Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36185 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zamhir Setiawan
KJKMN Vol.1, No.2
Depok : FKM UI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Ramadhanti; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rico Kurniawan, Eva Sulistiowati, Woro Riyadina
Abstrak:
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Pulau Jawa dengan variasi prevalensi antar kabupaten/kota. Perbedaan tersebut diduga berkaitan dengan karakteristik wilayah, namun variasi spasial hubungan determinan DMT2 masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi hubungan antara determinan sosio-ekonomi, lingkungan, dan karakteristik populasi dengan prevalensi DMT2 pada tingkat kabupaten/kota di Pulau Jawa tahun 2023. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis 119 kabupaten/kota. Data sekunder diperoleh dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) 2023. Analisis meliputi analisis deskriptif, pemetaan sebaran, autokorelasi spasial, dan Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DMT2 memiliki variasi yang cukup besar dan cenderung lebih tinggi pada wilayah administrasi kota. Analisis autokorelasi spasial menunjukkan pola pengelompokan (I=0,1891; p=0,001), dengan hotspot terkonsentrasi di kawasan Jakarta–Tangerang–Bekasi dan bagian utara Jawa Timur, sedangkan coldspot ditemukan di sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Berdasarkan uji diagnostik dan perbandingan model, GWR merupakan model terbaik yang menunjukkan adanya heterogenitas spasial hubungan antara determinan dan prevalensi DMT2. Ketersediaan fasilitas kesehatan, Indeks Ketahanan Pangan (IKP), hipertensi, obesitas, dan riwayat merokok memiliki signifikansi serta kekuatan keterkaitan yang berbeda antarwilayah. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian DMT2 memerlukan pendekatan berbasis karakteristik wilayah melalui penguatan deteksi dini, pengendalian faktor risiko, pemerataan layanan kesehatan, dan penguatan ketahanan pangan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) has become an increasingly important public health concern in Java, Indonesia, with substantial variation in prevalence across regencies and municipalities. These variations are likely related to differences in regional characteristics, however, the spatial heterogeneity in the relationships between T2DM determinants and disease prevalence remains underexplored. This study aimed to examine the spatial heterogeneity in the relationships between socioeconomic, environmental, and population characteristics and T2DM prevalence at the regency and municipality levels in Java in 2023. An ecological study design was employed using 119 regencies and municipalities as the unit of analysis. Secondary data were obtained from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), Statistics Indonesia (BPS), and the National Food Agency (Bapanas). The analyses included descriptive statistics, spatial distribution mapping, spatial autocorrelation analysis, and Geographically Weighted Regression (GWR). The findings revealed substantial geographic variation in T2DM prevalence, with higher prevalence predominantly observed in municipalities rather than regencies. Spatial autocorrelation analysis indicated a clustered pattern (I = 0.1891; p = 0.001), with clusters of high prevalence concentrated in the Jakarta–Tangerang–Bekasi metropolitan area and northern East Java, while clusters of low prevalence were identified in parts of Banten, West Java, and Central Java. Based on diagnostic tests and model comparisons, GWR provided the best model fit, demonstrating significant spatial heterogeneity in the relationships between determinants and T2DM prevalence. Healthcare facility availability, the Food Security Index, hypertension, obesity, and smoking history showed differences in both statistical significance and the strength of local associations across regencies and municipalities. These findings suggest that effective T2DM prevention and control require geographically tailored strategies that strengthen primary healthcare, promote risk factor prevention and management, improve equitable access to health services, and enhance food security according to local contexts.
Read More
T-7575
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Kartikawati; Pemb. Nasrin Kodim; Penguji: Krisnawati Bantas, Diana M. Pakpahan
S-5407
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Femmy Imelia Pical; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Helda, Suprono
S-6677
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Rahmawati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Siti Arifah Pujonarti, Tiska Yumeida, Yuni Pradilla Fitri
Abstrak:
Anemia merupakan masalah yang dialami oleh 38,2% ibu hamil di dunia pada tahun 2011. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi besi. Hasil RISKESDAS Tahun 2018 menunjukkan bahwa proporsi anemia ibu hamil adalah sebesar 48,9%, meningkat 11% dibandingkan data RISKESDAS 2013 sebesar 37,1%. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu kelelahan, kapasitas kerja yang kurang baik, gangguan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko penyakit jantung bahkan kematian. Selain itu anemia berdampak terhadap persalinan prematur yaitu proses kelahiran bayi sebelum aterm. Keadaan ini akan menimbulkan masalah baru bagi bayi, seperti BBLR, penurunan status imun, kemungkinan adanya gangguan fisiologis, dan tumbuh kembang bayi. Pulau Jawa dan Bali termasuk wilayah dengan proporsi kejadian anemia yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali dengan data Riskesdas Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 414 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner Riskesdas Tahun 2018. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Anemia ibu hamil adalah usia kehamilan (p value=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia kehamilan menjadi faktor dominan pada kejadian anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali Tahun 2018 setelah dikontrol variabel usia ibu, konsumsi TTD, paritas, gangguan selama kehamilan, status gizi dan konsumsi sayur. (p value=0,001; OR=3,83; 95%, CI=1,85-7,93). Kata kunci: Anemia, Determinan Anemia, Usia Kehamilan, Pulau Jawa dan Bali

Anemia is a problem experienced by 38.2% of pregnant women in the world in 2011. About half of anemia cases are caused by iron deficiency. The results of the 2018 RISKESDAS show that the proportion of anemia in pregnant women was 48.9%, an increase of 11% compared to the 2013 RISKESDAS data of 37.1%. The impact of anemia on pregnant women is fatigue, poor work capacity, impaired immune function, increased risk of heart disease and even death. Apart from that, anemia has an impact on premature birth, namely the process of giving birth to a baby before term. This situation will cause new problems for the baby, such as LBW, decreased immune status, the possibility of physiological disorders, and the baby's growth and development. The islands of Java and Bali are areas with a fairly high proportion of anemia. The research aims to determine the determinants of anemia in pregnant women on the islands of Java and Bali using 2018 Riskesdas data. The research design used was cross sectional with 414 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data was obtained using the 2018 Riskesdas questionnaire. Bivariate analysis showed that the variable associated with anemia in pregnant women was gestational age (p value=0,001). Multivariate analysis shows that gestational age is the dominant factor in the incidence of anemia in pregnant women in Java and Bali in 2018 after controlling for the variables of maternal age, TTD consumption, parity, disorders during pregnancy, nutritional status and vegetable consumption. (p value=0,001; OR=3.83; 95%, CI=1.85-7.93). Advice for pregnant women to be aware of the importance of consuming foods rich in iron, regularly carrying out ANC according to their gestational age and being obedient to taking TTD. Keywords: Anemia, Determinants of Anemia, Gestational Age, Java and Bali Islands
 
Read More
T-6998
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valida Ulfa Septiana; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Nurillah Amaliah, Budi Setyawati
Abstrak:
Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia. Meskipun prevalensi stunting nasional menunjukkan tren penurunan, variasi prevalensi antarwilayah di Pulau Jawa masih cukup tinggi, dengan rentang 6,70%–32,40%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hubungan faktor wilayah dengan prevalensi stunting tidak bersifat seragam antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi spasial hubungan faktor wilayah dengan prevalensi stunting pada balita antar kabupaten/kota di Pulau Jawa tahun 2024 menggunakan pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR). Penelitian ini merupakan studi ekologi menggunakan data sekunder tahun 2024 pada 119 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Variabel dependen adalah prevalensi stunting pada balita, sedangkan variabel independen meliputi faktor sosial ekonomi, kesehatan ibu-anak dan pelayanan kesehatan, serta lingkungan dan kualitas pangan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda (Ordinary Least Squares/OLS), Moran’s I, dan GWR dengan kernel adaptive Gaussian. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial yang signifikan pada prevalensi stunting (Moran's I = 0,319; p < 0,001), dengan klaster high-high dan low-low yang mengelompok pada wilayah tertentu di Pulau Jawa. Variabel rata-rata lama sekolah (RLS), usia kehamilan, kepemilikan jaminan kesehatan, akses sanitasi layak, dan akses sumber air minum layak menunjukkan hubungan signifikan pada beberapa wilayah dengan pola dan kekuatan hubungan yang bervariasi antar kabupaten/kota. Beberapa variabel menunjukkan arah hubungan yang tidak selalu sesuai dengan teori, yang kemungkinan berkaitan dengan faktor kontekstual wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan faktor wilayah dengan prevalensi stunting pada balita di Pulau Jawa bersifat heterogen secara spasial, sehingga intervensi penanggulangan stunting perlu mempertimbangkan karakteristik lokal masing-masing wilayah agar lebih tepat sasaran.

Stunting in toddlers remains a priority public health issue in Indonesia. Although the national prevalence of stunting shows a declining trend, the variation in prevalence between regions on the island of Java remains quite high, ranging from 6.70% to 32.40%. This condition indicates that the relationship between regional factors and the prevalence of stunting is not uniform across regions. This study aims to analyze the spatial variation of the relationship between regional factors and the prevalence of stunting in toddlers across districts/cities in Java Island in 2024 using the Geographically Weighted Regression (GWR). This research is an ecological study using secondary data from 2024 on 119 districts/cities in Java Island. The dependent variable is the prevalence of stunting in toddlers, while the independent variables include socio-economic factors, maternal and child health and healthcare services, as well as environmental and food quality factors. The analysis was conducted using multiple linear regression (Ordinary Least Squares/OLS), Moran’s I, and GWR with an adaptive Gaussian kernel. The research results indicate a significant spatial autocorrelation in stunting prevalence (Moran's I = 0.319; p < 0.001), with high-high and low-low clusters concentrated in certain areas of Java Island. The variables of average years of schooling (RLS), pregnancy age, health insurance ownership, access to proper sanitation, and access to safe drinking water show significant relationships in several regions, with varying patterns and strengths of relationships across districts/cities. Some variables show a direction of relationship that does not always align with theory, which may be related to contextual factors of the region. This study concludes that the relationship between regional factors and the prevalence of stunting in toddlers on the island of Java is spatially heterogeneous, so stunting intervention efforts need to consider the local characteristics of each region to be more targeted.
Read More
T-7583
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herda Andryani Lidya; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, M. Sugeng Hidayat
S-5713
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Ramadayanti; Pembimbing: Helda; Penguji: Krisnawati Bantas, Slamet
S-10410
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nohan Arum Romadlona; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Martya Rahmaniati Makful, Teti Tejayanti, Riznawaty Imma Aryanty
Abstrak:
Pendahuluan: Stigma yang berkembang terhadap aborsi membuat terbatasnya studi aborsi di beberapa negara termasuk Indonesia. Memahami faktor yang berkaitan dengan pengalaman aborsi dapat membantu upaya perbaikan dan peningkatan program kesehatan reproduksi khususnya berkaitan dengan pencegahan aborsi. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran determinan struktural perempuan yang mengalami aborsi. Metode: Studi ini menggunakan data Community Based Survey tahun 2018 yang secara random mewawancarai 8.989 perempuan usia 15-49 tahun di enam provinsi di Pulau Jawa. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur oleh pewawancara terlatih dengan mengumpulkan informasi terkait pengalaman penggunaan kontrasepsi, kehamilan, aborsi, kekerasan oleh pasangan, dan masalah lain terkait kesehatan reproduksi. Analisis Structural Equation Modeling digunakan untuk mendapatkan gambaran determinan struktural perempuan yang mengalami aborsi berdasarkan konsep teori perilaku Integrated Behavioral Model. Hasil: Model struktural fit dengan nilai RMSEA= 0,037; CFI= 0,924, dan SRMR=0,048. Perempuan dengan niat mencegah kehamilan dan niat menggugurkan kandungan memiliki efek langsung terbesar dalam pengalaman aborsi. Pengalaman kekerasan fisik dan seksual, sikap ketidak khawatiran terhadap dampak mengakhiri kehamilan, dan pengetahuan kontrasepsi yang rendah memiliki efek langsung terhadap meningkatnya niat melakukan aborsi. Implikasi program: Niat menggugurkan kandungan dapat terjadi jika perempuan mengalami kehamilan tidak diinginkan. Penggunaan kontrasepsi modern efektif saat ini hanya mencapai 25%. Menurunkan angka kegagalan KB dan meningkatkan penggunaan MKJP secara bersama- sama akan menurunkan kehamilan tidak diinginkan dan menurunkan kejadian aborsi. Kekerasan oleh pasangan dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan tidak diinginkan yang mengakibatkan perempuan memiliki otonomi yang rendah atas dirinya. Peningkatan program komunikasi prefentif upaya pengendalian kekerasan oleh pasangan, peningkatan kesadaran akan bahaya dan dampak, peran serta komunitas, dan media social perlu ditingkatkan dalam upacaya pencegahan dan penanggulangan masalah kekerasan oleh pasangan.

Stigma against abortion has limited the study of abortion in several countries including Indonesia. This study aims to get a picture of the structural determinants of women who had abortion.This study utilized data from community-based survey of 8,969 randomly selected women aged 15-49 in six provinces in Java. Structural Equation Modeling Analysis was used to get an overview of the structural determinants of women who had abortion based on the concept of Integrated Behavioral Model Theory. Model fit with RMSEA value = 0.037; CFI = 0.924, and SRMR = 0.048. Intention shows the biggest direct effect on abortion. The experience of physical and sexual violence, the attitude toward the impact of ending pregnancy, and lack of contraception knowledge have a direct effect on increasing the intention to have an abortion. Reducing contraceptive failure rates and increasing the use of LARC will reduce unwanted pregnancies and abortion incidence. Communication program, increasing awareness of the dangers and impacts, community participation, and social media need to be increased in efforts to prevent and overcome the problem of IPV.

Read More
T-5903
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Dwi Kartika; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Besral, Vinny Sutriyani
Abstrak: Lelaki yang Seks dengan Lelaki (LSL) merupakan salah satu kelompok populasi yang paling berisiko terinfeksi HIV. Promosi penggunaan kondom konsisten adalah strategi kunci untuk pencegahan HIV pada LSL. Skripsi ini membahas faktor-faktor yang berasosiasi dengan penggunaan kondom konsisten pada LSL yang memiliki pasangan tetap, pasangan tidak tetap, pasangan membeli seks, dan pasangan menjual seks. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dari data Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) untuk LSL di Pulau Jawa tahun 2011. Analisis regresi logistik digunakan untuk melihat determinan penggunaan kondom konsisten dari faktor sosiodemografi, persepsi, isyarat untukbertindak, dan penggunaan kondom pada seks terakhir. Penggunaan kondom konsisten pada pasangan laki-laki berkisar 37%-49% dan 28% pada pasanganperempuan dalam sebulan terakhir. Analisis multivariat menghasilkan statusbelum menikah, pengetahuan komprehensif, tidak ada gejala IMS, dan penggunaan kondom pada seks terakhir berasosiasi meningkatkan penggunaan kondom konsisten. Intervensi kepada LSL harus dapat meningkatkan pengetahuan komprehensif dan mempromosikan penggunaan kondom konsisten pada semua jenis pasangan seksnya.
Kata Kunci : LSL, Penggunaan Kondom Konsisten, Pulau Jawa, Indonesia
Men Who Have Sex with Men (MSM) are population at high risk for HIVinfection. Promoting consistent condom use (CCU) is a key risk reduction strategyfor HIV prevention among MSM. This thesis reports the factors associated withCCU among MSM with their regular, casual, client, and sex worker partners. Thisthesis used cross-sectional design from Integrated Biological and BehaviourSurveillance for MSM in Java Island in 2011. Binary logistic regression analyseswere conducted to assess the determinants of CCU with socio-demographic,perceived, cues to action, and past condom use factors. CCU ranged from 37 to49% with male partners and 28% with female partner. Multivariate analysesshowed that MSM who had a single status, comprehensive knowledge, no STDsymptoms, and past condom use were likely to be consistent condom users. HIVinterventions among MSM need to increase comprehensive knowledge of HIVand promote CCU with all types of sex partners.
Keywords : MSM, Consistent condom use, Java Island, Indonesia
Read More
S-8444
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive