Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35714 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fachrudin Ahmad; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Endang Sri Widyaningsih, Sri Andewi
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini membahas tentang penggunaan jamu untuk pengobatan pada pasien di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Tawangmangu tahun 2012. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Rapid Assesment Procedures (RAP). Hasil penelitian menemukan bahwa jamu yang digunakan untuk pengobatan sudah dirasakan manfaatnya dengan efek samping yang ringan, serta jamu yang paling banyak digunakan adalah sediaan godokan. Hal yang mendukung penggunaan jamu untuk pengobatan adalah pengetahuan terhadap tanaman obat, persepsi terhadap jamu, informasi mengenai klinik dan fasilitas pelayanan yang tersedia, keterjangkauan akses, adanya keluhan sakit serta keinginan untuk sembuh. Saran dari penelitian ini perlunya edukasi kepada masyarakat dan penambahan Klinik Saintifikasi Jamu yang terjangkau.


 

 ABSTRACT This thesis discusses the use of Jamu for treatment on patients at The Hortus Medicus Jamu Scientification Clinic in 2012. The study was a qualitative research using Rapid Assessment Procedures (RAP) approach. The study found that Jamu medicine used for treatment has already felt the benefit with low side effects, as well as the most widely used Jamu preparations is boiling. Factors encouraged the use of Jamu medicine for treatment are the knowledge of medicinal plants, Jamu perception, the availability of information on clinical and service facilities, the affordability of access, the pain complaints and the desire to recover. There is a need to educate people and increasing an affordable Jamu Scientification Clinic

Read More
T-3665
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Samaria Santosa; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sabarinah B Prasetyo, Tri Krianto, Bambang Setiaji, Dian Kusumadewi
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemelekan kesehatan pasien di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (KDK FKUI) Kiara dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kemelekan kesehatan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan 27,4% responden memiliki tingkat kemelekan kesehatan tinggi dan 72,6% memiliki tingkat kemelekan kesehatan rendah.Faktor yang paling berhubungan dengan tingkat kemelekan kesehatan adalah akses informasi kesehatan. Terdapat peranan informasi kesehatan dari pendekatan kedokteran keluarga KDK FKUI Kiara pada tingkat kemelekan kesehatan pasien. Diperlukan upaya peningkatan kemelekan kesehatan pasien melalui peningkatan akses informasi kesehatan. Kata Kunci: kemelekan kesehatan, kedokteran keluarga, akses informasi Kesehatan


 The objective of this study was to assess patient’s health literacy level in Kiara Family Medicine Clinic of Medical Faculty University of Indonesia and its determinants. This was a quantitative research with cross sectional design. The results showed that 27,4% respondent had high health literacy level and 72,6% respondents had low health literacy level. The most dominant influencing factor of health literacy was accessibility to health information. Health information by family medicine approach by Kiara Family Medicine Clinic had a role in patient’s health literacy. More efforts are needed in promoting patient’s health literacy through improving health information access. Key words: health literacy, family medicine, health information access

Read More
T-3568
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Danu Warsito; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Tri Krianto, Edduard Idul Riyadi, Galianti
Abstrak:
Gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia, mencapai 24,3%, dengan tingkat ketidakpatuhan pengobatan sebesar 51%. Penelitian ini  dilakukan di RS Soeharto Heerdjan sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama untuk penanganan masalah kesehatan mental di wilayah ini. Dengan tujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan pengobatan dengan lima dimensi WHO. Studi kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner. Sebanyak 100 pasien rawat jalan yang berusia di atas 18 tahun dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada periode Februari hingga April 2025. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden memiliki kepatuhan baik terhadap pengobatan, dengan nilai rata-rata kepatuhan sebesar 80,36, yang dapat disimpulkan sebagai hasil yang baik. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kesadaran dan sikap terkait penyakit (p=0,033) serta persepsi terhadap peran apoteker/petugas penyerah obat (p=0,005; adjusted OR = 4,49; 95% CI: 1,57–12,86) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan pengobatan. Variabel yang paling dominan adalah persepsi peran apoteker, di mana pasien dengan persepsi yang kurang baik berisiko 4,49 kali lebih tinggi untuk memiliki kepatuhan buruk dibandingkan mereka yang memiliki persepsi baik (aOR=4,49; 95% CI 1,57-12,86). R-Square penelitian adalah 0,191, yang berarti variabel kesadaran dan sikap terkait penyakit dan persepsi peran apoteker menjelaskan 19,1% variasi kepatuhan pengobatan. Karena itu, perlu peningkatan program komunikasi kepada apoteker untuk memberikan edukasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada pasien, termasuk kolaborasi dengan dokter dalam menerangkan manfaat dan efek samping obat.


Mental health disorders in DKI Jakarta have the highest prevalence in Indonesia, reaching 24.3%, with a medication non-adherence rate of 51%. This study was conducted at Soeharto Heerdjan Hospital, one of the main referral hospitals for mental health services in the region. The aim of the study was to analyze the determinants of medication adherence based on the five dimensions of the WHO adherence framework. This quantitative study employed a cross-sectional approach. Data were collected through interviews using a structured questionnaire. A total of 100 outpatient participants aged over 18 years were selected using purposive sampling. The study was conducted from February to April 2025. Data analysis was performed using multiple logistic regression. Results showed that 52% of respondents demonstrated good adherence to medication, with a mean adherence score of 80.36, indicating a generally good outcome. Logistic regression analysis revealed that awareness and attitude toward the illness (p=0.033) and perception of the role of pharmacists/dispensing officers (p=0.005; adjusted OR = 4.49; 95% CI: 1.57–12.86) were significantly associated with medication adherence. The most dominant variable was the perception of the pharmacist’s role, where patients with poor perception were 4.49 times more likely to have poor adherence compared to those with good perception (aOR = 4.49; 95% CI: 1.57–12.86). The study’s R-squared value was 0.191, indicating that awareness and attitude toward illness and perception of the pharmacist’s role explained 19.1% of the variance in medication adherence. Therefore, it is essential to enhance communication programs for pharmacists to deliver clear and understandable education to patients, including collaboration with physicians in explaining medication benefits and side effects.
Read More
T-7414
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Ratnasari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Bambang Wispriyono, Putri Bungsu, Muhti Okayani, Priharika Septyowati
Abstrak: Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga disebut silent killer, sementara tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Kepatuhan pengobatan hipertensi adalah sangat penting karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi (studi pada karyawan dengan hipertensi di Instansi Y Tahun 2019). Metode penelitian menggunakan pendekatan mix-methode dengan desain cross sectional dan uji chi square dengan nilai α=0,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan terkait dengan kepatuhan pengobatan hipertensi adalah Pengetahuan dengan p = 0,08 dan OR = 9. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan dengan Jenis Kelamin (p = 1), Usia (p = 0,63) dan Tingkat Pendidikan (p = 0,93). Pada penelitian ini disusun pula rekomendasi promosi kesehatan guna peningkatan kepatuhan pengobatan hipertensi
Read More
T-5727
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baihaqi Ibrahim; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dadan Erwandi, Leonardus Agustian
S-5705
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arya Anindita Hutomo Putra; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Muhsin
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengankepatuhan untuk menyikat gigi sebelum tidur malam pada siswa-siswi kelas 5 diSDN 04 Ciangsana Kabupaten Bogor Tahun 2012. Penelitian ini menggunakanpenelitian kuantitatif dengan desain non eksperimental, data dikumpulkan secaraCross Sectional. Sampel penelitian ini adalah 74 siswa kelas 5 SDN 04Ciangsana. Dari hasil pengolahan data, terdapat satu faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan menyikat gigi sebelum tidur, yaitu ketersediaan fasilitas untuk menyikat gigi dengan p value 0.000. Diharapkan pihak sekolah, Puskesmas, dan Dinas terkait UKS dapat terus melaksanakan program-program kesehatan gigi dan mulut bagi siswa sekolah dasar.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, kepatuhan menyikat gigi sebelum tidur malam,siswa SD
Read More
S-7646
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Kurnia Sari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dien Anshari, Nurjannah, Sari Palupi
Abstrak:
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terkait reproduksi yang sangat berbahaya, menular dan menyebar luas secara global di berbagai Negara. IMS memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan baik pada wanita hamil dan janin maupun wanita yang tidak hamil. Oleh sebab itu pencarian pengobatan yang benar diperlukan guna meminimalkan resiko penularan ibu ke bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan pencarian pengobatan infeksi menular seksual pada wanita usia subur 15 - 49 tahun di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2017. Analisis dilakukan secara univariat dan diuji dengan chi square dan regresi logistik ganda dengan jumlah sampel 1963 responden. Hasil dari analisa Proporsi Pencarian Pengobatan IMS pada WUS di Indonesia masih rendah yaitu 30,4 %. Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian pengobtan IMS di Indonesia hanya pendidikan. Saran bagi pemerintah meningkatkan kebijakan mengenai pengetahuan IMS sesuai tingkat pendidikan

Sexually transmitted infections (STIs) are one of the public health problems related to reproduction that is very dangerous, contagious and widespread globally in various countries. STI has a very bad impact on health both in pregnant women and fetuses and women who are not pregnant. Therefore the search for the right treatment is needed to minimize the risk of mother to baby transmission. This study aims to determine the description of factors associated with seeking treatment for sexually transmitted infections in women of childbearing age 15 - 49 years in Indonesia based on the 2017 IDHS data. The analysis was conducted univariately and tested with chi square and multiple logistic regression with a sample of 1963 respondents. The results of the analysis of the proportion of seeking treatment for STIs among female sex workers in Indonesia are still low 30.4%. The only factor related to the seeking behavior for STI treatment in Indonesia is education. Suggestions for the government to improve policies regarding STI knowledge according to education level
Read More
T-6060
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathia Dea Aulia; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Rahma Dewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI tahun 2017, yang menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 10.813 dari 49.627 wanita usia subur yang memenuhi kriteria : wanita berusia 15-49 tahun, berstatus kawin, dan memakai kontrasepsi. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel.
Read More
S-10546
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arika Dewi; pembimbing: Tri Krianto, Yvonne M. Indrawani; penguji: Fatmah, P.A. Kodrat Pramudho
T-3055
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naurah Assyifa Rilfi; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dian Ayubi, Harry Hikmat
Abstrak: Perilaku pencarian pengobatan pada waria lansia binaan rumah singah waria diketahui melalui pola pengobatan penyakit terakhir yang diderita, penyakit yang tergolong parah, dan penyakit menular seksual. Penelitian ini adalah penelitian studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan tujuan mendalami perilaku pencarian pengobatan pada waria lansia binaan melalui identifikasi hal-hal yang berperan dalam pembentukan persepsi kesehatan, deskripsi persepsi ancaman penyakit, deskripsi persepsi efektivitas pengobatan, penundaan perilaku pengobatan, dan akhirnya bermuara pada perilaku pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian menyarankan perlunya advokasi oleh rumah singgah terkait bantuan dari pemerintah setempat dalam pelaksanaan baik program kesejahteraan maupun kesehatan untuk binaannya. Selain itu perlu adanya peningkatan kesadaran dari pemerintah setempat untuk lebih sensitif dalam memenuhi hak kesehatan secara menyeluruh termasuk hak kesehatan populasi LGBT yaitu waria lansia.
Kata kunci: Perilaku pencarian pengobatan, rumah singgah, waria lansia

Health seeking behavior of transgender-waria elderly who are fostered by Rumah Singgah Waria is known through health seeking behavior pattern of illness suffered currently, diseases classified severe, and sexually transmitted diseases. This research is a qualitative study with a case study approach with the aim of knowing deeply about health seeking behavior from identify some aspect which affect formation of health perceptions, perceived threat of disease, perceived treatment effectiveness, treatment delay behavior and end up with treatment behavior. The result of the study suggest the need for advocacy from shelter about local government support in implementation whether welfare or health programs for their fostered. In addtion, there need of increasing awareness of local government to be more sensitive in fulfilling overall health rights including the LGBT population right, especially elderly transgender.
Key words: Health seeking behavior, shelter, transgender elderly
Read More
S-10352
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive