Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35817 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Habib Qalby Al Zhahir; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Chandra Satrya, Soedarmadji
S-7525
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meigina Ramadhanti Putri; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
S-6189
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahmah Hidayatullah Lubis; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Hanny Harjulianti, Iqbal Hasyim
T-3422
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Dwi Chrismastuty; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ira Siti Sarah
S-7180
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priska Aulianingrum; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Hendra, Ika Ratnawati, Jubaedah
Abstrak:
Musculoskeletal Disorders (MSDs) telah menjadi salah satu masalah kesehatan kerja paling serius yang dihadapi perawat di seluruh dunia. Cedera ini sebagian besar disebabkan oleh kelelahan yang terkait dengan mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi pasien secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor risiko MSDs pada perawat ruang rawat inap di RS X. Design penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 127 perawat runag rawat inap. Penelitian ini menggunakan kuesioner REBA untuk mengukur postur kerja, kuesioner SNI 9011:2021 untuk menilai tingkat risiko MSDs dan kuesioner COPSOQ III untuk menilai faktor risiko psikososial. Uji statistik chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel faktor risiko individu,pekerjaan, dan psikososial dengan keluhan MSDs. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 89,9% perawat melaporkan keluhan nyeri dengan lokasi nyeri keluhan terbanyak adalah leher (72,44%), punggung bawah (62,99) & betis kiri (62,99%), kemudian betis kanan (62,20%). Memindahkan pasien dari brankar ke tempat tidur merupakan aktivitas dengan postur kerja yang paling berisiko tinggi terhadap kejadian MSDs. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor psikososial tuntutan kerja dengan keluhan MSDs (p value = 0,024 ; OR 5,127). Kesimpulannya postur kerja janggal dan tuntutan kerja berkontribusi terhadap keluhan MSDs pada perawat.

Musculoskeletal Disorders (MSDs) have become one of the most serious occupational health problems faced by nurses worldwide. These injuries are mostly due to fatigue associated with manually lifting, moving, and repositioning patients. The purpose of this study was to analyze the risk factors for MSDs in inpatient nurses at X Hospital. The study design was cross-sectional, research on 127 nurses, used the REBA questionnaire to measure work posture, the SNI 9011:2021 questionnaire to assess the risk level of MSDs and the COPSOQ III to assess psychosocial risk factors. The chi-square statistical test was used to determine the relationship between individual, occupational, and psychosocial risk factor with MSDs complaints. The results of this study found that 89.9% of nurses reported complaints of pain with the most common locations of pain complaints being the neck (72.44%), lower back (62.99%) & left calf (62.99%), then right calf (62.20%). Transferring patients from gurney to bed is an activity with work postures that has the highest risk of MSDs. There is a significant relationship between psychosocial factors of work demands and MSDs complaints (p value = 0.024; OR 5.127). In conclusion, awkward work postures and work demands are contribute to MSDs complaints among nurses.
Read More
T-6614
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kevin Akhira Nofsi; Pembimbing: Abdul Kadir; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Nida Hanifah Nasir
Abstrak:
Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan yang umum terjadi pada pekerja. Salah satu pekerja yang memiliki risiko tinggi untuk terpajan MSDs Adalah sopir bus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) selama mengemudi pada sopir bus PT Transport Express Jaya tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Responden pada penelitian ini terdiri dari 40 orang pekerja yang merupakan sopir bus PT Transport Ekspress Jaya. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan menggunakan kuesioner yang disebar kepada pekerja. Analisis statistik yang digunakan adalah uji analisis deskriptif dan analisis korelasi chi-square dan menganalisis hasil Odds Ratio (ORD) menggunakan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil analisis Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan signifikan pada salah satu faktor yaitu aktivitas fisik (P-value <0,05), sementara itu faktor individu seperti usia, IMT, konsumsi rokok, dan masa kerja memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap gejala MSDs (P-value >0,05). Faktor pekerjaan seperti durasi, frekuensi, tipe kendaraan dan jarak juga memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap gejala MSDs (P-value >0,05). Analisis juga menggunakan ukuran Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95% (CI 95%)

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common complaints among workers. One occupational group with a high risk of MSD exposure is bus drivers. This study aimed to analyze factors associated with Musculoskeletal Disorder (MSD) complaints during driving among bus drivers of PT Transport Express Jaya in 2025. This study employed a cross-sectional design with a descriptive analytic approach. The respondents consisted of 40 bus drivers employed by PT Transport Express Jaya. Data were collected through direct measurements and questionnaires distributed to the workers. Statistical analysis included descriptive analysis and chi-square correlation analysis, as well as the calculation of Odds Ratios (OR) using IBM SPSS software. The results of the chi-square test showed a significant association for one factor, namely physical activity (p-value < 0.05). Meanwhile, individual factors such as age, body mass index (BMI), smoking consumption, and length of service showed no significant association with MSD symptoms (p-value > 0.05). Work-related factors, including driving duration, driving frequency, vehicle type, and travel distance, also showed no significant association with MSD symptoms (p-value > 0.05). The analysis also included the calculation of Odds Ratios (OR) and 95% confidence intervals (95% CI).
Read More
S-12159
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Rohmana Malik; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Chandra Prijanahadi, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan cedera dan gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Salah satu penyebab dari keluhan MSDs adalah getaran (whole body vibration). Driver ojek online yang mempunyai aktivitas berkendara setiap hari mempunyai risiko untuk terpajan getaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pajanan getaran (whole body vibration) dan keluhan MSDs pada driver ojek online di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online region Jakarta, dengan total sampel sebanyak 42 orang untuk menggambarkan keluhan MSDs dan 30 orang untuk menganalisis hubungan antara whole body vibration dengan keluhan MSDs. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map and vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersering yang mengalami keluhan MSDs pada pekerja driver ojek online adalah pinggang bawah (76,2%), pantat (78,6%), bahu kanan (47,6%), bahu kiri (47,6%), dan pergelangan tangan kanan (45,2%). Pada penelitian ini diketahui bahwa usia, IMT, masa kerja, durasi pajanan kerja, frekuensi kerja, dan whole body vibration belum cukup berpengaruh dalam menyebabkan keluhan MSDs.
Read More
T-5617
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiranti Vindhagita Aisyah; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Dadan Erwandi, Tubagus Hedi Saepudin
S-7714
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gianina Afiqah Putri; Pembimbing:Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Toni Nurdianto
Abstrak:

MSDs sering dialami oleh pekerja perkantoran karena banyak menghabiskan waktunya
untuk melakukan pekerjaan statis. Di PT X, keluhan terkait MSDs seringkali muncul, namun PT X belum melakukan pengukuran terkait dengan risiko ergonomi dan MSDs sejak periode September 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat keluhan MSDs PT X dan apakah ada hubungannya dengan faktor risiko individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan IMT) dan postur kerja. Hubungan di antar variabel diuji menggunakan uji spearman. Faktor risiko yang berhubungan signifikan adalah faktor risiko individu IMT dengan P value = 0.018 dan koefisien korelasi -0.41 yang menandakan arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan cukup. Arah hubungan negatif berarti adanya hubungan terbalik di antara IMT dan tingkat keluhan MSDs. Semakin tinggi IMT, kemungkinan untuk mengalami MSDs akan semakin rendah.


MSDs is closely associated with those who works office job as they spent most of their  time sitting in the same position. At PT X, MSDs complaints frequently occurred,  however, no ergonomic assessments have been conducted since September 2021. This  study aims to get the general level of MSDs complaints among office workers at PT X and  to examine whetere there is a relationship between the level of MSDs complaints and  individual risk factors (age, gender, physical activity, and BMI) as well as working  postures. The correlation between variables were tested using the Spearman correlation  test. BMI was found to have a significant relationship with MSDs with a p-value of 0.018  and a correlation coefficient of -0.41 that indicates a moderate negative relationships.  This outcome suggests that those with higher BMI, have a lower likelihood to experience MSDs  

Read More
S-12222
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nono Haryono; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Indri Hapsari Wulandari, Wiprasyogie, Ade Mutiara
Abstrak: Penelitian bertujuan memperoleh gambaran dan hubungan faktor-faktor risiko individu dan pekerjaan terhadap keluhan muskuloskeletal disorder pada pekerja kantor PT. X Jakarta. Metode yang digunakan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder hasil medical check up data dan perangkat lunak RSIGuard untuk 607 pekerja. Dari 607 pekerja terdapat 292 orang (48, 1%) mengalami keluhan musculoskeletal discomfort. Hasil uji bivariate menunjukkan hubungan signifikan (p<0,005) antara faktor individu (tinggi badan, berat badan, olahraga, jenis kelamin dan temuan masalah musculoskeletal pada MCU), dan faktor risiko pekerjaan (self-assessment risk, overall risk level, average daily mouse use, break time taken dan average strain from mouse use) dengan discomfort. Hasil uji multivariate menunjukkan jenis kelamin, temuan masalah musculoskeletal MCU, self-assessment dan overall assessment merupakan faktor-faktor yang memiliki hubungan kuat dan dapat mempengaruhi keluhan musculoskeletal discomfort. Saran-saran ditujukan untuk mencegah discomfort dan work related musculoskeletal disorder melalui prinsip-prinsip ergonomik.

The objective of this study are to describe profile and relationship between individual and occupational risks factors with musculoskeletal discomfort in office workers of PT. X Jakarta. This is cross-sectional using secondary data of medical check up (MCU) and RSIGuard software for 607 workers. There are 272 of 607 workers (48.1%) complained musculoskeletal discomfort based on self-asessment result. Based on bivariate test results a significant (p <0.005) for individual factors (height, weight, exercise, sex and medical finding during MCU), and occupational risk factors from computer usages (self assessment risk, overall risk level, average daily mouse use, break time taken and average strain of mouse use). The final model of multivariate test results a significant correlation of gender, findings of musculoskeletal problems, self-assessment and overall assessment with musculoskeletal discomfort complaints. Suggestions addressed to reduce occupational factors to prevent discomfort and work-related musculoskeletal disorder through ergonomic princips.
Read More
T-4922
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive