menggunakan data primer dan bagi masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pemeliharaan kesehatan. Kata kunci: Determinan kematian ibu, preeklampsia berat dan eclampsia
Severe Preeclampsia (PEB) dan Eclampsia is one of the highest cause of maternal death in Indonesia. At RSU Kabupaten Tangerang (public hospital at Tangerang) preeclampsia and eclampsia is the highest cause of death (45,4%), and this rate is much more higher than some hospital in some area aroun Indonesia. This research aimed to determine the factors associated with maternal deaths due to PEB and eclampsia at RSU Tangerang in the year of 2008 – 2010. The desaign used is the case control by using about 40 case samples and 80 controlers. Data obtained from the patient's status in medical records. The results of research showed that the fetal condition releated maternal deaths due PEB and eclampsia it is seen from the p value of 0,021 after controlled with variable maternal age, gravida, type of delivery, a history of family planning and family income. The mother suffered PEB and eclampsia with fetal condition will IUFD risk 6,28 times (95% CI 1,32 to 30,02) of maternal deaths than if the condition of the fetus is not IUFD. There are necessary efforts to reduce the number of maternal deaths due to PEB and eclampsia, which is expected to RSU Tangerang to improve comprehensive and adequate health care, appropriate and on time action, and improving the quality of human resources and facilities. Health agencies should improve equity of health services in all layers of society and enhance the promotion and preventive programs. Another study is expected to increase the number of samples and using primary data and for the community is expected to play an active role in the maintenance of health. Key words: Determinants of maternal death, severe preeclampsia and eclampsia
